Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Misteri Lailatul Qadar

Misteri Lailatul Qadar

  • account_circle admin
  • calendar_month Rab, 3 Apr 2024
  • visibility 315
  • comment 0 komentar

Oleh Hamidulloh Ibda*

Sejak 2008, saya rajin menulis artikel tentang Lailatul Qadar. Seingat saya di Koran Pagi Wawasan, Radar Lampung, Radar Tegal, NU Online, Alif.id, sejumlah koran cetak lain yang tidak terlacak termasuk di NU Online Pati (pcnupati.or.id) ini. Dari tulisan-tulisan itu, saya pribadi belum merasa pernah menemukan Lailatul Qadar. Mbuh ngopo. Hemat saya ini pengalaman menemukan Lailatul Qadar bersifat pribadi dan misterius.

Dalam Al-Quran Surat Al-Qadr ayat 1-5 menjelaskan eksisten dann kemuliaan Lailatul Qadar yang Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada Lailatul Qadar. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul Qadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadr ayat 1-5). Petikan ayat tersebut menegaskan bahwa Lailatul Qadar itu eksis dan sangat mulia, lebih mulai dari seribu bulan. Sangat ngeri sekali dan mengesankan.

Tanda-tanda Lailatul Qadar

Tanda-tanda Lailatul Qadar merupakan hal misterius, dan banyak dicari oleh umat Islam karena malam ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Meskipun tidak ada tanda-tanda yang pasti dan jelas dalam Al-Qur’an atau hadis yang menunjukkan secara spesifik kapan malam Lailatul Qadar terjadi, namun ada beberapa tanda-tanda yang diperkirakan terjadi berdasarkan pengalaman dan penuturan para ulama. Dari sejumlah literatur yang saya kaji, terdapat beberapa tanda-tanda yang sering dihubungkan dengan Lailatul Qadar.

Pertama, langit yang cerah. Langit pada malam Lailatul Qadar sering kali terlihat cerah dan bersih, tanpa awan yang menghalangi pandangan. Kedua, cahaya yang terang dan merata. Cahaya bulan pada malam Lailatul Qadar terlihat lebih terang dan merata daripada biasanya. Beberapa orang bahkan melaporkan melihat cahaya yang tidak biasa atau fenomena alam yang aneh.

Ketiga, malam yang tenang dan damai. Malam Lailatul Qadar sering kali terasa lebih tenang dan damai dibandingkan malam-malam lainnya. Udara terasa segar dan suara alam menjadi lebih sepi. Keempat, perasaan khusyuk dan khawatir. Orang yang mengalami Lailatul Qadar mungkin merasa lebih khusyuk dalam ibadah mereka, serta merasa khawatir dan gelisah akan keadaan mereka di dunia dan akhirat. Kelima, pengalaman mimpi yang baik. Beberapa orang mungkin mengalami mimpi yang baik atau menghibur pada malam Lailatul Qadar. Mimpi tersebut bisa saja merupakan pertanda atau pesan dari Allah SWT.

Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa tanda-tanda ini bukanlah sesuatu yang pasti atau harus terjadi setiap tahun. Lailatul Qadar adalah rahasia Allah SWT yang tidak diketahui secara pasti oleh manusia. Oleh karena itu, yang terbaik adalah memperbanyak ibadah dan amalan baik selama sepuluh malam terakhir Ramadan, tanpa terlalu fokus pada mencari tanda-tanda tertentu. Dengan melakukan ibadah dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, insya Allah kita akan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT, baik itu pada malam Lailatul Qadar maupun di masa-masa lainnya.

Keutamaan dan Makna Lailatul Qadar

Lailatul Qadar, yang dikenal sebagai “malam kemuliaan” adalah malam yang sangat istimewa dalam agama Islam. Dipercayai sebagai malam di mana Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT melalui malaikat Jibril, Lailatul Qadar memiliki keutamaan yang luar biasa. Kita perlu menjelajahi makna, keutamaan, dan amalan yang dianjurkan selama malam yang lebih baik dari seribu bulan ini.

Lailatul Qadar, yang berarti “malam kemuliaan” atau “malam takdir”, memiliki makna yang mendalam dalam agama Islam. Malam ini merupakan momen ketika Allah SWT menetapkan segala peristiwa yang akan terjadi dalam setahun berikutnya. Ini adalah malam di mana doa-doa dikabulkan, dosa-dosa diampuni, dan keberkahan diturunkan kepada umat manusia.

Keutamaan Lailatul Qadar sangat besar, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam Surah Al-Qadr, Allah SWT menyatakan, “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3). Keutamaan ini menunjukkan pentingnya malam ini dalam mencari keberkahan dan pahala.

Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan Lailatul Qadar dalam hadis-hadisnya. Beliau bersabda, “Cari malam Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dengan demikian, umat Islam diajak untuk memperbanyak ibadah dan pencarian Lailatul Qadar, terutama di malam-malam terakhir Ramadan.

