Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

Masjid Jami’ Kajen Pati: Saksi Bisu Perjuangan Mbah Mutamakkin Membangun Desa Santri

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 2 Mar 2026
  • visibility 9.865
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, dikenal sebagai salah satu poros pesantren di Bumi Mina Tani. Puluhan pondok pesantren berdiri kokoh di “Desa Santri” ini, menjadi magnet bagi ribuan santri dari berbagai penjuru daerah untuk menimba ilmu agama.

​Tradisi religius yang kuat ini tidak lepas dari sejarah panjang Masjid Jami’ Kajen. Didirikan oleh Syekh Ahmad Mutamakkin (Mbah Mutamakkin), masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan pusat persemaian ajaran Islam dan basis pemberdayaan masyarakat pada masanya.

​Masjid Jami’ Kajen didirikan pada tahun 1107 Hijriah atau sekitar 1695 Masehi. Meski telah melalui tiga kali pemugaran yakni pada tahun 1910, 1952, dan 2010, namun keaslian arsitektur Jawa Kuno tetap dipertahankan.

​Atap masjid berbentuk tumpang tiga yang melambangkan tingkatan spiritual: Iman, Islam, dan Ihsan. Kekokohan bangunan ini didukung oleh dinding dan tiang berbahan kayu jati asli. Di dalamnya, suasana klasik terasa kental dengan keberadaan lampu gantung antik dan jam dinding kuno yang menjadi saksi bisu perjalanan waktu.

​Koordinator Islamic Center Kajen, Mohammad Azwar Anas, menjelaskan bahwa masjid ini menyimpan peninggalan berupa papan bersurat (sengkalan) sebagai penanda waktu pembangunan. Selain itu, terdapat mimbar khotbah dengan ukiran satwa yang sarat filosofi.

​”Ukiran naga melambangkan sifat tirakat (menahan hawa nafsu), gajah melambangkan kekuatan diri dalam menghadapi rintangan, dan burung kuntul yang mematuk bulan bermakna cita-cita tinggi serta kemampuan beradaptasi di berbagai medan,” jelas Anas, Senin (2/3/2026).

​Sejarah mencatat Mbah Mutamakkin sebagai sosok ulama visioner abad ke-18. Setelah menuntut ilmu kepada Syekh Zein di Yaman dan menunaikan ibadah haji, ia terdampar di pesisir utara Jawa dan akhirnya menetap di Kajen.

​Di tangan Mbah Mutamakkin, Masjid Jami’ Kajen bertransformasi menjadi pusat perlawanan terhadap ketidakadilan sosial. Saat itu, masyarakat terhimpit oleh beban pajak tinggi dari Pemerintah Kolonial Belanda dan Kerajaan Kartasura.

​Alih-alih mengangkat senjata secara konfrontatif, Mbah Mutamakkin memilih jalur pemberdayaan. Beliau membangun kesadaran kritis masyarakat agar mampu berdikari secara ekonomi dan berpikir mandiri.

“Masyarakat berkumpul di masjid untuk membahas dinamika sosial, yang kemudian ditindaklanjuti dengan kajian atau halaqoh,” tambah Anas.

​Kritisme dan pengaruh Mbah Mutamakkin sempat membuat pihak kerajaan khawatir akan adanya pemberontakan. Berbagai tuduhan miring dialamatkan kepadanya, termasuk fitnah mengenai ajaran “nyentrik” dan isu memelihara anjing.

​Mbah Mutamakkin pun disidang di Kartasura dengan ancaman hukuman mati. Namun, ketenangan dan kedalaman ilmu yang beliau tunjukkan justru meluluhkan hati Raja Kartasura. Tak hanya dibebaskan dari segala tuduhan, Desa Kajen bahkan ditetapkan sebagai Tanah Perdikan (daerah bebas pajak).

​Cikal Bakal Puluhan Pondok Pesantren
​Keberhasilan Mbah Mutamakkin dalam membela hak masyarakat memicu gelombang santri yang ingin menimba ilmu. Awalnya, para santri datang dari luar daerah dan membangun pondokan secara swadaya agar lebih efektif dalam belajar.

