Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Mudik: Rindu Bapak

Mudik: Rindu Bapak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
  • visibility 562
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Tahun 2025 ini, pemudik turun. Berdasarkan hasil survei (Neraca.co.id, 24/3/2025) yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan hingga akademisi yang menyatakan jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari penduduk Indonesia, turun 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.

Meski prediksi angka pemudik turun, namun jumlah 146,48 juta itu bukan sedikit. Sekali lagi: bukan sedikit. Jika ingat mudik, sebenarnya saya selalu ingat bapak yang sudah empat kali Lebaran Idulfitri terakhir sudah tak lagi memimpin salat ied di musala.

Gemuruh takbir menggema di penjuru negeri, menandai datangnya Hari Raya Idulfitri. Jutaan umat Islam berbondong-bondong mudik, kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara. Di tengah riuhnya perjalanan, hatiku  diliputi kerinduan yang mendalam.

Bukan sekadar rindu kampung halaman, tetapi rindu pada sosok ayah tercinta, Ngalimun, yang telah berpulang pada 18 Juni 2020. Setiap sudut rumah, setiap jalan yang dilalui, menyimpan kenangan indah bersama sang ayah.

Dulu, Bapak selalu menyambut kami di depan pintu rumah dengan senyum hangatnya. Saya selalu mengenang dengan mata berkaca-kaca. Beliau selalu menerima zakat di malam Lebaran, dan tak pernah lupa memberikan nasihat-nasihat bijak.

Sejak 2020 hingga tahun ini, suasana Lebaran terasa berbeda. Motor yang biasa dinaiki untuk ziarah ke kuburan Mbah, kini terbalik karena beliau lah yang saya ziarahi.

Suara takbir yang dulu selalu diucapkan bersama kini hanya tinggal kenangan. Namun, kenangan indah tentang Bapak tetap hidup dalam hatiku dan keluarga.

Meskipun Bapak sudah tiada, kami akan terus menjaga tradisi Lebaran yang telah beliau ajarkan. Kami akan terus mendoakan Bapak, dan berharap beliau tenang di sisi Allah SWT.

Mudik kali ini bukan hanya tentang kembali ke kampung halaman, tetapi juga tentang merajut kembali kenangan bersama Bapak. Setiap langkah yang diambil, setiap senyum yang diberikan, adalah wujud cinta dan kerinduan kepada sosok ayah yang tak tergantikan.

Bagi saya dan keluarga, Lebaran adalah momen untuk merayakan kebersamaan, mengenang sosok Bapak, dan memanjatkan doa agar beliau ditempatkan di surga-Nya.

kenangan indah bersama Bapak pun selalu kuingat. Bapak selalu mengajarkan kami untuk saling menyayangi dan menghormati. Beliau adalah sosok yang sabar, penyayang, dan selalu menginspirasi kami. Setiap Lebaran, Bapak selalu memberikan nasihat-nasihat bijak tentang kehidupan. Beliau adalah pahlawan bagi kami, dan kami akan selalu merindukannya.

Rindu Bapak

Lebaran selalu identik dengan mudik, sebuah tradisi tahunan yang mempertemukan keluarga dalam suka cita. Namun, bagi sebagian orang, mudik juga membawa nuansa haru, terutama bagi mereka yang telah kehilangan sosok ayah. Rindu itu kian menyesakkan, terlebih ketika menyadari bahwa rumah yang dulu penuh tawa kini terasa hening tanpa kehadiran beliau.

Bapak, Ngalimun, telah berpulang pada 18 Juni 2020. Sejak saat itu, setiap perjalanan mudik tak lagi sama. Tidak ada lagi sosok yang menyambut di depan rumah dengan senyum khasnya, tidak ada lagi tangan hangat yang menepuk bahu dengan penuh kasih sayang. Hanya kenangan yang tersisa, menjadi pengobat rindu yang tak terbalaskan.

Mudik kali ini bukan sekadar perjalanan fisik menuju kampung halaman, tetapi juga perjalanan hati untuk mengenang kembali jejak kebaikan Bapak. Setiap sudut rumah menyimpan kenangan, dari kursi tempat beliau biasa duduk, hingga ruang keluarga tempat kami berkumpul dalam kehangatan.

Lebaran adalah momentum kebersamaan, tetapi bagi mereka yang telah kehilangan, Lebaran juga menjadi pengingat bahwa waktu tak bisa diputar kembali. Namun, doa-doa tetap mengalir, berharap bahwa Bapak tenang di alam sana, bahwa rindu ini kelak akan terbayarkan dalam pertemuan abadi di kehidupan berikutnya.

