Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Selalu Ada Cara Bermain Sambil Belajar

Selalu Ada Cara Bermain Sambil Belajar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 2 Sep 2022
  • visibility 146
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Kesibukan saya akhir-akhir ini selain belajar dan bermain bersama Tsania, juga dengan kedua keponakan  saya yang kembar, Hakam dan Hakim. Kembar identik layaknya Upin dan Ipin. Sudah dipastikan jika tak sering bersama mereka, akan salah menyebutkan nama. Ibu saya saja masih sering salah memanggil.

Beberapa hari ini, setiap sore sudah dipastikan mereka akan datang kerumah. Entah sebab ingin mengajak bermain atau sekadar untuk menginap. Saya masih teringat. Dulu saat mereka menginap sebab ketiduran, pukul 02.00 dini hari bangun dan langsung menangis meminta saya untuk mengantar mereka pulang. Untung saja adik saya belum berangkat ke penjara suci. Alhasil dia yang mengantar si kembar pulang. Dan pada malam itu, saat mereka bilang ingin menginap, trauma akan kejadian mereka merengek meminta pulang secara langsung muncul dibayangan.

Saya tak tau mengapa akhir-akhir ini kembar selalu berkunjung kerumah. Pagi hari saat hendak berangkat sekolah saya antar pulang, sore hari saat mereka selesai mengaji datang kerumah tanpa diundang. Selalu begitu. Nampaknya rumah saya telah menjadi candu bagi mereka untuk senantiasa datang.

Saat datang kerumah, mereka tak jauh berbeda dengan Tsania. Ingin bermain handphone dan lebih asyik menonton televisi. Bedanya kalau Tsania saya kasih sepatah kata tentang meminimalisir waktu bermain gadget akan langsung menurut, kembar memerlukan banyak kata terlebih dahulu baru akan patuh. Mental dan jiwa kesabarannya harus lebih ekstra.

Saya merasakan perbedaan pengalaman mendampingi Tsania dan kembar dalam bermain dan belajar. Barangkali terlihat subjektif jika saya mengatakan bahwa mendidik anak laki-laki dibutuhkan kekuatan super besar dibanding mendidik anak perempuan. Namun fakta yang saya alami memang demikian adanya. Saya lebih ekstra sabar dalam mengarahkan kembar untuk mau lebih banyak belajar daripada bermain.

Untuk menyiasati hal itu, beberapa kali saya selipkan pelajaran saat mereka tengah asyik menonton serial Upin dan Ipin. Seperti saat Upin dan Ipin tengah mengucapkan terima kasih kepada teman-temannya saat mereka dibantu untuk mencari kain merah Ipin yang hilang. Maka saya akan bertanya pada mereka. Kurang lebih demikian percakapannya.

“Mengapa Ipin mengucapkan terimakasih kepada teman-temannya?”

Mereka menjawab,

“Itu karena teman-temannya mau membantu Ipin mencari kain.” Namun, kembali lagi setiap orang tua pasti mempunyai cara dalam mendidik dan mengasuh buah hatinya secara sempurna menurut persepsinya masing-masing. Bahwa memang tak ada bedanya cara mendidik anak perempuan dan anak laki-laki. Mereka berhak mendapat perlakuan yang sama. Mereka juga berhak mendapat pendidikan yang baik dengan harapan kelak akan menjadi manusia yang dapat memanusiakan manusia lainnya. Tak memandang apapun jenis kelamin atau hal lainnya

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PCNU Dukung Agenda Pengesahan Pelatih Pagar Nusa

    Ketua PCNU Dukung Agenda Pengesahan Pelatih Pagar Nusa

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 126
    • 0Komentar

    WINONG-Silaturrahim merupakan salah satu kebiasaan yang identik dengan umat islam khususnya warga NU. Tak terkecuali, para pendekar Pagar Nusa (PN) Pati yang selalu membudayakan kunjungan. Rabu (11/9) malam, rombongan Pengurus Cabang PN mengunjungi kediaman ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, M.S.i. di Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Rombongan yang dipimpin langsung oleh ketua Pagar Nusa pati, […]

  • Peringati Maulid Nabi dan HSN, IJMA Asempapan Gelar Gema Sholawat

    Peringati Maulid Nabi dan HSN, IJMA Asempapan Gelar Gema Sholawat

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id TRANGKIL – Ikatan Jamaah Masjid Warosatul Anbiya (IJMA) Desa Asempapan, Kecamatan Trangkil mengadakan Gema Sholawat pada Senin (24/10/2022) malam. Ketua Panitia Kegiatan, Khoirul Anwar mengungkapkan gema sholawat ini merupakan puncak acara dalam rangkaian kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2022. Sebelumnya, panitia telah mengadakan parade pembacaan barzanji […]

  • Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    Pelantikan PAC PN Gembong, Ketua: Jangan Terlibat yang Gaib-Gaib Dulu

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Gembong menggelar Pelantikan dan Rakor. Kegiatan tersebut dilaksanakan Jumat (22/6) siang di Aula MANU Gembong. Selain menampilkan peragaan jurus lewat para pendekar andalan, dalan agenda tersebut juga menghadirkan unsur-unsur NU dan pemerintahan. “Saya kira undangan dari Pagar Nusa ini yang paling lengkap ya. Mulai dari pengurus MWC […]

  • Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    Rekontruksi Gerakan Santri Nahdlatul Ulama

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    PCNUPATI-online. Menyebut istilah santri, tidak bisa terlepas dari peran utamanya yang salah satunya dalam bidang politik. Santri dan politik adalah dua istilah yang berbeda akan tetapi dapat menyatu karena merupakan perwujudan dari system Negara yang membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh elemennya yang salah satunya adalah santri dalam mengusung perubahan. Hal tersebut dapat dijalankan salah satunya […]

  • Kaffarot (Denda) Orang yang Sudah Tua

    Kaffarot (Denda) Orang yang Sudah Tua

    • calendar_month Rab, 28 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

      Ilustrasi : Pixabay Pertanyaan : Zainab mempunyai kakek yang usianya sudah tua dan juga sudah pikun. Karena pikunnya sudah agak parah, kakeknya sering lupa terhadap kesibukannya, kewajiban-kewajibannya, bahkan anak cucunya. Bolehkah kewajiban yang ditinggalkan kakek Zainab  diganti bayar kaffârot ? Jawaban : Jika kewajiban yang ditinggal berupa sholat maka sholatnya tidak bisa diganti dengan kaffârot jika […]

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

expand_less