Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » AI dan Hadist Nabi

AI dan Hadist Nabi

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 13 Jan 2025
  • visibility 614
  • comment 0 komentar

Oleh : Isyrokh Fuaidi

Kehadiran AI atau kecerdasan buatan telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang memukau saat ini di tengah pesatnya perkembangan industri 4.0 dan society 5.0. Meski kehadirannya sudah cukup lama, tetapi rasanya momen kekaguman sekaligus kecemasan masyarakat terhadap AI mencapai puncaknya belum lama ini yaitu di tahun 2023-2024 dimana platform AI dari Amerika (OpenAI) bernama ChatGPT secara masif menarik penggunanya dari berbagai belahan dunia. Berbagai macam aplikasi dan platfom AI yang tidak hanya berfungsi sebagai chatbot juga bermunculan untuk memenuhi kebutuhan manusia seperti AI untuk musik, desain, ilustrasi gambar, animasi video, penulisan dan lain seterusnya. ChatGPT sendiri juga melakukan pengembangan terus menerus bersamaan dengan munculnya berbagai platform baru yang ikut berkompetisi seperti Gemini milik Google, JasperAI, Nova AI, Poe, dan bahkan yang dari Indonesia juga turut bermain seperti AI Belajarlagi.

Dalam konteks ini, Islam memberikan panduan yang jelas dalam menyikapi perkembangan teknologi modern seperti AI melalui sabda Nabi Muhammad SAW: “… Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian.” (HR. Muslim). Hadist ini menegaskan bahwa urusan duniawi yang saat ini kebetulan diramaikan dengan penggunaan AI, maka hal itu sepenuhnya diserahkan pada kita semua. Di sinilah perlu adanya sikap yang bijak dan wawasan yang cukup dalam menggunakan AI agar perkembangan teknologi berdampak positif pada kehidupan manusia. Bapak AI, Geoffrey Hinton, Elon Musk, dan sejumlah pakar teknologi yang lain sudah memberikan warning serius mengenai dampak AI dalam tatanan kehidupan manusia yang perlu diantisipasi, salah satunya adalah kemampuan sebagai learning machine yang diprediksi akan melebihi kecerdasan manusia dalam memberikan informasi dan keputusan.

Berbicara mengenai manfaat AI, teknologi ini diakui memiliki kemampuan luar biasa dalam mengotomasi berbagai kebutuhan dan kegiatan seperti tugas-tugas yang dilakukan sehari-hari. Dalam dunia bisnis misalnya, chatbot berbasis AI dapat digunakan untuk melayani pelanggan dengan cepat dan efisien sehingga waktu yang sebelumnya terbuang untuk tugas administratif dapat dialihkan ke pengembangan strategi yang lebih penting. Dalam dunia pendidikan, platform berbasis AI membantu memberikan inspirasi dalam menyelesaikan tugas, mempersonalisasi pengalaman belajar, dan membantu memahami materi yang kurang dipahami saat diterangkan guru atau dosen. Dalam dunia seni juga sudah berkembang pesat seperti membantu seseorang dalam menciptakan musik yang dan lagu yang diinginkan, membuat desain visual yang menarik, dan seterusnya. Semuanya itu tentu membutuhkan skill dan literasi yang cukup agar teknologi AI dapat dimanfaatkan secara optimal. Prinsip lain yang diajarkan oleh hadis Nabi tersebut juga mendorong kita untuk memahami konteks perkembangan zaman tanpa melupakan nilai-nilai yang menjadi landasan perilaku hidup.

Perkembaangan era AI dan pesan Nabi setidaknya memberikan pesan serius pada kita semua bahwa manusia terus-menerus dituntut untuk belajar dan beradaptasi, khususnya kepada generasi muda jaman sekarang yang semakin dihadapkan pada kompetisi yang semakin ketat. Rasanya tidak cukup hanya memahami cara kerja teknologi dan beriperilaku sebagai user atau penikmat teknologi tetapi juga penting untuk berpikir lebih jauh dalam mengembangkan keterampilan yang terus dinamis seperti analisis data, blockchain, pemrograman dan pengelolaan sistem berbasis AI.

