Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Tanggung Jawab Kiai Pesantren

Tanggung Jawab Kiai Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Mei 2022
  • visibility 655
  • comment 0 komentar



KH. M. Aniq Muhammadun, Rais Syuriyah PBNU dalam acara halal bi halal yang diselenggarakan RMI-NU Pati (Kamis, 19 Mei 2022) di IPMAFA Pati menjelaskan tanggungjawab kiai pesantren.

Pertama, aktif mengaji

Kiai harus mengaji kepara para santri. Kiai yang mampu mengaji adalah kiai yang mempunyai kapasitas keilmuan memadai sehingga mampu menjelaskan kandungan al-Qur’an-hadis yang ada dalam kitab tafsir, syarah hadis, fiqh, ushul fiqh, tauhid, akhlak, tasawuf, dan lain-lain.

Kiai jangan hanya mendirikan pesantren, namun menyerahkan pengajian kepada orang lain. Kiai harus menjadi pusat keilmuan pesantren yang membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning kepada para santri.

Kiai zaman dulu selalu stanby di pondok dengan mencurahkan semua waktu dan perhatian kepada para santri.

Kedua, menjadi teladan baik bagi santri

Kiai tidak hanya membaca dan menjelaskan kandungan kitab kuning. Kiai juga memberikan contoh bagaimana mengamalkan ilmu yang dimiliki.

Dalam hal ini, Kiai harus aktif memimpin shalat jamaah, memberikan teladan shalat qabliyyah-ba’diyyah, shalat dhuha, shalat tahajjud, dan lain-lain. Kiai juga harus aktif membaca aurad dalam rangka taqarrub kepada Allah. Santri melihat, merekam, dan meniru teladan kiai.

Hal ini sesuai kaidah:

لسان الحال افصح من لسان المقال

Contoh yang baik lebih efektif dari sekedar ucapan

Ketiga, mengontrol santri secara ketat

Melihat tantangan sekarang yang kompleks, maka orientasi kualitas harus dikedepankan kiai dari pada orientasi kuantitas.

Dalam konteks ini, maka dibutuhkan manajemen profesional dengan kontrol-pengawasan ketat supaya santri mematuhi tata tertib pesantren. Pagi, siang, sore, dan mala hari, santri harus dikontrol supaya berada di jalan yang tepat. Jangan sampai santri dibiarkan bermain tanpa batas, seperti main ps, internetan, dan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Pesantren jangan takut ditinggal santri ketika menerapkan aturan ketat karena memang tangungjawab pesantren adalah mendidik dan membangun keilmuan, moralitas, dan mentalitas kader-kader handal di masa depan.

Keempat, memberikan pendidikan nasionalisme

Kiai zaman dulu mempunyai trik jitu sehingga berhasil membangun spiri nasionalisme (hubbul wathan minal iman) para santri.

Kiai melarang santri memakai celana, dasi, makan makanan produk penjajah. Hal ini dilakukan supaya ada militansi dalam membangun pergerakan menuju kemerdekaan bangsa.

Peran besar Kiai pesantren dalam mengusir penjajah ini diakui para pengamat Barat. Menurut mereka, jika di Jawa tidak ada kiai pesantren, maka belum tentu Indonesia mampu meraih kemerdekaan.

Virus nasionalisme yang disuntikkan para kiai ini terbukti efektif dalam menggerakkan spirit umat Islam dan bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah dari bumi Indonesia.

Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan Kiai Abbas Buntet adalah salah satu eksponen pesantren yang berada di garda depan pesantren dalam menggalang spirit mengusir penjajah demi meraih kemerdekaan.

Kelima, melahirkan kader penerus perjuangan bangsa

Pesantren zaman dulu mampu mencetak kiai yang berperan besar dalam membangun bangsa. Hadlratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari dan KH. MA. Sahal Mahfudh adalah tokoh bangsa yang lahir dari rahim pesantren.

Maka pesantren sekarang harus belajar dari pesantren masa lalu supaya mampu melahirkan santri yang berkualitas tinggi yang menjadi motivator, dinamisator, dan inspirator kemajuan bangsa di segala aspek kehidupan.

Input pesantren harus berkualitas. Jangan malah pesantren justru menjadi tempat pembuangan anak-anak nakal atau yang prestasinya di bawah standar.

Justru yang belajar di pesantren harus anak-anak yang berkualitas tinggi sehingga diharapkan mampu menjadi tokoh pembangkit kemajuan bangsa sebagaimana masa lalu.

