Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

Kecerdikan Penyair Qaba’sara Melawan Hajjaj bin Yusuf

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
  • visibility 811
  • comment 0 komentar

Oleh :  Muhammad Rofiq

Siapa yang tak kenal dengan Hajjaj bin Yusuf. Seorang gubernur Irak yang terkenal tegas dan kejam dimasa pemerintah Khalifah Abdul Malik bin marwan, apapun yang menjadi rintangan bagi Hajjaj bin yusuf akan dilibas olehnya tanpa pandang bulu. Namun dibalik kisahnya itu, ia pernah kalah cerdik oleh seorang penyair bernama Qaba’sara. Qaba’sara sendiri merupakan salah satu penyair terkenal dari kalangan Khawarij pada masanya. Lalu seperti apakah kisah mereka berdua.

Alkisah, pada suatu hari Qaba’sara dan beberapa temannya sedang bercengkerama santai di kebun anggur. Mereka pun membahas berbagai hal tentang kehidupan mereka, sampai ketika salah satu temannya membahas tentang perilaku Hajjaj bin yusuf. Seketika itu Qaba’sara menimpali percakapannya seraya  berdoa, “ Ya Allah, Hitamkanlah wajahnya, Penggallah kepalanya dan berilah saya minuman dari darahnya,”. Namun saat itu Qaba’sara tidak tahu bahwa ada seseorang yang diam-diam yang melaporkan doanya ke Hajjaj bin yusuf. Sehingga doanya itu memancing amarah Hajjaj bin yusuf. Setelah berita itu sampai ke telinga Qaba’sara, Hajjaj memerintahkan para prajuritnya untuk menangkap dan memenjarakan Qaba’sara. Sampai ketika Hajjaj ingin menyiksanya, Hajjaj berkata kepada Qaba’sara, “ Apakah kau, orang yang berdoa seperti yang ceritakan oleh prajuritku ? ”

Qaba’sara pun menjawab, “ Benar, memang akulah yang berdoa seperti itu. Tetapi yang aku kehendaki dari doa itu adalah perasan anggur bukan dirimu,”

Mendengar jawaban Qaba’sara, Hajjaj pun sudah tahu bahwa Qaba’sara hanya pura-pura memalingkan arti doanya itu agar ia tidak terkena hukuman darinya.

Lalu Hajjaj berkata,” Kalau begitu, akan kuikat kau dengan adham,”

Hajjaj menghendaki arti dari “ adham ” adalah tali besi yang sangat hitam. Namun Qaba’sara mencoba memalingkan arti “ adham ” dengan arti kuda hitam dan kuda putih

Qaba’sara pun menjawab ancaman Hajjaj bin yusuf dengan santai,“Kau baik sekali kepadaku, memang biasanya seorang pemimpin sepertiku akan diberi kendaraan berupa  kuda hitam dan kuda putih.

Hajjaj pun geram dengan permainan kata-kata Qaba’sara, Lalu dengan nada emosi Hajjaj berkata, “ Bukan adham yang seperti itu yang ku kehendaki. Namun “adham” yang berupa “hadid” yaitu rantai besi. Lagi-lagi dengan kecerdikan dalam memainkan kata-kata, Qaba’sara memalingkan arti “hadid” kemakna yang lain.Qaba’sara pun menjawaba ancaman Hajjaj, “Memang benar, memang kuda yang cepat larinya lebih bagus daripada kuda yang lambat larinya.

Hajjaj bingung mengahadapi Qaba’sara yang cerdik dalam memainkan kata-kata. Namun ia pun tahu bahwa itu semua hanya tipu muslihat dari Qaba’sara agar ia terbebas dari hukumannya. Hingga akhirnya Hajjaj memerintahkan prajuritnya agar tetap  membelenggu Qaaba’sara. Namun ketika prajutnya ingin membelunggunya Qaba’sara tiba-tiba ia berkata, “ Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya “

Lalu Hajjaj memerintahkan prajuritnya untuk melepaskan dan menghempaskan Qaba’sara ke tanah. Lagi-lagi ketika hendak dilepaskan,  Qaba’sara berkata lagi, “ Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu”. Melihat tingkah laku Qaba’sara, akhirnya Hajjaj pun memutuskan untuk mengampuni Qaba’sara. Setelah kejadian itu, terlihat bahwa Hajja bersikap baik kepada Qaba’sara.[i]


