Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 212
  • comment 0 komentar

Oleh: Zaenal Arifin*

Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya soal gelar atau posisi, tapi juga soal kemampuan untuk memenuhi ekspektasi yang sering kali datang tanpa batas.

Tantangan besar yang sering muncul saat seseorang mengejar jabatan atau sedang menjalankannya ialah demam panggung. Ini adalah perasaan cemas, cemas, atau bahkan takut ketika harus tampil di depan umum atau menghadapi ekspektasi besar. Demam panggung bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghadapi tekanan untuk selalu terlihat sempurna. Bahkan para pemimpin hebat sekalipun pasti pernah merasakan demam panggung di titik tertentu dalam hidupnya.

Bahaya demam panggung adalah ketika rasa gugup itu tidak dikelola dengan baik. Hal ini bisa membuat seseorang kehilangan fokus, salah mengambil keputusan, atau bahkan terlihat tidak kompeten. Dalam jangka panjang, demam panggung yang terus-menerus bisa mengikis rasa percaya diri dan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan. Apalagi jabatan sering kali menuntut keberanian dan tampak berani, kemampuan dan tampak mampu.

Ambisi bisa menjadi motivasi yang benar serta tantangan yang menarik jika jalanya benar, Untuk mengelola ambisi, penting untuk memiliki tujuan yang jelas dan realistis. Tanpa arah yang tepat, ambisi bisa membuat kita merasa lelah atau bahkan kecewa. Selain itu, penting juga untuk selalu menyalakan diri. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah tujuan saya membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain? Apakah cara yang saya tempuh sudah sesuai dengan nilai-nilai yang saya pegang? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu menjaga ambisi tetap berada di jalurnya

Untuk menghadapi demam panggung, persiapan adalah kunci utama. Ketika kita benar-benar paham apa yang harus dilakukan, rasa gugup bisa dikurangi. Selain itu, penting untuk mengingat bahwa kesalahan adalah hal yang manusiawi. Tidak ada orang yang sempurna, dan belajar dari kesalahan akan tetapi menjadi bijak adalah lebih baik.

Pada akhirnya, jabatan, ambisi, dan demam panggung adalah bagian dari perjalanan hidup yang penuh warna. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa menyeimbangkan semuanya. Jabatan adalah tanggung jawab, ambisi adalah motivasi, dan demam panggung adalah tantangan yang mengajarkan kita untuk terus belajar dan tumbuh. Jangan biarkan tekanan membuat kita kehilangan arah. Tetaplah menjadi pribadi yang berintegritas, percaya diri, dan selalu berusaha memberikan dampak positif bagi sekitar. Karena sejatinya, sukses bukan hanya soal jabatan, tapi juga tentang bagaimana caranya!

*Penyuluh Agama Islam, KUA Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ma’arif Jateng Gelar LKTI Berhadiah Total 33 Juta

    Ma’arif Jateng Gelar LKTI Berhadiah Total 33 Juta

    • calendar_month Sab, 20 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 150
    • 0Komentar

    SEMARANG-Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional kembali digelar. Kali ini Lembaga Pendidikan Ma’arif NU yang menghelat kegiatan tersebut untuk meningkatkan budaya riset dan literasi di kalangan NU. Hal ini dipaparkan oleh ketua panitia, Hamidullah Ibda. Adapun lomba ini dibagi dalam empat kategori. Kategori pertama yaitu tingkat peserta didik MA/SMA/SMK di bawah naungan LP Ma’rif. […]

  • Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    Ngaji Bareng Lakpesdam NU Pati

    • calendar_month Kam, 19 Okt 2017
    • account_circle admin
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Lakpesdam NU Pati mengadakan Ngaji bareng dengan membedah Kitab Risalah Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan mendatangkan  narasumber lulusan Sudan yaitu Taufiq Zubaidi, M.A bertempat di Darul Hadlonah-Waturoyo, 3/8 kemarin malam. “Mulai per Agustus ini mempunyai agenda baru yaitu ngaji bareng, lebih tepatnya bedah buku-buku yang berkaitan dengan NU, Aswaja dan pemikiran Islam atau […]

  • PCNU-PATI

    Mbah Reban

    • calendar_month Kam, 28 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Oleh: Annisa Barokatus Mbah Reban adalah seorang ulama yang lahir di Desa Tambahmulyo Dukuh Tambak Kapas sekitar tahun 1944 M pada hari Rabu dan meninggal pada hari Rabu pula di rumah beliau Desa Tambahmulyo, pada tanggal 15 Jumadil Ula 1431 H pada usia 65 tahun. Nama Mbah Reban diambil dari hari lahirnya yaitu Rabu. Mbah […]

  • Peringati HSN, Banom NU Se Gunungwungkal Gelar Istighosah

    Peringati HSN, Banom NU Se Gunungwungkal Gelar Istighosah

    • calendar_month Sab, 23 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 184
    • 0Komentar

    GUNUNGWUNGKAL – Banom NU se-Kecamatan Gunungwungkal berkolaborasi adakan istighotsah dan tausiyah dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Jum’at (22/10/2021)  Acara bertempat di kediaman KH. Muadz Thohir, Dukuh Karanganyar, Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal dan berlangsung pada pukul 07.00 – 11.30 WIB.  Selain untuk memperingati Hari Santri Nasional, acara tersebut bertujuan untuk mempererat silaturrahim antar banom NU […]

  • Sudah Saatnya Warga Nahdliyyin Melek Politik

    Sudah Saatnya Warga Nahdliyyin Melek Politik

    • calendar_month Jum, 27 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 194
    • 0Komentar

    LAKPESDAM NU — Wakil Ketua PBNU As’ad Sa’id Ali menyatakan, warga nahdliyyin harus berpolitik agar tidak mudah diombang-ambing pihak manapun. Selain tiu, dengan melek politik, cita-cita NU untuk menjaga NKRI dapat terwujud. Hal itu dikatakan As’ad dalam acara pembukaan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK), di Pondok Pesantren Raudlatul Muta’allimin, Desa Langgardalem, Kecamatan Kota, Jumat (20/3) […]

  • Doa Menag saat Upacara Tuai Pujian, Ini Teks Lengkapnya

    Doa Menag saat Upacara Tuai Pujian, Ini Teks Lengkapnya

    • calendar_month Kam, 19 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 229
    • 0Komentar

    Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas sedang membacakan doa dalam Upacara HUT RI ke-76. Doa inilah yang kemudian viral karena keindahan diksinya. PATI-Tidak ada yang aneh dengan upacara peringatannkemerdekaan RI yang ke-76, Selasa (17/8) di istana negara kemarin. Namun akhir-akhir tidak masyarakat yang menyoroti Menteri Agama, Gus Yaqut Cholil Qoimas.  Bukan soal pakaian atau momen-momen […]

expand_less