Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

NU ‘Wali Nikah’ Budaya – Agama

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 9 Feb 2023
  • visibility 407
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Perkawinan adalah langkah membangun beradaban. Mengawinkan dua sijoli yang berbeda genre hingga latar belakang lingkungan akan menghasilkan generasi melalui proses romantisme dalam naungan gerimis malam-malam yang penuh kenikmatan. Semua karena di dasari cinta.

Maka, cinta adalah prinsip nomor dua. Sebab, prinsip pertamanya adalah perbedaan.

Kita dilarang menikah dengan sesama jenis, meski sama-sama cinta. Karena, hubungan semacam ini tak akan menghasilkan generasi penerus peradaban. Bisa di bilang, ini adalah prinsip berikutnya.

Namun, bukankah kita bisa memproduksi generasi tanpa pernikahan? Balik, apakah kita mau generasi penerus bangsa dicetak di kebun singkong yang sepi atau rumah pacar yang ditinggal bapak-ibunya?

Apa yang kita banggakan jika generasi penerus kita bikin lewat jalur gelap, menentang norma dan pastinya tanpa didahului doa, Allahumma jannibnaa assyaithaan??

Jadi jelas!, prinsip pernikahan adalah perbedaan, cinta, kesucian, melanggengkan eksistensi dan membawa kebahagiaan.

NU ‘Wali Nikah’ Budaya-Agama

Selama seratus tahun, NU telah menunjukkan kiprah organisasi. Namun jika berbicara kultur, nyatanya ulama-ulama model kiai NU sudah eksis di gelanggang dakwah Nusantara sejak zaman bahelak.

Mereka mengawinkan (lebih tepatnya mengakulturasi) kultur dengan agama. Selamatan yang sarat animisme, digubah dengan memasukkan nilai-nilai islami, macam doa, wirid, tahlil dan lainnya.

Pun ranah seni tak lepas dari tangan halus para wali. Pewayangan, hingga seni musik, semua bisa dijadikan media dakwah. Bahkan beberapa wali songo juga dikenal sebagai komposer, sutradara bahkan pencipta lagu.

Dengan pemdekatan ramah ini, dakwah telah kembali ke fitrahnya, mengajak, bukan membentak bahkan ‘memperkosa’ kehendak.

Bayangkan jika para pendakwah timur tengah dulu datang dan tiba-tiba bilang, “antum bi’ah, kafir, musyrik, neraka, jahannam!.” Bisa pulang dalam keadaan hidup saja sudah alhamdulillah.

Namun, para wali tidak melakukannya. Mereka mencintai perbedaan, melakukan ‘perkawinan’ budaya-agama dan melaksanakan misi islamisasi dengan tetap menjaga kesucian nilai.

Terpenting, para wali tersebut juga membawa kebahagiaan, hingga diteruskan oleh para pendiri NU, generasi hasil ‘hubungan sah’, suci nan harmonis antara agama dan Budaya Nusantara.[]

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Harmoni Widiya

    Dari Balik Jendela Kaca

    • calendar_month Ming, 21 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Oleh : J. Intifada Ben, junior di kampus yang sekarang satu perusahaan denganku. Cowo flamboyan yang suka dikelilingi karyawan-karyawan perempuan di kantorku. Sikapnya yang ramah, baik dan suka membantu membuat para teman kantor menyukainya. Bahkan tanpa aku sadari sudah satu tahun saat kami bekerja, dia sudah beberapa kali membuat cewek-cewek magang terbawa perasaannya. “Kamu kenapa […]

  • Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    Gus Rozin Sampaikan Pesan Penting di Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III IPMAFA Pati

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 388
    • 0Komentar

      Pati– Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PWNU Jawa Tengah menggelar Muktamar Ilmu Pengetahuan ke III di Kampus Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati pada Sabtu (13/09/2025). Acara dikemas dalam forum diskusi, pelatihan jurnal ilmiah, serta pelatihan esai khusus bagi para pelajar NU. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh KH. Abdul Ghaffar […]

  • Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    Mushofahah (Jabat Tangan), Bisakah Melebur Dosa?

    • calendar_month Sel, 3 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 406
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pixabay Sudah menjadi kebiasaan kita kaum muslimin, setelah melakukan sholat `ied al-fithrikita melakukan mushôfahah (bersalaman).  Pertanyaan : Apakah mushôfahah tersebut sudah bisa melebur dosa-dosa kita (haq al-adamiy) tanpa harus menyebut dosa-dosanya ?   Jawaban :Mushôfahahtersebut belum bisa melebur dosa-dosa yang ada hubungannya dengan haq al-adamiy (hak-hak sesama manusia).   Referensi : & Kasyifah […]

  • Lazisnu – Zawa Ipmafa Kembali Bekerjasama

    Lazisnu – Zawa Ipmafa Kembali Bekerjasama

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Para petinggi Lazisnu Pati dan perwakilan Prodi Zakat dan Wakaf Ipmafa Pati sesaat setelah penyerahan mahasiswa PPL di kantor NU-Care Lazisnu Pati PATI – Sebagai upaya meningkatkan semangat filantropi di lingkungan NU, khususnya bagi anak muda, NU Care-LAZISNU Pati menjalin kerja sama dengan Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA). Duet ini dilakukan dalam bentuk program PPL […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Sayman & Kartinah. Photo by Mayur Deshpande on Unsplash.

    Sayman & Kartinah

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Sudah lama terlintas di kepala saya, dengan polah pilah kehidupan teman satu komplek di perumahan. Saat bulan April tiba selalu ada saja yang diributkan. Baik tentang penampilan dengan Kebaya terbaru, desain unik dan ciamuk, serta tusuk konde, mengunakan model pipih atau lonjong, dengan pahan logam, atau perak bercampur dengan emas tembaga. Kartina selalu saja ribet […]

  • Dua Ranting IPNU IPPNU Adakan Zibar

    Dua Ranting IPNU IPPNU Adakan Zibar

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 602
    • 0Komentar

      Para pengurus Rantinf IPNU IPPNU Sukolilo dan Kuwawur melakukan foto bersama di depan makam Syeikh Ahmad Mutamakkin, Kajen setelah berziarah di sana. SUKOLILO – PR IPNU IPPNU Sukolilo bersama dengan PR IPNU IPPNU Kuwawur mengadakan acara “Zibar” (Ziarah Bareng) pada Ahad (5/9). Mereka melakukan ziarah di sejumlah tempat. Diantaranya di  Makam Syekh Ahmad Shodiq, […]

expand_less