Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Sekolah; Membosankan

Sekolah; Membosankan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
  • visibility 498
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Saban malam tiap habis maghrib, rumah saya selalu didatangi anak-anak kecil yang ingin belajar bersama. Awalnya cuma satu anak. Tetapi semakin kesini, ia telah beranak pinak menjadi empat orang anak. Mereka semua saat ini tengah menginjak bangku kelas lima. Beragam mata pelajaran mereka tanyakan kepada saya. Rasanya hampir semua. Namun saya memberi batasan pada pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan). Sebab memang saya tak menguasai.

Kurikulum pada masa saya sekolah dulu telah berbeda dengan yang sekarang. Termasuk mata pelajaran PJOK. Dulu waktu zaman saya masih sekolah, tak ada mata pelajaran ini. Namun dulu lebih langsung pada praktiknya. Seperti bagaimana teknik bermain volly yang baik, bagaimana bermain bola kasti, dan lainnya.

Dengan kehadiran anak-anak yang hampir setiap malam ini, saya tak mengklaim bahwa telah membuka tempat les privat belajar. Hanya saja saya memang ingin belajar bersama anak-anak. Oleh sebab itu, saat pertama kali mereka datang kerumah dengan niat mau minta arahan, saya dengan senang hati menerimanya. Saya pun pada awal mengatakan jika saya hanya menemani mereka belajar. Dan yang mengerjakan soal-soal ataupun PR adalah mereka sendiri. 

Saya selalu meyakinkan bahwa mereka sebenarnya mampu mengerjakan soal-soal yang tertera. Karena memang sebelumnya ada bacaan yang menjelaskan tentang bab tersebut. Namun saya melihat kemalasan diantara mereka semua. Minat baca mereka rendah sekali. Mereka selalu berusaha mencuri kesempatan agar yang mengerjakan soal-soal dan tugas adalah saya. Namun karena saya lebih lihai dari mereka, hal itu tak pernah terjadi. Kalah pengalaman mereka. Haha

Ada satu anak, laki-laki sendiri diantara ketiga teman perempuannya. Ia dengan gamblangnya mengatakan jika malas mengerjakan tugas dan soal latihan. Ia lebih memilih mendapat nilai sedikit daripada harus berfikir untuk dapat mengerjakan soal. Bahkan ia secara sadar mengatakan akan tak melanjutkan sekolah lagi. Sangat miris sekali. Kok bisa ya sekolah itu malah membuat malas. Padahal zaman saya dulu terlihat sangat menyenangkan. 

Saya beberapa kali sempat ingin mengeluh. Mengapa mereka tak bersemangat. Apa yang salah disini? Namun niat itu segera saya urungkan sebab saya meyakini bahwa setiap anak diciptakan memiliki bakat yang berbeda. Kita tak bisa mengeneralisir semua anak harus pandai pada semua mata pelajaran disekolah. 

Kiranya ini menjadi refleksi untuk kita semua khususnya untuk saya pribadi. Tentang bagaimana sebaiknya memberikan pengarahan dan ajaran yang baik untuk anak-anak sesuai usianya, yang menyenangkan dan tak membuat mereka bosan. Harus pandai berinovasi dan kreatif. Rasanya itu adalah kunci yang mujarab untuk sistem pendidikan kita saat ini. Karena tak ada anak yang bodoh. Hanya saja ia belum menemukan guru dan sistem pengajaran yang baik. Itu saja. 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    NU, Aku Jatuh Hati Padamu

    • calendar_month Rab, 1 Feb 2017
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Saya selalu senang dengan sikap NU. NU itu seperti organisasi Hezbullah di Lebanon. Hezbullah meski sebagai organisasi besar dan kuat di Lebanon, tidak mau mencampuri urusan dalam negeri Lebanon. Lebanon itu negara demokratis parlementer. Sesudah perang saudara 15 tahun, mereka membangun sistem khusus di negaranya yang bernama konfesionalisme untuk menghindari kembali terjadinya perang sektarian. Disana, […]

  • PCNU-PATI Photo by Jason Leung

    Kontribusi NU dalam Mengentaskan Moralitas Bangsa

    • calendar_month Sab, 16 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Pendidikan di Indonesia erat sekali dikaitkan dengan sistem pembelajaran yang dilakukan oleh guru kepada peserta didik. Dimana dalam proses belajar baik formal maupun non-formal tentunya guru memiliki standar masing-masing dalam memberikan materi kepada peserta didik. Hal ini dimaksud untuk mempermudah transfer pembelajaran antara guru dan murid. Sedangkan dalam pendidikan formal, idealnya penilian […]

  • Biaya Haji 2025 Turun

    Biaya Haji 2025 Turun

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. – Kabar bahagia datang dari Senayan. Dalam rapat Kementerian Agama RI dengan Komisi VIII DPR-RI, Senin, (26/1) lalu, ke duanya sepakat untuk menurunkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Semula, BPIH jemaah haji Indonesia 2024 adalah sebesar Rp 93.410.286. Tahun ini atau 1446 H., BPIH  turun empat juta rupiah menjadi Rp 89.410.258. Dari jumlah tersebut, […]

  • PCNU PATI - Eratkan Silaturahmi, PAC IPNU IPPNU Cluwak Gelar Pertemuan Triwulan

    Eratkan Silaturahmi, PAC IPNU IPPNU Cluwak Gelar Pertemuan Triwulan

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 411
    • 0Komentar

    CLUWAK – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cluwak melaksanakan pertemuan Triwulan di Gedung Muslimat Payak Tengah pada Ahad (17/4/2022). Ketua PAC IPNU Kecamatan Cluwak, Abdul Majid mengatakan forum triwulan digelar untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota IPNU-IPPNU se-Kecamatan Cluwak, baik dari tingkat Pimpinan […]

  • PCNU-PAT

    70 Desa di Kabupaten Pati Kekeringan

    • calendar_month Kam, 5 Okt 2023
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Sebanyak 70 desa di Kabupaten Pati alami kekeringan. Akibatnya, lebih dari 106 ribu jiwa terdampak. Ini berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati. Adapun 70 desa yang mengalami kekeringan, tersebar di 10 kecamatan. Antara lain Kecamatan Jaken, Jakenan, Winong, Tambakromo, Gabus, Kayen, Sukolilo, Batangan, Pucakwangi dan Kecamatan Tayu.  Penjabat (Pj) Bupati […]

  • PC GP Ansor Pati Gelar Upgrading

    PC GP Ansor Pati Gelar Upgrading

    • calendar_month Jum, 14 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 582
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – PC Gerakan Pemuda Ansor Pati mengadakan kegiatan upgrading, Jumat (14/2/2025) siang-sore. Kegitan itu bertempat di halaman Pondok Pesantren Raudloh Al Thohiriyyah, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati. Ketua PC GP Ansor Pati, Abdullah Syafiq Muadz, menyatakan bahwa kegiatan Upgrading Kader Pemuda Ansor ini merupakan salah satu bukti bahwa Ansor Pati terus melakukan pemeliharaan […]

expand_less