Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Khidmah Santri Untuk Negeri

Khidmah Santri Untuk Negeri

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 20 Okt 2017
  • visibility 579
  • comment 0 komentar

Pati. Santri selalu loyal untuk negeri. Hari Santri Nasional (HSN) yg jatuh pada 22 Oktober 2017 mengingatkan bangsa akan besarnya jasa para santri dlm mengusir penjajah, mempertahankan kemerdekaan, dan mengisi kemerdekaan dgn berbagai program, khususnya pendidikan dan ekonomi kerakyatan.
“Resolusi Jihad Hadlratussyekh KH M Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 2017 yg mewajibkan umat Islam mengangkat senjata untuk mempertahankan kemerdekaan membuktikan besarnya nasionalisme dan patriotisme para santri dlm mengawal negeri. Jika santri terdahulu punya spirit tinggi dalam khidmah untuk bangsa, apa khidmah santri untuk negeri di era sekarang?” jelas Ketua Panitia Hari Santri Jamal Makmur
Banyak sekali tantangan bangsa, meliputi krisis moral, mental, pendidikan, ekonomi, kebudayaan, politik, dan sosial. Maka, ada banyak hal yang harus dilakukan santri di masa depan.
Pertama, mengembangkan pendidikan baik formal maupun nonformal, seperti pesantren, madin, TPQ, madrasah, dan lain-lain. Para santri harus belajar manajemen pendidikan profesional supaya mampu mentransformasi pendidikan ke arah yang lebih dinamis dan kompetitif.
Kedua, mengembangkan masjid, mushalla, dan majlis ta’lim dgn kegiatan penguatan akidah, pengajian kitab aswaja nahdliyah, sosial, pemberdayaan ekonomi, dan penguatan remaja masjid.
Ketiga, menghidupkan organisasi NU di wilayahnya masing-masing supaya eksistensi NU dirasakan manfaatnya oleh warga NU dan masyarakat secara umum. Selain kegiatan rutin, seperti lailatul ijtima’, barzanji, dan kajian kitab, lembaga amil zakat, infak dan sedekah harus dihidupkan. Jangan sampai potensi zakat nasional sebesar 280 trilyun hanya tinggal potensi saja tanpa angka yang riil. Jika angka itu bisa dikumpulkan 100 trilyun saja, betapa besar potensi yang bisa digunakan untuk pemberdayaan ekonomi umat dan peningkatan kualitas pendidikan.
Keempat, mengokohkan paradigma dan aksi Islam Aswaja yg rahmatan lil alamin dan menolak tegas paham radikal, fundamental, dan teror yang menebarkan kebencian, amarah, dan menghalalkan segala macam cara. Khilafah Islamiyah struktural ditolak karena hanya kedok untuk kepentingan politik primordial. Khilafah Islamiyah kultural diwujudkan dgn menegaknya nilai-nilai substansial Islam, seperti keadilan, kesetaraan, kemanusiaan, kepedulian sosial, dan kebahagaiaan lahir batin. Dalam konteks Indonesia, PBNU (Pancasila, Binneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945) adalah harga mati demi keutuhan dan kemajuan bangsa.
Kelima, membangun politik yang santun, bermartabat, dan jauh dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Politik yg diperkuangkan santri berorientasi kpd tegaknya kemaslahatan rakyat, yaitu terpenuhinya kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, bukan politik yang justru memperkaya diri, keluarga, dan golongan.
Kelima hal tersebut harus menjadi PR besar bagi santri-santri masa depan, pungkas Jamal (N)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU dan Wirausaha Masyarakat

    NU dan Wirausaha Masyarakat

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Sejak berdirinya tahun 1926, Nahdlatul Ulama menjadi organisasi Islam terbesar di Indonesia. NU mempunyai keunikan tersendiri karena berbasis di pedesaan (urban-based organization), unggul dalam mengembangkan pendidikan Islam tradisional, yaitu pesantren yang tersebar terutama di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan dan Mataram. Hal ini menyakinkan kita semua bahwa NU memang organisasi […]

  • Kiai Zulfa Mustofa Apresiasi Wisuda Pascasarjana IPMAFA Pati yang Gunakan Bahasa Arab

    Kiai Zulfa Mustofa Apresiasi Wisuda Pascasarjana IPMAFA Pati yang Gunakan Bahasa Arab

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.497
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Dr. (H.C.) K.H. Zulfa Mustofa, memberikan apresiasi tinggi pada pelaksanaan Wisuda Perdana Program Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Arab IPMAFA 2025, yang digelar di Aula 2 Kampus IPMAFA, Sabtu (8/11/2025). Kiai Zulfa menilai bahwa penggunaan bahasa Arab dalam prosesi wisuda merupakan hal yang membanggakan dan mencerminkan ruh pesantren yang melekat kuat pada IPMAFA. […]

  • Buku Karya Direktur Pascasarjana INISNU Temanggung Dilaunching di UIN Sunan Kalijaga

    Buku Karya Direktur Pascasarjana INISNU Temanggung Dilaunching di UIN Sunan Kalijaga

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.140
    • 0Komentar

      Yogyakarta – Karya akademik berjudul Ushul Fikih Kontemporer: Epistemologi, Metodologi, dan Transformasi Hukum Islam di Era Modern yang turut ditulis oleh tim penulis, salah satunya Direktur Program Pascasarjana INISNU Temanggung, Dr. Muhammad Syakur, S.Sy., M.H., resmi diluncurkan dalam rangkaian acara pelepasan Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. H. […]

  • Photo by KE ATLAS

    Menulis Sebagai Support System

    • calendar_month Sen, 11 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh: M. Iqbal Dawami Dalam berbagai fase hidup, baik saat menghadapi kesulitan maupun kebahagiaan, keberadaan support system ini terasa sangat berharga. Salah satu bentuk dukungan yang sering terlupakan, namun memiliki dampak yang tidak ternilai, adalah menulis. Bagi saya, menulis bukan hanya sekadar mengatur kata-kata dalam kalimat. Lebih dari itu, menulis adalah perjalanan mendalam menjelajahi sudut-sudut […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Jum, 13 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 443
    • 0Komentar

    Dari pak Siswoyo Bulumanis Pati Assalamualaikum Saya mau tanya pak, mengenai praktek solat istisqo kok tidak dilakukan di masjid saja, malah dilakukan di tempat terbuka seperti alun-alun atau lapangan, apa memang sunnahnya seperti itu? Mohon penjelasannya. Terima kasih Waalaikumsalam Terima kasih atas pertanyaannya. Sholat istisqo` adalah sholat yang  kita lakukan untuk meminta siraman kepada allah […]

  • PCNU-PATI

    Forum Diskusi MEJA PANJANG  Episode Ketiga 

    • calendar_month Kam, 3 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Jakarta, Rabu, 2 Agustus 2023 ,- Forum Diskusi Sastra MEJA PANJANG episode ketiga  berlangsung di Selasar Lantai Lima ,  Gedung Ali Sadikin ,  Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, Jumat siang lalu (28 Juli 2023)  bertemakan JAKARTA KITA DAN SASTRA. Menghadirkan pertama adalah  Pembicara  Ahli ,Yahya Andi Saputra , dengan makalah berjudul […]

expand_less