Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Perempuan Selalu Benar

Perempuan Selalu Benar

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
  • visibility 311
  • comment 0 komentar

Alih-alih mengurangi rasa gabut yang tengah melanda, saya mencoba berselancar di sosial media untuk melihat berbagai macam hal. Karena sosial media sekarang sangat digandrungi bahkan sedetik tidak membuka sosial media berasa ada yang kurang. Ibarat sayur tanpa garam. Apa saja dapat ditemukan disini. Dari mulai jualan segala macam barang sampai pada curhat perihal masalah asmara, rumah tangga dan sebagainya.

Tiba-tiba saya menemukan postingan salah satu kawan bunyinya begini. “Perempuan itu selalu merasa benar, tak pernah merasa bersalah.” Saya membacanya seketika mengernyitkan dahi. Batin saya, apa iya semua perempuan begitu. Saya rasa status itu hanyalah penilaian subjektif saja.

Perihal itu saya jadi berpikir sejenak dan mengintrospeksi diri. Apa jangan-jangan selama ini saya pun begitu. Tanpa sadar selalu ingin merasa benar. Terlalu yakin pada penilaian diri sendiri. Dan tak begitu percaya dengan apa yang orang lain katakan.

Saya jadi teringat peristiwa yang sudah cukup lama saya alami. Waktu itu saya hendak menghadiri kegiatan organisasi mahasiswa yang berlogo kuning dan biru. Ketika itu didepan saya ada seorang ibu yang belum begitu tua mengendarai sepeda motor dengan pelan dan lampu sen sebelah kanan dibiarkannya menyala. Saya yang berada dibelakangnya lantas tak berani untuk menyalip. Takut terjadi sesuatu hal yang tak diinginkan.

Setelah cukup lama berjalan, pikir saya kok si ibu tak segera belok padahal lampu sen sudah dari tadi menyala. Saya mencoba memberanikan diri membunyikan klakson. Namun si ibu tak merespon dan tetap santai mengendarai motornya. Pun ia tak sadar bahwa lampu sen sedari tadi dibiarkannya menyala. Memang ya kalau sudah nyaman hal apapun yang melintas tak akan digubris.

Saya masih terus mengekor dibelakang ibu itu. Sudah tentu saya merasa jengkel. Ndelalah kebetulan jalan yang kami lalui sampai pada pertigaan. Awalnya saya pikir si ibu akan berbelok namun ternyata salah. Si ibu tetap mengambil jalan lurus dengan lampu sen yang tetap menyala. Saya ingin menggerutu tapi kok ya lucu. Alhasil saya hanya tertawa sambil melanjutkan perjalanan. 

Di lain cerita, pernah terjadi pada ibu saya beberapa waktu yang lalu. Pisau yang sejak tadi ia pakai untuk mengupas bahan-bahan makanan tiba-tiba lupa ia letakkan dimana. Saya dan adik yang tengah asyik dengan dunia kami sendiri lantas kena sambaran amukannya perihal pisau yang tiba-tiba hilang. Saya bergegas ke dapur mencari pisau yang menghilang dari penglihatan ibu. Hingga akhirnya pisau tersebut saya jumpai tergeletak dipinggir kompor. Jangan tanyakan apa yang dikatakan ibu. Ibu hanya meringis lalu meneruskan kegiatannya.

Saya tertawa mengingat dua peristiwa itu. Mungkin hal itu sudah sering kita temui. Beban seorang ibu barangkali begitu banyak yang diemban sehingga ia mudah untuk lupa akan benda disekelilingnya. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa laki-laki pun akan bertindak yang sama pula. Merasa benar dan tak merasa bersalah adalah sifat seorang manusia. Tentu bagaimana kita mengolah dan meminimalisir dampak yang mungkin akan terjadi. Tetap perlahan lahan ketika melakukan sesuatu dan jangan mudah melamun, sehingga tak mengurangi konsetrasi. (Inayatun Najikah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa  KONGRES XVII I  IPPNU

