Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

Resep Ampuh Mbah Bisri Untuk Menjadi Penulis Produktif

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 26 Mar 2022
  • visibility 182
  • comment 0 komentar

 

Menulis merupakan salah satu bentuk ketrampilan dengan cara mengungkapkan gagasan, ide, perasaan melalui bentuk tulisan. Sedangkan aktivitas menulis bisa terbentuk apabila diimbangi dengan memperbanyak membaca dan terus berlatih untuk menulis. Karena esensi menulis pada dasarnya merupakan sebuah bentuk komunikasi yang harus dituangkan dalam bentuk tulisan. Maka dengan begitu, tradisi menulis baik di sekolah, pesantren, dan di masyarakat akan terus berjalan apabila budaya membaca dan menulis sudah menjadi kebutuhan dan kegiatan rutinitas bagi mereka.

Dalam hal ini, salah satu kiai yang sangat penting untuk diteladani berkaitan dengan tradisi menulis adalah KH. Bisri Mustofa Rembang. Beliau adalah ayahanda KH. Mustofa Bisri atau yang lebih kita kenal dengan panggilan Gus Mus. KH. Bisri Mustofa merupakan sosok kiai yang produktif dalam bidang tulis-menulis pada zamannya. Hal ini dijelaskan menurut salah satu putra beliau KH. M. Cholil Bisri bahwa “karangan-karangan beliau yang sudah dicetak  jumlahnya ada 276 judul dan semuanya sudah dijual ke penerbit.”  Hal ini menunjukkan semangat untuk menulis dan terus berkaya selalu melekat pada diri beliau, sehingga menulis bagi beliau sudah seperti bernafas.

Etos dalam dunia tulis-menulis yang dibawa oleh Mbah Bisri sapaan akrab KH. Bisri Mustofa, memang patut untuk dijadikan teladan. Dalam keadaan apa pun, baik itu di rumah, di perjalanan, di hotel, dan bahkan di dalam mobil, beliau tetap selalu menulis. Beliau menulis didasari dengan rasa senang. Rasa senang membuat aktivitas apa pun yang dilakukan beliau menjadi enak dan menyenangkan untuk dijalani. Sehingga, menulis bagi beliau sudah menjadi rutinitas untuk mendapatkan keberkahan dan reziki.

Apa sebenarnya resep ampuh yang dilakukan oleh Mbah Bisri sampai sedemikian produktif? Gus Mus pernah bercerita, suatu ketika Mbah Bisri bertemu dengan Kiai Ali Maksum Krapyak. Mereka berdua berbincang-bincang.

“Apa sih resep sampeyan bisa begitu produktif menulis, sementara saya setiap kali mau menyelesaikan tulisan selalu gagal di pertengahan jalan? Sedangkan kalau soal kealiman, Insya Allah saya tidak kalah dari sampeyan,” ujar Kiai Ali Maksum. Mendengar pertanyaan tersebut, jawaban Mbah Bisri cukup mengejutkan. “Lha soalnya sampeyan menulis lillahi ta’ala sih!” Kiai Ali Maksum kemudian bertanya kembali. “Lha kiai kok noatnya tidak lillahi ta’ala, terus niatnya apa?”  

“Saya niat menulis itu nyambut gawe. Saya seperti halnya penjahit. Lihatlah penjahit, walaupun ada tamu, penjahit tidak akan berhenti menjahit. Dia menemani tamunya sambil terus menjahit, jika tidak, dia tidak bisa makan. Saya juga begitu. Kalau diawali dengan niat mulia, setan akan mengganggu sampeyan dan tulisan sampeyan tidak akan selesai. Nanti kalau tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niati yang mulia-mulia, linasyril ‘ilmi misalnya. Jadi, setan perlu kita tipu,” jawab Mbah Bisri panjang lebar.

Potret Mbah Bisri sebagai seorang kiai yang sangat produktif dalam bidang menulis, penting untuk dijadikan teladan. Sekarang ini memang semakin banyak kiai yang produktif menulis. Akan tetapi, harus diakui bahwa jumlah kiai yang menekuni dunia literasi masih sangat sedikit dibandingkan keseluruhan jumlah kiai yang ada. Padahal, dari sisi khazanah pengetahuan yang dimiliki, para kiai tersebut jelas memiliki modal berlimpah untuk menulis. Mungkin hanya kebiasaan dan kemauan untuk menulis saja yang harus ditumbuhkembangkan. Karena menulis membutuhkan ketekunan dan keseriusan.

