Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU Memang Asyik

NU Memang Asyik

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
  • visibility 429
  • comment 0 komentar
Aku, sama sekali tidak pernah mengetahui kapan aku secara resmi menjadi warga NU. Yang jelas konon aku dilahirkan di satu kampung yang masyarakatnya kuat memegang tradisi ke-Nu-anya, walaupun mereka sendiri tidak tahu tentang apa itu NU secara pasti. NU diterima karena warisan leluhur mereka.
Ayah, ibu, kakek, buyut dan semua keluargaku juga tidak begitu paham kalau ternyata mereka termasuk bagian dari orang NU. Mereka belum pernah melafadzkan syahadatnya NU, atau menerima Kartu Tanda Anggota NU, atau dibaiat, minimal sebagai Pengurus NU tingkat RT  (itu kalau itu ada).
Hanya yang aku ketahui, mereka rutin ziarah kubur  setiap malam jum’at atau kamis sore hanya  untuk sekedar membacakan Yasin, kalimat thoyyibah, atau tahlil yang dilanjutkan dengan mendoakan keluarga mereka yang telah meninggal dengan harapan diberikan maghfirah oleh Allah SWT.
Sungguh asyik, menjadi orang yang mengikuti tradisinya NU,……..
NU Asyik
Kuburpun jadi punya kesan tersendiri, orang kebanyakan menyebutnya sebagai wisata relegi orang-orang khusyu’ berdoa kepada Allah, kuburpun jadi ramai dengan curahan kalimat thoyyibah, rumput-rumput kuburpun pertumbuhannya menjadi terkendali, orang-orang akan selalu mengingat dan mengenang jasa para leluhur mereka, para leluhur telah berjasa menjadi wasilah ( lantaran ) kemunculan mereka di alam dunia, atau mereka mungkin bisa bertafakkur bahwa mereka kelak akan berpulang kealam baqa’, sama seperti leluhur mereka, minimal mereka berusaha berperilaku menjahui hal-hal berbau maksiyat.
Tidak dapat kubayangkan bila penduduk kampungku sudah meninggalkan tradisi ziarah qubur, mungkin mereka akan lebih memilih ‘nonton bal’, sinetron-sinetron di stasiun televisi favourit atau sekedar ‘youtuban’ tiap-tiap kamis sore atau malam jum’at, maka tidak aneh bila kemudian perikehidupan mereka mirip Tom dan Jery yang suka tidak akur sesamanya, atau hidupnya yang penuh skandal, baik skandal asmara maupun jabatan, maka kemudian kebanyakan mereka lebih bangga dengan selusin selingkuhan atau meniru skandal-skandal yang menimpa orang-orang kota yang kebetulan sedang diberi amanat sebagai pejabat.
Orang tuaku mengkhabarkan, bahwa ketika aku di dalam kandungan ibuku, waktu umur kandungan antara empat sampai lima bulan kakekku menyelenggarakan acara tingkeban, yang di dalam acara tersebut ada acara membaca surat Yusuf atau surat Maryam, dengan niat bertabarrukan dengan washilah bacaan surat Yusuf atau Maryam dengan tetap berdoa kepada Allah semoga aku terlahir minimal ada hal-hal yang dipunyai Nabi Yusuf AS dan Maryam Ibunda Nabi Isa AS yang menurun kepada diriku. Walaupun sedikit. Al Hamdullillah ketika aku lahir dan beranjak dewasa aku tumbuh menjadi pemuda ganteng (minimal buat istri dan anak-anakku) layaknya Nabi Yusuf AS.
Aku tidak bisa membayangkan seandainya waktu aku di dalam kandungan, orang tuaku lebih memilih meyelenggarakan acara di café bersama teman-temannya dalam rangka menunjukkan keperkasaan ayahku yang telah berhasil menghamili ibuku, maka jadi apa aku. Mungkin saat ini aku akan lebih memilih mabuk bersama, sambil berkaraoke ria bersama perempuan-perempuan berpakaian ngirit. Terima kasih, buat Bapak dan Ibuku dan tak lupa kakekku yang masih sempat nyekoki aku dengan tradisi yang konon termasuk tradisinya NU ketika aku masih di dalam kandungan.
Ketika aku terlahir sebagai jabang bayi yang lucu, entah dengan dalil apa, ketika usiaku menginjak tujuh hari, mau-maunya ayahku dan ibuku atas saran kakekku, untuk mengundang para tetangga untuk membacakan dziba’ atau barjanji yang di dalamnya terdapat kisah-kisah keteladanan dan kemulyaan dari Junjungan Nabi Agung Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, tentunya tak terlupakan melaksanakan potong dua ekor kambing untuk aqiqah dan memilihkan nama yang teramat bagus untukku.
Prosesi ini jelas tidak ada dasar hukumnya baik dari Qur’an dan Hadits. Tapi dengan berani orang tuaku melaksanakannya tanpa takut dituduh sebagi ahl al bid’ah. Mereka paling tidak telah berwasilah kepada kemuliaan akhlaq Rasul, dengan harapan kelak bila aku dewasa menjadi pribadi yang berpegang teguh pada sunnah-sunnah Rasul. Aku benar-benar tersanjung, di saat aku pertama kali hadir di dunia yang kurasakan curahan alunan sholawat Nabi yang disertai dengan pembacaan kisah manusia panutan Rasulullah SAW. Setelah aku beranjak pada kedewasaan adalah keherananku yang sangat, ketika tradisi ini dibid’ahkan bahkan dianggap sesuatu yang syrik, lalu adakah alternatif lain yang pantas untuk menggantikannya?
