Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 547
  • comment 0 komentar

 

Menulis merupakan salah satu bentuk ketrampilan dengan cara mengungkapkan gagasan, ide, perasaan melalui bentuk tulisan. Sedangkan aktivitas menulis bisa terbentuk apabila diimbangi dengan memperbanyak membaca dan terus berlatih untuk menulis. Karena esensi menulis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dengan begitu, tradisi menulis baik di sekolah, pesantren, dan di masyarakat akan terus berjalan apabila budaya membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dan kegiatan rutinitas bagi mereka.

Dalam hal ini, salah satu kiai yang sangat penting untuk diteladani berkaitan dengan tradisi menulis adalah KH. Bisri Mustofa Rembang. Beliau adalah ayahanda KH. Mustofa Bisri atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Gus Mus. KH. Bisri Mustofa merupakan sosok kiai yang produktif dalam bidang tulis-menulis pada zamannya. Hal ini dijelaskan menurut salah satu putra beliau KH. M. Cholil Bisri bahwa “karangan-karangan beliau yang sudah dicetak  jumlahnya ada 276 judul dan semuanya sudah dijual ke penerbit.”  Hal ini menunjukkan semangat untuk menulis dan terus berkaya selalu melekat pada diri beliau, sehingga menulis bagi beliau sudah seperti bernafas.

Etos dalam dunia tulis-menulis yang dibawa oleh Mbah Bisri sapaan akrab KH. Bisri Mustofa, memang patut untuk dijadikan teladan. Dalam keadaan apa pun, baik itu di rumah, di perjalanan, di hotel, dan bahkan di dalam mobil, beliau tetap selalu menulis. Beliau menulis didasari dengan rasa senang. Rasa senang membuat aktivitas apa pun yang dilakukan beliau menjadi enak dan menyenangkan untuk dijalani. Sehingga, menulis bagi beliau sudah menjadi rutinitas untuk mendapatkan keberkahan dan reziki.

Apa sebenarnya resep ampuh yang dilakukan oleh Mbah Bisri sampai sedemikian produktif? Gus Mus pernah bercerita, suatu ketika Mbah Bisri bertemu dengan Kiai Ali Maksum Krapyak. Mereka berdua berbincang-bincang.

“Apa sih resep sampeyan bisa begitu produktif menulis, sementara saya setiap kali mau menyelesaikan tulisan selalu gagal di pertengahan jalan? Sedangkan kalau soal kealiman, Insya Allah saya tidak kalah dari sampeyan,” ujar Kiai Ali Maksum. Mendengar pertanyaan tersebut, jawaban Mbah Bisri cukup mengejutkan. “Lha soalnya sampeyan menulis lillahi ta’ala sih!” Kiai Ali Maksum kemudian bertanya kembali. “Lha kiai kok noatnya tidak lillahi ta’ala, terus niatnya apa?”  

“Saya niat menulis itu nyambut gawe. Saya seperti halnya penjahit. Lihatlah penjahit, walaupun ada tamu, penjahit tidak akan berhenti menjahit. Dia menemani tamunya sambil terus menjahit, jika tidak, dia tidak bisa makan. Saya juga begitu. Kalau diawali dengan niat mulia, setan akan mengganggu sampeyan dan tulisan sampeyan tidak akan selesai. Nanti kalau tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niati yang mulia-mulia, linasyril ‘ilmi misalnya. Jadi, setan perlu kita tipu,” jawab Mbah Bisri panjang lebar.

Potret Mbah Bisri sebagai seorang kiai yang sangat produktif dalam bidang menulis, penting untuk dijadikan teladan. Sekarang ini memang semakin banyak kiai yang produktif menulis. Akan tetapi, harus diakui bahwa jumlah kiai yang menekuni dunia literasi masih sangat sedikit dibandingkan keseluruhan jumlah kiai yang ada. Padahal, dari sisi khazanah pengetahuan yang dimiliki, para kiai tersebut jelas memiliki modal berlimpah untuk menulis. Mungkin hanya kebiasaan dan kemauan untuk menulis saja yang harus ditumbuhkembangkan. Karena menulis membutuhkan ketekunan dan keseriusan.

