Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kodrat dalam Bingkai Gender

Kodrat dalam Bingkai Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
  • visibility 432
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Hari ini jadwal saya menulis. Rasa malas akibat kurang nyamannya perasaan sejak tadi malam membuat saya kurang bersemangat merangkai kata. Jadi mohon dimaklumi jika anda membaca tulisan ini menemui kejanggalan atau kurang terhubung satu kalimat dengan lainnya. Harap bersabar ini bukan ujian. Dan saya ingin menyampaikan terimakasih jika anda berkenan meluangkan waktu membaca tulisan saya. Saya harus menyampaikan ini diawal untuk berjaga-jaga ketika diakhir penutup nanti saya terlupa mengucapkannya. Akhir kata selamat menikmati tulisan yang amat sederhana ini.

Kali ini saya ingin menulis tentang laki-laki dan perempuan. Barangkali dalam tulisan saya yang sebelum-sebelumnya sudah saya singgung, namun tulisan ini hadir bermaksud untuk menyegarkan kembali ingatan kita. Ibarat kata mengulang pelajaran yang lalu. Tulisan ini terinspirasi dari salah satu konten Youtube yang menghadirkan Mbak Najwa Shihab, Prilly Latuconsina, dan Enzy Storia. Mereka bertiga menjadi bintang tamu dalam menyoal perempuan dan segala isunya.

Saya jadi teringat ketika pertama kali mengikuti organisasi ekstra kampus yang sangat besar bahkan terbesar di Indonesia saat ini. Ketika itu dalam kegiatan pengenalan anggota baru, saya diperkenalkan dan dipahamkan tentang perbedaan kodrat dan gender. Menyapu, memasak, dan membereskan pekerjaan rumah lainnya yang kata sebagian orang adalah kodratnya perempuan, sedangkan bekerja adalah kodratnya laki-laki. Sejak kecil pemahaman saya ya hanya sebatas ini. Namun ternyata setelah belajar pada kegiatan tersebut saya sedikit paham bahwa menyapu, memasak, bahkan bekerja bukanlah sebuah kodrat.

Dalam pemaknaan saya mengenai kata kodrat ini adalah sesuatu yang mutlak diciptakan oleh Tuhan untuk setiap hambanya. Sesuatu ini dapat disebutkan berdasarkan sisi biologis. Perempuan itu menyusui karena memiliki kelenjar untuk menghasilkan asi. Perempuan juga menstruasi, hamil, dan melahirkan karena memiliki rahim dan alat reproduksi lainnya. Sedangkan laki-laki memiliki jakun, penis dan itu tidak ada pada perempuan.

Tapi terkadang kita juga salah memaknai bahwa laki-laki dan perempuan adalah gender itu sendiri. Padahal menurut Ilmu Sosiologi dan Antropologi, Gender adalah perilaku atau pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah dikonstruksikan atau dibentuk di masyarakat tertentu dan pada masa waktu tertentu pula. Ini saya kutip berdasarkan pencarian di Mbah Google. Garis bawahnya adalah perilaku dan pembagian peran. Bukan sisi biologis atau jenis kelamin. Dari sini sudah sangat terlihat jika memasak, menyapu dan bekerja itu tadi masuk kategori gender (pembagian peran).

Begitu pula soal pengasuhan anak. Ia bukan merupakan kewajiban perempuan saja melainkan tanggungjawab dan tugas laki-laki juga. Jika pun dalam hal ini ada pembagian tugas yang telah disepakati bersama misal untuk urusan domestik adalah perempuan sedangkan selainnya adalah laki-laki, maka tidak masalah. Asal tidak ada pemaksaan apalagi mengatasnamakan sesuatu yang keliru itu tadi. “Lho ini kan kodratmu. Sudah seharusnya kamu melakukan ini.”

Big No. Kamu salah besar jika masih terkungkung oleh pemikiran patriarki seperti itu. Seperti kalimat yang baru saja kamu baca diatas bahwa kodrat dan gender itu berbeda. Laki-laki dan perempuan itu juga tidak sama. Mengutip kata Mbak Najwa dalam podcast yang tadi saya sebutkan, bahwa yang diperjuangkan perempuan bukanlah kesamaan; akan tetapi kesetaraan. Sama itu plek ketiplek. Jika setara itu sepadan.

