Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perempuan Selalu Benar

Perempuan Selalu Benar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
  • visibility 416
  • comment 0 komentar

Alih-alih mengurangi rasa gabut yang tengah melanda, saya mencoba berselancar di sosial media untuk melihat berbagai macam hal. Karena sosial media sekarang sangat digandrungi bahkan sedetik tidak membuka sosial media berasa ada yang kurang. Ibarat sayur tanpa garam. Apa saja dapat ditemukan disini. Dari mulai jualan segala macam barang sampai pada curhat perihal masalah asmara, rumah tangga dan sebagainya.

Tiba-tiba saya menemukan postingan salah satu kawan bunyinya begini. “Perempuan itu selalu merasa benar, tak pernah merasa bersalah.” Saya membacanya seketika mengernyitkan dahi. Batin saya, apa iya semua perempuan begitu. Saya rasa status itu hanyalah penilaian subjektif saja.

Perihal itu saya jadi berpikir sejenak dan mengintrospeksi diri. Apa jangan-jangan selama ini saya pun begitu. Tanpa sadar selalu ingin merasa benar. Terlalu yakin pada penilaian diri sendiri. Dan tak begitu percaya dengan apa yang orang lain katakan.

Saya jadi teringat peristiwa yang sudah cukup lama saya alami. Waktu itu saya hendak menghadiri kegiatan organisasi mahasiswa yang berlogo kuning dan biru. Ketika itu didepan saya ada seorang ibu yang belum begitu tua mengendarai sepeda motor dengan pelan dan lampu sen sebelah kanan dibiarkannya menyala. Saya yang berada dibelakangnya lantas tak berani untuk menyalip. Takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.

Setelah cukup lama berjalan, pikir saya kok si ibu tak segera belok padahal lampu sen sudah dari tadi menyala. Saya mencoba memberanikan diri membunyikan klakson. Namun si ibu tak merespon dan tetap santai mengendarai motornya. Pun ia tak sadar bahwa lampu sen sedari tadi dibiarkannya menyala. Memang ya kalau sudah nyaman hal apapun yang melintas tak akan digubris.

Saya masih terus mengekor dibelakang ibu itu. Sudah tentu saya merasa jengkel. Ndelalah kebetulan jalan yang kami lalui sampai pada pertigaan. Awalnya saya pikir si ibu akan berbelok namun ternyata salah. Si ibu tetap mengambil jalan lurus dengan lampu sen yang tetap menyala. Saya ingin menggerutu tapi kok ya lucu. Alhasil saya hanya tertawa sambil melanjutkan perjalanan. 

Di lain cerita, pernah terjadi pada ibu saya beberapa waktu yang lalu. Pisau yang sejak tadi ia pakai untuk mengupas bahan-bahan makanan tiba-tiba lupa ia letakkan dimana. Saya dan adik yang tengah asyik dengan dunia kami sendiri lantas kena sambaran amukannya perihal pisau yang tiba-tiba hilang. Saya bergegas ke dapur mencari pisau yang menghilang dari penglihatan ibu. Hingga akhirnya pisau tersebut saya jumpai tergeletak dipinggir kompor. Jangan tanyakan apa yang dikatakan ibu. Ibu hanya meringis lalu meneruskan kegiatannya.

Saya tertawa mengingat dua peristiwa itu. Mungkin hal itu sudah sering kita temui. Beban seorang ibu barangkali begitu banyak yang diemban sehingga ia mudah untuk lupa akan benda disekelilingnya. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki pun akan bertindak yang sama pula. Merasa benar dan tak merasa bersalah adalah sifat seorang manusia. Tentu bagaimana kita mengolah dan meminimalisir dampak yang mungkin akan terjadi. Tetap perlahan lahan ketika melakukan sesuatu dan jangan mudah melamun, sehingga tak mengurangi konsetrasi. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Filantropi Zakat Fitrah

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 521
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Momentum Ramadan menjadi urgen untuk meningkatkan filantropi zakat fitrah dan zakat lain dari sisi penghimpunan dan pendistribusian. Di tengah kehidupan modern yang sering kali dikuasai oleh komersialisme, konsumsi berlebihan, njajan okeh, konsep filantropi seringkali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata filantropi masih asing bagi sebagian umat Islam. Duh! Akan tetapi, di […]

  • PCNU-PATI Photo by Fahrul Azmi

    Peran Masjid sebagai agen of change

    • calendar_month Sab, 17 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Masjid sebagaimana kita ketahui merupakan tempat untuk beribadah dan bermunajat kepada Allah Swt. Karena untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt tentunya dibutuhkan sarana dan tempat yang tepat dan bisa lebih khusyuk dan khidmat dalam beribadah kepada Sang Kholiq. Maka, keberadaan masjid di tengah-tengah masyarakat ‘Muslim’ tentunya sangat dibutuhkan dan menjadi urgen […]

  • PCNU-PATI

    Daun Yang Jatuh Tak Membenci Angin

    • calendar_month Sab, 12 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    Kehadirannya bagai seorang malaikat bagi keluargaku, dimana dia merengkuh ibu dan juga adikku dari kehidupan kelam hidup di jalanan yang miskin dan nestapa. Dia memberikan kebutuhan yang kami butuhkan baik itu makan, tempat berteduh, sekolah, dan juga janji-janji di masa depan yang lebih baik. Sungguh merupakan malaikat yang diberikan langit untukku, juga memberikan kami kasih […]

  • Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    Buka Konferensi Fatayat, MWC : Musuh NU Gembong Adalah Radikalisasi

    • calendar_month Ming, 31 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 504
    • 0Komentar

    K. Sholikhin (Ketua MWC NU Gembong) membuka Konferensi PAC Fatayat NU Gembong GEMBONG – PAC Fatayat NU Gembong menyelenggarakan konferensi pada Minggu (31/10). Kegiatan ini dilangsungkan di Ponpes Shofa Az Zahro’ Gembong.  Pembukaan Konferensi dimulai pada pukul 09.00 WIB. Dalam agenda tersebut, hadir Ketua PC Fatayat NU Pati, Asmonah. Dalam sambutannya, Asmonah memberikan wejangan kepada […]

  • Biaya Haji 2025 Turun

    Biaya Haji 2025 Turun

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Kabar bahagia datang dari Senayan. Dalam rapat Kementerian Agama RI dengan Komisi VIII DPR-RI, Senin, (26/1) lalu, ke duanya sepakat untuk menurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Semula, BPIH jemaah haji Indonesia 2024 adalah sebesar Rp 93.410.286. Tahun ini atau 1446 H., BPIH  turun empat juta rupiah menjadi Rp 89.410.258. Dari jumlah tersebut, […]

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 1

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 417
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin Nembak cewek mana pun yang lewat, di depan umum? “Siapa takut?!” tukas cowok itu tanpa gentar sembari bangkit dari duduk. Bukan sifatnya memang jika harus merasa ketakutan atau gemetaran sejak kotak tempat kertas berisi tantangan itu diedarkan ke sepenjuru aula. Namun, dia sempat heran. Dari sekian banyak gulungan kertas yang disodorkan pada […]

expand_less