Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

 

Menulis merupakan salah satu bentuk ketrampilan dengan cara mengungkapkan gagasan, ide, perasaan melalui bentuk tulisan. Sedangkan aktivitas menulis bisa terbentuk apabila diimbangi dengan memperbanyak membaca dan terus berlatih untuk menulis. Karena esensi menulis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dengan begitu, tradisi menulis baik di sekolah, pesantren, dan di masyarakat akan terus berjalan apabila budaya membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dan kegiatan rutinitas bagi mereka.

Dalam hal ini, salah satu kiai yang sangat penting untuk diteladani berkaitan dengan tradisi menulis adalah KH. Bisri Mustofa Rembang. Beliau adalah ayahanda KH. Mustofa Bisri atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Gus Mus. KH. Bisri Mustofa merupakan sosok kiai yang produktif dalam bidang tulis-menulis pada zamannya. Hal ini dijelaskan menurut salah satu putra beliau KH. M. Cholil Bisri bahwa “karangan-karangan beliau yang sudah dicetak  jumlahnya ada 276 judul dan semuanya sudah dijual ke penerbit.”  Hal ini menunjukkan semangat untuk menulis dan terus berkaya selalu melekat pada diri beliau, sehingga menulis bagi beliau sudah seperti bernafas.

Etos dalam dunia tulis-menulis yang dibawa oleh Mbah Bisri sapaan akrab KH. Bisri Mustofa, memang patut untuk dijadikan teladan. Dalam keadaan apa pun, baik itu di rumah, di perjalanan, di hotel, dan bahkan di dalam mobil, beliau tetap selalu menulis. Beliau menulis didasari dengan rasa senang. Rasa senang membuat aktivitas apa pun yang dilakukan beliau menjadi enak dan menyenangkan untuk dijalani. Sehingga, menulis bagi beliau sudah menjadi rutinitas untuk mendapatkan keberkahan dan reziki.

Apa sebenarnya resep ampuh yang dilakukan oleh Mbah Bisri sampai sedemikian produktif? Gus Mus pernah bercerita, suatu ketika Mbah Bisri bertemu dengan Kiai Ali Maksum Krapyak. Mereka berdua berbincang-bincang.

“Apa sih resep sampeyan bisa begitu produktif menulis, sementara saya setiap kali mau menyelesaikan tulisan selalu gagal di pertengahan jalan? Sedangkan kalau soal kealiman, Insya Allah saya tidak kalah dari sampeyan,” ujar Kiai Ali Maksum. Mendengar pertanyaan tersebut, jawaban Mbah Bisri cukup mengejutkan. “Lha soalnya sampeyan menulis lillahi ta’ala sih!” Kiai Ali Maksum kemudian bertanya kembali. “Lha kiai kok noatnya tidak lillahi ta’ala, terus niatnya apa?”  

“Saya niat menulis itu nyambut gawe. Saya seperti halnya penjahit. Lihatlah penjahit, walaupun ada tamu, penjahit tidak akan berhenti menjahit. Dia menemani tamunya sambil terus menjahit, jika tidak, dia tidak bisa makan. Saya juga begitu. Kalau diawali dengan niat mulia, setan akan mengganggu sampeyan dan tulisan sampeyan tidak akan selesai. Nanti kalau tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niati yang mulia-mulia, linasyril ‘ilmi misalnya. Jadi, setan perlu kita tipu,” jawab Mbah Bisri panjang lebar.

Potret Mbah Bisri sebagai seorang kiai yang sangat produktif dalam bidang menulis, penting untuk dijadikan teladan. Sekarang ini memang semakin banyak kiai yang produktif menulis. Akan tetapi, harus diakui bahwa jumlah kiai yang menekuni dunia literasi masih sangat sedikit dibandingkan keseluruhan jumlah kiai yang ada. Padahal, dari sisi khazanah pengetahuan yang dimiliki, para kiai tersebut jelas memiliki modal berlimpah untuk menulis. Mungkin hanya kebiasaan dan kemauan untuk menulis saja yang harus ditumbuhkembangkan. Karena menulis membutuhkan ketekunan dan keseriusan.

