Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kodrat dalam Bingkai Gender

Kodrat dalam Bingkai Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
  • visibility 83
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Hari ini jadwal saya menulis. Rasa malas akibat kurang nyamannya perasaan sejak tadi malam membuat saya kurang bersemangat merangkai kata. Jadi mohon dimaklumi jika anda membaca tulisan ini menemui kejanggalan atau kurang terhubung satu kalimat dengan lainnya. Harap bersabar ini bukan ujian. Dan saya ingin menyampaikan terimakasih jika anda berkenan meluangkan waktu membaca tulisan saya. Saya harus menyampaikan ini diawal untuk berjaga-jaga ketika diakhir penutup nanti saya terlupa mengucapkannya. Akhir kata selamat menikmati tulisan yang amat sederhana ini.

Kali ini saya ingin menulis tentang laki-laki dan perempuan. Barangkali dalam tulisan saya yang sebelum-sebelumnya sudah saya singgung, namun tulisan ini hadir bermaksud untuk menyegarkan kembali ingatan kita. Ibarat kata mengulang pelajaran yang lalu. Tulisan ini terinspirasi dari salah satu konten Youtube yang menghadirkan Mbak Najwa Shihab, Prilly Latuconsina, dan Enzy Storia. Mereka bertiga menjadi bintang tamu dalam menyoal perempuan dan segala isunya.

Saya jadi teringat ketika pertama kali mengikuti organisasi ekstra kampus yang sangat besar bahkan terbesar di Indonesia saat ini. Ketika itu dalam kegiatan pengenalan anggota baru, saya diperkenalkan dan dipahamkan tentang perbedaan kodrat dan gender. Menyapu, memasak, dan membereskan pekerjaan rumah lainnya yang kata sebagian orang adalah kodratnya perempuan, sedangkan bekerja adalah kodratnya laki-laki. Sejak kecil pemahaman saya ya hanya sebatas ini. Namun ternyata setelah belajar pada kegiatan tersebut saya sedikit paham bahwa menyapu, memasak, bahkan bekerja bukanlah sebuah kodrat.

Dalam pemaknaan saya mengenai kata kodrat ini adalah sesuatu yang mutlak diciptakan oleh Tuhan untuk setiap hambanya. Sesuatu ini dapat disebutkan berdasarkan sisi biologis. Perempuan itu menyusui karena memiliki kelenjar untuk menghasilkan asi. Perempuan juga menstruasi, hamil, dan melahirkan karena memiliki rahim dan alat reproduksi lainnya. Sedangkan laki-laki memiliki jakun, penis dan itu tidak ada pada perempuan.

Tapi terkadang kita juga salah memaknai bahwa laki-laki dan perempuan adalah gender itu sendiri. Padahal menurut Ilmu Sosiologi dan Antropologi, Gender adalah perilaku atau pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah dikonstruksikan atau dibentuk di masyarakat tertentu dan pada masa waktu tertentu pula. Ini saya kutip berdasarkan pencarian di Mbah Google. Garis bawahnya adalah perilaku dan pembagian peran. Bukan sisi biologis atau jenis kelamin. Dari sini sudah sangat terlihat jika memasak, menyapu dan bekerja itu tadi masuk kategori gender (pembagian peran).

Begitu pula soal pengasuhan anak. Ia bukan merupakan kewajiban perempuan saja melainkan tanggungjawab dan tugas laki-laki juga. Jika pun dalam hal ini ada pembagian tugas yang telah disepakati bersama misal untuk urusan domestik adalah perempuan sedangkan selainnya adalah laki-laki, maka tidak masalah. Asal tidak ada pemaksaan apalagi mengatasnamakan sesuatu yang keliru itu tadi. “Lho ini kan kodratmu. Sudah seharusnya kamu melakukan ini.”

Big No. Kamu salah besar jika masih terkungkung oleh pemikiran patriarki seperti itu. Seperti kalimat yang baru saja kamu baca diatas bahwa kodrat dan gender itu berbeda. Laki-laki dan perempuan itu juga tidak sama. Mengutip kata Mbak Najwa dalam podcast yang tadi saya sebutkan, bahwa yang diperjuangkan perempuan bukanlah kesamaan; akan tetapi kesetaraan. Sama itu plek ketiplek. Jika setara itu sepadan.