Oleh karena itu, untuk bisa menjadi penulis yang produktif, perlu kiranya niat kita pertama harus kita luruskan, jangan langsung lillahi ta’ali, melainkan untuk nyambut gawe. Sebagaimana tadi dijelaskan oleh Mbah Bisri. Baru setelah tulisan sudah jadi, dan akan diserahkan ke penerbit, baru kita niatilillahi ta’ala atau niat yang mulia. Dengan begitu, produktivitas dalam dunia tulis-menulis santri akan terus terjaga dan menghasilkan sebuah karya. (Siswanto, Pecinta Buku)

 

 

 

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Muallaf Dapat Bantuan Dari Lazisnu Pati

    • calendar_month Rab, 30 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id-PC Lazisnu Pati kembali menyalurkan bantuan berupa uang tunai kepada warga Desa Mojo Kecamatan Cluwak, Selasa (29/08).  Sebelumnya pihak Lazisnu Pati mendapat informasi tersebut dari salah satu pengurus Lazisnu MWC Cluwak yang mengabarkan bahwa salah satu warganya sangat membutuhkan pertolongan untuk kebutuhan sehari-hari.  Syaiful Huda selaku manajer fundrising PC Lazisnu Pati, mengatakan bahwa dirinya dan […]

  • PCNU - PATI

    PC IPNU se-Korda Pati Sepakat Pertahankan PKPT

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 148
    • 0Komentar

    PC IPNU se-Korda Pati yang meliputi Jepara, Kudus, Pati, Grobogan, Blora, Rembang dan Lasem sepakat mempertahankan Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) masuk dalam struktural IPNU. Keputusan itu diambil dalam pertemuan Ketua PC IPNU se-Korda Pati yang dilaksanakan di Kudus pada Rabu (27/7) malam. Pertemuan ini juga dihadiri oleh PC IPNU Demak. Pertemuan tersebut membahas isu-isu […]

  • KH. Minan, Orang Pertama yang Mengisi Koin Muktamar di Pati

    KH. Minan, Orang Pertama yang Mengisi Koin Muktamar di Pati

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 157
    • 0Komentar

    PATI-Bertajuk kemandirian Ummat, Muktamar NU ke-34 yang akan dihelat di Lampung kian bergaung. Koin Muktamar yang digagas oleh PBNU sudah mulai digalakkan hingga ke akar rumput. K. Niam Suratman, ketua Lazisnu Pati memberikan sosialisasi Koin Muktamar dan Koin NU (untuk kemaslahatan ummat) saat acara launching Koin Muktamar di aula PCNU Pati Minggu (2/2) siang PCNU […]

  • PCNU-PATI

    PC IPNU IPPNU Pati Resmi Dilantik

    • calendar_month Sel, 19 Des 2023
    • account_circle admin
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- PATI,  Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Pati masa khidmat 2023-2025 resmi dilantik pada Senin (18/12/2023). Pelantikan dilaksanakan di Gedung IPHI Kabupaten Pati. Hadir dalam kesempatan itu, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, Ketua Tanfidziyah PCNU Pati K. Yusuf Hasyim, Majelis Alumni IPNU IPPNU Pati, […]

  • PCNU- PATI Photo by flutie8211

    Me (Manfaat) kan

    • calendar_month Rab, 18 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Tahun telah berganti, akan tetapi banjir tetap tak terganti. Di setiap tahunnya di penghujung tahun atau pun awal tahun; banjir tetap sama, siklus tahunan yang menjadi sirkus hiburan. Sebuah ironi  memilukan. Para relawan yang tak pernah lelah, para penyaji makanan di setiap dapur umum tak mempunyai kepenting apa-apa. Mereka bergerak […]

  • Ratusan Warga NU Pati Berangkat ke Surakarta, Ikuti Jalan Sehat Porseni Nahdlatul Ulama

    Ratusan Warga NU Pati Berangkat ke Surakarta, Ikuti Jalan Sehat Porseni Nahdlatul Ulama 

    • calendar_month Sab, 21 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – SURAKARTA – 500-an warga Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Pati berangkat menuju Surakarta, Sabtu (21/1/2023) malam.   Keberangkatan mereka ke Surakarta untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) NU tingkat Nasional 2023. Kegiatan itu juga merupakan rangkaian acara menuju 1 Abad NU. Presiden Joko Widodo dan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga bakal […]

expand_less