Keenam, jangan berorientasi materi

Pesantren didirikan jangan karena orientasi materi, misalnya menampung anggaran negara. Pesantren didirikan harus dalam rangka mendidik dan mengkader generasi penerus perjuangan agama dan bangsa.

Orientasi materi akan merobohkan bangunan pesantren dan menjauhkan pesantren dari khittahnya sebagai lembaga pendidikan tafaqquh fiddin dan lembaga kemasyarakatan.

Ketujuh, ikhlas

Kiai dalam mendidik dan membimbing santri harus ikhlas karena Allah. Ulama zaman dulu meskipun retorikanya biasa, namun apa yang disampaikan masuk dan menghunjam kuat dalam sanubari santri sehingga menjadi lentera hidup. Banyak kiai yang retorikanya memukau, tapi tidak mampu menembus kalbu, apalagi mempengaruhi akhlak dan membentik pandangan hidup santri.

Keikhlasan memegang peranan kunci sehingga para kiai mampu melahirkan santri-santri yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa.

والله أعلم بالصواب

IPMAFA, Kamis, 19 Mei 2022

Oleh : Dr. Jamal Makmur Asmani (Ketua PCNU Pati)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • INISNU Gelar Pembinaan Karir Mahasiswa untuk Persiapan Kerja

    INISNU Gelar Pembinaan Karir Mahasiswa untuk Persiapan Kerja

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 3.605
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Temanggung — Dalam rangkaian kegiatan Yudisium, Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Karir Mahasiswa sebagai bekal menghadapi dunia kerja, bertempat di Aula KBIHU Babussalam, Selasa (21/10/2025). Kegiatan pembinaan ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Sofwan Setiawan, S.Pd.I. dan Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang […]

  • Man in Black Leather Jacket and Black Knit Cap Sitting on Brown Wooden Chair

    Pembakaran Kemenyan saat Manaqiban

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Pada saat membaca “ manaqib Syeikh Abdul Qodir Jailani “ ada sebagian masyarakat yang mempunyai adat  membakar kemenyan disamping jam’iyah manaqib tersebut. Asap tersebut sebagai penghormatan kehadiran beliau . Pertanyaan : Bagaimana hukumnya membakar kemenyan tersebut ? Jawaban : Boleh Referensi : Bulhoh at Thullab hal 53-54 2. Benarkah Syeikh Abdul Qodir Al-Jaelani hadir saat […]

  • PCNU-PATI

    Istri KH. Mohammad Achmad Sahal Mahfudh Berpulang

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 645
    • 0Komentar

    MARGOYOSO – Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’uun. Kabar duka menyelimuti Nahdlatul Ulama. Salah satu tokoh perempuan NU sekaligus Mustasyar PBNU 2022-2027, Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh wafat.  Kabar duka tersebut dikonfirmasi melalui KH. Faishal Muzammil pada Kamis (10/11) petang kemarin.  “Sekitar jam 18.00 WIB beliau berpulang di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati. Sebelumnya beliau […]

  • Ketika Islam Hanyalah Jasad Tanpa Ruh

    Ketika Islam Hanyalah Jasad Tanpa Ruh

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، أرسله […]

  • PCNU-PATI Photo by NEOM

    Puisi-Puisi Puji Pistols

    • calendar_month Ming, 28 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Boneka Perca – Marina Tsvetaeva Di Elabuga kutemukan ia kepalanya pecah berdarah dekat karangan bunga ada tanda merah Musim dingan hanya angin tandang dan pulang Siapa mencipta suara senapan di tepian hutan? Di Elabuga pesona matamu dibekukan buku karam – bersalju – Rumah Tikar Hujan ’Februari 2013 Cerita Tentang “Cien Sonetos De Amor” – Kepada: […]

  • 52 Orang Lolos Diklatsar Banser

    52 Orang Lolos Diklatsar Banser

    • calendar_month Ming, 13 Okt 2019
    • account_circle admin
    • visibility 478
    • 0Komentar

    MARGOREJO-Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Margorejo menjalani hajat besar jelang pertengahan bulan ini. Sejak Jumat (11/10) kemarin, pihak PAC Ansor menggelar Diklatsar Banser yang diikuti sedikitnya 52 peserta di TPQ Al Musthofa, Sokobubuk, Margorejo. Pembukaan Diklatsar Banser di TPQ Al Musthofa, Sokobubuk, Margorejo, Jumat (11/10) Hal ini disampaikan oleh Abdul Qohar, S.Pd., […]

expand_less