Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

Pemikiran Aswaja KH. Hasyim Asy’ari

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 22 Nov 2017
  • visibility 623
  • comment 0 komentar

Beberapa waktu yang lalu di beberapa media online muncul berita, bahwa kitab karya KH. Hasyim Asy’ari yang berjudul “Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah: Fi Haditsi al-mauta Wa Asyaratu al-Sa’ah Wa Bayanu mafhumi al-Sunnah Wa al-Bid’ah” berusaha dirubah oleh oknum tertentu. Bagian isi kitab yang dirubah berkaitan dengan penjelasan KH. Hasyim Asy’ari atas bolehnya atau anjuran ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, yang kemudian diganti dengan penjelasan dianjurkannya ziarah ke Madinah munawwarah, dan mengganti kalimat Rafidlah menjadi kalimat Syi’ah yang memiliki pengertian umum.
            Peristiwa di atas merupakan salah satu strategi dan propaganda kelompok-kelompok yang anti ziarah untuk merubah dan merusak pemahaman masyarakat di dalam memahami ajaran Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah. Sebagai paham mayoritas masyarakat Indonesia, ASWAJA memang tak bisa lepas dari berbagai usaha musuh yang ingin melemahkannya. Masyarakat diseru untuk selalu waspada terhadap berbagai buku dan kitab-kitab klasik atau kontemporer yang telah banyak dijadikan sebagai media pelemahan paham ASWAJA dari dalam dengan merubah sebagian isi kitab. Apalagi sekarang banyak muncul buku bacaan benbentuk e-book atau kitab-kitab digital dan online. Kemajuan demikian disamping memudahkan masyarakat dalam mengakses referensi, tapi juga membahayakan jika kitab atau buku yang diterbitkan tersebut mengalami perubahan yang krusial dalam bagian tertentu, sehingga bisa menyesatkan pemahaman masyarakat terhadap agama.

            Kitab Risalatu Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah adalah karya Kiai Hasyim yang menjadi salah satu kitab pegangan mayarakat Nahdliyin dan menjadi salah satu kitab bacaan wajib di pesantren, yang bertujuan untuk memberi pemahaman yang benar kepada masyarakat tentang ASWAJA , dan membentengi mereka dari berbagai aliran sesat, terutama menangkal gerakan Wahabisme. Kitab ini ditulis sekitar tahun 1330 H, atau 180 tahun paska berdirinya Wahhabisme di Saudi. Wahhabisme yang berhasil melakukan kontrak politik dengan Raja Saud berpengaruh cukup luas hingga ke tanah air. Dan puncak dari gerakan Wahhabisme masuk ke Indonesia sekitar tahun 50-60 an, tidak lama setelah wafatnya Kiai Hasyim Asy’ari pada tahun 1947 H.
Kitab ini secara khusus menjelaskan tentang paham Ahlu al-Sunnah Wa al-Jama’ah yang berkaitan dengan beberapa pokok pembahasan, yaitu penjelasan terkait pemahaman yang benar tentang sunnah dan bid’ah, madzhab mayoritas yang diikuti masyarakat Jawa, khittah ulama salaf, keharusan taqlid bagi yang tidak mempunyai kemampuan ijtihad, keharusan hati-hati di dalam menerima pemahaman agama, peringatan atas orang yang membuat-buat tradisi yang buruk, penjelasan tentang pecahnya umat Nabi Muhammad Saw, menjadi 73 golongan, tanda-tanda datangnya hari kiamat, dan penjelasan tentang hadits-hadits yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan tentang orang yang telah meninggal.
Diantara kandungan dari kitab ini yang penting diketahui oleh masyarakat umum, terutama masyarakat Nahdliyin adalah peringatan Kiai Hasyim Asy’ari terhadap bahaya beberapa kelompok Islam yang muncul sekitar tahun 1330 hingga sekarang. Mereka adalah kaum modernis pengikut Muhamad Abduh dan Rasyid Ridla, yang sedikit banyak terpengaruh oleh konsep bid’ah yang dikembangkan Muhammad bin Abdul Wahhab, Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim. Ada juga kelompok Syiah yang fanatik pada Ali bin Abu Thalib. Ada lagi kelompok Ibahiyyun yang membolehkan pengikutnya lepas dari ikatan syariat tatkala sampai pada makrifat. Begitu juga kelompok yang meyakini reinkarnasi ruh dan oknum-oknum kaum sufi yang mengaku menyatu (Itthad, Hulul, Wahdatu al-Wujud) dengan Tuhan atau yang populer dalam bahasa Jawa dengan manunggaling kawulo gusti.
Menurut Kiayi Hasyim Asya’ari, kelompok di atas tersebut semuanya dianggap sesat. Kelompok yang selamat dan seharusnya diikuti oleh masyarakat adalah kelompok Salafisme, yaitu kelompok yang mengikuti tuntunan ulama salaf dengan mengkaji kitab-kitab yang dianggap mu’tabarah, mencintai ahlu al-bait, para wali dan kaum shaleh, mau ber-tabarruk, ziarah kubur, meyakini syafaat dan lain sebagainya. Sebab, menurut penuturan Kiai Hasyim pada masa lalu Umat Islam di Jawa memang telah sepakat untuk bermadzhab dengan satu rujukan dan pegangan, yaitu dalam bidang fiqih mengikuti kepada Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i, dalam masalah ushuluddin mengikuti kepada madzhab Imam Abul Hasan Al-Asy’ari, dan dalam bidang tasawuf mengikuti kepada Imam Al-Ghozali dan Imam Abul Hasan Asy-Syadzili.
Dalam kaitan ini, masyarakat Nahdliyin seyogyanya senantiasa mau belajar agama Islam dengan para ulama, kiayi, dan ustadz yang benar-benar memahami ajaran Islam (ASWAJA). Kehati-hatian dan kewaspadaan terhadap berbagai gerakan dan propaganda pelemahan terhadap ajaran ASWAJA harus dilakukan oleh semua masyarakat, yaitu memalui kesadaran dan kemauan untuk menerima ajaran agama dari ahlinya. (Andi Syarqowi Penulis Adalah Ketua LAKPESDAM NU Pati)
.
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngaji Budaya Lesbumi Pati: Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Tradisi

