Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 12 Jan 2015
  • visibility 581
  • comment 0 komentar
Kabar NU Pati. Sabtu 10 Januari 2015, bertempat di gedung PCNU Pati. SSR NU Jateng Fatayat 2 berkerjamasa dengan Kader PIKM NU mengadakan Pelatihan HIV&AIDS dengan tema  “KADER&UMAT BERDAYA, HIV&AIDS TIDAK MEMBUDAYA” merupakan sebuah upaya dari SSR NU Jateng Fatayat 2 bersama PC NU Kab. Pati untuk memberikan informasi dan membentuk kader di setiap Kecamatan di Kabupaten Pati. Harapannya, setiap kader ini akan menjadi agent of change dan kader sebaya  di setiap Kecamatan. Sehingga, laju epidemic HIV AIDS dapat tertahan dan kita dapat bersama-sama mengurangi stigma dan diskriminasi kepada Orang Dengan HIV AIDS.  Dalam pelatihan ini, juga diadakan kegiatan VCT Mobile yang merupakan kerjasama antara SSR NU Jateng Fatayat 2 dengan Dinas Kesehatan yaitu RSUD Kayen.

Di Jawa Tengah, program HIV AIDS berada di 17 kota/kabupaten, dimana SSR NU JATENG FATAYAT 2 sebagai lembaga banom  NU pelaksana program HIV AIDS yang diberi amanah oleh PBNU dalam melakukan Penanggulangan dan Pencegahan HIV&AIDS mencakup Kab. Demak, Kab. Jepara dan Kab. Pati. Selaku penggiat di isu HIV&AIDS tim kami konsisten menjaga kapasitas, profesionalisme dan kepedulian dalam melaksanakan program pencegahan dan pananggulangan HIV&AIDS di komunitas resiko tinggi (Pekerja Seks, Laki – Laki Beresiko Tinggi, Lelaki Seks Lelaki, Waria, Pecandu Narkoba Suntik), tempat kerja dan masyarakat yang juga tidak menutup kemungkinan adalah warga Nahdliyin bisa ikut terdampak kasus HIV.
Inisiasi kegiatan ini berdasar temuan kasus HIV AIDS di Kabupaten Pati (menurut Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pati) sejak tahun 1996 hingga Nopember 2014 mencapai angka 665 kasus HIV AIDS, 93 meninggal. Kabupaten Pati menempati peringkat keempat di Jawa Tengah untuk angka HIV dan peringkat pertama untuk angka AIDS se Jawa Tengah.
Di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati ada angka HIV AIDS. Untuk data HIV AIDS di Kabupaten Pati sendiri, kecamatan Juana menempati peringkat pertama. Jumlah kasus AIDS pada laki-laki lebih banyak ditemukan di populasi laki-laki, karena penderita AIDS baru akan ditemukan ketika sudah fase infeksi opportunistic, atau sudah ada penyakit penyerta.
Angka kasus HIV AIDS dari kalangan Ibu Rumah Tangga menduduki peringkat kedua di Jawa Tengah dan Kabupaten Pati. Jumlah angka yang sangat signifikan di Kabupaten Pati, sekaligus menjadi bahan refleksi bagaimana cara untuk menekan laju epidemic HIV AIDS melalui berbagai strategi.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 623
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

  • Semarakkan Hari Santri Nasional, YPM Kembang Dukuhseti Gelar Perkemahan 1001 Santri

    Semarakkan Hari Santri Nasional, YPM Kembang Dukuhseti Gelar Perkemahan 1001 Santri

    • calendar_month Sel, 20 Okt 2026
    • account_circle admin
    • visibility 20.483
    • 0Komentar

    ​PATI — Yayasan Pengembangan Madarijul Huda (YPM) Kembang, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, menggelar Perkemahan 1001 Santri pada 18–20 Oktober 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan YPM Kembang ini diselenggarakan dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Santri Nasional. ​Suasana lapangan tampak semarak dengan kehadiran tak kurang dari 1.001 siswa-siswi yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan di […]

  • PCNU-PATI

    Dalam Mihrab Cinta

    • calendar_month Ming, 13 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 523
    • 0Komentar

    Syamsul, pemuda 20 tahun-an yang bertekad menuntut ilmu di sebuah pesantren di Kediri, meninggalkan kehidupannya yang cukup nyaman. Di pesantren tersebut, ia bertemu dengan Zizi, putri pemilik pesantren yang pernah ditolongnya. Suatu ketika, Syamsul terusir dari pesantren karena dituduh mencuri akibat fitnah sahabatnya sendiri, Burhan. Keluarganya sendiri pun tidak mempercayainya. Hal ini membuat Syamsul akhirnya […]

  • PCNU-PATI

    Santri Harus Punya Peran di Berbagai Bidang

    • calendar_month Kam, 2 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 593
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jepara – Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Pecangaan Jepara menggelar tasyakkur (syukuran) ke-44 tahun yang berlangsung di mushala madrasah setempat, Selasa (31/10) pagi.  Hadir sebagai pemantik acara bertajuk “Santri Milenial dan Tantangan Global” Ketua STKIP PGRI Pacitan H Mukodi dan akademisi UIN Walisongo Semarang, H Fakhrudin Aziz.  Selain sivitas akademika MA Walisongo, hadir pula Ketua […]

  • PCNU-PATI

    Lewat Kenduri Desa Damai; FKPT Jateng Cegah Terorisme

    • calendar_month Rab, 21 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 585
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Kudus – Bertempat di Balai Desa Getaspejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggelar Kenduri Desa Damai bertajuk “Kenali dan Peduli Lingkungan Sendiri” pada Rabu (21/6/2023). Ketua Bidang Media, Hukum dan Hubungan Masyarakat FKPT Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa Kenduri Desa Damai […]

  • PCNU-PATI Photo by KamalUddin Dk

    Suara Azan

    • calendar_month Sen, 26 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 564
    • 0Komentar

    “… Suara azan sebagai bel kesadaran untuk mengingatkan tugas meditasi sehari-hari berupa menoleh ke dalam, kenali diri kemudian bebaskan semua cengkeraman.” Kalimat tersebut diutarakan Gede Prama, penulis dan pelaku meditasi, yang beragama Hindu. Membaca dari refleksi Gede Prama di atas saya begitu tersentuh. Betapa saya tidak pernah menyadari akan pesan yang tersembunyi dari suara azan. […]

expand_less