Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Celoteh » (Ber) Money Politik

(Ber) Money Politik

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 7 Jul 2023
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

Oleh: Inayatun Najikah

Pada suatu hari saya pernah mengikuti seminar dengan mengambil tema besar yaitu tentang pentingnya melek politik untuk kaum muda. Dan rentetan apa yang disampaikan narasumber seakan kaum mudalah yang di tuntut untuk memahami dan mencegah money politik dan melek perpolitikan. Apakah yang selain muda tak perlu? Maka saya tak setuju dengan apa yang disampaikan narasumbernya. Tak hanya satu narasumber bahkan ketiga narasumber yang menjadi pengisi acara tersebut menyampaikan bahwa kaum muda atau pemilih pemula lah yang seharusnya memulai penertiban akan penolakan terhadap money politik.

Salah satu narasumber mengatakan bahwa sebagai kaum muda kita seharusnya paham bahwa money politik itu tak baik dan menciderai politik yang bersih. Si narasumber sangat menggebu-gebu menyampaikan target negara akan jaya dimasa mendatang jika kaum mudanya turut mengambil peran yang salah satunya dengan cara menolak money politik.

Saya berusaha menyimak dengan seksama karena pada dasarnya kita memang harus menghargai orang lain kan jika kita ingin dihargai. Namun sesekali juga saya menoleh kepada para audiens yang sebagian besar adalah teman-teman yang masih duduk di bangku SMA sederajat. Saya merasakan bahwa materi yang disampaikan sang narasumber terlihat tak masuk di mereka. Dan terkesan membosankan.

Saya pikir awalnya perasaan ini salah. Namun saat sesi tanya jawab apa yang saya rasakan mendapat kebenaran dari salah satu siswa yang bertanya apa sih money politik itu? Saya bergumam, wah berarti materi yang disampaikan narasumber tak semuanya mampu diserap oleh audiens. Pertanyaan selanjutnya mengapa bisa begitu? Apakah interaksi antara narasumber dan audiens ada yang salah? Negatif thinking saya si narasumber hanya bertugas menyampaikan isi materi setelah itu pulang. Soal paham ataupun tak bukanlah menjadi persoalan. Yang penting sudah menggugurkan kewajiban.

Kembali pada persoalan melek politik tadi. Saya menyaksikan sendiri bahwa dari lingkup kecil seperti seminar ini saja antara narasumber dan audiens belum sejalan. Narasumber menggembor-gemborkan teori tentang money politik dan tetek bengeknya, sedangkan audiens saja masih belum paham tentang dasar politik itu sendiri. Para narasumber tak menjelaskan secara detail bahwa money politik hanya sebagai salah satu instrumen yang digunakan orang-orang untuk mencapai target apa yang mereka mau. Bukan momok yang menakutkan yang harus hilang dalam dunia perpolitikan.

Saya disini bukan kok merasa benar, tetapi para narasumber tak berani menyebutkan realita bahwa jika dalam berpolitik pun memerlukan uang sebagai faktor pendukungnya. Salah satunya untuk mengurus administrasi. Bahkan untuk cek kesehatan para calon pun memerlukan biaya kan. Jika pada realitanya seperti itu, berarti berpolitik pun tak bisa dilepaskan dari uang. Pepatah mengatakan uang bukanlah segalanya akan tetapi segalanya memerlukan uang. Dan tak terkecuali dalam dunia politik.

Mengurangi adanya money politik tak hanya dibebankan kepada kaum muda saja melainkan pada semua elemen dan siapa saja. Sistem yang baik, aturan yang bagus dan orang-orang yang berintegritas lah yang akan mampu menciptakan iklim politik secara sehat. Jika yang terlihat hanya salah satunya saja maka sampai kapanpun money politik atau lainnya itu masih akan terus ada. Untuk apa sistem yang bagus dan aturan dibuat sebaik mungkin jika orang-orangnya masih suka berkonsolidasi dan bernegosiasi untuk kepentingan pribadi.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sedang Tuhan Pun Cemburu

    • calendar_month Sen, 12 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 527
    • 0Komentar

    Sedang Tuhan pun Cemburu adalah sekumpulan esai-esai yang berkaitan dengan segala aspek kehidupan. Mulai dari kritik-kritik sosial seperti permasalahan narkotika dan seks ; politik seperti korupsi yang merajalela *rupanya korupsi memang sudah menjamur sejak dulu hiks* ; agama tentang seni islami dan dakwah ; sampai budaya di bahas di sini. Semuanya ditulis secara bernas oleh […]

  • Media Online PCNU Pati Raih Penghargaan

    Media Online PCNU Pati Raih Penghargaan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 433
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Website kebanggan warga NU Pati, pcnupati.or.id menerima penghargaan dari Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Sabtu (9/9) malam di Hotel Muria Semarang. Media besutan Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU Pati yang diketuai oleh Angga Saputra ini berhasil menyabet penghargaan sebagai Media Online NU dengan SEO terbaik ke-3 se-Jawa Tengah. Posisi pcnupati.or.id […]

  • Abadiyah Juara Umum Pagar Nusa Cup 2019

    Abadiyah Juara Umum Pagar Nusa Cup 2019

    • calendar_month Ming, 28 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Persatuan Silat Pagar Nusa NU dari Yayasan Abadiyah Gabus, meraih juara umum pertama dalam Kejuaran Pecak Silat Pagar Nusa Cup 3 Tahun 2019.  Raihan ini mengungguli PN Al Ghozaliyah dan PN Cimande Dukuhseti yang berada diurutan kedua dan ketiga. Seperti diberitakan sebelumnya, Persatuan Pecak Silat Pagar Nusa Kabupaten Pati menggelar Kejuaran Pencak Silat Pagar Nusa […]

  • LF-NU Pati Rembug Empat Hal Penting

    LF-NU Pati Rembug Empat Hal Penting

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 616
    • 0Komentar

    PATI-Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Kabupaten Pati, Ahad (28/7) menyelenggarakan rapat Koordinasi dan orientasi internal pengurus. Bertempat di Pesantren Raudlatul Ulum Kajen, rapat tersebut dihadiri oleh ketua PCNU Kabupaten Pati, K. Yusuf Hasyim. Rapat koordninasi LF-NU di Ponpes Roudlotul Ulum Kajen Dalam sambutannya K. Hasyim berharap agar LFNU tetap solid dan tidak hanya berjam’iyyah saja. […]

  • PMII Joyo Kesumo Ziarahi Makam-Makam Auliya’

    PMII Joyo Kesumo Ziarahi Makam-Makam Auliya’

    • calendar_month Sen, 29 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

    PATI-Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Joyo Kesumo Pati melakukan tour religi tiga wali di Pati dan sekitarnya. Kegiatan ini berlangsung dari Hari Minggu (28/7) siang hingga malam. Belasan pengurus Komsat Joyo Kesumo membelah panasnya siang dan dinginnya malam untuk mengingat jasa para auliya’. Para Pengurus PMII Komsat Joyo Kesumo saat melaukan ziarah di makam […]

  • Dari Kopi Menggerakan Literasi

    Dari Kopi Menggerakan Literasi

    • calendar_month Kam, 29 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 594
    • 0Komentar

    Niam At Majha saat memetik biji kopi di kebun milik orang tuanya di Desa Plukaran, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati “Cuaca pagi ramah, seramah udara dingin. Di sini kebun kopi seperti rumah singgah, tempat aku menampung lelah” Cuplikan tersebut merupakan bait teraakhir puisi berjudul ‘Pemetik Kopi’ karya Niam At Majha. Putra asli Pati ini tidak saja […]

expand_less