Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Parodi » (b)Untung

(b)Untung

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 2 Okt 2024
  • visibility 367
  • comment 0 komentar

Oleh : Niam At Majha

Ada sebagian orang yang berprinsip dengan melalukan apa saja harus diperhitungkan; semuanya yang dilakukan dan dijalani harus ternominalkan. Sebab geraknya penuh perhitungan seperti halnya rumus fisika ada gaya dan tekanan, pada sejatinya ketika banyak gaya maka tekanan semakin kencang dan keras.

Seperti yang dikemukakan seorang kawan jika untuk bertahan hidup dalam dunia yang penuh persaingan ini semuanya harus penuh dengan perhitungan; salah perhitungan akan rugi direncanakan atau sebaliknya. Sehingga untuk mengatasi kerugian yang berkepanjangan tentu harus perhitungan dalam segala hal. Bahkan ketika berdoa sama Tuhan pun harus ada ke inginan yang berderet-deret dan jika di timbang antara menyembah dan memimnta terlalu banyak yang meminta, bukan meminta malahan akan tetapi mendekte Tuhan semasta alam.

Prolog dalam dunia kehidupan saat ini yaitu seringkali saya mungkin Anda pula ketika mengamati dan meneliti kehidupan yang katanya bermasyarakat ada sebagian kecil akan tetapi banyak, ketika melakukan sesuatu harus ada timbal balik, entah itu trasportasi, atau berupa makanan bermenu yang di bawa pulang sebagai oleh-oleh; tak perduli itu hak nya atau bukan yang penting kenyang.

“Mas…mas nyari yang haram saja susah apalagi halal !!!”

Jargon yang tak jarang saya dengan ketika saat sedang santai di caffe atau menikmati senja di angkringan pinggir jalan; untaian tersebut sebagai simbol orang-orang yang mencari nafkah atau rejeki dengan berbabagai macam cara di tempuh tak penduli itu haknya atau bukan yang terpenting kenyang. Ilustrasi contoh sederhana yang sedang berjalan saat ini yaitu semisal anggaran beli menu makanan yang seharusnya seharga tiga puluh ribu di potong menjadi lima belas ribu sedangkan laporannya yaitu tetap. Hal tersebut sejatinya bukan untung melainkan buntung.

Ilustrasi polanya begini, ketika saya dan Anda mencari uang dengan beraneka raga cara sudah tak peduli lagi dengan norma-norma agama yang berjalanan atau telah melupakan pituah-pituah guru ngaji saat kita masih sering bermain layang-layang atau dakon di teras rumah. Awalnya memang terlihat sepele yaitu tak apa-apa biasa-bias saja, akan tetapi setiap bulan selalu ada jadwal tetap bertemu dengan dokter spesialis, dengan berkonsultasi ini dan itu dan setiap harinya harus dan wajib menelan pil-pil pahit agar kesehatan tetap terjaga. Apakah demikian itu dapat dikatakan untung dengan segala hal yang ketik lakukan semuanya harus di nominalkan?

“Kalau demikian itu bukan untung mas…tapi buntung yang tak di rasakan, “

Saya diam sejenak dengan apa yang di katakan teman saya tersebut. Selain itu, saya mengamati orang-orang di sekeliling saya baik itu yang secara personal saya kenali atau bukan; yang berusaha mencari untung di setiap langkahnya akan tetapi sejatinya adalah buntung yang tak berujung.

“Mas….lama tak nulis sekali menuangkan ide kok malahan sindir sana sini, selain itu alurnya zig zag pula,”

“Emmm,……”

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sholat Jama’ah dan I’tikaf

    Sholat Jama’ah dan I’tikaf

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Assalamualaikum Wr Wb. Pak ustadz saya mau tanya, bolehkah setiap menunaikan sholat jama’ah, saya sambil sekalian niat i’tikaf dimasjid tersebut? apakah ketika saya keluar (pulang) dari masjid seketika itu i’tikaf saya langsung dihukumi batal? Mohon jawabannya. Terima kasih Wa’alaikum salam Wr Wb. Hukum I’tikaf adalah sunah muakkad jika kita tidak bernadzar untuk melakukannya, dan disayogyakan […]

  • 7000 Makan Gratis untuk Peserta dan Official Porsema disiapkan PCNU Kabupaten Semarang

    7000 Makan Gratis untuk Peserta dan Official Porsema disiapkan PCNU Kabupaten Semarang

    • calendar_month Rab, 8 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Semarang – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang akan menyiapkan makan gratis untuk 7000 peserta dan official Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII yang bertempat di Kabupaten Semarang pada 9-12 Februari 2023 besuk. Hal itu diungkapkan Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan di sela-sela kegiatan manaqiban dan doa […]

  • Bersua di Dalam Tanah

    Bersua di Dalam Tanah

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Seorang sufi ternama, Maulana Jalaluddin Rumi, dalam satu syairnya berkata, “Jauh melebihi apa yang benar dan apa yang salah, tersebutlah sebentang tanah. Kita akan bersua di sana.” Syair yang pendek namun menghunjam ke dalam relung hati. Sebuah kritikan yang tajam dari seorang sufi tatkala menyaksikan hiruk-pikuk manusia yang diributkan oleh […]

  • PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    PWNU Jateng Berangkatkan 22 Relawan Kemanusiaan Tahap Pertama ke Aceh

    • calendar_month Ming, 11 Jan 2026
    • account_circle admin
    • visibility 7.023
    • 0Komentar

    JAWA TENGAH – Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, melepas keberangkatan rombongan relawan NU Peduli Jawa Tengah menuju Aceh pada Sabtu (10/1/2026). Bertempat di Gedung PWNU Jateng, pelepasan ini menandai dimulainya misi kemanusiaan tahap pertama yang melibatkan 22 relawan pilihan dari berbagai daerah di Jawa Tengah. ​Sebelum bertolak ke […]

  • KH. Minan, Orang Pertama yang Mengisi Koin Muktamar di Pati

    KH. Minan, Orang Pertama yang Mengisi Koin Muktamar di Pati

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

    PATI-Bertajuk kemandirian Ummat, Muktamar NU ke-34 yang akan dihelat di Lampung kian bergaung. Koin Muktamar yang digagas oleh PBNU sudah mulai digalakkan hingga ke akar rumput. K. Niam Suratman, ketua Lazisnu Pati memberikan sosialisasi Koin Muktamar dan Koin NU (untuk kemaslahatan ummat) saat acara launching Koin Muktamar di aula PCNU Pati Minggu (2/2) siang PCNU […]

  • Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    Gus Ghofar, Sekjend PBNU Era Gus Dur Wafat

    • calendar_month Jum, 6 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Sekjend PBNU saat ini, Helmi Faishol Zaini (kiri) bersama Sekjend PBNU Era Gus Dur, KH. Abdul Ghofar Rahman (kanan) yang sedang terbaring sakit. JAKARTA-KH. Abdul Ghaffar Rahman atau Gus Ghofar berpulang Kamis (5/8) malam tadi. Sekretaris Jendral PBNU era Gus dur tersebut menghembuskan nafas terakhir pada pukul 20.38 WIB di Rumah Sakit pusat Angkatan Darat […]

expand_less