Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

KH Maimun Zubair Sang Legenda Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 7 Agu 2019
  • visibility 699
  • comment 0 komentar

KH. Maimun Zubair adalah Ulama besar yang lahir di Indonesia. Pemikiran dan karyanya Tidak hanya dikaji di Indonesia, tapi juga dunia. Beliau meskipuntidak belajar di perguruan tinggi, tapi wawasannya yang luas dan pergaulannya yang mendunia, pemikirannya menjadi rujukan umat Islam dan dunia.

KH Maimun Zubair

Beliau produk asli Pesantren. Setelah dididik dengan keras dan disiplin oleh ayahnya, seorang Ulama besar, KH Zubair Dahlan, yang juga guru spesial Syaikhina KH MA Sahal Mahfudh dan KH Ahmad Fayumi Munji, beliau meneruskan di Pondok Lirboyo Kediri di bawah bimbingan langsung KH Abdul Karim, santri Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari.

Setelah itu, KH Maimun Zubair meneruskan petualangan ilmunya di Timur Tengah, khususnya di Haramain, belajar dengan ulama-ulama besar di sana. Antara lain Syaikh Yasin bin Isa Al Fadani, dan lain-lain. KH Maimun Zubair juga berguru kepada ulama-ulama besar Indonesia yang lain, seperti Syaikh Fadhol Senori dan KH Bisri Mustafa.

Beberapa Keunggulan

Pertama, KH Maimun Zubair sebagaimana lulusan PP Lirboyo adalah sosok yang dikenal ahli dalam Bidang nahwu-sharaf. Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil ala Alfiyyah Ibnu Malik menyedot para santri untuk berbondong-bondong mereguk kedalaman ilmu beliau.

Kedua, KH Maimun Zubair adalah sosok ulama ahli tafsir. Setiap kali pengajian tafsirnya, khususnya pada hari Ahad di PP Al Anwar Sarang dibanjiri santri dan kiai dari berbagai pelosok di Indonesia. Keterangannya renyah, humoris, dan banyak melahirkan inspirasi.

Ketiga, KH Maimun Zubair adalah sosok ulama yang menguasai sejarah, khususnya sejarah Islam. Beliau mampu menguraikan sejarah secara detail. Dalam pengajian kitab Tafsir, penjelasan beliau tentang sejarah sangat detail dan mendalam. Hal ini tidak lepas dari bacaan beliau yang luas terhadap khazanah keilmuan Islam yang kaya.

Keempat, KH Maimun Zubair adalah sosok mushannif (author) yang karyanya bernas dan ilmiah. Salah satunya adalah Al Ulama Wal Mujaddidun, Catatan Kitab tauhid Jauharatut Tauhid, Tsunami, Biografi Ulama Sarang dalam bahasa Arab, dan lain-lain.

Kelima, beliau adalah sosok guru yang berhasil melahirkan ulama-ulama besar. KH Abdul Wahid Bandungsari, KH Zuhrul Anam, KH Bahauddin Nursalim, KH Sya’roni, dan ulama-ulama lain adalah produk didikan KH Maimun Zubair. Alumni Al Anwar Sarang tampil sebagai ulama dan tokoh masyarakat yang diakui kedalaman ilmu dan keikhlasannya dalam berjuang.

Keenam, KH Maimun Zubair adalah tokoh penting Nahdlatul Ulama. Beliau pernah menjadi Rais Syuriyah PWNU Jateng, dan sampai akhir hayatnya, beliau adalah Mustasyar PBNU yang selalu ditunggu petuahnya.

Ketujuh, KH Maimun Zubair adalah sosok negarawan yang selalu mengobarkan dan memperjuangkan Islam moderat. Beliau mampu memadukan Islam dan kebangsaan. PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar 1945) beliau perjuangkan dengan sepenuh hati. Beliau sosok nasionalis yang pemikiran fiqh-tafsir-tasawufnya mengokohkan paham kebangsaan.

Di balik itu semua, KH Maimun Zubair adalah sosok ulama teduh, santun, dan berkarakter yang layak menjadi contoh dan teladan santri, kiai, umat, dan bangsa ini. Akhlak mulianya menghiasi kehidupannya sehari-hari. Beliau memuliakan tamu dengan ramah, penuh senyum, dan hormat.

Beliau sosok sufi yang selalu menghindari syubhat. Beliau sosok wirai dan zahid yang selalu menghidupi keluarga dari rizki yang benar-benar halal. Beliau mampu mendidik anak-anaknya menjadi tokoh umat dan bangsa yang mendalam ilmunya, agung akhlaknya, dan ikhlas perjuangannya di tengah umat.

