Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Islam Nusantara; Menangkal Gerakan “Jihad” Radikal

Islam Nusantara; Menangkal Gerakan “Jihad” Radikal

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
  • visibility 422
  • comment 0 komentar

Munculnya kelompok Islam yang berhaluan radikal akhir-akhir ini, telah menyedot perhatian serius berbagai kalangan, baik pemerintah, masyarakat, juga umat beragama. Bahkan gerakan radikalisme berkedok agama ini, tidak lagi bersifat lokal atau nasional, namun sudah mulai merambah ke dunia transnasional dan internasional. Mengapa hal ini terjadi?
Tidak sedikit orang atau kelompok yang menganggap keyakinannya yang paling benar dalam memahami agama dan bahkan siap mengorbankan nyawa sekalipun demi mempertahankan keyakinannya. Fenomena inimenunjukkan bahwa pemahaman aqidah keberagamaan baik secara internal maupun eksternal seringkali dipahami secara tekstual dan sempit. Hal ini menunjukkan lemahnya sikap ukhuwah dan toleransi beragama yang berakibat pada fanatisme dan primordialisme kelompok yang cenderung “buta”.
Dalam beberapa kasus, fanatisme agama menyebabkan orang dapat dengan mudah melakukan kekerasan demi “agenda suci” mereka sebagaimana yang mereka pahami. Di samping itu, fanatisme agama juga seringkali dipengaruhi oleh paradigma berfikir kelompok fundamentalis yang lebih menekankan pada otentisitas Islam yang telah menempatkan doktrin Islam tidak pada tempat yang sewajarnya yang pada akhirnya melahirkan absolutisme.


