Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Putaran Pertama

Putaran Pertama

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 18 Apr 2024
  • visibility 300
  • comment 0 komentar

Oleh : Iva Azhariyah

Saya sering bepergian menggunakan transportasi umum. Bus, kereta, atau travel. Bagi saya, menatap jalan dan lorong yang terlewati seolah memberi sudut pandang baru dalam hidup yang seringkali saya tawar pada Tuhan. Menatap orang-orang berjalan, anak-anak pulang dengan baju putih, sudah kecoklatan, orang-orang mengangkat beban, mendorong kendaraan, atau kelelahan hingga ketiduran di jalanan.

Sekali waktu ada seorang lelaki duduk di bangku ketiga pada bus malam. Saya baru masuk beberapa langkah dan bus terasa penuh lantaran itu adalah waktu para pekerja berangkat untuk melakukan pekerjaan. Pukul dua dini hari,  saya duduk di bangku paling depan. Sensasi menyeramkan yang bisa dirasakan hanya jika menggunakan bus malam. Barangkali karena jalanan sedang sepi-sepinya, sopir bus mengemudikan bus secara totalitas (baca: sedikit ugal-ugalan tapi sudah biasa).

Seorang pegawai bus menghampiri saya. Mengatakan jika tarifnya tiga puluh lima ribu rupiah karena perjalanan ke Semarang akan cukup memutar. Jalur yang biasa kutempuh dilanda banjir sedalam dua meter, cukup untuk membuat tenggelam karena tinggi genangan air lebih tinggi dibanding saya.

“Nggeh, Pak. Mboten nopo-nopo”,

Saya memberikan empat puluh ribu. Tapi kembaliannya terlalu banyak. Saya menoleh ke belakang dan kedepan. Saat ketiga kalinya menoleh ke belakang, seorang lelaki setengah tua melambaikan tangannya seolah berkata,

“Sini aja, Nduk.”

Tanpa pikir panjang  saya pindah ke belakang karena akan menakutkan duduk di bangku depan yang langsung memperlihatkan jalan dan cara supir bus mengemudikan kendaraan. Saya duduk di sebelahnya dan menyapa lantas sedikit basa-basi. Saya menceritakan uang kembalian yang terlalu banyak jumlah yang berujung dia memanggil lagi pegawai bus itu.

Bapak disamping saya kemudian menceritakan banyak hal perihal kehidupan, menceritakan anak dan istri seperti umumnya orang tua, menceritakan perjalanan hidupnya merantau dari satu kota ke kota lainnya, menceritakan kisah hidupnya berjuang untuk menyandang gelar sarjana, menceritakan pulang perginya melalui jalan pantura, dan dari seluruh ceritanya, ada satu kalimat yang paling kuingat.

“Kesempatan dalam hidup itu seperti sekali kayuhan roda sepeda; satu putaran.”

Mengayuh pedal sepeda, kumaknai sebagai awal pilihan untuk meneruskan apakah kayuhan itu akan rampung penuh atau rumpang tak lengkap. Kayuhan itu adalah dorongan awal yang akan menentukan seberapa laju putaran roda. Seperti halnya kesempatan hidup; kuat dan lambatnya sesuai dengan dorongan pertama yang berarti keyakinan dalam memilih kesempatan. Makanya, beberapa orang mengatakan “Takdir itu Pilihan” alih-alih “Hidup itu Pilihan”. Karena takdir pada ujungnya adalah serangkaian dari kesempatan demi kesempatan yang kita pilih. Satu putaran demi satu putaran yang menggerakkan roda sepeda dengan kecepatan yang berirama.

Satu putaran yang kita yakini seyogyanya adalah satu putaran yang bermakna. Satu putaran yang akan mengantar kita pada putaran-putaran selanjutnya. Putaran kehidupan.

