Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan Sebagai Hak Asasi Manusia

Pendidikan Sebagai Hak Asasi Manusia

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 6 Mei 2023
  • visibility 473
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Pendidikan bukanlah menabur benih pada dirimu, melainkan menumbuhkan benih-benih yang ada dalam dirimu”. (Jalaluddin Rumi).

Pendidikan itu benih harapan bagi masyarakat dan bagi manusia itu sendiri. Karena pendidikan merupakan instrumen kunci untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu, manakala masyarakat dilanda  kegelapan, keterbelakangan, keterpurukan, kekacauan, dan tidak tahu cara mengatasinya, maka sandaran pamungkasnya adalah pendidikan.

Dan bila benih itu mendapatkan pengairan, penerangan, dan perawatan jiwa yang baik, makai akan tumbuh menjadi tumbuh kembang jadi pohon pengetahuan, kebijaksanaan, dan menjadi peradaban berbudi luhur.

Itulah satu-satunya kekayaan yang dimiliki manusia yang tidak bisa lenyap. Bahkan, kematian tidak bisa mematikan pohon pengetahuan yang kita tumbuhkan. Justru pohon tersebut akan beranak-pinak dan melahirkan benih-benih baru yang menyuburkan serta  memakmurkan negeri.

Itulah gaya hidup yang tidak haus karena hujan, dan tidak lekang karena panas. Oleh karenanya kekayaan sejati suatu negeri bukanlah kekayaan alamnya, melainkan kekayaan pengetahuan dan kebijaksanaan dalam jiwa bangsa, hasil dari budidaya pendidikan.

Hal ini juga sebagaimana dijelaskan Ki Hadjar Dewantara tujuan dari pendidikan adalah untuk membentuk karakter, budi pikerti, daya, karsa, beradab,dan menumbuhkan manusia merdeka yang berbudaya.

Maka, dalam hal ini, pendidikan adalah proses belajar menjadi manusia seutuhnya, dengan mempelajari dan mengembangkan kehidupan (mikro-kosmos dan makro-kosmos) sepanjang hidup. Dalam mempelajari dan mengembangkan kehidupan ini, manusia diperantarai sekaligus membentuk kebudayaan, yakni system nilai, system pengetahuan,dan system perilaku bersama sebagai hasil daya piker, daya, rasa, daya karsa, dan daya raga Bersama yang membentuk lingkungan sosial yang memengaruhi cara manusia berperilaku dan memaknai dunianya.

Dalam pemahamannya, manusia adalah perwujudan khususatau diferensiasi dari alam. Sebagai perwujudan khusus dari jagad besar,manusia harus berusaha untuk menyatukan diri dengan aturan alam yang agung. Akan tetapi berbeda dengan respon otomatis yang naluriah dari tumbuhan dan hewan terhadap tuntunan alam, manusia dapat menentukan pilihan dan memiliki peranan aktif dan kreatif di dalam alam. 

Menurut Ki Hadjar Dewantara inilah sifat-sifat kekhalifahan-ketuhanan yang menimbulkan gagasan tentang kehalusan adab, kesusilaan, dan kebudayaan. Singkat kata, manusia adalah makhluk yang berkebudayaan dan berkeadaban.

Dalam proses belajar menjadi manusia sebagai makhluk berkebudayaan, setiap individu memiliki tiga potensi besar sebagai kreator kebudayaan, yang disebutnya sebagai ‘trisaksi’ insani; cipta (pikiran), yang membuahkan pengetahuan, pendidikan, filsafat; rasa yang membuahkan keindahan, keluhuran batin, seni, adat-istiadat, penyesuaian sosial, nasionalisme, keadilan, dan keagamaan.     

