Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Kodrat dalam Bingkai Gender

Kodrat dalam Bingkai Gender

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 17 Mei 2024
  • visibility 376
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Hari ini jadwal saya menulis. Rasa malas akibat kurang nyamannya perasaan sejak tadi malam membuat saya kurang bersemangat merangkai kata. Jadi mohon dimaklumi jika anda membaca tulisan ini menemui kejanggalan atau kurang terhubung satu kalimat dengan lainnya. Harap bersabar ini bukan ujian. Dan saya ingin menyampaikan terimakasih jika anda berkenan meluangkan waktu membaca tulisan saya. Saya harus menyampaikan ini diawal untuk berjaga-jaga ketika diakhir penutup nanti saya terlupa mengucapkannya. Akhir kata selamat menikmati tulisan yang amat sederhana ini.

Kali ini saya ingin menulis tentang laki-laki dan perempuan. Barangkali dalam tulisan saya yang sebelum-sebelumnya sudah saya singgung, namun tulisan ini hadir bermaksud untuk menyegarkan kembali ingatan kita. Ibarat kata mengulang pelajaran yang lalu. Tulisan ini terinspirasi dari salah satu konten Youtube yang menghadirkan Mbak Najwa Shihab, Prilly Latuconsina, dan Enzy Storia. Mereka bertiga menjadi bintang tamu dalam menyoal perempuan dan segala isunya.

Saya jadi teringat ketika pertama kali mengikuti organisasi ekstra kampus yang sangat besar bahkan terbesar di Indonesia saat ini. Ketika itu dalam kegiatan pengenalan anggota baru, saya diperkenalkan dan dipahamkan tentang perbedaan kodrat dan gender. Menyapu, memasak, dan membereskan pekerjaan rumah lainnya yang kata sebagian orang adalah kodratnya perempuan, sedangkan bekerja adalah kodratnya laki-laki. Sejak kecil pemahaman saya ya hanya sebatas ini. Namun ternyata setelah belajar pada kegiatan tersebut saya sedikit paham bahwa menyapu, memasak, bahkan bekerja bukanlah sebuah kodrat.

Dalam pemaknaan saya mengenai kata kodrat ini adalah sesuatu yang mutlak diciptakan oleh Tuhan untuk setiap hambanya. Sesuatu ini dapat disebutkan berdasarkan sisi biologis. Perempuan itu menyusui karena memiliki kelenjar untuk menghasilkan asi. Perempuan juga menstruasi, hamil, dan melahirkan karena memiliki rahim dan alat reproduksi lainnya. Sedangkan laki-laki memiliki jakun, penis dan itu tidak ada pada perempuan.

Tapi terkadang kita juga salah memaknai bahwa laki-laki dan perempuan adalah gender itu sendiri. Padahal menurut Ilmu Sosiologi dan Antropologi, Gender adalah perilaku atau pembagian peran antara laki-laki dan perempuan yang sudah dikonstruksikan atau dibentuk di masyarakat tertentu dan pada masa waktu tertentu pula. Ini saya kutip berdasarkan pencarian di Mbah Google. Garis bawahnya adalah perilaku dan pembagian peran. Bukan sisi biologis atau jenis kelamin. Dari sini sudah sangat terlihat jika memasak, menyapu dan bekerja itu tadi masuk kategori gender (pembagian peran).

Begitu pula soal pengasuhan anak. Ia bukan merupakan kewajiban perempuan saja melainkan tanggungjawab dan tugas laki-laki juga. Jika pun dalam hal ini ada pembagian tugas yang telah disepakati bersama misal untuk urusan domestik adalah perempuan sedangkan selainnya adalah laki-laki, maka tidak masalah. Asal tidak ada pemaksaan apalagi mengatasnamakan sesuatu yang keliru itu tadi. “Lho ini kan kodratmu. Sudah seharusnya kamu melakukan ini.”

Big No. Kamu salah besar jika masih terkungkung oleh pemikiran patriarki seperti itu. Seperti kalimat yang baru saja kamu baca diatas bahwa kodrat dan gender itu berbeda. Laki-laki dan perempuan itu juga tidak sama. Mengutip kata Mbak Najwa dalam podcast yang tadi saya sebutkan, bahwa yang diperjuangkan perempuan bukanlah kesamaan; akan tetapi kesetaraan. Sama itu plek ketiplek. Jika setara itu sepadan.