Sementara itu, KH. Ma’ruf Amin mensinyalir bahwa fanatisme yang berlebihan menyebabkan tumbuh suburnya radikalisme di negeri ini. Ketika orang berbeda pendapat akan dianggap sebagai musuhnya. Tak hanya orang yang berbeda agama, yang seagama pun bila berbeda pendapat akan tetap dianggap sebagai lawan.
Faktor yang menyebabkan munculnya radikalisme kelompok Islam  garis keras ini tidak hanya berasal dari pemahaman sempit terhadap fanatisme dan primordialisme keagamaan, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya kekuatan politik pemerintah dalam penegakan hukum.
Gerakan Islam Garis Keras
Aksi anarkisme, radikalisme, bahkan terorisme seringkali dihubungkan dengan kelompok gerakan Islam Garis Keras. Sebutan ini sering diasumsikan pada kelompok Islam radikal atau Islam Fundamentalis, yaitu gerakan-gerakan yang menolak dan membasmi segala sesuatu yang dilihat tidak Islami. Gerakan ini didorong  oleh motivasi imani dengan tanggung jawab untuk mewujudkan risalah Islam di muka bumi melalui perjuangan suci untuk merubah situasi yang belum Islami kedalam situasi yang Islami.
Secara umum kaum  fundamentalis memiliki tiga corak gerakan : Pertama,Reformatif yaitu pemurnian ajaran Islam dari pengaruh unsur-unsur di luar Islam. Kedua, Kesadaran diri untuk keluar dari isolasi kekuatan lain di luar Islam. Dan Ketiga, pertumbuhan kepercayaan diri untuk tampil sebagai kekuatan alternatif yang membawa penyelesaian atas problem-problem  yang dihadapi umat manusia.
Corak gerakan ini seringkali melahirkan pola-pola gerakan yang cenderung bersifat eksklusif, simbolis, progressif dan repressif dengan dilandasi oleh nilai-nilai “JihadFisabilillah“, “Amar Ma’ruf nahi Munkar”dan “Militansi Islam” dan lain sebagainya.
Di Indonesia gerakan ini sering dilakukan oleh kelompok-kelompok Islam militan atau Islam jama’ah dengan mengangkat simbol-simbol Islam dalam setiap aksi gerakannya. Target utama gerakan kelompok ini adalah untuk memperjuangkan berdirinya Negara Islam Indonesia dengan berlakunya sistem khilafah Islam di Indonesia.  
Pada akhir tahun 80-an dan awal 90-an terjadi perubahan gerakan, muncul pertentangan antara kelompok dakwah kulturaldan kelompok yang menginginkan pencetakankader–kadermilitan (radikal) yang dikembangkan oleh kelompok wahaby radikal. Gerakan ini lebih banyak berkembang di Malaysia, Pakistan, Singapura, Afghanistan dan tidak memiliki akar yang kuat di Indonesia, karena kekuatan gerakan Islam di Indonesia telah terorganisir oleh dua organisasi besar yaitu Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang cenderung bersifat moderat.
Munculnya “gerakanjihad radikal” yang dilakukan oleh kelompok Islam Militan ini, menurut Prof. Dr. Imam Bawani, MA ada dua faktor  yang mendasarinya; Pertama, Faktor Internal yakni karena pemahaman seseorang terhadap Islam yang sangat rigid (kaku, keras). Kedua, Faktor Eksternal  yakni ketidakadilan dan kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina yang dibiarkan terus berlanjut oleh Amerika Serikat menjadi stimulus terhadap kekerasan kelompok ini.
Islam Nusantara; manifestasi Islam Rahmatan Lil ‘Alamin
Islam merupakan agama yang secara tegas memberikan pernyataan tentang pluralisme. Dalam Islam, pluralisme dilihat sebagai aturan Tuhan (sunnatulah), yang tak mungkin berubah, tak bisa diingkari, dan tak mungkin dilawan. Cukup banyak ayat-ayat dalam Al Qur’an yang menguraikan pandangan tentang pluralisme, sebagai sunnatullah yang harus diterima oleh ummat Islam. Karena itu Al Qur’an sangat menganjurkan ummatnya untuk selalu memelihara persaudaraan (ukhuwah), tidak membenarkan sikap-sikap absolutis dan merasa paling benar sendiri, apalagi merendahkan kaum seiman hanya karena mereka punya pandangan yang berbeda.
Ada lima jaminan dasar sebagai wujud universalisme Islam yang diberikan kepada warga masyarakat baik secara perorangan maupun sebagai kelompok, yaitu : (1) jaminan dasar akan keselamatan fisik warga masyarakat dari tindakan badani di luar ketentuan hukum, (2) jaminan keselamatan keyakinan agama masing-masing, tanpa ada paksaan untuk berpindah agama, (3) jaminan keselamatan keluarga dan keturunan, (4) jaminan keselamatan harta benda dan milik pribadi di luar proses hukum, dan (5) keselamatan profesi.
Prinsip-prinsip diatas, diejawantahkan oleh para ulama melalui ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah, yang dikenal sebagai konsep teologi inklusif. Pemahaman keagamaannya mengacu kepada prinsip moderat (tawasuthiyyah), toleran (tasamuhiyyah), reformis (ishlahiyyah), dinamis (tathawwuriyyah), dan metodologis (manhajiyyah). Konsep ini menjadi ciri khas warga NU di dalam mengukur dan menyelesaikan setiap persoalan.
Sikap NU yang anti radikalisme ini ditunjukkan pada saat Muktamar NU ke 33 di Jombang yang mengusung tema Islam Nusantara. Hal ini merupakansumbangsih terbesar NU kepada Indonesia dan dunia yang menampilkan wajah Islam tidak radikal. Karena tradisi Islam Nusantara tidak mungkin menjadikan orang radikal, tidak mengajarkan membenci, membakar, atau bahkan membunuh dengan alasan apapun.
Islam Nusantara sebagai bentuk manifestasi Islam yang rahmatan lil ‘alamin inilah yang mampu membawa perdamaian dunia. Melalui pemahaman yang benar terhadap ajaran-ajaran Islam dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, maka Nahdlatul Ulama tidak tertarik pada ideologi yang ditawarkan oleh kelompok-kelompok Islam radikal seperti halnya ISIS, Al-Qaeda, dan kelompok Islam radikal lain yang mewacanakan konsep kebangsaan dan kenegaraan lain.(Yusuf Hasyim, S.Ag,M.S.I adalah Sekretaris PCNU Kab. Pati, Jawa Tengah)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Raker dan Silaturahim LKK NU Temanggung, Prioritas Madrasah Keluarga Maslahah

