Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

Seminar Jurnalistik LTNNU Tambak Romo Usung Tema Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 17 Okt 2021
  • visibility 426
  • comment 0 komentar

Ruang zoom meeting Seninar Jurnalistik LTN NU Tambakromo

TAMBAKROMO – Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) MWC NU Kecamatan Tambakromo membuat agenda yang cukup mengesankan Minggu (17/10) pagi tadi. Pasalnya, setelah sekian lama tidak melakukan pelatihan, kali ini lembaga yang diketuai oleh Ahmad Suparyono tersebut menggelar Seminar Jurnalistik via zoom meeting. 

“Memang belum pelatihan, tahapnya masih seminar, tapi ini semoga menjadi langkah awal,” tutur dia. 

Kegiatan positif ini juga mendapatkan dukungan penuh dari ketua MWC NU Tambakromo, KH. Sukahar. Dirinya berharap, bahwa agenda LTN ini bisa membawa kemajuan bagi NU di dunia informasi.

“Semoga acaranya berjalan lancar dan penuh berkah,” tuturnya saat membuk acara.

Mengusung tema ‘Optimalisasi Jurnalistik di Lingkungan Santri sebagai Wujud Cinta Tanah Air’, Paryono menghadirkan tiga pemateri dari sekaligus. Di antaranya, Maulana Luthfi Karim, (Redaktur LTN NU Pati), Angga Saputra (anggkta PWI Pati) dan Niam At Majha (sastrawan sekaligus kontributor NU Online). 

Karim yang memaparkan materi tentang berita, menegaskan bahwa pada era serba mudah ini peran berita menjadi sangat penting. Hadirnya generasi NU yang memiliki passion jurnalistik, terang Karim, merupakan kabar gembira. 

“Setidaknya kalau NU menguasai dunia jurnalistik, akan bisa mereduksi berita-berita hoax dan provokatif,” jelas dia. 

Sebab, menurut pria yang juga pengusaha ayam goreng ini, kader NU selalu dididik untuk bersuara berdasarkan referensi dan anti hoax. Bagi dia, ini adalah salah satu kelebihan NU. 

“Kalau media massa dikuasai oleh kader NU, insya allah adem,” terangnya sambil berkelakar. 

Ungkapan ini diiyakan sekaligus oleh pemateri kedua, Angga. Pria asal Lahar, Tlogowungu yang memaparkan etika jurnalisme ini mengamini statemen Karim. Menurutnya, seorang jurnalis harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip jurnalisme. 

“Jurnalis itu harus mampu bersikap independen, apa yang kita sampaikan harus bersifat faktual, tidak boleh mengarang,” tandas dia. 

Sementara Niam At Majha yang menyampaikan materi jurnalisme santri merasa perlu adanya pengenalan lebih mendalam tentang dunia jurnalistik kepada santri. Sebab, menurut pantauannya, hanya ada beberapa pesantren yang melek jurnalistik selama ini. 

“Pesantren sebagai basis santri, masih minim pengaplikasian jurnalisme,” tanggapnya. 

Menurut pria asal Plukaran, Gembong ini, adanya pesantren yang menekankan tulis menulis merupakan kabar baik. Ia menykntohkan, beberapa pesantren di Madura telah banyak melahirkan jurnalis andal karena telah terbiasa sejak mondok.

“Setiap ketemu jurnalis santri yang keren-keren rata-rata orang Madura atau alumni sana. Ternyata kesadaran menggiatkan jurnalistik sudah diterapkan di beberapa pesantren Madura,” pungkasnya.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hukum Mengubur Ari-Ari

    Hukum Mengubur Ari-Ari

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum Wr Wb Saya mau tanya Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka [keluarganya] mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, […]

  • Menghadiri Undangan

    Menghadiri Undangan

    • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikium warohmatullohi wabarokatuh, Pak kiai,karena kebiasaan setiap bakda isya’ sudah bersiap-siap untuk tidur,maka saya tidak pernah mendatangi undangan ba’da isya’ yang ada jamuan makan,yang ini bisa membuat begadang yang tidak perlu yang sangat saya hindari,karena menurut saya undangan bakda isya’ adalah undangan yang hukumnya makruh yang kita hukumnya sunnah tidak menghadirinya,karena kanjeng nabi sendiri tidak […]

  • Bersama KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Sosialisasikan Pendirian Komisariat

    Bersama KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti Sosialisasikan Pendirian Komisariat

    • calendar_month Sab, 11 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Para Pengurus Anak Cabang IPNU dan IPPNU Dukuhseti berpose bersama mahasiswa KKN IAIN Kudus DUKUHSETI – Bekerjasama dengan tim KKN IAIN Kudus, PAC IPNU IPPNU Kecamatan Dukuhseti akan melakukan sosialisasi terkait pendirian komisariat di MTs dan MA se-Kecamatan Dukuhseti. Untuk menyiapkan segala sesuatunya, PAC IPNU IPPNU Dukuhseti dan tim KKN IAIN Kudus mengadakan rapat terkait […]

  • GP Ansor Pati Buka 3 Posko Mudik

    GP Ansor Pati Buka Posko Mudik di 3 Lokasi

    • calendar_month Sen, 17 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ansor Banser Pati membuka Posko Mudik menjelang hari raya Idulfitri 1444 H ini. Posko itu dibuka langsung oleh Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muadz Thohir, Minggu (16/4) malam.  Pembukaan secara simbolis Posko Mudik Ansor Banser Pati dilakukan di Posko Margorejo, tepatnya di depan Plaza Pragola. Hadir dalam kesempatan itu Kapolresta […]

  • PCNU PATI - Hari Santri dan Bursa Jodoh. Photo by Mufid Majnun on Unsplash.

    Hari Santri dan Bursa Jodoh

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Hari Santri 22 Oktober adalah suatu ‘monumen’ perjuangan kalangan santri. Begitu luar biasanya jasa kaum sarungan ini kepada negeri, hingga harinya pun diperingati di jagad Indonesia bi washilati Keppres Nomor 22 Tahun 2015. Penulis sempat berfikir, adakah tujuan tersembunyi Pak Jokowi membuat Keppres itu? (Pembaca jangan su’udz dzon dulu). Ahaa… Sampai […]

  • 70 Kiai Pati Bahas Wacana Perda Pesantren

    70 Kiai Pati Bahas Wacana Perda Pesantren

    • calendar_month Ming, 16 Jan 2022
    • account_circle admin
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Tujuh puluhan kiai hadiri halaqoh untuk membahas Perda Pesantren  MARGOYOSO – Rabithatul Maahid Islami (RMI) NU berkolaborasi dengan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengadakan Halaqoh Pengasuh Pesantren menggagas Perda Pesantren di Pati. Ketua RMI NU Pati, KH. Liwauddin menegaskan bahwa Peraturan Presiden no. 82 tahun 2021 mrncantumkan pasal yang mengatur pendanaan pesantren dari […]

expand_less