Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Nalar Penguasa Hari Ini

Nalar Penguasa Hari Ini

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
  • visibility 478
  • comment 0 komentar

 

Oleh: Maulana Karim Shalihin

Nun jauh di sana, beberapa abad lalu, ada seorang ksatria yang mengundurkan diri lantaran merasa belum becus menerima amanah sebagai kepala negara. Ya, seperti kita fahami, pada era khalifah, kekuasaan memang bersifat dinasti.

Namun khalifah yang satu ini agak lain. Di atas podium, ia dengan ksatria berujar: “Wahai manusia, aku telah menjadi khalifah yang bertugas menampung urusan kalian, sementara aku adalah orang yang lemah untuk urusan itu.” Wal hasil, jabatannya hanya bertahan tujuh puluh hari, dan ada ulama yang menyebut selama tiga bulan.

Dia mundur secara jantan, tanpa ada demonstran, kegaduhan, air mata apalagi korban luka. Dia adalah Muawiyah II, Putra Yazid bin Muawiyah. Sejak saat itu, Muawiyah Junior, diketahui tidak pernah keluar istana hingga. Tampuk kekuasaan pun kemudian ‘dihibahkan’ kepada Ad Dhahhak bin Qais sebagai PLT Khalifah.

Beda cerita dengan Muawiyah II, Ibrahim bin Walid, yang menggantikan kakaknya, juga mengundurkan diri dari kursi khalifah. Bedanya, Ibrahim sempat kekeh mempertahankan jebatannya, bahkan menantang Marwan bin Muhammad–seorang gubernur yang kelak memakzulkannya. Parahnya, Ibrahim juga diduga membunuh beberapa orang yang menghalanginya maju sebagai khalifah.

Marwan menyiapkan delapan ribu pasukan untuk aksi demo. Sampai sini, Ibrahim bin Walid masih sesumbar namun sedikit gentar. Ia pun ‘menyewa’ pasukan bersenjata sebanyak seratus dua puluh ribu kepala.

Dengan jumlah ini, ia semakin giat memamerkan kekuatannya. Hanya saja, hal ini justru memicu api semangat Marwan bin Muhammad serta jiwa corsa rakyat kecil. Singkatnya, penguasa dhalim tersebut dimakzulkan paksa. Jumlah warga yang datang untuk berdemo, jauh lebih besar daripada pasukan yang disiapkan Ibrahim.

Sampai sini, kita bisa tahu, bahwa seburuk-buruknya Ibrahim bin Walid, masih punya urat malu. Ketika banyak rakyat yang tidak menyukainya, ia rela mundur dari jabatan (terlepas dari situasi terdesak atau bukan).

Di Indonesia, kita punya role model penguasa ideal bernama Gus Dur. Ia dimakzulkan oleh segelintir oknum dengan dugaan-dugaan (baca: fitnah) yang tidak terbukti bahkan hingga kini. Tiga ratus ribu pasukan pembela siap mengamankan jabatan Gus Dur. Mereka menyebut dirinya “Pasukan Berani Mati”.

Hanya saja Gus Dur menolak. Bahkan pernyataannya di kemudian kesempatan sungguh menyayat hati. “Jabatan di negara ini, apa sih hebatnya presiden itu kok sampai harus meneteskan darah manusia Indonesia,” ujarnya.

Lagi-lagi, kita dipertontonkan betapa ksatria para pemimpin terdahulu. Ada Muawiyah Junior yang mundur karena merasa tak pantas. Ada Ibrahim bin Walid yang turun takhta karena malu sebab dibenci oleh rakyatnya sendiri dan didesak mundur oleh pasukan yang jumlahnya melebihi prediksinya. Ada pula Gus Dur yang rela melepas kursi presiden demi menjaga kondusifitas negaranya.

Lantas, apakah sekarang masih ada pemimpin dengan jiwa ksatria seperti mereka? Ataukah penguasa-penguasa hari ini hanyalah seonggok tubuh yang sudah di un-instal rasa malunya, dan di delete permanen jiwa ksatrianya? Kalau masih ada penguasa yang tiada birahi menguasai, atau pemangku kewenangan yang tidak sewenang-wenang, tolong tunjukkan di mana ia berada.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Mahasiswa Prodi PMI IPMAFA Distribusikan Air Bersih di Desa Trikoyo

    • calendar_month Sel, 24 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Segenap mahasiswa Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dari Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati melaksanakan kegiatan sosial berupa distribusi air bersih di Desa Trikoyo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati. Ahad, (22/9/24). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat, sekaligus upaya untuk membantu warga desa yang sedang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang. […]

  • PCNU - PATI

    Dari NU Untuk Kebangkitan Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    NU (Nahdlatul Ulama), dikenal sebagai organisasi yang berhaluan“tradisional” yang dilawankan dengan “modernis”. Disebut demikian, karena NUmemang bertujuan untuk mempertahankan atau memelihara tradisi Islam yangdisebut paham “ahlussunnah wa al jamaah” (aswaja). Tradisi ini sebenarnya adalahsebuah konsensus besar di bidang teologi dan fikih. Di bidang teologi, NU mengikutialiran kalam Asyariah dan Maturidiyah. Di bidang fikih, mengikuti empat […]

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

  • Peringatan Harlah Pagar Nusa Dibuka di MHI Gembong Hari Ini

    Peringatan Harlah Pagar Nusa Dibuka di MHI Gembong Hari Ini

    • calendar_month Sab, 28 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-GEMBONG – Rentetan acara Perayaan Harlah Pagar Nusa ke-37 PC Pagar Nusa Pati di mulai Sabtu (28/1) pagi. Agenda tersebut dibuka dengan pelatihan Pasukan Inti (Pasti). Berlokasi di Aula MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong dan Eks Lapangan Gembong, pelatihan Pasti dijadwalkan akan selesai Ahad (29/1) esok. Dalam acar pembukaan tersebut, beberpa tokoh penting tampak hadir. […]

  • Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    Konsolidasi  Rutin PAC Fatayat Gembong

    • calendar_month Kam, 9 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Anak Cabang Fatayat Kecamatan Gembong melakukan konsolidasi rutin bertempat di rumah sahabat Siti Nur Aisyah Desa semirejo, Ahad 5/6 kemarin “Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pengurus PAC Gembong dan ketua Ranting sekretaris dan anggota Fatayat se kec. Gembong” jelas Munfarihah Ketua PAC Gembong Lanjutnya Kegiatan PAC Fatayat Gembong sudah berjalan ke sekian kalinya d […]

  • Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    Gelar Tasyakuran Harlah 102 Tahun NU, PCNU Pati Beri Harapan Pada Pemkab

    • calendar_month Jum, 31 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 532
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar tasyakuran harlah ke-102 tahun NU pada Jumat, (31/1/2025). Berbagai harapan disampaikan pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dibawah calon bupati terpilih. Dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung PCNU Pati tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pati, KH Yusuf Hasyim menyinggung perihal tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) […]

expand_less