    Pelajar Islam Berbudaya untuk Toleransi dan Persatuan Bangsa KONGRES XVII I IPPNU

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Negara-negara berkembang hanya menjadi penonton bagi masuk dan berkembangnya nilai-nilai negara maju yang dianggap nilai-nilai global ke wilayah negaranya. Bagi Indonesia, merasuknya nilai-nilai Barat yang menumpang arus globalisasi ke kalangan masyarakat Indonesia merupakan ancaman bagi budaya asli yang mencitrakan lokalitas khas daerah di negeri ini. Kesenian-kesenian daerah seperti wayang, gamelan, dan tari menghadapi ancaman serius […]

  • ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    ​Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Ciptakan Teknologi Pemantau Siswa Real-Time, Raih Medali Emas Internasional

    • calendar_month Kam, 25 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.601
    • 0Komentar

      PATI — Siswa MA Salafiyah Kajen Pati kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih medali emas pada ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) Tahun 2025, yang berlangsung di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, pada 18–21 Desember. Kompetisi internasional ini diikuti oleh 1.567 tim dari 13 negara. Di antaranya Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, Kazakhstan, […]

  • CATATAN LF PCNU KABUPATI PATI AWAL RAMADHAN 1446 H

    CATATAN LF PCNU KABUPATI PATI AWAL RAMADHAN 1446 H

    • calendar_month Jum, 28 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

      Ru’yatul hilal hari Jum’at Legi 28 Februari 2025 M/29 Sya’ban 1446 H ketika matahari terbenam di Jawa Tengah dilaksanakan di 18 titik termasuk Desa Jambean Kidul Kec. Margorejo Kab. Pati. Sebagai perbandingan berikut adalah hasil hisab untuk Merauke, Desa Jambean Kidul Pati dan Observatorium Lhoknga Aceh: a. Merauke Tinggi mar’i /topocentrik +2° 43′ 28″, […]

  • Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    Instruktur Kaderisasi IPNU-IPPNU Kabupaten Turun Gunung

    • calendar_month Kam, 18 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Instruktur kaderisasi PC IPNU IPPNU KAB. PATI lakukan breefing untuk memaksimalkan kader IPNU IPPNU di tingkatan MAKESTA (Masa Kesetiaan Anggota) PATI-Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) adalah salah satu pendidikan kaderisasi tingkatan awal atau pintu masuk untuk menjadi anggota IPNU dan IPPNU. Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu adalah salah satu madrasah yang memiliki Pimpinan komisariat IPNU IPPNU […]

  • Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

    Pertama Kali di Indonesia, Mahasiswa Keperawatan Dibekali Nursing Journalism

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Sebanyak 111 mahasiswa-mahasiswi Akademi Keperawatan (AKPER) Alkautsar Temanggung diberikan pelatihan jurnalisme keperawatan dalam agenda Kuliah Pakar Nursing Journalism dengan narasumber dosen AKPER Alkautsar Ratna Kurniawati, S.Kep., Ns., M.Kep, dan dosen Inisnu Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, yang dimulai pukul 08.07 WIB, Jumat (14/2/2025). Pengurus YAPTINU Temanggung, Miftakhul Hadi, secara resmi membuka kegiatan tersebut. […]

  • 1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    1.442 Calon Jamaah Haji Pati Ikuti Manasik

    • calendar_month Rab, 26 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 403
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id, Pati – Sebanyak 1.442 calon jemaah haji asal Kabupaten Pati mulai mengikuti manasik haji di Pendapa Kabupaten Pati, Rabu (26/2/2025). Mereka tampak khidmat mendengarkan arahan dan pembekalan dari para petugas. Wabup Pati, Risma Ardhi Chandra membuka secara resmi kegiatan Manasik Haji 2025 di Pendopo Kabupaten Pati. Dalam sambutannya, Chandra menyampaikan bahwa kegiatan manasik […]

expand_less