Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ulama dan Umaro’ Jalani Shalat Istisqo’

Ulama dan Umaro’ Jalani Shalat Istisqo’

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 8 Okt 2019
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

GEMBONG-Pemerintah Desa Bermi, Kecamatan Gembong menyelenggarakan Shalat Istisqo’ di Lapangan Bermi, Selasa (8/10) siang. Agenda ini merupakan inisiatif para ulama setempat setelah kemarau panjang yang tak kunjung usai di tahun ini.

Dengan menggandeng Ranting NU dan para pengasuh pondok pesantren yang ada di desa ini, pemerintah desa berupaya memfasilitasi keinginan warga untuk melaksanakan shalat memohoh hujan tersebut. Tak ayal, agenda yang dilakukan ba’da dhuhur tersebut mendapatkan perhatian khusus dari warga setempat. Buktinya, meskipun dilaksanakan siang hari, namun lebih dari seribu warga mengikuti proses shalat istisqo’ itu.

Warga berkumpul di Lapangan Bermi jelang pelaksanaan shalat istisqo

“Saya lakukan perhitungan kasar, (jama’ah) yang hadir ada seribu lebih” tutur Ariful Hadi, S Pd.I. ketua ranting NU Bermi.

Sementara, Sutrisno, S.P. Kepala Desa Bermi, mengimbau kepada masyarakat agar setelah melaksanakan shalat istisqo’ bisa melakukan introspeksi diri. Ia pun menegaskan bahwa kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan warga kepada Allah SWT.

“Dalam khotbah sudah disinggung oleh romo kiai bahwa kita musti sadar diri, perbanyak istighfar. Bisa jadi ujian ini juga sebagai teguran bahwa kita telah banyak lupa kepada Allah, saling bermusuhan antar sesama muslim dan mungkin dosa-dosa lain yang tidak kita sadari” ungkapnya usai acara.

Bertindak sebagai imam sholat, KH. Husein Abdulloh dan khotibnya adalah KH. Ahmad Djaelani Al Hafidz. Dalam khotbah singkatnya, Mbah Djae (sapaan akrab Romo KH. Ahmad Djaelani) menyampaikan beberapa poin. Hanya saja, satu hal penting yang terus didorong oleh Mbah Djae adalah mengenai pertaubatan.

“Kita mungkin lalai dengan dosa-dosa yang mungkin juga tidak kita sadari. Oleh sebab itu, mari bersama-sama memperbanyak istighfar kepada Allah SWT” ajaknya.

Selain diikuti oleh tokoh agama, warga dan pemerintah desa, dalam shalat istisqo kali ini turut juga pengurus RT, RW dan para santri dari berbagai pondok pesantren yang ada di Bermi. Santri paling banyak datang dari Ponpes Raudlatul Falah asuhan KH. Ahmad Djaelani.

Penggalangan dana juga dilakukan sehabis shalat. Rencananya, total dana yang dihasilkan akan digunakan untuk melakukan bhakti sosial sumbangan air bersih di daerah-daerah kekeringan yang ada di Kabupaten Pati.

“Kami atas saran para kiai juga mengadakan penggalangan dana untuk bantuan air bersih bagi saudara-saudara kita yang mengalami kekeringan. Sebab, untuk di Gembong sendiri, meskipun kemarau panjang, alhamdulillah kebutuhan air masih bisa tercukupi” ujar Ariful Hadi usai acara.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa IAIN Kudus PPL Plus ‘Mondok’ di PPSA

    Mahasiswa IAIN Kudus PPL Plus ‘Mondok’ di PPSA

    • calendar_month Sen, 9 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Para santri PPSA antusias menyimak pemaparan materi dari mahasiswa PPL IAIN Kudus  GEMBONG-Ada yang berbeda dengan Praktik Pengalaman Laangan (PPL) IAIN Kudus di MTs. Al Ma’arif Gembong. Pasalnya, mahasiswa yang menjalani PPL di madrasah ini sekaligus ‘mondok’ di Pones Shofa Az Zahro’ Gembong.  Sebanyak 12 mahasiswi dan mahasiswa IAIN Kudus menjadikan Ponpes Asuhan KH. Imam […]

  • PCNU-PATI

     “Seduluran Selawase” Jadi Jargon Ketua PCNU untuk ‘Merayu’ Masyarakat

    • calendar_month Kam, 12 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Menjelang Pemilu 2024, beragam indikasi sudah bisa dirasakan oleh penduduk Indonesia. Hal ini memicu beragam respon dari masyarakat. Namun yang paling berbahaya adalah perilaku berlebihan yang menimbulkan fanatisme. “Ini yang sering memicu perpecahan,” kata K.H. Yusuf Hasyim, Ketua PCNU Pati.  Menanggapi fenomena rutin jelang Pemilu ini, Kiai Yusuf, lewat jejaring Youtube NU Pati, Rabu […]

  • Paud As Salam Rayakan Hari Santri dengan Berbagi

    Paud As Salam Rayakan Hari Santri dengan Berbagi

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Paud As Salam merayakan Hari Santri Nasional dengan beramal air bersih. Paud yang berada di Desa Jimbaran Kecamatan Margorejo tersebut mendonasikan enam tangki air bersih yang masing-masih berkapasitas lima ribu liter tepat pada Hari Santri 22 Oktober 2019 ini. Donasi Air Bersih Paud As Salam dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2019. Lima desa dari […]

  • Perdana, Kader PMII Pati Tembus PB

    Perdana, Kader PMII Pati Tembus PB

    • calendar_month Kam, 8 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 394
    • 0Komentar

    Proses pelantikan Imam Hanafi sebagai salah satu pengurus Besar PMII KOTA-Kabar menggembirakan datang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Khususnya Komisariat Joyo Kesumo, Stai Pati. Salah satu kadernya, berhasil menduduki jabatan di Pengurus Besar (PB) PMII.  Imam Hanafi, yang pernah menjadi Ketua Komisariat PMII Joyo Kesumo pada 2012, sekarang sedang menjabat sebagai bendahara bidang hubungan […]

  • PCNU-PATI Photo by Toa Heftiba

    Anak Bukan Boneka

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Beberapa waktu lalu, saya mendapatkan sebuah kisah. Tentang pengabdian seorang anak perempuan kepada ibunya. Pengabdian menurut saya sangat berlebihan, hingga membuatnya tak berani bahkan takut untuk bertindak atas pilihannya sendiri. Awal kisah bermula saat anak ini masih duduk di bangku SMA. Ia dipaksa untuk menikah oleh sang ibu dengan laki-laki yang […]

  • PCNU-PATI

    Ketika Cinta Bertasbih 2

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Setiap kali fajar itu merekah ia rasakan nuansanya takpernah sama. Setiap kali merekah selalu ada semburat yangbaru. Ada keindahan baru. Keindahan yang berbeda darifajar hari-hari yang telah lalu. Rasanya tak ada sastrawanyang mampu mendetilkan keindahan panorama itu denganbahasa pena. Tak ada pelukis yang mampu melukiskankeindahan itu dalam kanvasnya. Tak ada! Keindahan itu bisadirasakan, dinikmati dan […]

expand_less