Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pengakuan Hak-Hak Perempuan

Pengakuan Hak-Hak Perempuan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 25 Sep 2021
  • visibility 426
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikhah*



Kehidupan pra Islam membatasi bahkan mendiskriminasi para perempuan. Bahkan ia diperlakukan tidak manusiawi, seperti ketika bayi perempuan lahir maka banyak yang menguburnya hidup-hidup dengan alasan menganggap perempuan lemah tidak mampu berkontribusi dalam perang. 

Ada juga yang beranggapan jika membiarkannya hidup maka nanti akan merepotkan saja. Hadist dari Ibnu Abbas RA ia bercerita: Sayyidina Umar bin Khattab berkata kepada Rasulullah SAW, “Kami pada masa jahiliyyah tidak mengakui atau menganggap keberadaan seorang perempuan. 

Ketika Islam datang dan kemudian mereka (perempuan) disebutkan hak-haknya dan perannya oleh Allah maka pandangan kami berubah kepada mereka bahwa mereka juga mempunyai hak.” (HR Bukhori) Hadist ini menjelaskan bahwa kedatangan Islam memiliki spirit pembebasan kepada siapapun yang tertindas.

Selanjutnya hadist dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang menjadi wali (bertanggungjawab) terhadap anak-anak Perempuan dan itu dilakukan dengan sebaik-baiknya, maka itu akan menjadi tameng (perisai) yang menghalangi seseorang tersebut masuk ke dalam neraka.” (HR. Bukhori). 

Dari hadist ini sesungguhnya kita bisa menangkap makna bahwa anak perempuan itu berhak untuk dibesarkan, dipelihara/diasuh secara martabat, juga berhak memperoleh nafkah baik secara materiil maupun immateriil, berhak memperoleh pendidikan, berhak beraktualisasi secara sosial, dan lain sebagainya. Ketika itu dilakukan dengan baik maka hal tersebut akan menjadi penghalang orang yang mengasuh (mengurus) masuk ke dalam neraka. 

Penjelasan hadist ini sangat luar biasa. Peran kita sebagai orang tua dalam mendidik dan mengasuh anak terlebih anak perempuan sangat di apresiasi dan diberi ganjaran tinggi. Peran orang tua bukan hanya sebatas kepada kepala keluarga (laki-laki saja) perempuan/istri juga sangat diapresiasi oleh Islam dan menjanjikan mereka terhindar dari api neraka.

Membedakan laki-laki dan perempuan secara sengaja dalam Islam adalah kedzaliman. Perbedaan keduanya hanyalah dalam hal biologis semata. Kodrat seorang perempuan adalah hamil, menstruasi, nifas, menyusui, sedangkan laki-laki tidak. Kalau biasanya banyak yang mengatakan bahwa perempuan itu kodratnya merawat anak, memasak, menyapu, mengurus rumah itu adalah hal yang keliru. Karena yang demikian itu namanya peran bukan kodrat. 

Soal peran itu bisa dibagi dan tidak boleh menjadikan salah satu lebih rendah dari yang lainnya. Pandangan yang keliru pun adalah menjauhi perempuan yang sedang haid dengan anggapan bahwa ia kotor. Jika menganggap perempuan lebih rendah dari laki-laki karena menjalankan fungsi biologisnya, maka dia juga sesungguhnya sedang menganggap rendah pemberian Allah. 

Hadist dari Sayyidah Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Bahwa perempuan itu adalah mitra (saudara) laki-laki.” (HR Abu Dawud). Hadist ini pun menjadi dasar prinsip kesetaraan antara laki-laki dan perempuan adalah mitra dalam kebaikan.

Hadist dari Abu Burdah, ayahnya Abu Musa Al-Asy’ari RA berkata: Rasulullah SAW bersabda, “siapapun laki-laki yang memiliki budak perempuan kemudian memberikan pengajaran atau Pendidikan kepada budak tersebut dengan sebaik-baiknya pendidikan kemudian memerdekakan dan kemudian menikahinya, maka bagi orang tersebut mendapatkan pahala yang berlipat” (HR.Imam Bukhori). Budak adalah orang yang lemah, tidak punya perlindungan. Mengapa harus dinikahi? Jadi pada masa itu pernikahan adalah satu-satunya instrumen untuk melindungi para budak. Salah satu dobrakan yang luar bisa (revolusioner) adalah ketika Islam datang yaitu Islam menyeru pada semua manusia untuk memberi penghargaan, perlindungan, dan memanusiakan perempuan. 