[i] Syekh Yasin Fadani, Husnu Syiyaghoh, (Rembang: Maktabah Al-Anwariyah, Th) hal, 129.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Haji

    • calendar_month Rab, 28 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 762
    • 0Komentar

    Oleh: Niam At Majha Seorang teman yang pada tahun ini menyempurnakan rukun Islam ke lima yaitu ibadah haji. Sebelum berangkat tasyakuran telah dilaksanakan, menerima sumbangan baik gula atau jajanan dari tetangga, saudara, kolega kerja teman sebaya sudah diterimanya. Efuria tentang musim haji telah menghiasi berbagai lini. Karena menurut sebagian teman saya berhaji bukan lagi menjadi […]

  • Ekskul et-Diversity MA Salafiyah Gelar Pelatihan Jurnalistik

    Ekskul et-Diversity MA Salafiyah Gelar Pelatihan Jurnalistik

    • calendar_month Jum, 5 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 486
    • 0Komentar

      Angga, salah satu pemateri dari wartaphoto.com yang juga redaktur LTN NU Pati sedang semangat menyampaikan materi kepada para peserta pelatihan jurnalistik di MA Salafiyah Kajen MARGOYOSO – Ekstrakurikuler Jurnalistik Et-Diversity Madrasah Aliyah Salafiyah Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati adakan pelatihan jurnalistik dasar, Sabtu (30/10/2021) siang. Kegiatan itu bertempat di aula madrasah setempat.  Pada kesempatan […]

  • NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda  No 8 Tahun 2013

    NU dan Muhammadiyah Bersatu Mengawal Perda No 8 Tahun 2013

    • calendar_month Sab, 4 Jul 2015
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Kabar NU. Sabtu 27 Juni 2015 di ruang rapat Pragola Setda Kab Pati. Ormas terbesar di Kabupaten Pati Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, Ansor dan Banser mengadakan Audiensi  dengan Forkompinda perihal Perda No 8 tahun 2013  yang telah habis masa toleransinya awal bulan Juli nanti.             “Terima kasih banyak Pak Bupati telah memberikan waktu untuk kami […]

  • LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

    LAKPESDAM Ajarkan Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Kam, 3 Des 2015
    • account_circle admin
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Devisi Litbang telah mengajarkan bagaimana berkebun di lahan sempit serta menggunakan barang-barang bekas sebagai tempat media tanam. Hal ini di lakukan untuk mengurangi sampah.             “Seandainya semua rumah tangga mau menggunakan plastik bekas minyak goreng atau pun yang lainnya sebagai media tanam, maka tak perlu lagi membeli […]

  • LTN NU Jadi Narasumber Rumat Literasi IPNU-IPPNU

    LTN NU Jadi Narasumber Rumat Literasi IPNU-IPPNU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 422
    • 0Komentar

    JAKEN – Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Pati ikut menjadi narasumber dalam Rumat Literasi yang diselenggarakan oleh PC. IPNU-IPPNU Kab. Pati, Ahad (2/2/2020) Pagi. Acara Rumat Literasi yang digelar di MA Darul Ulum Jaken ini menjadi rangkaian tur Rumat Literasi yang rencananya akan digelar di setiap eks-kawedanan se kabupaten Pati. Dalam acara yang […]

  • Hukum Menerima Amplop Pilkada

    Hukum Menerima Amplop Pilkada

    • calendar_month Sen, 25 Jun 2018
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Amplop menjelang Pilkada adalah umumul balwa (realitas umum yang sulit dihindari) yang dilarang negara karena mencederai esensi demokrasi, mengharapkan pemimpin dipilih karena integritas dan kapabilitasnya. Namun, bagaimana Pandangan agama, khususnya fiqh ? Saya mengikuti dua forum yang hasilnya berbeda. Pertama, MWCNU Trangkil  mengharamkan menerima amplop itu karena jelas-jelas suap (risywah) diharamkan dalam agama. Suap adalah […]

expand_less