Saat wafatnya beliau pagi menjelang subuh, Selasa, 5 Dzulhijjah 1440 / 6 Agustus 2019 pukul 04.17, Makkah tidak seperti biasa. Makkah hujan gerimis dan sepanjang perjalanan jenazah beliau, suasana mendung. Langitpun tertegun, sedih, dan tidak bisa menutupi kemurungannya atas wafatnya ulama besar ini.

Menurut informasi dari KH Said Abdurrahim, keponakan KH Maimun Zubair, usia KH Maimun Zubair adalah 91 tahun Masehi dan 94 Hijriyah.

Selamat jalan Kiaiku, semoga inspirasi keilmuan dan perjuanganmu tertancap kuat di dada kami, umat, bangsa, dan para santri baik di Indonesia maupun dunia.

اللهم اغفر له وارحمه وعافه واعف عنه. اللهم اجعل قبره روضة من رياض الجنة. اللهم اجعله من السعداء المقبولين واجعل الجنة مثواه، امين يا رب العالمين

RS An Nor Mekkah,
Selasa, 6 Agustus 2019, 5 Dzulhijjah 1440

Jamal Makmur Penulis:
Dr. Jamal Makmur, MA adalah Wakil Ketua PCNU Kab. Pati

*) Setiap tulisan opini yang dimuat dalam rubrik #NUKolom menjadi tanggung jawab penulis.
**) Tulisan ini juga diterbitkan di facebook Jamal Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan Syaikh Fadi Alamuddin Lebanon di MTs dan MA NU Miftahul Huda

    Kunjungan Syaikh Fadi Alamuddin Lebanon di MTs dan MA NU Miftahul Huda

    • calendar_month Sen, 28 Agu 2017
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Pati. Kegiatan belajar mengajar berjalan seperti biasanya, akan tetapi ada sesuatu berbeda  di MTs dan MA NU Miftahul Huda  di desa Sugihrejo Kec. Gabus karena mendapatkan tamu istimewa yaitu Syaikh Fadi Alamuddin dari Global University Lebanon,13/8 kemarin, bertempat di Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Dukuh Pasinggahan, acara berlangsung mulai pukul 07.00 – 09.00 wib. Maka dari […]

  • Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    Pengakuan Hak-Hak Perempuan

    • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 416
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikhah* Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang.  Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: antara Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan Jogja

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 454
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Setiap tempat menyimpan enigma, rasa, karsa, budaya, dan juga kata-kata. Terutama saat Ramadan seperti ini. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat, merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Jika mengingat tempat-tempat tertentu saat Ramadan, yang paling saya ingat tentu Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan […]

  • fff-png-2

    Bekerja Menjadi WTS

    • calendar_month Ming, 27 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 382
    • 0Komentar

      1.       Dizaman sekarang ini banyak sekali yang namanya WTS (wanita tuna susila), diantara alasan wts-wts tersebut adalah  bekerja sebagai WTS guna menghidupi kebutuhan hidup dirinya dan juga keluarganya.   Pertanyaan : a.      Bagaimana hukum menjadi WTS dengan alasan diatas, dan bagaimana jika karena menuruti hawa nafsu ?   Jawaban :Menjadi WTS sudah jelas hukumnya […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Rab, 8 Mar 2017
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, Pak kiai hal apa sajakah yang membuat kita terlarang menghadiri resepsi pernikahan ? Wa’alaikum salam warohmatullohi wabarokatuh Walimatul ‘ursi (resepsi pernikahan) dalam pandangan fiqih hukumnya adalah sunnah muakkadah, dan memenuhi atau menghadiri undangannya adalah wajib. akan tatapi kewajiban menghadiri walimatil ‘ursi  tidaklah mutlak, melainkan ada syarat-syarat yang harus terpenuhi. dan jika ada […]

  • PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    PKPNU 2025 Tinggal Menghitung Hari, Sekretaris PCNU: Sudah Siap!

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 4.519
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Pelaksanaan kegiatan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP-NU) Kabupaten Pati tinggal menghitung hari. Kecamatan Gembong menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan acara tersebut. Rencananya, PKP NU tahun 2025 ini akan diselenggarakan di ponpes Raudlatul Falah dan Pondok Thoriqoh Tanwirul Qulub, Bermi, Gembong Pati mulai 31 Oktober hingga 2 Nopember 2025. Dedi Syarif, Sekretaris […]

expand_less