Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Selamat Hari Ibu

Selamat Hari Ibu

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 23 Des 2022
  • visibility 298
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Berbicara soal peringatan hari ibu kemarin, kiranya sangat tepat jika tulisan saya kali ini bercerita tentang keseharian ibunda tercinta. Sosok inspiratif yang senantiasa mengajarkan saya banyak hal. Mulai dari bagaimana bersikap sebagai seorang perempuan hingga soal urusan perdapuran.

Bagi saya ibu adalah seorang perempuan biasa yang memiliki semangat luar biasa. Ibu tak mengenal lelah. Saban hari aktivitasnya begitu padat. Saat pagi setelah bangun tidur, ibu pasti mengikuti sholat subuh berjamaah dimushola. Bahkan tak hanya sholat subuh saja, melainkan lima waktu itu ibu usahakan untuk berjamaah. Kecuali ada udzur dan sebab yang mengharuskan ia melaksanakan sholat dirumah.

Lalu setelah pulang dari mushola, ibu pasti berbelanja bahan masakan di salah satu warga. Ibu akan memasak meski pekerjaan sebagai buruh serabutan sedang menantinya. Maka dengan kelihaiannya ibu akan memasak dengan waktu yang sangat efisien. Namun, jika ia sedang tak ingin memasak, maka saya yang akan menggantikannya. Sebagai bentuk keikutsertaan mengambil peran mengurus rumah. Selain memasak, untuk pekerjaan domestik lain, sudah sepenuhnya menjadi hal rutin yang saya kerjakan.

Kembali soal pekerjaan ibu. Ibu termasuk orang yang gemar beraktivitas. Saya pernah bertanya perihal kesibukannya itu, apakah tak merasa capek dan semacamnya. Ibu dengan tersenyum menjawab bahwa dirinya akan capek dan sakit justru jika tak melakukan aktivitas. Barangkali itu juga menjadi alasan, mengapa saya juga merasakan hal yang sama. Meski daya tahan fisiknya jauh lebih kuat ibu.

Suatu ketika, ibu pernah bercerita pada saat saya masih kuliah, ia sering tak dikirimi uang oleh bapak. Setiap kali bapak pulang dari kota seberang, bapak akan selalu bilang bahwa uangnya dikirimkan untuk mencukupi kebutuhan saya selama kuliah. Respon yang ditunjukkan ibu bukan kemarahan, justru ibu berkata tak masalah karena dirinya masih mempunyai tabungan.

Secara tak langsung, apapun yang dilakukan ibu telah mengajari saya bahwa menjadi seorang perempuan itu berhak bebas. Mandiri dan berdikari dengan kemampuannya sendiri. Tak banyak bergantung pada pasangan. Dan bapak pun juga tak mempermasalahkan jika saat ia pulang dari kota seberang, ibu tak menemaninya dirumah. Bapak memahami karakter dan keinginan ibu untuk tetap bekerja. Sungguh, kesalingan pasangan yang membuat saya ingin menirunya suatu saat kelak.

Ibu bukan seorang ratu ataupun ibu negara. Ibu hanyalah seorang perempuan biasa, yang terkadang bisa melakukan sebuah kesalahan. Dihari ini dimana semua orang merayakan cinta kasihnya untuk sang ibu tercinta, saya turut membelikan sebuah gamis untuk ibu. Meski harganya tak seberapa, namun itulah sedikit wujud cinta saya terhadapnya. Selamat hari ibu untuk ibu saya tercinta, dan untuk seluruh ibu di dunia. Semoga senantiasa dilimpahi kebahagiaan yang tiada tara. Sekian

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Dekonstruksi Gandulan Sarunge Kiai (Bagian I)

    • calendar_month Jum, 27 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.396
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Rekan saya kemarin turut membaca tulisan pada Mutiara Ramadan bertajuk Pendidikan Karakter Perspektif Ki Hajar Dewantara. Usai membaca, ia justru request tulisan khusus tentan sarung dan kiai. Dalam hati saya “Wah, dupeh arep bada, bahasane sarung”. Ya, ia adalah Sofyan Bachri (Direktur PT. Suave Health Medika), sahabat saya yang makin rajin ikut […]

  • Melawan Gerakan Sosmed Wahabi

    Melawan Gerakan Sosmed Wahabi

    • calendar_month Sen, 17 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

     Oleh : M. Dani Habibi* Kita tentu sudah mengetahui bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempunyai penduduk muslim terbesar di dunia. Hal ini tentu menjadi lahan subur bagi para penggerak Islam baik yang bersifat tradisonal, modern atau fundamental.  Setiap gerakan Islam, pastinya punya ciri khas masing-masing. Mulai dari yang bercorak tradisionalis seperti menjaga tradisi leluhur […]

  • FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    FKPT Jateng Berperan dalam Penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.702
    • 0Komentar

      Semarang – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah turut berperan aktif dalam pembahasan penyusunan Instrumen Deteksi Dini Keterpaparan Anak dalam Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme melalui Bendahara FKPT Jateng Siti Maemunah dan Sekretaris FKPT Jateng Rahmad Winarto. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Lantai 2 Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Rabu (11/2/2026), mulai pukul 10.00 […]

  • PCNU-PATI

    Pesantren dan Madrasah Diberi Pelatihan Kewirausahaan oleh BRI Kanca Pati

    • calendar_month Jum, 9 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Kemandirian melalui pengembangan kewirausahaan terus digalakkan di madrasah dan pondok pesantren. Sebab, lembaga pendidikan keagamaan tersebut mulai mengembangkan produk unggulannya agar bisa mendukung perekonomian sehingga menjadi lebih mandiri.  Demi mendukung kemandirian dan berkembangnya wirausaha di madrasah dan pesantren di wilayah Kabupeten Pati, BRI Kantor Cabang Pati mengadakan program Digitalisasi Pendidikan dan Kemandirian 1000 Madrasah […]

  • PCNU-PATI

    Puncak Harlah PIAUD STAINU Purworejo Ke 7

    • calendar_month Rab, 12 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Purworejo- Prodi PIAUD STAINU Purworejo dalam Puncak Harlah nya yang Ke – 7 mengadakan kegiatan Talkshow dan Bedah Buku Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Acara ini dilaksanakan pada Selasa, 11 April 2023 bertempat di Auditorium STAINU Purworejo. Namun, sebelum kegiatan dimulai didahului dengan pembacaan khotmil qur’an yang di pimpin oleh M. Nurul Huda. Kemudian […]

  • hoto by MATAQ Darul Ulum

    Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 520
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Secara historis pesantren sudah ada semenjak proses adanya bangsa Indonesia, bahkan pesantren ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Pesantren memiliki usia setua bangsa Indonesia. Dan bahkan jauh lebih tua jika bangsa Indonesia ini diasumsikan lahir sesudah proklamasi. Lebih dari dengan fakta historis diatas, pesantren dapat dikalim pula sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. […]

expand_less