Perempuan tidak akan sama dengan laki-laki. Wong dalam al-Qur’an dan ilmu sains pun telah menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda. Kesetaraan yang diperjuangkan teman-teman perempuan adalah soal keadilan. Adil dalam setiap lini kehidupan.

Jadi begitu yang saya tuliskan hari ini. Tak perlu panjang-panjang. Karena siklus berfikirnya orang sekarang ini lebih suka yang pendek dan singkat. Semoga setelah kamu membaca tulisan sederhana ini mampu membuka tabir yang menutup akan pemaknaan tentang kodrat dan gender. Jika ada saran minggu depan menulis tentang apa atau ingin menanggapi isi tulisan ini, tinggalkanlah komentar. Terimakasih.

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyelam sambil Minum Air, Berikut Rangkaian Pelantikan Pelajar NU Gembong

    Menyelam sambil Minum Air, Berikut Rangkaian Pelantikan Pelajar NU Gembong

    • calendar_month Sel, 15 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

      Pelantikan PAC IPNU Gembong dipimpin langsung Ketua PC IPNU Pati GEMBONG – PAC. IPNU-IPPNU Gembong sukses adakan pelantikan pada Minggu (13/2) malam di aula lantai dua Ponpes Shofa Az Zahro’. Acara sakral ini, berjalan penuh khidmat dan semangat. Sebab, selain dihadiri oleh ketua PC IPNU-IPPNU Pati, agenda tersebut juga dihadiri oleh para pengurus MWC-NU, […]

  • hoto by MATAQ Darul Ulum

    Pesantren sebagai Lembaga Tafaqquh fi Ad-din

    • calendar_month Sab, 17 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 596
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Secara historis pesantren sudah ada semenjak proses adanya bangsa Indonesia, bahkan pesantren ikut terlibat dalam perjuangan kemerdekaan. Pesantren memiliki usia setua bangsa Indonesia. Dan bahkan jauh lebih tua jika bangsa Indonesia ini diasumsikan lahir sesudah proklamasi. Lebih dari dengan fakta historis diatas, pesantren dapat dikalim pula sebagai sistem pendidikan asli Indonesia. […]

  • Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    Api Unggun dan Penutupan Resmi oleh Sekjen Ma’arif PBNU

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.594
    • 0Komentar

      Suasana khidmat dan penuh keakraban terasa pada malam api unggun sekaligus penutupan Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah. Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal LP Ma’arif PBNU, Haryando Oghie, pada Kamis (19/12/2025) malam. Api unggun menjadi simbol persatuan dan semangat kebersamaan seluruh peserta. Berbagai refleksi dan penampilan singkat […]

  • Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Rois Syuriah

    • calendar_month Sen, 2 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 642
    • 0Komentar

    Pada kesempatan ini redaksi akan menampilkan tanya jawab bersama Rois Syuriah PCNU Pati , KH. M. Aniq Muhammadun. Assalamualaikum Wr Wb Sebagai orang awam, saya ingin bertanya sama pak yai : di bumi nusantara tercinta ini kita sudah lazim dan sering kita lihat orang orang ziarah ke makam para auliya untuk mendoakannya dan sekaligus bertawasul, […]

  • PCNU-PATI

    Halal Bihalal Dosen dan Mahasiswa Piaud Stainu Purworejo

    • calendar_month Sel, 2 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Purworejo- PIAUD STAINU Purworejo melaksanakan silaturrahim/Halal Bihalal bersama yang dihadiri oleh Dosen dan mahasiswa PIAUD STAINU Purworejo. Dilanjutkan dengan pembukaan acara dan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Selasa 02 Mei 2023 “Dapat bersilaturahim untuk halal bihalal, kami mewakili segenap dosen prodi PIAUD STAINU Purworejo terimakasih telah meluangkan waktunya untuk hadir. Dan terimakasih untuk teman teman […]

  • Sudah Saatnya MWCNU Batangan  Lebih Maju

    Sudah Saatnya MWCNU Batangan Lebih Maju

    • calendar_month Sen, 7 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 462
    • 0Komentar

    Sabtu, (28/11/15) kemarin MWNU Kec Batangan mengadakan konferensi yang bertempat di MA Tarbiyatul Islamiyah Lengkong Batangan, turut hadir dalam acara tersebut para Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, Muspika, Polsek, Dandim serta para tamu undangan. “Sudah waktunya reorganisasi ini di lakukan dan di gantikan yang muda, lebih berwawasan luas dan lebih semangat dalam memimpin, saya […]

expand_less