Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » Berkesadaran

Berkesadaran

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
  • visibility 339
  • comment 0 komentar

Oleh : Inayatun Najikah

Pernahkah kalian merasa bahwa apa yang dilakukan orang tua kita justru malah membuat kita semakin tak bahagia? Meski dalilnya itu didasarkan untuk kebaikan kita? Atau pernahkah kalian merasa terbebani dengan permintaan-permintaan orang tua karena menganggap kita sudah dewasa dan seharusnya bisa mengabulkan segala keinginan tersebut?

Salah satu yang menurut saya beban adalah dengan pertanyaan kapan menikah. Saya sendiri sempat heran. Yang menikah dan menjalaninya siapa, yang grusa-grusu dan ingin cepat-cepat siapa. Bapak, Ibu dan semua keluarga, bahkan teman-teman dan beberapa rekan kerja menginginkan saya untuk segera menikah. Sebenarnya saya pun tak keberatan dengan permintaan itu, namun jika sudah memaksa itu yang saya tak suka.

Mereka selalu memakai alasan tunggu apalagi, usia kita sudah beranjak tua. Nanti kamu kalau tak bisa punya anak gimana. Dan sebagainya. Selalu begitu. Kadang saya sampai merasa risih. Memang, apa yang mereka sampaikan tersebut tak sepenuhnya salah, tetapi mbok ya jangan memaksakan kehendak pribadi terus menerus to.

Jika saya diberikan kesempatan bertanya, apakah posisi saya saat ini menjadi beban untuk mereka? Apakah mereka merasa malu karena masih menampung dan berinteraksi dengan seorang gadis yang tak kunjung menikah, terlebih gadis-gadis seumuran lainnya sudah menikah? Atau apakah mereka bisa menjamin jika menuntut saya untuk segera melepas masa lajang tersebut nantinya akan bisa membuat saya lebih bahagia?

Saya yakin jawabannya tentu tidak. Mereka hanya menempatkan dan memaksa saya untuk memenuhi standarisasi yang telah dibentuk oleh masyarakat tanpa bertanya tentang dan bagaimana kondisi serta keinginan saya. Mereka lebih melihat saya sebagai seorang anak perempuan yang tak bisa apa-apa dan harusnya tunduk saja pada standarisasi tersebut. Mereka tak melihat saya sebagai manusia pada umumnya yang boleh memiliki kesempatan untuk memilih sendiri jalan hidup yang saya inginkan.

Hari ini saya bahagia menikmati perjalanan hidup dengan lebih banyak berlatih berkesadaran. Sebab melalui latihan-latihan tersebut saya merasa tenang, dan menemukan sebuah kebahagiaan. Meski jalan yang saya pilih ini berbeda dari apa yang kebanyakan teman-teman saya lalui, tapi itu nyatanya tak membuat saya putus asa.

Bagi saya hidup berkesadaran tanpa menuntut dan memaksa diri harus sesuai standarisasi masyarakat yang ada adalah bentuk syukur dari apa yang diberikan gusti Allah.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SAMBUTAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN PATI

    Sambutan PCNU Pati di Hari Santri Nasional 2024

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Saudara-saudara santri yang saya banggakan. Dalam suasana memperingati Hari Santri tanggal 22 Oktober 2024, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, semoga rahmat, berkah, dan perlindungan-Nya senantiasa menyertai kita semua. Saudara-saudara sekalian Penetapan Hari Santri Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 adalah suatu […]

  • closed brown wooden door

    Sejauh Mana Weton Menghalangimu?

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 696
    • 0Komentar

      pncupati.or.id – Menelisik lebih jauh tentang peranan weton atau satuan yang masih sangat dipercaya hampir mayoritas orang Jawa. Secara pengertian weton berasal dari bahasa Jawa yang memiliki makna hari kelahiran. Dalam keseharian orang Jawa weton memiliki konsep penting dalam budaya yang sering dikaitkan dengan perhitungan kalender dan ramalan nasib. Kita ketahui bersama, kalau di […]

  • RMI PCNU Pati Disambangi RMI PWNU

    RMI PCNU Pati Disambangi RMI PWNU

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 361
    • 0Komentar

      Pati – Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Pati disambangi RMI PWNU Jawa Tengah, Rabu (11/6/2025) malam. Sambangan ini dipusatkan di Pondok Pesantren Mansajul Ulum, Desa Cebolek Kidul, Kecamatan Margoyoso. Ketua RMI PCNU Pati, KH. Muhammad Liwa’ Uddin, mengatakan bahwa terdapat beberapa kegiatan dalam sambangan itu. Pertama, koordinasi antara pengurus RMI PWNU dengan RMI PCNU kaitannya dengan […]

  • Lazisnu – Zawa Ipmafa Kembali Bekerjasama

    Lazisnu – Zawa Ipmafa Kembali Bekerjasama

    • calendar_month Rab, 17 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Para petinggi Lazisnu Pati dan perwakilan Prodi Zakat dan Wakaf Ipmafa Pati sesaat setelah penyerahan mahasiswa PPL di kantor NU-Care Lazisnu Pati PATI – Sebagai upaya meningkatkan semangat filantropi di lingkungan NU, khususnya bagi anak muda, NU Care-LAZISNU Pati menjalin kerja sama dengan Institut Pesantren Matholiul Falah (IPMAFA). Duet ini dilakukan dalam bentuk program PPL […]

  • Lazisnu Pati Buka Beasiswa Tingkat SD dan SMP

    Lazisnu Pati Buka Beasiswa Tingkat SD dan SMP

    • calendar_month Sel, 17 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Penyerahan secara simbolik beasiswa PC Lazisnu Pati KAYEN-PC Lazisnu Kabupaten Pati memberikan bantuan berupa beasiswa kepada anak-anak usia sekolah SD dan SMP atau sederajat di beberapa wilayah yang ada di Kabupaten Pati.  Agus Arif Mustofa, selaku manager penyaluran PC Lazisnu Pati mengatakan bahwa program ini merupakan salah satu kegiatan yang dicanangkan pengurus dan tim managerial […]

  • Jeng Yah

    Jeng Yah

    • calendar_month Sen, 20 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Di tengah kepulan asap kretek yang menyatu dengan aroma masa, Gadis Kretek, sebuah karya Ratih Kumala, melukiskan narasi sejarah rokok di Indonesia. Terbit perdana pada tahun 2012, dan kini novel ini telah lahir versi filmnya. Hal ini tentu saja memberikan dimensi baru pada ceritanya yang telah melekat di hati pembaca. […]

expand_less