    Ngaji Budaya Lesbumi Pati: Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Tradisi

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • account_circle admin
    • visibility 18.372
    • 0Komentar

      Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Pati berkolaborasi dengan Jama’ah Langgar Makam Mbah Wiro Padi Pasucen menggelar Ngaji Budaya bertajuk “Meneladani Akhlak Nabi, Merawat Budaya”. Kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW itu berlangsung di halaman Langgar Makam Mbah Wiro Padi, Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Sabtu (30/8/2026). Sejumlah […]

  • Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.318
    • 0Komentar

      PATI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menanggapi beredarnya video viral yang menunjukkan aksi tidak terpuji sekelompok anak-anak dan remaja saat pelaksanaan ibadah salat di masjid. ​Dalam video tersebut, tampak sejumlah remaja menyodok jemaah yang sedang bersujud menggunakan tongkat. Mirisnya, imam salat pun tak luput dari aksi jahil tersebut. ​Video […]

  • Bongkar Pagar, LPBH-NU Pati Laporkan Polisi Yayasan STAIP

    Bongkar Pagar, LPBH-NU Pati Laporkan Polisi Yayasan STAIP

    • calendar_month Sen, 28 Sep 2026
    • account_circle admin
    • visibility 19.999
    • 0Komentar

    Pati – Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH-NU) Cabang Pati, melaporkan pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Pati alias YAPI 2011 yang merupakan milik Sekolah Tinggi Agama IsIam Pati (STAIP), Senin (28/9/2026). Pasalnya, mereka diduga memerintah orang untuk membongkar pagar lahan milik Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati. Ketua LPBH-NU Cabang Pati, Ahmad Shofwan menjelaskan, […]

  • PCNU-PATI Photo by Abdullah Arif

    Ramadan dan Muhasabah diri

    • calendar_month Sab, 16 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” Q.S: Albaqarah 183. Momentum datangnya bulan suci Ramadan tentunya sangat dinantikan oleh semua umat Muslim di seluruh penjuru dunia. Datangnya bulan suci ini tentunya disambut dengan gagap-gempita baik melalui medsos (media sosial) maupun melalui […]

  • Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU IPPNU Pati Launching 2 Program Unggulan

    Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU IPPNU Pati Launching 2 Program Unggulan

    • calendar_month Kam, 25 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 632
    • 0Komentar

    IPNU dan IPPNU melaunching SMC dan Suara Pelajar di Pendopo Kabupaten Pati PATI – Lembaga Pers dan Jurnalistik PC IPNU IPPNU Kabupaten Pati terbitkan dua program kerja saat Rapat Kerja Cabang (Rakercab). Di antaranya ialah SMC (Student Media Connection) dan Suara Pelajar. SMC di bentuk untuk membangun konektivitas antar Lembaga Pers IPNU IPPNU Sekabupaten Pati.  […]

  • PCNU-PATI

    Jodoh Buat Bu Bidan Cantik

    • calendar_month Ming, 1 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Chapter 1 Lengkap sudah penderitaan Shanaya. Masalah yang datang seperti gulungan ombak yang saling bersusul-susulan menghantam kerikil dan karang-karang. Bertubi-tubi. Hanya surut sebentar lalu pasang lagi. Jika seorang perwira perlu bertahun-tahun meraih pangkat sebagai jenderal dengan bintang empat di kedua bahu baret hijaunya, maka ia hanya butuh sepuluh jam saja. Oh, […]

expand_less