Tradisi lain yang sangat aku rasakan keasyikannya adalah tradisi masyarakat kampungku yang suka mengadakan acara manaqiban setiap ada event-event yang dianggap penting, misalnya ketika akan mendirikan rumah, akan punya hajat menikahkan atau menghitankan anak mereka atau ketika ada kebutuhan-kebutuhan yang mereka anggap sangat penting. Atau minimal satu bulan sekali acara manaqiban ini digelar secara rutin, yaitu tiap-tiap tanggal sebelas tiap-tiap bulan qomariyyah. Mereka menyebutnya sebagai sewelasan. Oh asyiknya,…. Terlalu sering aku makan opor ayam secara gratis. Sebab di acara tersebut disertai dengan sedekah berupa berkat lengkap dengan lauk pauknya dan opor ayam serta buah berupa pisang raja. Dan ini sama sekali tidak ada dasar hukum serta dalilnya. Tapi terlalu sayang tradisi turun- temurun ini bila harus dihilangkan. Apa yang salah dengan pembacaan biografi seorang kekasih Allah, Syeh Abdul Qadir al Jailany, yang diakui keshalihannya.
Hal yang terlalu sayang untuk ditinggalkan adalah sebuah tradisi yang mempunyai nilai kemanusiaan yang tinggi, yaitu tradisi melaksanakan doa dan tahlil bersama untuk mendoakan ruh tetangga atau kerabat mereka yang kebetulan mendahului dipanggil oleh Allah SWT.
Tidak dapat aku bayangkan seandainya mereka penduduk kampungku sudah melupakannya, akan berat nilai musibah yang diterima keluarga mayyit apabila begitu kami selesai menguburkan si mayyit kemudian kita membiarkan mereka meratapi kepergian orang yang mereka cintai secara sendirian, minimal dengan tradisi tersebut, beban kesusahan keluarga mayyit akan terminimalisasi dengan kehadiran kami untuk kumpul bersama mendoakan si mayyit. Keluarga si mayyit akan merasa tidak sendirian menerima musibah. Akan sangat terasa kehadiran kami bagi mereka. Belum lagi manfaatnya bagi si mayyit, walaupun banyak orang lain yang mengingkari kemanfaatan doa dan bacaan kalimah thoyyibah tahlil yang kami panjatkan bagi si mayyit.
Suasana yang sangat mengasyikkan juga dapat kami rasakan ketika bulan rabi’ul awwal tiba, sebulan penuh tiap-tiap masjid atau musholla atau bahkan dari rumah ke rumah menyelenggarakan peringatan maulid dengan berbagai bentuk dan ragamnya, anak-anak jadi riang gembira, mereka minimal mendapat jajanan dengan gratis, ibu-ibu bahkan membawa semua anak-anak mereka untuk mengikuti kegiatan ini, seorang nenek yang mempunyai sepuluh cucupun harus bedol rumah untuk mengikuti perayaan maulid. Oh alangkah asyiknya,…begitulah mereka mencintai junjungannya. Suatu hal yang naif bila hal ini dilupakan. Mungkin nanti kami akan semakin melupakan Rasulullah, disaat tekanan tuntutan hidup semakin menghimpit. Aneh memang bila kita tiap-tiap tanggal 21 April memperingati Hari Kartini, untuk mengenang jasa RA Kartini sebagai seorang wanita yang telah mempu memperjuangkan emansipasi dan kesetaraan kaum wanita di lain fihak dengan sengaja kita melupakan panutan yang banyak berjasa menyelamatkan kita dari jurang kesengsaraan.
Dalam kesempatan yang lain, sungguh unik dan asyik, ketika ribuan masyarakat berbondong-bondong untuk berziarah dalam tradisi haul salah satu wali Allah pada bulan Muharram, oh,… alangkah asyiknya ketika ratusan orang-orang yang kurang mampu, mereka berdagang seadanya, dengan tempat dan dagangan seadanya, di saat mereka tidak mampu mendirikan supermarket atau toko serba ada atau mengontrak toko-toko yang refresentatif. Dengan mereka berdagang seadanya dan serba dadakan ini mereka cukup tertolong kebutuhan ekonomi mereka setidaknya untuk sementara, mereka benar-benar tertolong dengan keasyikan ini. Banyak lagi hal-hal yang positif dari tradisi suronan ini. Yang sangat tidak memungkinkan untuk aku uraikan dalam uraian ini.
Banyak memang keasyikan-keasyikan yang aku temui, yang kata orang itu adalah sebagian dari tradisi NU. Yang aku sendiri tidak memahaminya. Yang jelas semuanya aku terima dari leluhur-leluhur kami sebagai nilai-nilai yang positif tanpa aku berani menbid’ahkannya.
Ternyata di dalam tradisi tahlil terdapat keasyikan, di dalam tradisi bertawashul ada keasyikan, di dalam tradisi ziarah qubur ada keasyikan, di dalam tradisi bermaulid ada keasyikan, di dalam tradisi beristighosah ada keasyikan, di dalam tradisi haul para auliya dan sholihin juga ada keasyikan.
Terserah mereka yang menganggap tidak asyik ……
Ditulis oleh: KH. Ahmad Suja’i
(Rois Syuriah MWC NU Kec. Jakenan)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Kevin Yudhistira Alloni