 

*Iva Azhariyah, Lahir di Pati, Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia. Gemar buku, musik, dan film. Senang berkelana, mencintai semesta. Akun media social @ivaazhariyah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sirah Mulia Ummul Mukminin

    • calendar_month Ming, 5 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Syaikh Mahmud Al-Mishri, penulis yang biasa dipanggil Abu Ammar ini merupakan seorang dai kelahiran Kairo, Mesir. Lulus Sarjana dari Fakultas  Pekerjaan Sosial (Sosiatri), Universitas Helwan, Mesir. Belajar ilmu syar’i kepada para ulama Mesir. Kemudian melanjutkan belajar Ushuluddin dan Dakwah Islamiyyah secara talaqqi kepada para ulama Arab Saudi. Berhasil meraih Ijazah Ilmiah di bidang kajian  kitab-kitab […]

  • Memandang Indonesia Saat Ini

    Memandang Indonesia Saat Ini

    • calendar_month Jum, 3 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Pati. Para Dosen Institut Pesantren Mathali’ul Falah guna mempertajam wawasan dan pola pikir agar lebih maju dan berkembang. Maka pada kesempatan kali ini menghadirkan Dr. M. Imdadun Rahmat Ketua LAKSPEDAM NU pusat untuk mendiskusikan isu-isu terkini yang berada di Indonesia,kemarin. Moderatisme adalah masa depan politik Islam Indonesia. Moderatisme dalam politik meniscayakan power sharing (pembagian kekuasaan, […]

  • Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    Peringati Hari Santri dan Maulid, Pemuda Desa Asempapan Gelar Jalan Sehat

    • calendar_month Sab, 16 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 279
    • 0Komentar

    IPNU IPPNU memimpin barisan jalan sehat pemuda Desa Asempapan Jumat (15/10) kemarin TRANGKIL – Dalam rangka memperingati hari santri dan maulid Nabi Muhammad SAW, para pemuda Desa Asempapan menggelar kegiatan jalan sehat, Jumat (15/10). Aditya Setia Wardani, Sekretaris Panitia mengatakan, kegiatan ini terselenggara atas kerjasama IJMA’ (Ikatan Jamaah Masjid  Warotsatul Anbiya’), Karang Taruna Panji Satria […]

  • PCNU-PATI Photo by Kevin Yudhistira Alloni

    Ziarah Ke Yerusalem

    • calendar_month Sen, 2 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Muslim yang mampu di setiap negara berbondong-bondong pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, sebagai pelaksanaan rukun Islam yang kelima. Tentu, banyak kalangan muslim bercita-cita bisa berhaji ke tanah suci itu. Tak terkecuali kedua orangtua saya. Pada suatu ketika saat pulang kampung, saya bincang-bincang dengan mereka. Dari pembicaraannya, saya tahu […]

  • Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

    Fatayat NU Pati Didorong untuk Berani Tampil dalam Perpolitikan

    • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. PATI – Para perempuan didorong untuk berani tampil dalam dunia politik. Apalagi mampu menempati jabatan yang strategis, baik di eksekutif maupun legislatif. Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Presiden Pecinta Sholawat (Pecis) Muh Zen, saat menghadiri kegiatan bertema “Peningkatan Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan sebagai Implementasi Serat Kartini”. Adapun kegiatan yang bertempat di […]

  • NU dan Pesantren Sebagai Embrio Pendidikan Nasional

    NU dan Pesantren Sebagai Embrio Pendidikan Nasional

    • calendar_month Sen, 29 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 265
    • 0Komentar

     Oleh : Siswanto* Sebagai organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan, Nahdlatul Ulama (NU) telah berperan serta dalam bidang pendidikan. Bahkan sejak kelahirannya pada tahun 1926 organisasi tersebut sangat memperhatikan pendidikan terutama keberadaan  pesantren. Dalam Anggaran Dasarnya (1927) maupun dalam Statutent Nahdlatoel Oelama (1927) dinyatakan, bahwa bidang garapan NU untuk mencerdaskan sumber daya manusia dengan membantu pembangunan  […]

expand_less