Mudik kali ini bukan sekadar pulang ke rumah, tetapi juga pulang ke dalam kenangan. Sebab, sejauh apa pun perjalanan ini, hati tetap kembali kepada sosok yang selalu dirindukan: Bapak.

Meski jalan Tayu-Puncel rusak parah, nggronjal kabeh, namu saya tetap mudik, dan mendoakan Bapak di makamnya. Alfatihah…

*Dr. Hamidulloh Ibda, penulis lahir di Pati, dosen dan Wakil Rektor I Institut Islam Nahdlatul Ulama (Inisnu) Temanggung (2021-2025), Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah (2024-2029), reviewer 31 Jurnal Internasional terindeks Scopus, Editor Frontiers in Education terindeks Scopus Q1 (2023-sekarang), dan dapat dikunjungi di website Hamidullohibda.com.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ujian Kenaikan Tingkatan Pagar Nusa Gabus

    Ujian Kenaikan Tingkatan Pagar Nusa Gabus

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pagar Nusa Kec Gabus mengadakan ujian Kenaikan Tingkatanb bertempat di Madrasah Abadiyah  Gabus. Pada Selasa- Rabu (28-29/3) hal tersebut dilakukan agar bisa mengetahui kemampuan para siswa dalam menyerap ilmu selama pelatihan.             Pada kesempatan itu, Ketua PAC  Pagar Nusa Ust. Ahmad Qusyairi membuka secara resmi dan sedikit menjelaskan perihal apa itu Pagar […]

  • Hari Santri Mempersatukan Negeri

    Hari Santri Mempersatukan Negeri

    • calendar_month Sel, 24 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Pati.Hari Santri Nasional (HSN) 2017 yg diadakan PCNU Pati berlangsung meriah. Semua elemen bangsa ikut terlibat, mereka merasa memilili hari santri ini. Jaringan Gusdurian, kaum Tionghoa, tokoh lintas agama, Aisiyah Muhammadiyah, dan ormas lain berduyun-duyun mengikuti kirap dan apel akbar di alun-alun Pati, ahad 22 Oktober 2017, mulai pukul 13.00-17.00 WIB. Ini menunjukkan bahwa spirit […]

  • Bakti Sosial, PAC Fatayat NU Kec Tayu

    Bakti Sosial, PAC Fatayat NU Kec Tayu

    • calendar_month Sel, 4 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus PAC Fatayat Tayu mengadakan Bakti Sosial berupa pembagian sembako dan bazar murah bertempat di aula kecamatan Tayu, 18/6 kemarin             “Acara pembagian sembako sebanyak 500 bungkus dengan sasaran warga Nahdlyin di kecamatan Tayu dan sekitarnya, dengan bulan ramadhan ini kita tanamkan sikap peduli dengan sesama dan solidaritas terhadap lingkungan sekitar kita,”jelas Anisatul Warda […]

  • PCNU-PATI

    Istri KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh Berpulang

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Kabar duka menyelimuti Nahdlatul Ulama. Salah satu tokoh perempuan NU sekaligus Mustasyar PBNU 2022-2027, Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh wafat.  Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui KH. Faishal Muzammil pada Kamis (10/11) petang kemarin.  “Sekitar jam 18.00 WIB beliau berpulang di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati. Sebelumnya beliau […]

  • Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    Nuzulul Quran: Embrio Kecerdasan Buatan!

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda*   Nuzulul Quran (malam turunnya Al-Quran) diperingati setiap tanggal 17 Ramadan adalah momen bersejarah bagi umat Islam. Pada malam itu, Al-Quran, kitab suci yang menjadi pedoman hidup, diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril. Peristiwa ini bukan sekadar penurunan wahyu, tetapi juga merupakan manifestasi dari kecerdasan […]

  • Pemkab Pati Harapkan Peran Pelajar NU dalam Pembangunan Daerah

    Pemkab Pati Harapkan Peran Pelajar NU dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sab, 28 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 383
    • 0Komentar

    Ahmad Kharis (asisten Sekda bagian Kesra) mewakili Bupati Pati, memberikan sambutan dalam pembukaan Konfercab IPNU IPPNU Pati. PATI – Peran PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati sangat dibutuhkan dalam mengahadapi permasalahan bangsa, utamanya terkait merosotnya moral dan nasionalisme generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Ahmad kharis saat mewakili Bupati Pati dalam pembukaan Konfercab PC IPNU IPPNU […]

expand_less