    Ziarah Ke Yerusalem

    • calendar_month Sen, 2 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Muslim yang mampu di setiap negara berbondong-bondong pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, sebagai pelaksanaan rukun Islam yang kelima. Tentu, banyak kalangan muslim bercita-cita bisa berhaji ke tanah suci itu. Tak terkecuali kedua orangtua saya. Pada suatu ketika saat pulang kampung, saya bincang-bincang dengan mereka. Dari pembicaraannya, saya tahu […]

  • Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    Bangun Karakter dan Harumkan Bangsa

    • calendar_month Jum, 3 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah NU Luthful Ulum melaksanakan harlah ke-34 serta Wisuda Kelas XII MA NU Luthful Ulum Wonokerto Pasucen Trangkil Pati,29/5 kemarin. Bupati Pati, H. Haryanto, SH., MM., M.S.I dalam sambutannya, menekankan kepada kader-kader muda Indonesia untuk menguatkan pendidikan karakter supaya tidak jatuh dalam godaan-godaan amoral yang berhembus kencang di era liberalisasi informasi sekarang ini, […]

  • Love is Stupid. Photo by Brigitte Tohm on Unsplash.

    Love Is Stupid

    • calendar_month Ming, 5 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Part : 5Shanaya geleng-geleng mendengar cerita Nikhil. Ia kini tahu lelaki asal Banjarnegara ini adalah putra dari sahabat kental Ayahnya. Persahabatan yang membawa petaka bagi Shanaya—yang bahkan bisa bertindak konyol mengadakan pernikahan dalam sehari. Sungguh di luar nalar. Dan yang paling tidak rasional menurut Shanaya adalah lelaki di hadapannya. Shanaya juga […]

  • Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.638
    • 0Komentar

      Nuansa petualangan mewarnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui kegiatan jelajah Air Terjun Semirang, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kelestarian alam. Para peserta menempuh jalur trekking menuju air terjun sambil melakukan aksi bersih lingkungan. Sampah-sampah yang ditemui di sepanjang […]

  • PCNU-PATI Photo by Museum of New Zealand Te Papa Tongarewa

    Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 512
    • 0Komentar

    ELEGI BUKA PUASA Ramah azan menyapa senja Lepas dahaga biar tak usang Ucap syukur termaktub dalam tetes air Yang melintasi kerongkongan; Rekah jiwa di bulan berkah. Ingin lekas hati pulang Namun jalan tak lekas luang Mobil motor berbagi ruang Saling tegur mesin menderu jalang. Ingat opor ayam kepala meriang Dan kurma goda selera menuai bara […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb  Pak ustadz, akhir akhir ini saya bingung dengan ibadah saya, apakah benar apa salah sebab banyak yang tak sepadan dengan mereka yang menamakan ahli tafsir, karena banyak yang mengikuti kajiannya ditempat saya, kami mohon solusinya pak. Jono boyolali Wassalamualiakum Wr Wb Terima kasih atas pertanyaannya pak jono. Jika ibadah bapak sudah sesuai […]

expand_less