Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Fatwa » Menghadiri Undangan

Menghadiri Undangan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Nov 2017
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Assalamu’alaikium warohmatullohi wabarokatuh,
Pak kiai,karena kebiasaan setiap bakda isya’ sudah bersiap-siap untuk tidur,maka saya tidak pernah mendatangi undangan ba’da isya’ yang ada jamuan makan,yang ini bisa membuat begadang yang tidak perlu yang sangat saya hindari,karena menurut saya undangan bakda isya’ adalah undangan yang hukumnya makruh yang kita hukumnya sunnah tidak menghadirinya,karena kanjeng nabi sendiri tidak suka berbincang-bincang bakda isya’, benarkah pendapat saya pak kiai ? apakah bisa dibenarkan udzur karena kebiasaan tersebut ? karena saya tak bisa begadang jika bukan karena hal darurat.mohon penjelasan pak kiai.
Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh.
Sebelum menjawab pertanyaan anda,ada beberapa hal yang perlu dipahami. Pertama,menghadiri undangan hukumnya berbeda-beda dalam artian melihat untuk acara apa kita diundang,sebagai contoh menghadiri walimatul ‘urs hukumnya wajib jika sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam kitab-kitab fiqih,untuk walimah-walimah lain seperti walimatul khitan,aqiqoh,khotmil qor’an dan sebagaianya  hukumnya sunnah menghadirinya,dan jika acaranya adalah sebuah kemaksiatan maka haram menghadirinya kecuali jika untuk menghilangkan kemungkaran tersebut. Kedua, berbincang setelah isya’ hukummya makruh kecuali di dalam hal kebaikan maka hukummya sunnah seperti berbincang mengenai ilmu agama,akhlaq-akhlaq mulia,cerita para orang sholih,zikir,membaca al-qur’an dan sebagainya.
Dari keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa alasan anda tidak menghadiri undangan setelah isya’ dikarenakan akan membuat anda begadang  dan berbincang tanpa guna dan itu dibenci oleh kanjeng nabi (makruh) dan memilih untuk tidur karena sudah menjadi kebiasaan merupakan alasan yang tidak bisa dikatakan “tepat secara mutlak”.artinya kita harus mempertimbangkan acaranya,jika isi acaranya adalah kebaiakan maka kita hadiri dengan tetap menjaga diri dari hal yang tidak baik,apalagi jika itu undangan dari tetangga,kerabat,teman yang mana sebagai muslim kita diperintahkan untuk memuliakan dan berbuat baik kepada mereka, dan lagi agar tidak ada kesan kita bersikap acuh kepada mereka.mengenai pertanyaan anda yang kedua,tidur adalah perkara mubah,kalau ada hal  lain yang lebih baik mengapa kita  tidak memilihnya.wallohu a’lam.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    Manusia Bukan Sumber Kebenaran

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.528
    • 0Komentar

      Munculnya fenomena mengumbar kebencian terutama di media sosial rupanya menjadi keresahan tersendiri saat digelarnya Ngaji NgAllah Suluk Maleman edisi ke- 167 pada Sabtu (15/11). Penggagas Suluk Maleman mengajak semua masyarakat untuk sama-sama bermuhasabah. Terlebih dengan banyaknya perubahan luar biasa di kalangan masyarakat. “Seperti bagaimana kita melihat pesantren dipojokkan begitu rupa. Orang tak melihat apa […]

  • PCNU- PATI

    SMPIT Al Masyhur Kayen Pati, Gelar LDK

    • calendar_month Sen, 29 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 507
    • 0Komentar

    OSIS Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Al Masyhur Kayen Pati, Bertempat di Mushola Sekolah tersebut menggelar LDK kepada Seluruh Pengurus OSIS. Sabtu (27/08/2022) kemarin. Kepala SMPIT Al Masyhur Kayen, Luluk Alfiatin, S.Pd mengatakan, Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) untuk pengurus OSIS tersebut agar para pengurus OSIS memiliki Sifat Kepemimpinan dan mampu menggerakan roda organisasi OSIS. […]

  • Hak Perempuan dalam Islam

    Hak Perempuan dalam Islam

    • calendar_month Sel, 13 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 558
    • 0Komentar

      Islam adalah agama rohmatan lil’alamin, semuanya sudah ada tata cara dan ketentuan untuk menjadi panduan kita dalam beragama. Ada banyak aspek yang dibahas didalam Islam, salah satunya mengenai perempuan. Saya mencoba mengulas kitab Assittin Al-Adliyyah semampu saya, dan sesuai dengan pemahaman saya. Dalam kitab tersebut terdiri dari 60 hadist yang bisa menjadi rujukan bagaimana […]

  • NU dan Peran Sosial-Keagamaan

    NU dan Peran Sosial-Keagamaan

    • calendar_month Sab, 15 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 967
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Dalam menghadapi tantangan globalisasi dan kenyataan sosial yang semakin berkembang pesat, Nahdlatul Ulama (NU) perlu berperan secara efektif dan optimal dalam menjalankan berbagai fungsinya. Sebagai organisasi yang memiliki sejarah panjang dan pengaruh besar di Indonesia, NU harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang sudah terbentuk. Globalisasi yang […]

  • Istighotsah Satu Abad NU

    Istighotsah Satu Abad NU

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar
  • Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

    Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

    • calendar_month Sab, 14 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. KH. Zakky Mubarak, MA* Salah satu sikap yang paling penting bagi Bangsa Indonesia dalam menyambut H.U.T. kemerdekaan RI adalah mensyukuri nikmat Allah yang agung dan luhur, berupa kemerdekaan. Nikmat dan karunia Allah yang diberikan kepada manusia amat luas, seperti nikmat iman, kesehatan, rizki dan berbagai nikmat lain yang tidak mungkin  dapat dihitung […]

expand_less