Oleh karena itu, untuk bisa menjadi penulis yang produktif, perlu kiranya niat kita pertama harus kita luruskan, jangan langsung lillahi ta’ali, melainkan untuk nyambut gawe. Sebagaimana tadi dijelaskan oleh Mbah Bisri. Baru setelah tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niatilillahi ta’ala atau niat yang mulia. Dengan begitu, produktivitas dalam dunia tulis-menulis santri akan terus terjaga dan menghasilkan sebuah karya. (Siswanto, Pecinta Buku)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Angkat Tema Seni, PAC IPPNU Kayen Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

    Angkat Tema Seni, PAC IPPNU Kayen Gelar Pelatihan Kerajinan Tangan

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 379
    • 0Komentar

      Para peserta pelatihan kerajinan tangan yang digagas oleh PAC IPPNU Kayen  KAYEN – PAC IPPNU Kecamatan Kayen baru saja mengadakan acara ‘Rekanita Talk’ di TPQ Al-Hidayah Dukuh Mbuloh Desa kayen. Kegiatan tersebut berupa pelatihan kerajinan tangan dalam bentuk pembuatan Bros cantik, Sabtu (4/9). Sri Wahyuni, Waka Departemen OSB PAC IPPNU Kayen mengungkapkan, tema yang […]

  • Pendidikan 'Celana Dalam' dan 'Sikat Gigi'. Photo by Superkitina on Unsplash.

    Pendidikan ‘Celana Dalam’ dan ‘Sikat Gigi’

    • calendar_month Kam, 29 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Dalam sebuah kesempatan, Budayawan Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) bercerita tentang Gus Dur dan Gus Mus yang ‘mengospek’ juniornya di Al Azhar, Cairo. Dia tak lain adalah KH. Syukri Zarkasyi, Empunya Gontor. Perdana KH. Syukri menginjakkan kaki di Negeri Piramid, dia sowan ke apartemen Gus Dur dan Gus Mus. Dengan hangat, […]

  • Hari Guru, Kak Ridho Golden Beri Tips Pembelajaran Asyik Dan Menyenangkan

    Hari Guru, Kak Ridho Golden Beri Tips Pembelajaran Asyik Dan Menyenangkan

    • calendar_month Sel, 26 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Purworejo – Keluarga besar SMP Negeri 6 Purworejo menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 79 Tahun 2024 pada Senin, 25 November 2024. Acara yang berlangsung di Ruang Keterampilan SMP N 6 Purworejo ini dihadiri oleh kepala sekolah, guru, dan karyawan. Wahyu Kurnia Lestari, M.Pd. (Kepala Sekolah) dalam sambutannya […]

  • PCNU-PATI

    Peristiwa Manikebu Kesastraan Indonesia dan Politik di Tahun 1960 an

    • calendar_month Jum, 26 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 467
    • 0Komentar
  • Liga Santri Piala Kasad 2022 di Kabupaten Pati Dibuka, 3 Pesantren Turut Meramaikan

    Liga Santri Piala Kasad 2022 di Kabupaten Pati Dibuka, 3 Pesantren Turut Meramaikan

    • calendar_month Sen, 20 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 328
    • 0Komentar

    PATI – Liga Santri Piala Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) digelar tahun ini. Sebanyak tiga pesantren di Kabupaten Pati turut meramaikannya.  Adapun ketiga tim tersebut adalah Bahrul Ulum FC Kecamatan Gabus, Mathali’ul Falah FC Kajen Kecamatan Margoyoso dan PSYQ Ponpes Yanbu’ul Qur’an kecamatan Wedarijaksa. Seluruh pertandingan digelar di Stadion Joyokusumo Pati.  Piala Kasad tahun 2022 ini […]

  • Tanya Jawab Bersama Syuriah

    Tanya Jawab Bersama Syuriah

    • calendar_month Kam, 7 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Saya mau membuka sebuah usaha, namun tetangga saya sudah ada yang menjalankan usaha yang serupa, saya kawatir jika saya menjalankan usaha tersebut tetangga saya akan merasa tersaingi, mohon dijelaskan bagaimana pandangan fiqih tentang usaha tersebut, apakah saya perlu meminta izin pada tetangga saya ?. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb. Membuka usaha […]

expand_less