Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

Jabatan, Ambisi, dan Bahaya Demam Panggung

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 6 Jan 2025
  • visibility 342
  • comment 0 komentar

Oleh: Zaenal Arifin*

Jabatan sering kali dianggap sebagai puncak pencapaian seseorang dalam karir. Ketika seseorang berhasil meraih jabatan tertentu, muncul rasa bangga, baik dari dirinya sendiri maupun dari orang-orang di sekitarnya. Jabatan menawarkan kekuasaan, tanggung jawab, dan peluang untuk membuat perubahan. Namun, di balik itu semua, ada tekanan besar yang harus dihadapi. Jabatan bukan hanya soal gelar atau posisi, tapi juga soal kemampuan untuk memenuhi ekspektasi yang sering kali datang tanpa batas.

Tantangan besar yang sering muncul saat seseorang mengejar jabatan atau sedang menjalankannya ialah demam panggung. Ini adalah perasaan cemas, cemas, atau bahkan takut ketika harus tampil di depan umum atau menghadapi ekspektasi besar. Demam panggung bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi juga tentang bagaimana seseorang menghadapi tekanan untuk selalu terlihat sempurna. Bahkan para pemimpin hebat sekalipun pasti pernah merasakan demam panggung di titik tertentu dalam hidupnya.

Bahaya demam panggung adalah ketika rasa gugup itu tidak dikelola dengan baik. Hal ini bisa membuat seseorang kehilangan fokus, salah mengambil keputusan, atau bahkan terlihat tidak kompeten. Dalam jangka panjang, demam panggung yang terus-menerus bisa mengikis rasa percaya diri dan mempengaruhi kinerja secara keseluruhan. Apalagi jabatan sering kali menuntut keberanian dan tampak berani, kemampuan dan tampak mampu.

Ambisi bisa menjadi motivasi yang benar serta tantangan yang menarik jika jalanya benar, Untuk mengelola ambisi, penting untuk memiliki tujuan yang jelas dan realistis. Tanpa arah yang tepat, ambisi bisa membuat kita merasa lelah atau bahkan kecewa. Selain itu, penting juga untuk selalu menyalakan diri. Tanyakan pada diri sendiri: Apakah tujuan saya membawa manfaat bagi diri sendiri dan orang lain? Apakah cara yang saya tempuh sudah sesuai dengan nilai-nilai yang saya pegang? Pertanyaan-pertanyaan ini membantu menjaga ambisi tetap berada di jalurnya

Untuk menghadapi demam panggung, persiapan adalah kunci utama. Ketika kita benar-benar paham apa yang harus dilakukan, rasa gugup bisa dikurangi. Selain itu, penting untuk mengingat bahwa kesalahan adalah hal yang manusiawi. Tidak ada orang yang sempurna, dan belajar dari kesalahan akan tetapi menjadi bijak adalah lebih baik.

Pada akhirnya, jabatan, ambisi, dan demam panggung adalah bagian dari perjalanan hidup yang penuh warna. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa menyeimbangkan semuanya. Jabatan adalah tanggung jawab, ambisi adalah motivasi, dan demam panggung adalah tantangan yang mengajarkan kita untuk terus belajar dan tumbuh. Jangan biarkan tekanan membuat kita kehilangan arah. Tetaplah menjadi pribadi yang berintegritas, percaya diri, dan selalu berusaha memberikan dampak positif bagi sekitar. Karena sejatinya, sukses bukan hanya soal jabatan, tapi juga tentang bagaimana caranya!

*Penyuluh Agama Islam, KUA Gembong

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • LTN NU Tambakromo Ajak Masyarakat Nulis Puisi Bareng

    LTN NU Tambakromo Ajak Masyarakat Nulis Puisi Bareng

    • calendar_month Sen, 27 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 323
    • 0Komentar

    TAMBAKROMO – MWC LTN NU Tambakromo dalam memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional 2021 kembali berproduksi. Kali ini mengundang para penyair di seluruh Indonesia untuk menulis buku antologi puisi. “Sebagai salah satu upaya membukukan sastra khususnya puisi, maka LTN NU bersama IMN Publishing, mengajak kepada seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam acara nulis bareng tersebut dengan seperti […]

  • PCNU-PATI

    Peluncuran Buku Antologi Puisi Iga, Rindu Tanah Plasenta Syarifuddin Arifin

    • calendar_month Sel, 5 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Depok, Senin 4/9/2023,-  Puisi yang ditulis oleh Syarifuddin Arifin dalam buku antologi puisi tunggal ke-6 berjudul “Iga, Rindu Tanah Plasenta” sebagai puisi-puisi  romantik atau romantisme. ” Penyair belajar sejarah, romantik ‘kan sejarah, enggak dicari-cari atau terserok kemana-mana,” ujar Prof.Dr.Wahyu Wibowo kepada penulis usai mengikuti perbincangan diskusi sastra dan peluncuran buku antologi puisi ke-6 karya […]

  • KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Sabtu, 31 Agustus 2019/ 30 Dzulhijjah 1440, warga Pati, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kehilangan salah satu ulama yang dekat dengan umatnya. Beliau adalah KH. Ali Mahmudan Dahlan asal Wedarijaksa, Pati. Santri ndalem KH. Maimun Zubair yang lama thalabul ilmi di Sarang ini meninggalkan banyak kenangan. Baca: Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini […]

  • PCNU Pati Raih Penghargaan Ke-3 Penanggulangan HIV dan AIDS se-Jawa Tengah

    PCNU Pati Raih Penghargaan Ke-3 Penanggulangan HIV dan AIDS se-Jawa Tengah

    • calendar_month Kam, 25 Jun 2015
    • account_circle admin
    • visibility 387
    • 0Komentar

     Kabar NU. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU)  Pati meraih penghargaan ke tiga sebagai pengurus cabang yang aktif dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS di lingkungan PWNU Jawa Tengah. Penghargaan diberikan oleh perwakilan tim penanggulangan HIV dan AIDS (Sub Recipient/SR) PWNU Jawa Tengah, Tedi Kholiludin. H.Saalamun,  sekretaris SR  PCNU Pati yang hadir dan menerima penghargaan tersebut […]

  • PCNU-PATI Photo by Surface

    Dua Hal yang Menyembuhan Pak Lintang

    • calendar_month Sen, 14 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Minggu, 6 oktober 2013, pukul 21.18 WIB. Sore itu saya janjian ketemuan dengan Pak Hendrik Lim, seorang penulis dan trainer, di Hotel Grand Zuri, Jl. Mangkubumi. Di sana saya dikenalkan dengan Pak Lintang, seorang pebisnis online. “Cerita perjalanan hidupnya sungguh menarik,” ujar Pak Lim. Dan saya sepakat. Ya, pengalaman hidupnya […]

  • PCNU-PATI Photo by Ali Pli

    Seekor Burung dengan Sayap Patah

    • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Oleh : M Iqbal Dawami Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu […]

expand_less