Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Beri Selamat dan Doa untuk Presiden dan Wapres Baru

PCNU Beri Selamat dan Doa untuk Presiden dan Wapres Baru

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 21 Okt 2019
  • visibility 228
  • comment 0 komentar

PATI-Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden baru saja diselenggarakan Minggu (20/10) sore. Ir. H. Joko Widodo, beserta wakilnya, KH. Ma’ruf Amin resmi memimpin negeri ini lima tahun ke depan.

Warga NU menyambut baik pelantikan tersebut. Banyak yang beranggapan bahwa pengangkatan K.H. Ma’ruf Amin sebagai Wapres merupakan hadiah terbesar untuk Hari Santri Nasional. Pasalnya, kiai yang pernah menjabat sebagai Ro’is Syuriyah PBNU ini, tidak lain juga berasal dari kalangan santri.

K. Yusuf Hasyim, S.Pd., M.Si., ketua PCNU Pati memberikan selamat untuk presiden dan wakil presiden Indoneasia yang baru saja dilantik Minggu (20/10)

“Ini merupakan kado istimewa buat kaum santri di Hari Santri 2019 ini” ujar Alan Karim, salah satu warga NU dengan bangganya.

Alan menambahkan, bahwa pelantikan Minggu (20/10) kemarin juga merupakan representasi kaum santri. Menurutnya, posisi yang dipegang oleh K.H. Ma’ruf Amin saat ini merupakan simbol bahwa santri bisa menjadi apa saja, termasuk menduduki jabatan setingkat presiden dan wakil presiden.

PCNU Pati, menanggapi hal ini dengan cukup senang. Sebelumnya, pihak Pengurus Cabang NU Pati sempat khawatir dengan penyelenggaraan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Kekhawatiran ini dipicu dari berbagai kemungkinan yang muncul sebelumnya, seperti aksi-aksi anarkhis yang terjadi di berbagai daerah.

Namun setelah menyaksikan pelantikan melalui kanal-kanal televisi nasional, muncul rasa bersyukur, sebab semua acara berlangsung lancar. Hampir semua kalangan dapat dipasatikan menerima hasil pelantikan yang dilakukan oleh MPR kemarin dengan legowo.

Pengurus PCNU pun tidak lupa memberikan ucapan selamat kepada Jokowi dan Kiai Ma’ruf. Ungkapan ini disampaikan oleh ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim, Senin (21/10) pagi tadi.

“Saya sampaikan selamat kepada Bapak Ir. H. Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia” tuturnya.

K. Yusuf juga berharap agar pemerintahan Jokowi periode ini dapat membaea perubahan yang berarti bagi Indonesia. Menurutnya, evaluasi dari periode sebelumnya perlu dilakukan agar Indonesia lebih progresif.

“Kami berharap, dengan periode kepemimpinan baru ini dapat membawa Indonesia lebih maju” ungkapnya.

Senada dengan Alan Karim, K. Yusuf juga menganggap ini sebagai kado Hari Santri. Bagaimanapun, K.H. Ma’ruf Amin merupakan salah satu kalangan pesantren yang mampu menembus kursi tertinggi dalam pemerintahan.(lut/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Photo by Mufid Majnun

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 5

    • calendar_month Ming, 24 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin “Jadi orang tuamu juga terinspirasi dengan tokoh Salman Al-Farisi?” Tanya Abah Thoyfur setelah menjelaskan alasan kenapa kucing Nyai Maryam punya kesamaan nama dengannya. “I … ya, Yai. Mommy saya nge-fans dengan Salman Al-Farisi,” jawab Salman jujur. Abah Thoyfur manggut-manggut. “Salman Al-Farisi itu hebat banget. Dia punya pengalaman yang sangat luas tentang […]

  • PCNU-PATI

    Ilmuan Ilmuan Muslim

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Warisan sains Islam zaman pertengahan yang paling dikenal hingga saat ini adalah sistem angka Arab. Sistem angka yang juga digunakan di negara-negara Barat, mengalahkan sistem angka Yunani. Namun buku ini menunjukkan bahwa sains Islam jauh lebih hebat daripada hanya sistem angka, dan bahkan sangat berpengaruh sehingga menjadi dasar sains Eropa Barat yang muncul belakangan. Al-Khawarizmi, […]

  • Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    Melacak Nasionalisme KH Maimun Zubair

    • calendar_month Ming, 18 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Oleh: Jamal Ma’mur Asmani* Foto : Zahir Media Hari ini, Sabtu, 17 Agustus 2019 – 16 Dzulhijjah 1440 adalah Hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran manusia. Diharapkan di usia 74 ini, Indonesia semakin matang demokrasinya, nasionalismenya, Dan mampu menegakkan sila ke 5 Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi […]

  • PCNU-PATI

    Sembilan Strategi Menulis Artikel Tembus Jurnal Scopus

    • calendar_month Sen, 26 Feb 2024
    • account_circle admin
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Temanggung – Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., berbagi strategi menulis artikel ilmiah agar diterima atau tembus di jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus. Hal itu terungkap melalui Webinar Nasional bertajuk “Strategi Publikasi Ilmiah Bidang Pendidikan Dasar di Jurnal […]

  • PCNU - PATI Photo by Pexels

    Perayaan Ulang Tahun

    • calendar_month Sab, 25 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 225
    • 0Komentar

    Dikalangan masyarakat umum (awam), bila bertetapan dengan hari kelahirannya, biasanya diadakan perayaan hari ulang tahun, acaranya pun digelar semeriah mungkin, mulai acara potong tumpeng, ucapan selamat, musik-musikan dan lain-lain. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya merayakan hari ulang tahun sebagaimana yang terjadi selama ini ? Jawaban : Hukumnya bid’ah hasanah, apabila terdapat umûrun hasanatun. Referensi : Mukhtashor […]

  • PCNU-PATI

    Menanti Tradisi Sahur Bersama

    • calendar_month Sen, 1 Apr 2024
    • account_circle admin
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda* Pertanyaannya, mengapa hanya tradisi buka puasa bersama ayng ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda? Unik dan menarik. Maksud saya di sini, bukan sahur bersamanya, namun tradisi sahur bersama di Nusantara tak populis dan tidak familiar buka puasa bersama. Mengapa ya? Mbuh! Saat bulan Ramadan tiba, ya tentu umat muslim di seluruh […]

expand_less