Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Menabung Rp10 Ribu per hari, Perajin Tempe asal Soneyan Akhirnya Berangkat Haji

Menabung Rp10 Ribu per hari, Perajin Tempe asal Soneyan Akhirnya Berangkat Haji

  • account_circle admin
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 11.083
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Aroma kedelai fermentasi dari sebuah dapur sederhana di Dukuh Kedung Panjang, Desa Soneyan, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, bukan sekadar penanda dimulainya produksi tempe. Bagi Siti Nafiah (58), aroma itu adalah saksi bisu perjuangan selama puluhan tahun demi menggapai impian ke Tanah Suci.

​Setelah menanti belasan tahun, Siti Nafiah dijadwalkan berangkat haji pada 7 Mei 2026 mendatang bersama suaminya, Winoto (65). Mereka akan bertolak menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali, sebelum terbang ke Arab Saudi.

​Setiap hari, Siti mengolah sekitar 8 kilogram kedelai dengan omzet kotor harian berkisar Rp150 ribu. Dari keuntungan yang tak seberapa itu, ia memegang teguh prinsip disiplin finansial.

​Siti menyisihkan mulai dari Rp10 ribu per hari. Jika kondisi ekonomi stabil, ia mampu menabung hingga Rp100 ribu per minggu.

“Kalau ada kebutuhan lain ya tidak bisa nabung, tapi tetap diusahakan sedikit-sedikit,” ungkap dia, Jumat (24/42026).

​Perjalanan Siti bukan tanpa rintangan. Kebutuhan hidup yang mendesak dan acara sosial seringkali memaksanya menjeda tabungan. Namun, mimpinya tak pernah padam.

Pada tahun 2012, dengan keberanian penuh, ia resmi mendaftarkan diri untuk kursi haji. Setelah menunggu selama 14 tahun, panggilan yang dinanti akhirnya tiba.

“Senang sekali, tidak menyangka bisa berangkat dari jualan tempe,” tutur Siti dengan mata berbinar.

​Usaha tempe dengan modal awal sekitar Rp500 ribu per minggu ini ternyata tidak hanya mengantarkan Siti ke Makkah. Dari dapur sederhana itu, ia berhasil membesarkan ketiga buah hatinya hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Kini, anak-anaknya telah bekerja mandiri di berbagai kota seperti Kudus dan Semarang.

Kisah Siti Nafiah menjadi pengingat kuat bahwa mimpi besar tidak selalu membutuhkan langkah raksasa. Lewat ketekunan, kesabaran, dan konsistensi dari hal-hal kecil, harapan mustahil pun bisa menjadi kenyataan.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    Petualangan Air Terjun Semirang Ajarkan Kepedulian Alam

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.370
    • 0Komentar

      Nuansa petualangan mewarnai Kemah Kemanusiaan dan Perdamaian Sako Pandu Ma’arif NU Jawa Tengah melalui kegiatan jelajah Air Terjun Semirang, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (18/12/2025) dengan tetap mengedepankan prinsip keselamatan dan kelestarian alam. Para peserta menempuh jalur trekking menuju air terjun sambil melakukan aksi bersih lingkungan. Sampah-sampah yang ditemui di sepanjang […]

  • PCNU-PATI

    Amaliyah NU dan Dalilnya

    • calendar_month Sel, 20 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Satu lagi buku perihal Hujjah Amaliyah Nahdliyiah muncul dan beredar untuk umat yang memerlukannya. Kalau dikumpulkan dan dihitung, selama kurun waktu tidak sampai 10 tahun terakhir, telah ditulis dan terbit hampir seratusan buku sejenis, dengan judul dan penulis yang berbeda-beda.Rasanya buku seperti ini tidak akan muncul kalau tidak ada orang ahli jidal yang menggugat-gugat keabsahan […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • Pelajar NU Gandeng Pagar Nusa Ajari Silat

    Pelajar NU Gandeng Pagar Nusa Ajari Silat

    • calendar_month Rab, 8 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 407
    • 0Komentar

      Para pelajar NU Pagerharjo, Wedarijaksa sedang belajar jurus pencak silat yang diajarkan oleh pendekar dari Pagar Nusa setempat. WEDARIJAKSA – Pelajar NU Pagerharjo berkolaborasi dengan sejumlah organisasi mengadakan acara pelatihan pencak silat. Kegiatan inj dilaksanakan di halaman Masjid Al-Mabrur, Senin (6/9) malam. Dalam agenda tersebut IPNU dan IPPNU Ranting Pagerharjo sengaja menggandeng  Ikatan Pencak […]

  • LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    LP Ma’arif PWNU Jateng Bersama Pearson Tingkatkan Kapasitas Guru Bahasa Inggris

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.016
    • 0Komentar

      Semarang, 15102026. LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Pearson Indonesia dalam program pendampingan Bahasa Inggris bagi guru-guru sekolah dan madrasah di lingkungan LP Ma’arif PWNU Jawa Tengah. Program ini diikuti oleh 29 guru dari 26 sekolah dan madrasah. Kegiatan diawali dengan pelatihan tatap muka yang dilaksanakan pada 14–15 Januari 2026 di […]

  • Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 427
    • 0Komentar

    Keberadaan KH Gholib di daerah bambu seribu atau Pringsewu, Provinsi Lampung membawa “lampu yang terang”. Begitu H.A Musa Achmad pada tahun 1973 menggambarkannya. Lampu adalah madrasah, penerang anak-anak dengan pendidikan agama Islam. Berikut kisah KH Gholib dalam perjuangan di bidang agama, pendidikan dan sosial yang dituturkan Dr. Dra. Hj. Farida Ariyani, M.Pd, cucu KH Gholib, […]

expand_less