Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • visibility 9.854
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama.

​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan oleh Syekh Ahmad Mutamakkin (Mbah Mutamakkin), masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat persemaian ajaran Islam dan basis pemberdayaan masyarakat pada masanya.

​Masjid Jami’ Kajen didirikan pada tahun 1107 Hijriah atau sekitar 1695 Masehi. Meski telah melalui tiga kali pemugaran yakni pada tahun 1910, 1952, dan 2010, namun keaslian arsitektur Jawa Kuno tetap dipertahankan.

​Atap masjid berbentuk tumpang tiga yang melambangkan tingkatan spiritual: Iman, Islam, dan Ihsan. Kekokohan bangunan ini didukung oleh dinding dan tiang berbahan kayu jati asli. Di dalamnya, suasana klasik terasa kental dengan keberadaan lampu gantung antik dan jam dinding kuno yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu.

​Koordinator Islamic Center Kajen, Mohammad Azwar Anas, menjelaskan bahwa masjid ini menyimpan peninggalan berupa papan bersurat (sengkalan) sebagai penanda waktu pembangunan. Selain itu, terdapat mimbar khotbah dengan ukiran satwa yang sarat filosofi.

​”Ukiran naga melambangkan sifat tirakat (menahan hawa nafsu), gajah melambangkan kekuatan diri dalam menghadapi rintangan, dan burung kuntul yang mematuk bulan bermakna cita-cita tinggi serta kemampuan beradaptasi di berbagai medan,” jelas Anas, Senin (2/3/2026).

​Sejarah mencatat Mbah Mutamakkin sebagai sosok ulama visioner abad ke-18. Setelah menuntut ilmu kepada Syekh Zein di Yaman dan menunaikan ibadah haji, ia terdampar di pesisir utara Jawa dan akhirnya menetap di Kajen.

​Di tangan Mbah Mutamakkin, Masjid Jami’ Kajen bertransformasi menjadi pusat perlawanan terhadap ketidakadilan sosial. Saat itu, masyarakat terhimpit oleh beban pajak tinggi dari Pemerintah Kolonial Belanda dan Kerajaan Kartasura.

​Alih-alih mengangkat senjata secara konfrontatif, Mbah Mutamakkin memilih jalur pemberdayaan. Beliau membangun kesadaran kritis masyarakat agar mampu berdikari secara ekonomi dan berpikir mandiri.

“Masyarakat berkumpul di masjid untuk membahas dinamika sosial, yang kemudian ditindaklanjuti dengan kajian atau halaqoh,” tambah Anas.

​Kritisme dan pengaruh Mbah Mutamakkin sempat membuat pihak kerajaan khawatir akan adanya pemberontakan. Berbagai tuduhan miring dialamatkan kepadanya, termasuk fitnah mengenai ajaran “nyentrik” dan isu memelihara anjing.

​Mbah Mutamakkin pun disidang di Kartasura dengan ancaman hukuman mati. Namun, ketenangan dan kedalaman ilmu yang beliau tunjukkan justru meluluhkan hati Raja Kartasura. Tak hanya dibebaskan dari segala tuduhan, Desa Kajen bahkan ditetapkan sebagai Tanah Perdikan (daerah bebas pajak).

​Cikal Bakal Puluhan Pondok Pesantren
​Keberhasilan Mbah Mutamakkin dalam membela hak masyarakat memicu gelombang santri yang ingin menimba ilmu. Awalnya, para santri datang dari luar daerah dan membangun pondokan secara swadaya agar lebih efektif dalam belajar.

​Semangat kemandirian itulah yang menjadi cikal bakal menjamurnya pesantren di Kajen. Hingga saat ini, tradisi tersebut tetap lestari.

“Saat ini tercatat ada sekitar 90 pondok pesantren di Kajen dengan total santri mencapai lebih dari 10.000 orang,” pungkas Anas. (Angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

    Khitan Gratis, Program LAZISNU Kec Pucakwangi

    • calendar_month Sen, 28 Jun 2021
    • account_circle admin
    • visibility 480
    • 0Komentar

      Pati. Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, melalui NU Care meluncurkan program khitan gratis.   Program ini diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.   Khitan gratis ini terealisasi berkat kerja sama Lazisnu Pucakwangi dengan Rumah Khitan As-Syifa Tegalwero, Pucakwangi.    Semenjak diluncurkan pada awal tahun ini, program tersebut […]

  • Hari Pertama Ta'aruf, Siswa Ma'arif Diingatkan untuk Jaga Marwah NU

    Hari Pertama Ta’aruf, Siswa Ma’arif Diingatkan untuk Jaga Marwah NU

    • calendar_month Rab, 15 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.740
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah telah berlangsung. Setiap sekolah dan madrasah berusaha memperkenalkan khazanah masing-masing kepada peserta didik baru. Yayasan Al Ma’arif Gembong secara serentak melakukan Apel Pembukaan Masa Taaruf Siswa Baru pada Selasa (14/7) lalu di lapangan Kavoc Gembong. Dalam agenda yang diikuti oleh peserta didik baru mulai […]

  • Siswi MA Salafiyah Kajen Pati Lolos Seleksi Presentasi Draf Rencana Aksi Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Tingkat Nasional Tahun 2023

    Siswi MA Salafiyah Kajen Pati Lolos Seleksi Presentasi Draf Rencana Aksi Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Tingkat Nasional Tahun 2023

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Siswi MA Salafiyah Kajen Pati atas nama Zulfa Farikha berhasil lolos seleksi tahap presentasi dan terpilih mengikuti pelatihan dalam Pemilihan Inisiator Muda Moderasi Beragama Madrasah Tingkat Nasional Tahun 2023 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Kegiatan yang diikuti oleh ratusan peserta dari perwakilan madrasah se-Indonesia ini diawali dengan seleksi naskah dan […]

  • NU Pati Akan Mendirikan Perguruan Tinggi

    NU Pati Akan Mendirikan Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sel, 11 Agu 2015
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    Kabar NU:  Senin 10 Agustus 2015, bertempat di gedung NU lantai 3. Pengurus Cabang nahdlatul Ulama dan Panitian Penyelenggara Pengadaan Tanah Untuk Kampus Lembaga Pendidikan Nahdlatul Ulama, mengadakan pertemuan dengan MWC NU dan Alumni PKPNU Angkatan 1 Se-Kab Pati. Dengan agenda utamanya yaitu para warga Nahdaltul Ulama di ajak bergotong royong untuk ikut serta dalam […]

  • PCNU-PATI

    Bicara Abad ke-2 NU, Gus Yahya: Berdaya Saja Tidak Cukup

    • calendar_month Rab, 22 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 428
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. JAKARTA – Puthut EA, pemilik kanal youtube dan media Mojok.co baru-baru ini mewawancarai Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf.  Dalam video yang tayang Selasa (21/2) kemarin, Puthut menggali secara mendalam seputar pribadi Gus Yahya dan kiprah NU.  Bahkan, selama satu jam empat belas menit, banyak ilmu dan pengetahuan yang divisualisasikan. Di antaranya, makna […]

  • PCNU-PATI

    Filantropi Zakat Fitrah

    • calendar_month Jum, 5 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 537
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Momentum Ramadan menjadi urgen untuk meningkatkan filantropi zakat fitrah dan zakat lain dari sisi penghimpunan dan pendistribusian. Di tengah kehidupan modern yang sering kali dikuasai oleh komersialisme, konsumsi berlebihan, njajan okeh, konsep filantropi seringkali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, kata filantropi masih asing bagi sebagian umat Islam. Duh! Akan tetapi, di […]

expand_less