Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

Khidmah di NU Ukurannya Bukan Naik Tingkat

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 13 Jul 2019
  • visibility 555
  • comment 0 komentar
Berkhidmah di Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU) merupakan anugerah dan karunia yang tidak didapat semua umat Islam. Banyak orang yang selalu mempertimbangkan aspek untung rugi dalam hal materi saat akan berkiprah di organisasi kemasyarakatan. Banyak orang lebih memilih aktif di organisasi profit daripada nirlaba yang sepi dari aspek keuntungan.
Hal itu diungkapkan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Mohamad Muzamil pada acara Halal bi Halal dan Tasyakuran Lembaga Pendidikan Ma’arif PWNU Jateng, Selasa (18/6) malam.
“Khidmat di NU itu adalah karunia. Tidak semua orang berkesempatan aktif di NU. Ukurannya tidak naik tingkat dari PC ke PW, dari PW ke PB. Tapi peningkatan mutu pengabdian pada semua struktur NU di level manapun,” tegas Kiai Muzamil.
Menurutnya, orang yang serius khidmat di NU pasti mengalami pengalaman spiritual yang tidak dialami orang lain.
“Insyallah ada keberkahan, dan pasti ada pengalaman menarik. Secara material, di NU tidak ada apa-apanya. Namun di ranah spiritual, pasti tiap pengurus mengalami pengalaman spiritual menarik yang pasti tiap orang berbeda,” ujar dia.
Dalam kesempatan tersebut ia juga memaparkan dua hal inti program pendidikan yang dipesankan pada LP Ma’arif PWNU Jateng. Pertama adalah terkait peningkatan mutu pendidikan Ma’arif.
“Sekolah dan madrasah Ma’arif harus memiliki keunggulan komparatif. Sekarang jualannya tahfiz. Tapi kalau level kita di PAUD dan MI itu membaca, menganalisis baru menghafalkan. Karena menghafal itu, tidak semua anak atau tidak semua pelajar paham. Tugas LP Ma’arif menyadarkan masyarakat bahwa menghafal itu ada levelnya sendiri,” katanya.
Ia juga berharap LP Ma’arif mampu memberi pemetaan penguatan aspek akidah Islam Aswaja Annahdliyah, bahasa, matematika, hafalan dan pembelajaran yang menyenangkan.
“Sekarang memang beda. Paradigmanya pembelajaran menyenangkan, tapi tradisi hormat dan menjaga kewibaan ada guru harus tetap dijaga. Selain itu kepribadian guru juga harus diutamakan karena sebagai contoh,” lanjutnya.
Program kedua yang ia pesankan adalah mendirikan sekolah atau madrasah unggulan.
“Perlu sekolah atau madrasah model, bisa seperti labschool. Secara informal sudah digagas di karesidenan Solo. Minimal, ada satu sekolah di periode ini mengelola sekolah model, baik jenjang PAUD, MI atau SD. Baru kalau sudah sukses bisa berkembang ke SMP/MTs dan SMA/SMK/MA,” bebernya. (Faizin/NUO)
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    Desa Mawa Cara, Negara Mawa Tata

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Emna Ainun Nadjib (Cak Nun) dalam berbagai kesempatan sering mengungkapkan prinsip beragama masyarakat sekitar Gunung Merapi. Kira-kira prinsip itu “Jawa dibawa, Arab digarap, Barat diruwat”. Ini soal berbagai soal kehidupan. Ya, agama, budaya, kehidupan sosial, politik, ekonomi, dan tetek bengek yang lainnya. Jawa digawa berarti sebagai masyarakat Jawa jangan lupa Jawanya. Jawa […]

  • PCNU-PATI

    Teks Istighosah

    • calendar_month Sen, 10 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 573
    • 0Komentar
  • KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

    KADER & UMAT BERDAYA, HIV & AIDS TIDAK MEMBUDAYA

    • calendar_month Sen, 12 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 477
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Sabtu 10 Januari 2015, bertempat di gedung PCNU Pati. SSR NU Jateng Fatayat 2 berkerjamasa dengan Kader PIKM NU mengadakan Pelatihan HIV&AIDS dengan tema  “KADER&UMAT BERDAYA, HIV&AIDS TIDAK MEMBUDAYA” merupakan sebuah upaya dari SSR NU Jateng Fatayat 2 bersama PC NU Kab. Pati untuk memberikan informasi dan membentuk kader di setiap Kecamatan […]

  • Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    Reformulasi Aswaja Sebagai Manhajul-fikr & Manhajul-amal

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2014
    • account_circle admin
    • visibility 542
    • 0Komentar

    Oleh : DR. Abdul Karim, M.Pd A. Tuntutan Dunia Baru Kehidupan yang terus mengalami perubahan pada semua aspek baik sosial, budaya, ekonomi, dan politik menuntut pembaruan pemahaman aswaja yang menjadi pedoman dalam menjalankan syariat dan pembinaan umat. Bukan menggeser isi dan substansi namun menyelaraskan metode kajian (manhaj) agar hasil pemaknaan teks yang sudah ada menjadi […]

  • Memecah Kebisuan

    Memecah Kebisuan

    • calendar_month Rab, 20 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Tulisan berikut ini merupakan liputan hasil kegiatan bedah buku karya Dr. Nur Rofi’ah yang berjudul “Memecah Kebisuan (Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan): Respon NU” (2010). Buku yang memaparkan suara-suara perempuan yang mengalami kekerasan ini menghadirkan narasumber Dr. Nur Rofiah, pembahas Maman Abdurrahman, dan dimoderatori oleh Ulfah Mutiah Hizma. Dalam kegiatan kali ini, […]

  • Prihatin atas Dugaan Kasus Asusila, GP Ansor Pati Dorong Penanganan Tegas dan Berkeadilan

    Prihatin atas Dugaan Kasus Asusila, GP Ansor Pati Dorong Penanganan Tegas dan Berkeadilan

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • account_circle admin
    • visibility 12.627
    • 0Komentar

      Pati — Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Pati menyampaikan keprihatinannya atas dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum kiai kepada santrinya. “Peristiwa tersebut melukai banyak pihak, mengingat pesantren semestinya identik nilai moral, keagamaan, dan perlindungan terhadap santri di lingkungan pendidikan,” sebut Ahmad Nashirudin. Ia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong agar persoalan tersebut dapat ditangani […]

expand_less