Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » Belajar Merdeka

Belajar Merdeka

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 17 Agu 2022
  • visibility 461
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Rutinitas setiap malam  tanggal 17 Agustus adalah tirakatan, perayaan, memeriyahkan, sebagai wujud kebahagiaan, atas terlepasnya penjajahan dan memperingati para pejuang yang rela berkorban, jiwa dan raga untuk merebut kemerdekaan negara kita, Indonesia. Apabila di tahun ini saya dan Anda telah merayakan kemerdekaan ke 77 tahun, usia yang tak lagi muda, jika itu di peruntukkan dengan usia manusia. Sudah matang dan sepuh. Namun ketika usia tersebut untuk sebuah kemerdekaan, belum usia matang, masih usia berkembang, melainkan masih kanak kanak. Saya beranggapan seperti itu dengan adanya setiap 17 san, perayaannya selalu bermain ala anak anak, tua muda berubah menjadi kanak kanak.  

Bisa jadi kemerdekaan sesungguhnya adalah di usia anak-anak, belum memikirkan segala kebutuhan hidup, mengerti masalah negara, bahkan tentang kenaikan-kenaikan bahan bahan pokok. Terlebih lagi tak mengetahui apabila di usia 77 tahun kemerdekaan negara kita. Indonesia masih hobi hutang dengan negara lain, inikah kemerdekaan itu?

Lari kelereng, balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, memasukkan paku ke botol, panjat pinang dan lain seterusnya, sabagainya. Itulah ciri khas kemerdekaan, ciri khas saya dan Anda ikut berpartisiapasi merayakan kemerdekaan dari penjajahan yang bertahun tahun menduduki bumi pertiwi.

Namanya juga merdeka, bebas ketawa, bebas bermain, bebas bahagia. Bebas apa saja, bahkan para koruptpr pun bisa bebas. Dan setiap bahagia satu orang dengan lainnya tak sama. Tak bisa di paksakan harus beriringan dan sama. Karena setiap orang memaknai sebuah kebahagiaan melalui sudut pandang beraneka ragam. Dengan lari kelereng, dengan panjat pinang, dengan makan kerupuk, saya dan Anda memaknai kemerdekaan. Sederhana sekali bukan?

Karena saking bahagianya,  kita telah tergiur dan lupa, bahkan tak menyadari apabila kita telah terjajah kembali dengan sadar dan sedadarnya. Kenapa bisa seperti itu, ambil contoh saja. Mulai bangun tidur hingga tidur lagi, apakah kita memakai produk asli buatan Bumi Pertiwi?

Saya mencoba kilas balik, jika dulu penjajahan adalah dengan adu jotos, adu perang, adu kekuatan. Nyawa di pertaruhkan, hidup dan mati menjadi pilihan. Akan tetapi untuk sekarang ini penjajahan adalah dengan ritme halus dengan skema, melalui irama, dan nada, sekiranya kita terjajah tak menyadarinya. Bisa jadi ada yang menyadarinya akan tetapi tak bisa berbuat apa-apa?

Saya dan Anda bisa jadi saat ini baru memulai belajar kemerdekaan, belajar bagaimana merdeka beropini, dan yang terpenting adalah belajar untuk merdeka terhadap diri sendiri.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI Photo by Mufid Majnun

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 1

    • calendar_month Ming, 2 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Oleh: Elin Khanin Nembak cewek mana pun yang lewat, di depan umum? “Siapa takut?!” tukas cowok itu tanpa gentar sembari bangkit dari duduk. Bukan sifatnya memang jika harus merasa ketakutan atau gemetaran sejak kotak tempat kertas berisi tantangan itu diedarkan ke sepenjuru aula. Namun, dia sempat heran. Dari sekian banyak gulungan kertas yang disodorkan pada […]

  • INDONESIA BUTUH NU

    INDONESIA BUTUH NU

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    NU merupakan satu organisasi sosial keagamaan yang—bisa dibilang—unik. Keunikan ini sebenarnya lahir dari berbagai aktivitas keorganisasian yang lebih bersifat kultural. Tradisionalisme yang melekat pada organisasi ini, merupakan satu bagian yang sering menjadi buah bibir khalayak. Secara struktural, organisasi NU telah cukup maju dalam penataan kepengurusannya. Hanya saja, esensi yang ‘duduk’ di dalamnya masih sarat dengan […]

  • Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    Kantongi Restu Ulama, Ansor Bermi Mantab Bangkit Usai Tidur Panjang

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Setelah vakum selama kurang lebih dua dekade, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Bermi mulai menata kembali langkah. Sebagai permulaan, para pengurusnya sowan guna memohon doa restu kepada para ulama dan masyayikh setempat. Sejak Selasa (5/7), Pimpinan Ranting GP Ansor Bermi telah menyowani beberapa kiai. Di antaranya, KH. Masruron, KH. Abdul Mu’in, Gus […]

  • ‎LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    ‎LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Resmi Luncurkan OSKANU IV Tahun 2026: Cetak Generasi Nahdliyin Unggul Sains dan Berkarakter Aswaja

    • calendar_month Sen, 10 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.868
    • 0Komentar

    ‎SEMARANG – Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah secara resmi mengumumkan penyelenggaraan Olimpiade Sains dan Ke-NU-an (OSKANU) IV Tahun 2026. Ajang kompetisi akademik bergengsi tingkat provinsi ini mengusung tema “OSKANU 2026: Unggul dalam Sains, Teguh dalam Ke-NU-an, Terdepan dalam Kompetisi” serta slogan semangat “Ma’arif Hebat, Nusantara Kuat, Prestasi Dahsyat!”. ‎ ‎Penyelenggaraan OSKANU IV […]

  • NKRI Yes, Radikalisme No

    NKRI Yes, Radikalisme No

    • calendar_month Sen, 29 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Indonesia adalah negara Pancasila, yang di dalamnya terdapat multietnik, multiagama, multukultural dan sebagainya. Memang mayoritas pemeluk agama di Indonesia adalah Islam Ahlu as-Sunnah Wa al-Jama’ah (Aswaja) yang memiliki cara berpikir moderat dan menghargai perbedaan. KH. Bisri Musthofa yang biasa di panggil Gus Mus ini memaparkan tentang garis besar Aswaja, Pertama, dalam bidang hukum Islam (Fiqh), […]

  • Kreatif, Pelajar NU Pucakwangi Buka Lapak

    Kreatif, Pelajar NU Pucakwangi Buka Lapak

    • calendar_month Ming, 29 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    PUCAKWANGI-Pelajar memang dituntut setba aktif dalam berbagai hal. Hadirnya IPNU-IPPNU merupakan spirit baru kaum pelajar, khususnya pelajar NU. Kegiatan demi kegiatan dilangsungkan untuk tidak memutus semangat berorganisasi. Dari tingkat Cabang hingga Komisariat, IPNU dan IPPNU selalu hadir di setiap moment yang melibatkan pelajar. Warkop Literasi, salah satu stand dalam acara Talkshow dan Bazar Pelajar NU […]

expand_less