Di sisi lain, perkembangan AI tentu menimbulkan sejumlah persoalan yang cukup serius dalam konteks sosial dan pengembangan kualitas SDM masyarakat yang perlu diwaspadai. Informasi AI yang diberikan sangat rentan dengan bias algoritma dimana kecenderungan sistem menghasilkan informasi yang keliru, tidak objektif, tidak akurat, tidak konsisten, tidak cukup detil dalam menggambarkan sesuatu, atau bahkan menciptakan informasi yang ‘menyesatkan’ yang hal itu semua disebabkan oleh kerancuan sumber data (baca: big data) yang digunakan dalam berkomunikasi. Hal ini tentu sangat berbahaya jika dihadapkan pada masyarakat Indonesia dengan literasi membaca yang rendah, maka semua informasi yang diberikan oleh AI akan ditelan mentah-mentah tanpa melakukan verifikasi dan komparasi (tabayyun) dengan sumber lain yang lebih bonafid. Jika perilaku ngawur ini terus-menerus dilakukan, maka tidak heran asumsi Tom Nichols dalam bukunya The Death of Expertise (2017) menjadi kenyataan bahwa kepakaran dan keahlian saat ini benar-benar tidak dihargai padahal di saat yang sama masyarakat menghadapi masalah yang semakin kompleks dan membutuhkan masukan para ahli.

Isyrokh Fuaidi adalah Wakil Ketua PC LTNU Kab Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU PATI - Gandeng Lazisnu, Karang Taruna Desa Lahar Santuni Puluhan Anak Yatim

    Gandeng Lazisnu, Karang Taruna Desa Lahar Santuni Puluhan Anak Yatim

    • calendar_month Ming, 24 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 376
    • 0Komentar

    TLOGOWUNGU  – Ramadan memang menjadi momen untuk berlomba-lomba dalam menebar kebaikan. Salah satunya, Karang Taruna Mandala Desa Lahar, Kecamatan Tlogowungu, Pati yang ikut ambil bagian. Para anggota Karang Taruna Lahar ini membagikan ratusan takjil kepada masyarakat yang melintasi jalan depan balai desa setempat. Selain itu, mereka juga memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu.  Ketua Karang Taruna Desa […]

  • PCNU-PATI

    Menjadi Perempuan; Itu Tak Mudah

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 318
    • 0Komentar

    Oleh : Inayatun Najikah Mengapa hanya karena terlahir sebagai perempuan selalu dilemahkan? Mengapa ruang bicaranya selalu ditutup? Apakah dia tak berhak mendapatkan haknya sebagai manusia? Mengapa dan mengapa hal ini masih sering dan terus terjadi? Apakah jika perempuan mendapatkan haknya yang setara dengan laki-laki akan menimbulkan masalah? Dan segala pertanyaan lainnya. Saya akan bercerita perihal […]

  • c

    Twibbonize Hari Santri Nasional 2022

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 353
    • 0Komentar
  • Pencari Muka, Racun dalam Organisasi

    Pencari Muka, Racun dalam Organisasi

    • calendar_month Sel, 7 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 597
    • 0Komentar

    Oleh: Angga Saputra Pcnupati.or.id – Beberapa waktu lalu, saya bersama teman-teman semasa kuliah di Semarang mengadakan reuni kecil-kecilan. Kami berbincang banyak hal, utamanya ruang lingkup organisasi di daerah masing-masing. Kebetulan, kami sama-sama aktif dalam berorganisasi. Ada yang terjun di organisasi kemasyarakatan, kepemudaan, hingga organisasi sosial. Perbincangan ngalor-ngidul soal organisasi akhirnya mengerucut di satu pembahasan yang […]

  • Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    Puluhan Siswa Baru MHI Digiring ke Polsek dan Koramil

    • calendar_month Sel, 23 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 381
    • 0Komentar

    GEMBONG-Ada yang berbeda di kantor Polsek dan Koramil Gembong, Senin (22/7) pagi. Gelak tawa anak-anak menghiasi dua kantor yang lokasinya bersebelahan ini. Mereka adalah peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong yang sengaja dikenalkan dengan ‘Pak Polisi’ dan ‘Pak Tentara’. Potret kebahagiaan peserta didik baru MI Hidayatul Islam (MHI) Gembong bersama Polisi Cilik (Pocil) […]

  • Meneguhkan Dakwah Lewat Tulisan

    Meneguhkan Dakwah Lewat Tulisan

    • calendar_month Kam, 27 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Anak Cabang IPNU & IPPNU Wedarijaksan mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan Mely Lestari dan Rida Yulia penulis lepas asal Pati, bertempat di aula Kantor MWCNU Wedarijaksa, beberapa waktu lalu. Ketua IPNU Cabang Pati, Muhammad Maksum memaparkan perlu adanya  Gerakan Ayo Menulis buat kader-kader NU salah satunya melalui IPNU&IPPNU. “ Karena gerakan tersebut […]

expand_less