Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Malam di Bumi Tamiang: Langkah Awal Relawan NU Peduli Menyemai Harapan

Malam di Bumi Tamiang: Langkah Awal Relawan NU Peduli Menyemai Harapan

  • account_circle admin
  • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
  • visibility 6.827
  • comment 0 komentar

 

Malam belum sepenuhnya usai ketika rombongan relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah akhirnya tiba di Bumi Tamiang pada pukul 20.30 WIB. Wajah-wajah lelah terlihat jelas setelah perjalanan panjang, namun semangat tetap terjaga. Di bawah langit Aceh yang tenang, langkah pertama misi kemanusiaan resmi dimulai.

Tanpa banyak jeda, para relawan langsung mempersiapkan perjalanan lanjutan menuju lantai Pondok Pesantren MUQ, yang menjadi titik singgah sekaligus pusat koordinasi sementara. Tas-tas logistik diturunkan, perlengkapan disusun, dan sebagian relawan membersihkan area untuk beristirahat sejenak.

Di tengah kesibukan itu, Ketua Relawan NU Peduli PWNU Jawa Tengah, Kang Mukhlisin, tampak sibuk melakukan koordinasi. Dengan suara tenang namun tegas, ia membagi tugas dan memastikan seluruh relawan siap menjalani hari pertama kegiatan di wilayah Aceh Timur.

“Mulai besok kita langsung bergerak. Fokus kita dapur umum, pembangunan TPQ, dan trauma healing. Semua bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ujar Kang Mukhlisin di sela pengarahan malam.

Meski waktu menunjukkan malam hari, rapat singkat tetap digelar. Peta lokasi dibentangkan, alur kerja disepakati, dan jadwal awal ditetapkan. Ada yang menyiapkan peralatan dapur umum, ada yang memeriksa bahan bangunan untuk TPQ, dan ada pula yang mempersiapkan materi pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir.

Bagi para relawan, malam di Bumi Tamiang bukan sekadar waktu istirahat. Ia menjadi ruang menyatukan niat, meneguhkan komitmen, dan menguatkan langkah sebelum terjun langsung ke masyarakat. Di antara lelah dan kantuk, terselip doa agar esok hari berjalan lancar.

Misi kemanusiaan ini akan diawali dengan pembangunan dapur umum, pembangunan TPQ, serta kegiatan trauma healing bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Aceh Timur. Seluruh relawan akan bekerja sesuai peran masing-masing, berlandaskan amanah dan semangat gotong royong.

Malam itu, di lantai Pondok Pesantren MUQ, harapan perlahan disusun. Dan ketika fajar menyingsing, relawan NU Peduli siap bergerak—membawa kepedulian, memulihkan luka, dan menghadirkan harapan baru bagi masyarakat Aceh Timur.. (hsn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan PAC Fatayat  NU Kec Winong

    Pelantikan PAC Fatayat NU Kec Winong

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati secara resmi melantik Pengurus Anak Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong, bertempat di Aula sekolah Tarbiyatul Banin 12/07 kemarin. Pelantikan tersebut dilakukan agar kordinasi dari tingkat Ranting hingga Cabang akan terus terjalin. “Maka sejak tahun ini pengurus cabang akan datang ke PAC Fatayat NU untuk memperbarui para pengurusnya,”ujar  Nugraini […]

  • PCNU-PATI

    Hasil Hasil Muktamar 32

    • calendar_month Sab, 17 Des 2022
    • account_circle admin
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Buku yang kami terbitkan ini berisi dokumen hasil-hasil muktamarMakassar tersebut, mulai dari jadwal acara, tata tertib muktamar, berbagaikeputusan yang dihasilkan dasi sidang-sidang komisi, serta dokumentasi lainyang kami nilai penting baik untuk kalangan pengurus NU di tingkat pengurusbesar, wilayah dan cabang, serta warga Nahdliyin secara lebih luas.Dengan adanya penerbitan ini diharapkan mampu memenuhikebutuhan informasi yang sangat […]

  • Malam Nishfu Sya’ban, PCNU : Ikuti Aturan Pemerintah dan NU

    Malam Nishfu Sya’ban, PCNU : Ikuti Aturan Pemerintah dan NU

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    K. Yusuf Hasyim, ketua PCNU Pati PATI-Sya’ban merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam islam. Banyak diantara kaum muslimin yang mengisinya dengan kegiatan positif, seperti puasa, saling berma’afan serta meningkatkan intensitas ibadah. Warga NU biasa mengisi Bulan Sya’ban dengan puasa pada pertengahan bulan luhur ini. Malam 15 Sya’ban atau sering disebut Malam Nishfu Sya’ban (setengah […]

  • PCNU - PATI

    LAZISNU Cabang Pati, Selenggarakan LPJ

    • calendar_month Sel, 5 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Cabang  Lazisnu Pati menyelenggarakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban Semester Satu Tahun 2022 di Aula IPMAFA, Selasa (5/6). Selain kegiatan pelaporan keuangan, acara pagi ini diselipi dengan kegiatan Madrasah Amil. Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi Lazisnu MWC NU se-Kabupaten Pati. Diantaranya ketua dan bendahara. Kegiatan yang mengambil tema Penguatan Profesionalisme Lazisnu Kabupaten Pati ini […]

  • Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    Jawab Krisis Pangan, Hasil Padi Kadang Tani Sarwotulus Capai 13 Ton

    • calendar_month Ming, 22 Sep 2024
    • account_circle admin
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Semarang – Kelompok tani Kadang Tani Sarwotulus (KTST) berhasil melaksanakan panen raya yang bertempat di desa Ketapang, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang pada Sabtu pagi (21/9/2024). Hal itu terungkap dalam Panen Padi Organik Kadang Tani Sarwotulus Jawa Tengah yang merupakan panen raya edisi tahun ke lima hasil dari budidaya padi dengan pupuk organik. Kadang Tani Sarwo […]

  • PCNU - PATI Photo by JuniperPhoton

    Perfect Goodness

    • calendar_month Sen, 15 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami “Sebaik-baik manusia yang panjang umurnya dan baik amal perbuatannya, dan sejelek-jelek manusia adalah yang panjang umurnya dan paling jelek amal perbuatannya” (Nabi Muhammad Saw.) Paulo Coelho (2012) mendapatkan cerita dari seorang bernama Carson Said Amer. Ada seorang pengajar yang memulai seminar dengan memperlihatkan selembar uang dua puluh dolar dan bertanya, […]

expand_less