Jika dilihat pada zaman sekarang memang sudah tidak ada yang namanya budak, akan tetapi kita bisa menariknya dalam konteks yang relevan didalam kehidupan kita. Masih banyak kita melihat perempuan yang dalam situasi rentan entah karena kondisi ekonominya, atau karena rendahnya Pendidikan yang ia miliki, atau karena status sosialnya atau karena faktor lainnya yang kemudian ini memposisikan dirinya dalam kondisi yang rentan. Jika seorang laki-laki melihat hal ini dan kemudian menjalankan seperti yang tertera dalam uraian diatas, maka berhak baginya mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah. 


*Pengurus Lazisnu Pati

 

 

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • city beside body of water during daytime

    Ilusi Kaum Kota: Slow Living di Desa

    • calendar_month Kam, 6 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 776
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Desa memang cenderung lebih unggul dibandingkan kota dalam urusan kualitas udara. Jumlah kendaraan berbahan bakar fosil dan industri makro yang sedikit menjadikan desa tempat yang baik untuk bernapas. Masyarakatnya juga punya kepedulian tinggi dan ramah-ramah. Gedung-gedung belum menjamah sampai ke sana, sehingga view alamnya lebih natural, tanpa solek bangunan tinggi. Nilai […]

  • PCNU-PATI

    Sarbumusi Sebut Sejumlah Perusahaan Tak Bayar Penuh UMK

    • calendar_month Rab, 30 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Pati Husaini menyebut masih ada sejumlah perusahaan di Pati yang belum penuhi Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) para buruh. Ia menyebutkan ada 5 hingga 10 perusahaan di Pati yang belum memenuhi tanggung jawab tersebut. Namun, ia tidak menyebutkan secara detail nama perusahaan yang dimaksud. Pernyataan […]

  • Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    Hadiri Apel Hari Ibu, Ini Pesan Ketua Muslimat NU Pati

    • calendar_month Kam, 22 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 470
    • 0Komentar

    PATI – Para pengurus PC Muslimat NU dan Fatayat NU menghadiri apel Hari Ibu, Kamis (22/12) pagi. Agenda ini diadakan oleh pemerintah Kabupaten Pati dan berlokasi di halaman Pendopo Kabupaten. Kehadiran lima puluhan ibu-ibu NU tersebut atas undangan dari Pemkab Pati. Selain Fatayat dan Muslimat, turut juga ratusan kaum hawa baik dari elemen pemerintah maupun […]

  • PCNU-PATI

    Pentas Seni Senja Berpuisi Perkenalkan Sastra Untuk Anak Muda

    • calendar_month Sen, 21 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 559
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Jakarta, Senin 21/8/2023,-  “Pentas seni Senja Berpuisi kali ini sengaja mengambil lokasi publik area untuk memperkenalkan dunia sastra khususnya kepada anak-anak muda generasi milenial di Kota Jakarta dan sekitarnya,” jelas Diki Lukman Hakim, Kepala Perpustakaan Jakarta dan Kepala Satuan Pelaksana Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB.Jassin. Dalam wawancara khusus dengan penulis  di ujung acara Pentas […]

  • Foto: Pemberangkatan calon jemaah haji di halaman Pendapa Kabupaten Pati.

    Enam Calon Jemaah Asal Pati Gagal Berangkat, Ini Penyebabnya

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Foto: Pemberangkatan calon jemaah haji di halaman Pendapa Kabupaten Pati.   Pcnupati.or.id, Pati – Sebanyak enam calon jemaah haji asal Kabupaten Pati, Jawa Tengah gagal berangkat pada tahun 2025 ini. Penyebabnya, keenam calon jemaah tersebut mengalami sakit hingga akhirnya mengundurkan diri. Plh Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati Abdul Hamid menjelaskan, keenam calon jemaah […]

  • Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

    Hadapi Era VUCA, Rektor INISNU Temanggung Bekali Peserta Yudisium FTK Strategi 3C dan Pilihan Karier

    • calendar_month Sab, 27 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.171
    • 0Komentar

      TEMANGGUNG – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung menggelar prosesi Yudisium dan Seminar Karier bagi para calon lulusannya. Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor INISNU Temanggung, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., yang memberikan arahan penting terkait tantangan dunia kerja modern. Hal itu disampaikan usai pembacaan Surat Keputusan oleh Dekan […]

expand_less