    Raker dan Silaturahim LKK NU Temanggung, Prioritas Madrasah Keluarga Maslahah

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle admin
    • visibility 550
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id-Temanggung – Setelah resmi dilantik oleh PCNU Temanggung, Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK NU) Temanggung, Selasa 27 Mei 2025 menggelar Raker dan Silaturahmi Pengurus di RM Kampung Sawah Temanggung. Pasca pelantikan di awal Mei 2025, kegiatan ini merupakan temu perdana semua pengurus yang dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Temanggung KH M Nurul Yaqin. Dalam […]

  • Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema 'Nampi'

    Teater Suryopati IPMAFA Pati Gelar Pertunjukan Bertema ‘Nampi’

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 421
    • 0Komentar

    PATI – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Suryopati Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) menggelar pertunjukan teater di halaman kampus Kamis (19/6/2025) malam dengan mengangkat tema “Nampi”. Pentas ini merupakan produksi utama Teater Suryopati dan menjadi medium ekspresi serta komunikasi mahasiswa kepada publik melalui pertunjukan. Pementasan diawali dengan orasi budaya yang disampaikan oleh Arif Khilwa dari […]

  • Hadapi Covid 19, Menag : Tingkatkan Kedermawanan Sosial

    Hadapi Covid 19, Menag : Tingkatkan Kedermawanan Sosial

    • calendar_month Sen, 12 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas JAKARTA-Acara pray from home yang dihelat oleh Kementerian Agama RI Minggu (11/7) berjalan lancar. Kegiatan yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo tersebut merupakan langkah spiritual untuk mengurangi penyebaran Covid 19. Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agama RI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa hingga saat ini, belum ada yang mengetahui […]

  • Pingin Syahid kok Pakai Syahwat. Photo by Everton Vila on Unsplash.

    Pingin Syahid kok Pakai Syahwat

    • calendar_month Kam, 8 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Agama mana yang memperbolehkan pertumpahan darah sebagai media syiar? Pertanyaan ini tampak klise, tapi nyatanya hingga sekarang, masih banyak kekerasan atas nama agama. Syi’ar katanya! Memusuhi para pembangkang agama. Lantas seperti apa kriteria pembangkang yang dimaksud? Apa itu thaghut? Apakah semua kafir layak dibunuh? Semua serba abu-abu. Aksi terorisme dengan kedok […]

  • ‎Gus Mujib Jogo Roso Isi Pengajian Ramadan Ahad Sore di Masjid Baitul Mujahid

    ‎Gus Mujib Jogo Roso Isi Pengajian Ramadan Ahad Sore di Masjid Baitul Mujahid

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 10.215
    • 0Komentar

    Semarang – Suasana Ramadan 1447 H yang hangat terasa di Masjid Baitul Mujahid Keluraha Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang pada Ahad sore (15/3/2026). Iringan musik Rebana New Baitul Mujahid menghidupkan suasana kegiatan Pengajian Ramadan Ahad Sore. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan Feels Like Home kembali digelar dengan menghadirkan penceramah Gus Mujib Jogo […]

  • Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

    Kali ini Suluk Maleman membahas Kedholiman Mencipta Kegelapan

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id- Ngaji NgAllah Suluk Maleman kembali digelar di rumah Adab Indonesia Mulia pada Sabtu (15/3) malam, dengan mengangkat tema “Menyibak Kegelapan” sebagai bahan renungan bersama. Penggagas Suluk Maleman, Anis Sholeh Ba’asyin menyebut dalam Qur’an dijelaskan bahwa Allah mengeluarkan orang-orang mukmin dari kegelapan menuju cahaya. “Manusia memiliki kemampuan untuk membaca realitas karena diberi alat baca […]

expand_less