Oleh karena itu, untuk bisa menjadi penulis yang produktif, perlu kiranya niat kita pertama harus kita luruskan, jangan langsung lillahi ta’ali, melainkan untuk nyambut gawe. Sebagaimana tadi dijelaskan oleh Mbah Bisri. Baru setelah tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niatilillahi ta’ala atau niat yang mulia. Dengan begitu, produktivitas dalam dunia tulis-menulis santri akan terus terjaga dan menghasilkan sebuah karya. (Siswanto, Pecinta Buku)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    Hadiri Rakor Muslimat NU, Bupati Pati Sampaikan Sederet Kebijakan Strategis

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id –  Bupati Pati, Sudewo, hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dirangkaikan dengan Halalbihalal dan pelepasan calon jamaah haji Pengurus Cabang Muslimat NU, Perangkat MNU, dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Pati, yang digelar pada Minggu (4/5) di Pondok Pesantren Tahaffudzul Qur’an (PPTQ) “Al Kahfi”, Desa Pekalongan, Kecamatan Winong. Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa […]

  • Kiai Mujib Sholeh, Mustasyar PCNU Pati Wafat

    Kiai Mujib Sholeh, Mustasyar PCNU Pati Wafat

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Kabar duka menyelimuti keluarga PCNU Pati di penghunjung Januari 2024. Pasalnya, salah satu Mustasyar PCNU Pati, KH. Abdul Mujib Sholeh berpulang pada Kamis (25/1) malam. Kepulangan Kiai Mujib ini telah dikonfirmasi oleh PCNU Pati melalui salah satu anggota keluarga. KH. Yusuf Hasyim, Ketua NU Kabupaten Pati yang pertama kali meng-post kabar duka […]

  • Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    Ranting NU Ngagel Bagi-Bagi Sembako

    • calendar_month Rab, 13 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 498
    • 0Komentar

    DUKUHSETI – Sebanyak 65 paket Sembako berhasil didistribusikan kepada kaum dhuafa. Kegiatan sosial tersebut merupakan salah satu program Pengurus Ranting NU Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti. Kegiatan yang digalang bersama dengan Lazisnu dan beberapa Banom NU itu dilaksanakan pada Selasa (12/4) kemarin. Tujuannya, tak lain adalah untuk menyambung silaturrahim antara ulama dan ummat. “Selain itu juga […]

  • Menunggu Jamaah sambil I’tikaf

    Menunggu Jamaah sambil I’tikaf

    • calendar_month Ming, 11 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

     Pertanyaan : Bolehkah bagi seseorang, setiap menunaikan sholat jama’ah sekalian berniat i’tikaf dimasjid? Apakah ketika ia keluar (pulang) dari masjidseketika itu i’tikafnya langsung dihukumi batal? Jawaban :Hukum I’tikaf adalah sunah muakkadah jika kita tidak bernadzar untuk melakukannya, dan disayogyakan bagi kita untuk melakukan i’tikaf ketika kita memasuki masjid untuk melakukan semisal membaca al-quran, belajar, berdzikir […]

  • Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah […]

  • Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    Pelajar NU Sumur Sambut Tahun Baru Hijriyah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 699
    • 0Komentar

    CLUWAK-IPNU-IPPNU Ranting Sumur, Cluwak sambut Tahun Baru dengan tahlil dan diba’an. Banyak cara positif yang bisa dilakukan umat Islam untuk menyambut Tahun Baru 1441 H. Salah satunya  yang dilakukan Pengurus Ranting IPNU IPPNU desa Sumur, tersebut. Para pengurus IPNU/IPPNU sedang melakukan mahalul qiyam dalam acara tahlil dan diba’an bersama untuk menyambut tahun baru hujriyah  Acara […]

expand_less