Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kebijakan Full Day School Membingungkan

Kebijakan Full Day School Membingungkan

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
  • visibility 492
  • comment 0 komentar

Pemerintah melalui kementerian pendidikan dan budaya mengeluarkan peraturan baru lewat permen no. 20 tahun 2017, tentang kebijakan sekolah 5 hari alias full day school yang banyak menuai kontra di kalangan madrasah dan pesantren. Kebijakan yang kurang tepat sasaran tentunya, karena menuai banyak kontroversi dan kritikan di kalangan akademisi.
Suara keras juga dari PBNU tentunya, secara tegas Rois Aam PBNU, DR. KH. Ma’ruf Amin, MA menolak kebijakan tersebut dan menemui Presiden RI untuk mengkaji ulang permendikbud tersebut. Perjalanan selanjutnya, NU semakin gencar mengkritik baik dari birokrat pemerintah, DPR maupun kalangan akademisi. Sedikit ketakutan tentunya pihak mendikbud yang was-was dengan posisi yang serba salah.
Pendidikan secara umum
Pendidikan yang bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, harus berorientasi terhadap pengembangan intelektual peserta didik, juga sekarang bertujuan mencetak generasi qur’ani, berorientasi pada akhlaq, moral, mental, spiritual sehingga tercapai dalam pendidikan karakternya, membentuk pribadi yang bermoral, dan berkarakter. Pada dasarnya manusia saat ini, butuh perhatian terhadap masalah agama, kenakalan remaja yang berkembang, karena disorientasi terhadap perkembangan akhlaq peserta didik, diharapkan dengan kurikulum baru melahirkan output yang baik, dengan digalakkannya pendidikan karakter.
Secara umum pendidikan berpengaruh terhadap masa depan anak, proses penemuan jatidiri siswa menjadi pelajar yang mampu mandiri, bersikap sopan, dan mampu mengembangkan intelektualnya ke jenjang yang lebih tinggi. Sesuai dengan pembukaan UUD 1945 bahwa kehidupan bangsa harus lahir generasi-generasi cerdas dan mumpuni dalam segala hal bukan suatu yang dadakan, butuh proses panjang.
Makanya kalau kebijakan tidak memihak, terkesan mementingkan golongan tertetu, maka kebijakan tersebut sangatlah kacau, bukan waktu yang dadakan untuk memperbaruhi dan mengembangkan cita-cita pendidikan yang luhur, tapi secara pasti harus ada terobosan-terobosan yang jitu dari pemerintah untuk kebijakan secara menyeluruh demi kepentingan bersama, untuk bangsa, agama, dan negara.
Menciptakan kehidupan sosial
Pendidikan juga bertujuan untuk saling tolong-menolong dalam kehidupan, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam hal ini pendidikan yang berkarakter juga harus mampu berdiri di tengah masyarakat banyak. Juga diharapkan lulusannya mampu bermanfaat bagi kehidupan sosial, ikut membangun desa, dan menjadi pelopor yang baik, sehingga pembangunan merata baik di kota dan di desa.
Pendidikan bertujuan pada perubahan agent of change, bahkan harus mampu agent of social change, merupakan agen perubahan sosial yang harus mampu menciptakan peluang gerakan-gerakan sosial yang menyentuh akar rumput secara langsung. Kehidupan bermasyarakat sangatlah penting, banyak lulusan akademik yang sekarang dipertanyakan. Kenapa lulus kuliah banyak yang menganggur, ini pertanyaan mendasar. Karena lulusannya dicetak secara instan, tidak pandai bersosial, juga mengandalkan melamar pekerjaan alias lulusan kuliah sekarang ini yang paling penting adalah menciptakan lapangan kerja, daripada menjadi pekerja pabrikan alias menjadi budak asing.
Pendidikan di Indonesia masih harus dibenahi, kurangnya profesor dibidang akademik juga menjadi kendala, banyak universitas-universitas yang kekurangan profesor, bayangkan untuk ukuran dengan malaysia perbandingan kita 1:5 untuk kemenangan malaysia, lebih banyak profesor malaysia yang mampu mendidik dan berpengaruh dalam dunia pendidikan. Dulu dosen-dosen di Malaysia banyak yang mengambil di Indonesia, tapi sekarang kebalikan banyak mahasiswa dari Indonesia yang berguru alias kuliah di Malaysia.
Diharapkan dengan perbaikan secara simultan dan bersama-sama, dari kemendikbud dan kementerian agama mampu membenahi pendidikan secara baik, berpikir positif jangan saling menylahkan tapi berusaha keluar dari akar masalah dengan memperbaiki kebijakan yang keliru dengan mengkaji bersama kebijakan full day school, apakah masih layak diteruskan.
Diharapkan kemendikbud memperhatikan pendidikan di madrasah dan pesantren, pola-pola pendidikan yang diajarkan di madrasah berbeda dengan pendidikan sekolah umum, dengan melihat langsung proses pendidikan madrasah, diharapkan kemendikbud menjadi pelopor untuk tujuan good oriented, yaitu kepentingan bersama bukan kebijakan yang memihak terhadap golongan tertentu, dan kepentingan tertentu.
Kita juga wajib berusaha bagaimana pendidikan madrasah untuk lebih baik, lebih baik madrasah adalah slogan kementerian agama yang wajib dijawab oleh para pendidik madrasah dan lembaga madrasah untuk bekerja lebih keras lagi demi menciptakan lulusan yang kompetensinya mampu bersaing dengan lulusan dari sekolah alias pendidikan umum.
*FIKRUL UMAM, M.Si penulis adalah pengurus LAKPESDAM PCNU PATI. Penulis buku pendidikan karakter dengan judul; Kenakalan remaja dan tantangan pendidikan madrasah.  
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyah Hilal di Pantai Kartini