Perempuan tidak akan sama dengan laki-laki. Wong dalam al-Qur’an dan ilmu sains pun telah menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda. Kesetaraan yang diperjuangkan teman-teman perempuan adalah soal keadilan. Adil dalam setiap lini kehidupan.

Jadi begitu yang saya tuliskan hari ini. Tak perlu panjang-panjang. Karena siklus berfikirnya orang sekarang ini lebih suka yang pendek dan singkat. Semoga setelah kamu membaca tulisan sederhana ini mampu membuka tabir yang menutup akan pemaknaan tentang kodrat dan gender. Jika ada saran minggu depan menulis tentang apa atau ingin menanggapi isi tulisan ini, tinggalkanlah komentar. Terimakasih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholat Jama’ah dan I’tikaf

    Sholat Jama’ah dan I’tikaf

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Pak ustadz saya mau tanya, bolehkah setiap menunaikan sholat jama’ah, saya sambil sekalian niat i’tikaf dimasjid tersebut? apakah ketika saya keluar (pulang) dari masjid seketika itu i’tikaf saya langsung dihukumi batal? Mohon jawabannya. Terima kasih Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum I’tikaf adalah sunah muakkad jika kita tidak bernadzar untuk melakukannya, dan disayogyakan […]

  • PCNU-PATI Photo by 2081671

    Selamat Hari Ibu

    • calendar_month Jum, 23 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Berbicara soal peringatan hari ibu kemarin, kiranya sangat tepat jika tulisan saya kali ini bercerita tentang keseharian ibunda tercinta. Sosok inspiratif yang senantiasa mengajarkan saya banyak hal. Mulai dari bagaimana bersikap sebagai seorang perempuan hingga soal urusan perdapuran. Bagi saya ibu adalah seorang perempuan biasa yang memiliki semangat luar biasa. Ibu […]

  • Harlah NU  dengan Lomba Cerpen

    Harlah NU dengan Lomba Cerpen

    • calendar_month Sab, 8 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Pati. Lembaga Pendidikan Lutful Ulum Pasucen Pati, dalam merayakan Harlah NU Ke- 91 mengadakan lomba menulis cerpen, mulai dari tinggkatan MI, Mts, dan MA, hal tersebut dilakukan untuk menumbuhkan minat bakat menulis anak mulai sejak dini.             “Kegitan lomba cerpen ini sudah berlangsung sejak tahun lalu, jika tahun lala di khususkan buat tinggkatan MA saja, […]

  • Ini Cara Pelajar NU Jontro Peringati Haornas

    Ini Cara Pelajar NU Jontro Peringati Haornas

    • calendar_month Jum, 10 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 469
    • 0Komentar

      Suasana pertandingan bulu tangkis yang diselenggarakan oleh PR IPNU  WEDARIJAKSA – Dalam memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), PR IPNU Desa Jontro menggelar pertandingan bulu tangkis. Kegiatan tersebut diadakan di lapangan Desa Kajar pada Rabu (8/9) malam, pukul 20.00 WIB. Ali Mustain Ketua PR IPNU Desa Jontro mengatakan, Kegiatan ini berjalan atas inisiatif dari Departemen […]

  • Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

    Menarik, Salafiyah Tumbuhkan Giat Literasi Via Workshop

    • calendar_month Jum, 8 Nov 2019
    • account_circle admin
    • visibility 535
    • 0Komentar

    MARGOYOSO-Lemahnya minat menulis dikalangan pelajar saat ini terbilang sangat memprihatinkan. Indikasi paling sederhana adalah mulai sepinya majalah dinding sekolah dari karya-karya peserta didik. Jika alasan yang digunakan adalah beralihnya tempat berkarya dari konvensional menuju digital, ternyata di dunia elektronik pun kiprah kalangan peserta didik masih sangat minim. Arif Khilwa, salah satu pemateri saat memberika joke […]

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 803
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

expand_less