Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Semua Orang Menjual Diri

Semua Orang Menjual Diri

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 25 Mei 2023
  • visibility 421
  • comment 0 komentar


Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

“Lowongan Pekerjaan, Pria/Wanita max. 25 tahun, ijazah minimal SMA/se derajat dan Good Looking.”

Pamflet semacam ini sering kita temukan di mana-mana. Good looking menjadi standar baru dalam kehidupan masa kini. Artinya, setiap orang perlu ‘menjual diri’.

Wait, jangan ngeres dulu!

Misalnya, seorang pria yang bekerja sebagai sales mobil mewah, dituntut memoles dirinya sedemikian rupa. Atasan jas dan celana bahan senada. Sepatu pantofel licin dan rambut klimis juga diperlukan untuk menggaet ‘nafsu beli’ klien. Dia memang sedang menjual mobil, tapi sebelum itu, ia harus mampu menjual diri.

Seorang ustadz atau kiai, pada level berbeda pun demikian. Bayangkan ada seorang ustadz yang tersohor, seusai mengisi ceramah, dia mampir karaokean. Semua kata-kata yang baru ia lontarkan di hadapan jama’ah, pasti akan ‘cuih’-kan, meskipun itu adalah ayat Tuhan. Citranya sebagai pembawa kebenaran, ambruk seketika ditimpa satu kesalahan.

Artinya, iapun harus menjual diri dengan modal akhlak (kadang-kadang juga perlu kostum yang menunjang) agar semua yang diucapkan bisa diikuti jamaah.

“Tidak. Saya tidak melakukannya. Saya tidak menjual apapun dari diri saya. Hidup yang singkat ini, saya fokuskan untuk beribadah hanya untuk-Nya. Tidak ada transaksi antara satlya dan Tuhan,” kata seorang pengagum tasawuf.

Terdengar anggun dan mempesona, tapi maaf, dengan redaksi yang anda pilih untuk mengelak takdir, sebenarnya anda pun sedang menjual diri, kisanak. Bedanya salesman ‘menjual diri’ dengan good looking-nya, ustadz ‘menjual diri’ dengan akhlak, dan sufi, menjual diri dengan ibadahnya.

Perbedaan berikutnya ada pada goal dan pangsa pasar. Salesman menjual mobil kepada orang-orang kaya agar dia mendapatkan lebih banyak komisi. Ustadz menjual dirinya kepada jama’ah dengan akhlak yang baik, agar mereka percaya dengan apa yang ia ucapkan. Sementara kaum sufi pun menjual diri dengan laku mereka. ‘Pasarnya’ adalah Tuhan.

Nah, yang terakhir inilah model ‘jual diri’ dengan transaksi terindah yang pernah ada. Sebab, alat tukarnya adalah cinta, bukan lagi uang atau pun popularitas.

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting NU Tondomulyo Jakenan Gelar Musyawarah Ranting

    Ranting NU Tondomulyo Jakenan Gelar Musyawarah Ranting

    • calendar_month Rab, 4 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 552
    • 0Komentar

    JAKENAN – Ranting NU Desa Tondomulyo Kecamatan Jakenan menggelar Musyawarah Ranting, Rabu (04/09) malam ini. Musyawarah Ranting ini dilaksanakan untuk memilih Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) masa khidmat 2019-2024. Forum tertinggi di tingkat ranting tersebut digelar di Masjid Al Fadlillah Tondomulyo. Tampak hadir diantaranya adalah Kepala Desa Tondomulyo, Umbar dan tokoh-tokoh masyarakat, serta perwakilan dari […]

  • ‎Halalbihalal Kampus Hijau Temanggung Meriah, BPP INISNU Berikan Tiga Hadiah Umrah

    ‎Halalbihalal Kampus Hijau Temanggung Meriah, BPP INISNU Berikan Tiga Hadiah Umrah

    • calendar_month Rab, 1 Apr 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.684
    • 0Komentar

    ‎ ‎Temanggung — Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halalbihalal “Kampus Hijau Temanggung” yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026, di Hall Babussalam NU Temanggung. ‎ ‎Hadir sivitas akademika INISNU Temanggung, AKPER Al-kautsar, TK ELPIST, MI ELPIST, KBIHU Babussalam NU, dan LP. Ma’arif NU PCNU Temanggung, hadir pula Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Temanggung, H. […]

  • Memaknai Santri di Hari Santri

    Memaknai Santri di Hari Santri

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 927
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Santri sebagaimana kita pahami merupakan seorang individu yang mempelajari ilmu agama di pesantren. Namun, makna santri juga tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, melainkan meliputi identitas, nilai-nilai, dan sikap hidup yang tercermin dalam kehidupan keseharian mereka. Sedangkan memaknai santri di hari santri adalah momen penting untuk mengenang peran santri dalam sejarah perjuangan […]

  • Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    Rakerwil I Ma’arif NU Jawa Tengah Siap Digelar di Wonosobo

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 599
    • 0Komentar

    Semarang – Setelah dilantik oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dan dikukuhkan oleh Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PBNU pada akhir Agustus 2024 lalu, pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 terus memantabkan program kerja yang telah disusun dalam kegiatan pengukuhan pada Ahad-Senin (25-26/8/2024) di Novotel Semarang kemarin. Dalam rangka […]

  • Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    Roadshow Perpustakaan Mutamakkin

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

    Selasa 12 Januari 2015 bertempat di Pondok Pesantrean APIK Kajen Margoyoso Pati. Perpustakaan Mutamakkin mengadakan bedah buku Kuntul Nucuk  Bulan, sebuah Novel yang bercerita tentang dunia Pesantren, karya Sahal Japara. “Ini adalah salah satu program jangka pendek yang lakukan oleh Perpustakaan Mutamakkin, sebagai ajang motivasi terhadap para santri apabila santri pun mampu menulis sebuah buku, […]

  • Salah seorang demonstran berorasi di depan Kantor Bupati, Pati. Sebelumnya, mereka juga berunjuk rasa di depan Kantor DPRD

    PMII Cabang Pati Demo di Kantor DPRD, Ini Tuntutannya

    • calendar_month Sen, 11 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

    PATI-  Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pati lakukan aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Senin (11/4). Para mahasiswa mulai datang sekira pukul 10.00 WIB dengan membentangkan berbagai poster bertuliskan bentuk protes terhadap kenaikan harga-harga. Mulanya, puluhan mahasiswa tersebut ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD […]

expand_less