    MA Salafiyah Kajen Pati Gelar Praktik Rukyah Hilal di Pantai Kartini

    • calendar_month Jum, 4 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Beberapa peserta didik MA Salafiyah Kajen sedang memantau hilal menggunakan alat bantu teleskop  PATI – Madrasah Aliyah (MA) Salafiyah Kajen, Pati menyelenggarakan praktik Rukyat Hilal di Pantai Kartini Jepara, (3/3/2022). Kegiatan itu dilakukan guna penentuan awal Bulan Syaban 1443 H.  Kegiatan tersebut diikuti oleh 57 siswa siswi program studi IPA dan IPS konsentrasi Kitab. Pada […]

  • PC Lazisnu Pati Berikan Bantuan Korban Kebakaran

    PC Lazisnu Pati Berikan Bantuan Korban Kebakaran

    • calendar_month Jum, 13 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Dukuhseti. NU Care- LAZISNU Kabupaten Pati memberikan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti, rabu (11/12). Pemberian bantuan tersebut dilaksanakan dirumah korban dengan didampingi oleh pengurus Lazisnu serta banom NU Dukuhseti. Ahmad Suyuti selaku korban yang mengalami musibah tersebut mengatakan bahwa kebakaran terjadi akibat korsleting arus listrik dirumahnya. “Malam itu sekitar pukul 23.00 […]

  • Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    Gunungan 2000 Kupat-Lepet Diarak, Simbol Kerukunan

    • calendar_month Sab, 7 Mei 2022
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    GEMBONG – Demi melestarikan tradisi leluhur, warga RT 03 dan 04 RW 03, Dukuh Karangdalem, Desa Gembong, Kecamatan Gembong menggelar aksi parade gunungan 2000 ketupat dan lepet keliling kampung. “Total ada 2000 ketupat dan lepet yang kami arak siang tadi,” ungkap Abdul Jalil, ketua RW sekaligus ketua panitia saat ditemui, Sabtu (7/4) malam. Jalil mengakui, […]

  • PCNU-PATI

    Banser Pati Gelar Apel Akbar di Juwana

    • calendar_month Sen, 17 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 420
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id.- Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pati menggelar silaturahmi dan konsolidasi kader besar-besaran. Acara yang dirangkai dengan Apel Akbar Banser ini, dilaksanakan di Pulau Seprapat, Juwana, Minggu (15/10/22). Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatlorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pati Muhamad Sutomo mengemukakan, apel digelar dalam rangka memeringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Hari Kesaktian Pancasila, […]

  • PAC IPNU IPPNU Kayen Gelar Sosialisasi, Komisariat Pencetak Pelajar Hebat

    PAC IPNU IPPNU Kayen Gelar Sosialisasi, Komisariat Pencetak Pelajar Hebat

    • calendar_month Sel, 3 Nov 2020
    • account_circle admin
    • visibility 396
    • 0Komentar

    PATI, – Menghadiri Peringatan Maulid Yayasan Pendidikan Islam Asyariyah Miftahul Falah Desa Talun Kecamatan Kayen, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Kayen mengadakan sosialisasi mengenai Ke-IPNU-IPPNU-an bertempat di Gedung yayasan tersebut. Minggu, (01/11/2020) “Saya berharap Madrasah Miftahul Falah dapat berdiri pimpinan komisariat IPNU IPPNU yang nantinya menjadi wadah pencetak generasi muda yang hebat dan unggul dalam agama […]

  • Anam dan Refani Jadi Nahkoda Baru PAC IPNU IPPNU Gabus

    Anam dan Refani Jadi Nahkoda Baru PAC IPNU IPPNU Gabus

    • calendar_month Rab, 20 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 515
    • 0Komentar

      Serah terima jabatan secara simbolis menggunakan bendera kebesaran IPNU GABUS – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU IPPNU Kecamatan Gabus sukses menggelar Konferancab IX di SMA Islam Tuan Sokolangu, Mojolawaran, Selasa (19/10/2021). Dalam Konferancab tersebut, M. Khoirul Anam H. dan Refani Febriosa terpilih sebagai nahkoda baru PAC IPNU IPPNU Kecamatan Gabus. Mengusung tema “Regenerasi Perwujudan […]

expand_less