Amalan Selama Lailatul Qadar

Selama malam yang penuh berkah ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan berbagai amalan ibadah. Pertama, memperbanyak zikir, doa, dan membaca kalimat tayibah. Kedua, salat malam (tahajjud). Kita perlu memperbanyak salat malam dan tahajjud merupakan amalan yang sangat dianjurkan selama Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berdiri (shalat) di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang sangat dianjurkan selama Lailatul Qadar. Rasulullah SAW sangat aktif dalam beribadah dan membaca Al-Qur’an di malam-malam terakhir Ramadan, dan umat Islam dianjurkan untuk mengikuti contoh beliau. Keempat, memperbanyak istighfar. Memohon ampunan Allah SWT dengan memperbanyak istighfar adalah amalan yang dianjurkan selama malam Lailatul Qadar. Dengan memohon ampunan, umat Islam diharapkan mendapatkan keberkahan dan pengampunan atas dosa-dosa mereka. Kelima, berdoa dan bertawakal. Memanjatkan doa-doa kepada Allah SWT adalah bagian penting dari ibadah selama Lailatul Qadar. Berdoa untuk kebaikan dunia dan akhirat, serta bertawakal kepada Allah dalam segala urusan, adalah amalan yang sangat dianjurkan.

Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa dalam agama Islam, di mana keberkahan dan kemurahan Allah SWT diturunkan kepada umat manusia. Dengan memanfaatkan malam ini dengan ibadah dan amalan yang dianjurkan, umat Islam dapat mendapatkan pahala dan keberkahan yang besar serta mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga Allah memberkahi kita semua dan menerima amalan-amalan kita. Amin.

*Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., penulis lahir di Pati, 17 Juni. Saat ini menjadi dosen Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2018-2023, Pengurus LTN NU PCNU Kabupaten Temanggung 2019-2024, Kabid Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2020-sekarang, aktif menjadi reviewer 18 jurnal internasional terindeks Scopus, reviewer 9 jurnal internasional, editor dan reviewer 25 jurnal nasional.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Media Online PCNU Pati Raih Penghargaan

    Media Online PCNU Pati Raih Penghargaan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Website kebanggan warga NU Pati, pcnupati.or.id menerima penghargaan dari Pengurus Wilayah LP Ma’arif NU Jawa Tengah, Sabtu (9/9) malam di Hotel Muria Semarang. Media besutan Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU Pati yang diketuai oleh Angga Saputra ini berhasil menyabet penghargaan sebagai Media Online NU dengan SEO terbaik ke-3 se-Jawa Tengah. Posisi pcnupati.or.id […]

  • Sholawat Kepada Kanjeng Nabi Sebagai Solusi

    Sholawat Kepada Kanjeng Nabi Sebagai Solusi

    • calendar_month Sen, 23 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

      الحمد لله ثم الحمد لله الحمد حمداً يوافي نعمه ويكافئ مزيده، يا ربنا لك الحمد كما ينبغي لجلال وجهك ولعظيم سلطانك، سبحانك اللهم لا أحصي ثناءاً عليك أنت كما أثنيت على نفسك، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمداً عبده ورسوله وصفيه وخليله خير نبي أرسله، […]

  • Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    Lampu Terang Di Balik Seribu Bambu

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Keberadaan KH Gholib di daerah bambu seribu atau Pringsewu, Provinsi Lampung membawa “lampu yang terang”. Begitu H.A Musa Achmad pada tahun 1973 menggambarkannya. Lampu adalah madrasah, penerang anak-anak dengan pendidikan agama Islam. Berikut kisah KH Gholib dalam perjuangan di bidang agama, pendidikan dan sosial yang dituturkan Dr. Dra. Hj. Farida Ariyani, M.Pd, cucu KH Gholib, […]

  • Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2015
    • account_circle admin
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Kabar NU Pati. Pada hari selasa, 16 Desember 2014, LAKPESDAM PCNU Pati menyelenggarakan acara seminar dengan tema “Menanggulangi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan”, bekerja sama dengan Legal Resources Center for Gender Justice and Human Rights (LRC-KJHAM) asal Kota Semarang.  Acara ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh LAKPESDAM NU Pati pada periode ini, yang dihadiri sejumlah […]

  • Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma'arif Akan Dapat Lisensi Publik

    Lewat Branding, Sekolah dan Madrasah Ma’arif Akan Dapat Lisensi Publik

    • calendar_month Rab, 22 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 301
    • 0Komentar

      Brebes – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Brebes, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Nahdlatul Ulama PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding sangat penting bagi kemajuan sekolah dan madrasah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Melalui branding, sekolah dan madrasah Ma’arif akan dikenal masyarakat luas untuk mendapatkan lisensi publik bahwa sekolah dan madrasah Ma’arif memang […]

  • Hukum Mengusap Tangan Setelah Berdoa

    Hukum Mengusap Tangan Setelah Berdoa

    • calendar_month Sen, 26 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Pertanyaan : Ada salah satu praktik orang – orang ketika berdoa mereka mengangkat kedua tangan dan setelah selesai, mereka mengusapkannya ke wajah. akan tetapi setelah doa qunut di saat sholat subuh mengapa ada yang mengusapkan tanganya ke wajah dan ada yang tidak, mohon dijelaskan cara yang benar itu bagaimana ?   Jawaban :Setelah berdo`a dianjurkan […]

expand_less