Perempuan tidak akan sama dengan laki-laki. Wong dalam al-Qur’an dan ilmu sains pun telah menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda. Kesetaraan yang diperjuangkan teman-teman perempuan adalah soal keadilan. Adil dalam setiap lini kehidupan.

Jadi begitu yang saya tuliskan hari ini. Tak perlu panjang-panjang. Karena siklus berfikirnya orang sekarang ini lebih suka yang pendek dan singkat. Semoga setelah kamu membaca tulisan sederhana ini mampu membuka tabir yang menutup akan pemaknaan tentang kodrat dan gender. Jika ada saran minggu depan menulis tentang apa atau ingin menanggapi isi tulisan ini, tinggalkanlah komentar. Terimakasih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Capaian Prestasi Sakomanu PWNU Jateng 2018-2023

    Inilah Capaian Prestasi Sakomanu PWNU Jateng 2018-2023

    • calendar_month Sab, 26 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Semarang – Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah periode 2018-2023 menggelar Musyawarah Daerah (Musda) II di Hotel Muria Semarang, Sabtu (26/10/2024). Musda II Sakomanu LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah tersebut mengusung tema “Merawat Wawasan, Membangun Martabat”. Dalam laporannya, Ketua Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif Nahdlatul Ulama (Sakomanu) […]

  • 4 Tips Agar Tetap Produktif saat Weekend. Photo by Andreas Klassen on Unsplash.

    4 Tips Agar Tetap Produktif saat Weekend

    • calendar_month Sel, 29 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 64
    • 0Komentar

    Kebanyakan dari orang-orang sering memanfaatkan weekend untuk rebahan. Iya, kita sering bermalas-malasan alias malas gerak (mager). Tentunya hal itu menjadikan kita tidak produktif.  Nah, agar weekend kalian tetap produktif, lakukan empat hal ini. 

  • Sepenuh Hati Mencintai-Nya

    Sepenuh Hati Mencintai-Nya

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Dalam buku karya Yadi Saeful Hidayat yang berjudul “Aku Jauh Engkau Jauh, Aku Dekat Engkau Dekat” penulis mencoba menyuguhkan agar manusia mampu menepis segala keraguan atas nikmat iman yang telah di berikan oleh-Nya serta mampu mencintai Allah secara tulus dan mendahalukan segala urusan agama Allah ketimbang urusan lainnya. Allah telah menjanjikan kepada hamba-Nya yang mencintai-Nya […]

  • Harapkan Ketua IPNU Terpilih Lanjutkan Program, Termasuk Perbanyak Ranting dan Komisariat

    PC IPNU Harapkan Ketua Terpilih Lanjutkan Program, Termasuk Perbanyak Ranting dan Komisariat

    • calendar_month Ming, 17 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 99
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Pati Periode 2019-2023 akhirnya memasuki masa purna. Ketua PC IPNU Pati, Matsna Zakiyyatus Salwa mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah membersamai dan berjuang hingga akhir periode. Ia juga meminta maaf jika selama memimpin PC IPNU Pati banyak terdapat kekurangan. “Suatu pelajaran hidup […]

  • PIM Mujahidin Bageng Gembong Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa

    PIM Mujahidin Bageng Gembong Santuni Ratusan Anak Yatim dan Duafa

    • calendar_month Sen, 7 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 90
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Yayasan Perguruan Islam Monumen (YPIM) Mujahidin Desa Bageng, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, memberikan santukan kepada 109 anak yatim dan duafa. Penyerahan santunan dilakukan di Gedung Pusat Kegiatan Agama (Pusgia) PIM Mujahidin, Sabtu (5/10/2024). Seratusan anak yatim dan duafa yang menerima santunan berasal dari Kecamatan Gembong, Margorejo, dan Tlogowungu. Adapun penyerahan santunan ini merupakan […]

  • Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    Keluarga Denanyar Hadiri Haul KH. Syansuri Tayu

    • calendar_month Sab, 14 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 83
    • 0Komentar

    TAYU-Tidak banyak yang tahu bahwa KH. Bisri Syansuri, salah satu pendiri NU merupakan pria asal Pati, kota kecil yang berada di pantai utara Jawa Tengah. Ayahnya benama KH. Syansuri merupakan salah satu ulama besar yang tinggal di Tayu, salah satu kota kecamatan di ujung utara Kabupaten Pati. KH. Ahmad Asnawi memberikan tausyiyah dalam acara Haul […]

expand_less