Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

Mahasiswa Prodi Pengembangan Masyarakat Islam IPMAFA Ikuti Bimtek di BSIP Jaken Pati

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 7 Nov 2024
  • visibility 373
  • comment 0 komentar

Pati-Segenap mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diadakan di Balai Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Jaken, Pati. Bimtek ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Penerap Standar Pertanian Mendukung Program Kementerian Pertanian”. Rabu (6/11/24)

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Bapak Agus Hasbianto, selaku Kepala BSIP, menjelaskan bahwa, pentingnya penerapan standar pertanian yang tepat guna dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung program-program unggulan Kementerian Pertanian. Beliau juga mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa IPMAFA dalam kegiatan ini, karena menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting dalam transformasi sektor pertanian di Indonesia.

“Melalui bimbingan teknis ini, kami berharap para mahasiswa dapat memahami lebih dalam tentang penerapan standar pertanian yang ramah lingkungan, serta mampu berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian yang lebih berkelanjutan,” terangnya.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Titi, seorang ahli pertanian yang berbagi pengetahuan mengenai pertanian ramah lingkungan. Dalam sesi ini, Ibu Titi menjelaskan tentang berbagai teknologi dan praktik pertanian yang tidak hanya mengutamakan hasil yang optimal, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan teknologi yang ramah lingkungan guna mendukung ketahanan pangan yang lebih baik.

“Sangat penting bagi kita semua untuk menjaga keseimbangan antara produksi pertanian dengan kelestarian alam. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan mendukung program-program Kementerian Pertanian,” paparnya.

Antusiasme peserta sangat terlihat selama sesi materi, di mana banyak mahasiswa yang aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara-cara praktis untuk menerapkan prinsip pertanian ramah lingkungan di lapangan.

Acara ditutup dengan pemberian sertifikat secara simbolis kepada peserta oleh Ketua BSIP, sebagai tanda penghargaan atas partisipasi mereka dalam kegiatan Bimtek ini. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi bekal tambahan bagi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi mereka di bidang pertanian.

Melalui kegiatan ini, IPMAFA berharap agar mahasiswa Prodi PMI tidak hanya mendapatkan ilmu teoretis, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan di masyarakat, khususnya dalam pengembangan pertanian berkelanjutan yang mendukung program-program Kementerian Pertanian.

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Allah Selalu Indah

    Rencana Allah Selalu Indah

    • calendar_month Sen, 15 Feb 2016
    • account_circle admin
    • visibility 335
    • 0Komentar

    Allah dalam menciptakan suatu kehidupan tak lain berpasang-pasang. Demikian pun makhluknya manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lainnya. Ada bumi ada langit, sehat dengan sakit, ada yang miskin ada yang kaya, ada laki-laki ada pula perempuan dan seterusnya. Begitulah Allah maha Adil untuk ciptaannya dalam kehidupan alam semesta ini. Dalam kehidupan manusia sejak pertama kali diciptakan oleh […]

  • PCNU Pati Bantah Dukung Mutlak Lima Hari Sekolah

    Opsional Lima atau Enam Hari Sekolah Kewenangan Mutlak Satpen.

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 368
    • 0Komentar

      Pati – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati membantah mendukung atau menolak secara mutlak penerapan lima hari sekolah. ’’PCNU Kabupaten Pati tidak menolak atau mendukung secara mutlak kebijakan 5 Hari Sekolah, karena disamping mekanismenya sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan, juga berharap tidak terjadi cacat prosedur dalam kebijakan-kebijakan yang ditempuh oleh Pemerintah Daerah,” ujar […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Jum, 15 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Saya mau membuka sebuah usaha, namun tetangga saya sudah ada yang menjalankan usaha yang serupa, saya kawatir jika saya menjalankan usaha tersebut tetangga saya akan merasa tersaingi, mohon dijelaskan bagaimana pandangan fiqih tentang usaha tersebut, apakah saya perlu meminta izin pada tetangga saya ?. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Membuka usaha […]

  • NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    NU Trangkil, Wanita Haidh Boleh Baca Qur’an dengan Syarat

    • calendar_month Jum, 1 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Suasana Bahtsul masail MWCNU Trangkil di Masjid Sirojul Anam, Wonokerto, Pasucen TRANGKIL – MWC NU Kecamatan Trangkil melaksanakan Bahstul Masa’il, Jumat (1/10) siang tadi. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Sirojul Anam Wonokerto, Pasucen tersebut menghasilkan satu hukum fikih yang cukup bermanfaat bagi kehidupan masyarakat khususnya para penghafal al-Qur’an.  “Forum ilmiah ini menjadi rutinan kita,” […]

  • PCNU-PATI Photo by frolicsomepl

    Menjadi Kaya seperti Tuhan

    • calendar_month Kam, 3 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin*  Amou Hajj, pria asal Iran yang memegang gelar juara dunia sebagai manusia terkotor akhirnya meninggal dunia pada 23 Oktober lalu. Pria renta ini disinyalir sudah 60 tahun tidak mandi, sebab ia haqqul yakin bahwa jika dia mandi, maka akan mati.  Tak hanya absen mandi selama enam dekade, kebiasaan hidup Amou Hajj […]

  • Menjawab Adzan di TV

    Menjawab Adzan di TV

    • calendar_month Sel, 20 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 310
    • 0Komentar

        Pertanyaan : Bagaimana hukumnya menjawab adzan dari Radio ataupun Televisi yang biasa sering kita dengar dan apakah adzannya Radio ataupun Televisi sudah mencukupi sunatnya adzan di tempat itu? Jawaban :Hukum menjawabnya adzan adalah sunat, apabila suara adzan tersebut langsung dari mu`addzinnya, dan apabila dari kasetrekaman maka tidak sunat. Dan adzan tersebut tidak mencukupi […]

expand_less