Dengan demikian, maksud pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada setiap anak. “kekuatan kodrati yang ada pada anak-anak tersebut tiada lain adalah segala kekuatan di dalam hidup batin dan lahir. Sedangkan tugas pendidiknya,menurutnya hanya dapat menuntun tumbuhnya atau hidupnya kekuatan-kekuatan itu, dan dapat memperbaiki lakunya.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mandiri Lewat Bisnis Kuliner, Sekretaris LTNNU Pati Bangun Visi Pendidikan dari Kedai "Ayam-Ayam"

    Mandiri Lewat Bisnis Kuliner, Sekretaris LTNNU Pati Bangun Visi Pendidikan dari Kedai “Ayam-Ayam”

    • calendar_month Ming, 5 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 69
    • 0Komentar

    ​PATI — Menjadi pengusaha kuliner kecil-kecilan tidak membuat Maulana Luthfi Karim (31) bermental kerdil. Pemuda asal Desa Gembong, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati ini membuktikan bahwa dari kedai ayam sederhana, ia mampu merajut visi masa depan yang besar bagi keluarganya. ​Langkah ini dimulai usai Luthfi menyelesaikan kuliahnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Bukannya […]

  • Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    Jika Mau Nulis Puisi, Jangan Baca Rumus Kimia

    • calendar_month Rab, 20 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 553
    • 0Komentar

    Semarang –  Dalam menulis puisi, seorang penyair baik pemula atau mahir harus menyesuaikan dengan zamannya. Hal itu diungkapkan Muhammad Rois Rinaldi Penerima Anugerah Utama Penyair ASEAN (HesCom Esastera 2014-2016) dan Anugerah Puisi ASEAN (Numera, 2014) dalam Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Literasi Karya Sastra Puisi pada Selasa (19/11/2024) melalui Zoom Meeting. “”Puisi yang baik itu adalah […]

  • Ramadan dan Etika Bermedia Sosial

    Influencer, Ulama, dan Otoritas Ilmu

    • calendar_month Jum, 13 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.373
    • 0Komentar

      Oleh Hamidulloh Ibda   Ketiga profesi (pekerjaan), hobi, minat, atau aktivitas pada judul kolom ini memang bukan seharusnya diparadokskan. Akan tetapi, ketiga memiliki ruh yang sama, yaitu “ingin berkuasa” dalam arti tertentu.   Zaman dulu, orang mencari ilmu tak sebatas aktivitas intelektual dan akademis, namun juga perjalanan fisik yang panjang dan tentu sangat melelahkan […]

  • Berkebun di Lahan Sempit

    Berkebun di Lahan Sempit

    • calendar_month Sel, 14 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Oleh : Sirril Wafa* Jeruk nipis merupakan jenis tumbuhan yang masuk ke dalam suku jeruk-jerukan. Nama lain buah ini di Asia dan Amerika Tengah dikenal sebagai jeruk pecel.  Menanam pohon jeruk nipis sangat perlu untuk dicoba. Sebab, selain mudah dibudidayakan, buah mungil ini juga punya segudang manfaat.  Di luar sana, tanaman yang memiliki nama beken […]

  • NU Jangan Hanya Bicara Potensi

    NU Jangan Hanya Bicara Potensi

    • calendar_month Kam, 8 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 352
    • 0Komentar

    KH Lukman Hakim Syaifuddin, selaku Menteri Agama dalam Silaturrahim NU se-Dunia di Hotel Taisir Mekah (Kamis, 7 Dzulhijjah 1440 H./8 Agustus 2019) menyatakan, membicarakan NU jangan hanya potensi. Semua pihak sudah paham bahwa potensi NU di semua bidang sangat besar. Diamnya NU sudah merupakan potensi. Namun potensi saja tidak cukup. Potensi besar NU harus digerakkan […]

  • Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    Makesta IPNU/IPPNU Sumur Tekankan Wawasan Kebangsaan

    • calendar_month Sel, 13 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 495
    • 0Komentar

    CLUWAK-Sebanyak 67 anggota IPNU-IPPNU Ranting Desa Sumur, Cluwak  mengikuti kegiatan Makesta (masa kesetiaan anggota), Senin 12 Agustus sampai Selasa 13 Agustus 2019.  Acara yang diadakan di gedung muslimat NU desa Sumur ini menghadirkan instruktur dari IPNU-IPPNU cabang Pati. Pembukaan Makesta IPNU-IPPNU Desa Sumur Kecamatan Cluwak Dalam acara pembukaan, hadir pengurus ranting NU, muslimat, fatayat dan […]

expand_less