​Semangat kemandirian itulah yang menjadi cikal bakal menjamurnya pesantren di Kajen. Hingga saat ini, tradisi tersebut tetap lestari.

“Saat ini tercatat ada sekitar 90 pondok pesantren di Kajen dengan total santri mencapai lebih dari 10.000 orang,” pungkas Anas. (Angga/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ponpes Al Akrom, Tuan Rumah Pelantikan MWC NU Margorejo

    Ponpes Al Akrom, Tuan Rumah Pelantikan MWC NU Margorejo

    • calendar_month Ming, 29 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 502
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id– MARGOREJO – Majis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Margorejo baru saja menggelar Pelantikan. Kegiatan tersebut dihelat di Ponpes Al Akrom, Banyuurip pada Ahad (29/1). Ro’is Syuriyah sekaligus pengasuh Ponpes Al Akrom, KH. Imam Al Mukromin menegaskan bahwa pondoknya memang sudah sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan Nahdlatul Ulama. Sementara, Ketua Tanfidziyah, Kiai Mahfid menjelaskan dipilihnya […]

  • KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

    KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.242
    • 0Komentar

    Oleh : Agus Salim* Potret KH. Abdul Kholiq Mojolawaran KH. Abdul Kholiq merupakan ulama yang  lahir di Pati Jawa Tengah. Sejarah panjang yang menceritakan tentang gigihnya ulama yang satu ini dalam mendampingi masyarakat pedesaan, untuk memperkenalkan agama Islam. Telah termaktub dalam buku yang ditulis oleh Agus Salim yang berjudul “Berkhidmat Mengarungi dan Menyemai Jejak-Jejak Zaman […]

  • Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

    Peringatan Satu Abad NU, Wasekjen PBNU Benerkan 4 Program Prioritas

    • calendar_month Rab, 28 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.284
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Dalam rangka memperingati 1 abad Nahdlatul Ulama, Kader Pemggerak NU Pati menggelar temu kader di Institut Pesantren Mathaliul Falah (IPMAFA), Ahad (25/1) pagi. Agenda tersebut dihadiri sedikitnya oleh 400 kader penggerak NU. KH. Ulil Abshar Abdalla (Ketua PBNU), KH. Amir Ma’ruf, (Wasekjen PBNU) dan KH. Abdul Ghoffar Rozin (Ketua PWNU Jateng sekaligus […]

  • PCNU PATI - Eratkan Silaturahmi, PAC IPNU IPPNU Cluwak Gelar Pertemuan Triwulan

    Eratkan Silaturahmi, PAC IPNU IPPNU Cluwak Gelar Pertemuan Triwulan

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    CLUWAK – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cluwak melaksanakan pertemuan Triwulan di Gedung Muslimat Payak Tengah pada Ahad (17/4/2022). Ketua PAC IPNU Kecamatan Cluwak, Abdul Majid mengatakan forum triwulan digelar untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota IPNU-IPPNU se-Kecamatan Cluwak, baik dari tingkat Pimpinan […]

  • Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

    Gelar Halal Bihalal, RMI PWNU Jateng Bahas Agenda untuk Perkuat Pesantren dan Madin

    • calendar_month Ming, 21 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 651
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- MAGELANG – Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU) Jawa Tengah mengadakan halal bihalal dengan seluruh jajaran pengurus RMI kab/kota se-Jawa Tengah di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Asri Giri, Magelang, Sabtu (20/5/2023). Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua PWNU Jateng KH Muzammil, Rois Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidillah Shodaqoh, Pengasuh Pondok […]

  • Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pangkalan

    Siswa MA Salafiyah Kajen Pati Tanam 2.000 Bibit Mangrove di Pesisir Pangkalan

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 660
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id -Sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, para siswa MA Salafiyah Kajen, Margoyoso, Pati, melakukan aksi nyata dengan menanam 2.000 bibit mangrove di pesisir Pantai Desa Pangkalan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, pada Rabu (14/3/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Hidup Berkelanjutan”. Dalam pelaksanaannya, […]

expand_less