Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Seekor Burung dengan Sayap Patah

Seekor Burung dengan Sayap Patah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
  • visibility 583
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu saya sangat antusias ingin mendengar ceramahnya. Jarang-jarang saya melihat Kang Jalal ceramah di televisi. Selama ini saya hanya tahu ceramahnya lewat buku-bukunya saja.

Dalam ceramahnya dia bercerita tentang Ibrahim bin Adham dan muridnya, Al-Balkhi. Ibrahim terkenal dengan kezuhudannya. Suatu hari, Al-Balkhi ditanya oleh Ibrahim, “Apa yang menyebabkanmu ingin mendalami sufi?”

Al-Balkhi pun mengisahkannya. Suatu ketika, dalam perjalanan bisnis, dirinya melihat seekor burung yang salah satu sayapnya patah, sehingga tidak bisa terbang. Melihat itu, ia bergumam dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimanakah kiranya burung ini bisa bertahan hidup sementara ia berada di tempat yang begitu jauh dari teman-temannya?

Tak lama kemudian ada seekor burung lain yang bersusah payah menghampirinya sambil membawa perbekalan makanan untuk burung yang cacat itu. Seharian penuh Al-Balkhi terus memerhatikan burung itu, ternyata burung itu tak pernah kekurangan makanan karena berulang kali dikirim makanan oleh burung lain yang sehat.

Al-Balkhi pun menarik sebuah kesimpulan bahwa Sang Pemberi rezeki telah memberi karunia seekor burung yang patah salah satu sayapnya dan jauh dari teman-temannya. Dan dengan kemurahan-Nya, Dia telah mencukupkan rezeki baginya. Dalam keyakinan Al-Balkhi, Allah tentu akan mencukupi rezekinya sekalipun ia tidak bekerja. Untuk itu, Al-Balkhi memutuskan akan fokus beribadah saja. 

Mendengar penuturan Al-Balkhi, Ibrahim bin Adham menanggapi, “Wahai Al-Balkhi, mengapa engkau tidak mencontoh burung yang satunya lagi, yang memberi pertolongan sahabatnya yang sayapnya patah?”

Dari kisah atas, Kang Jalal menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan burung pemberi makan itu sebenarnya sedang melakukan ibadah sosial. Dia menolong burung lain yang tidak mampu dengan membagi makanannya. Tentu kisah kebaikan burung tersebut harus ditiru oleh manusia.  Ibadah sosial berarti ibadah yang berimplikasi pada masyarakat, di mana apa yang dilakukannya terbukti membantu seseorang dalam hidupnya. 

Menjadi sufi bukan berarti meninggalkan soal keduniawian. Menjadi zuhud bukan berarti tidak berdagang, tidak mencari rezeki Tuhan. Bukan. Hidup zuhud bisa dilakukan dalam kehidupan keseharian kita. Sembari bekerja, bisnis, mengajar, kuliah, dan lain-lain, kita juga bisa melakukan hidup zuhud. Zuhud itu soal sikap. Salah satunya sikap kita terhadap harta dan benda-benda yang kita miliki. 

Saya bersyukur di awal tahun tersebut melihat ceramah Kang Jalal yang tidak disengaja itu. Boleh dikata, itu barangkali sudah setting-an Tuhan untuk saya. Tinggal bagaimana saya mau tidak mendatangi undangan Tuhan itu. Rasanya Tuhan hendak memberi pesan bahwa ke depannya saya harus banyak berbagi dengan siapa saja. Berbagi apa saja, sesuai kemampuan saya.

Berbagi sendiri bagi saya adalah kata lain dari ibadah sosial. Artinya, berbagi juga bisa dimasukkan dalam kategori ibadah. Dan ibadah ini mempunyai implikasi kepada masyarakat, sehingga bisa dinamakan sebagai ibadah sosial. Barangkali di tahun-tahun sebelumnya saya kurang berbagi dengan orang lain. Saya masih terlalu egois. Saya masih mementingkan diri saya sendiri. Kepentingan diri sendiri membuat lupa kepentingan orang lain.

Untuk itu saya harus segera memperbaiki diri dengan cara berbagi kepada orang lain. Saya bisa membagikan waktu untuk orang lain di masyarakat. Misalnya, ikut gotong royong, tahlilan, barzanzian, manakiban, kepanitiaan, pengajian, atau sekadar cakap-cakap dengan seseorang, dan mendengarkan curhat, keluh kesah, dan lain sebagainya.

Saya juga bisa membagikan pengetahuan kepada siapa saja dan lewat apa saja. Bisa lewat ceramah di masjid dan pengajian, mengajar di bangku akademik, menulis resensi di media cetak (koran dan majalah), maupun elektronik (blog, fesbuk, dan media online), bahkan menulis buku.

Saya harus selalu ingat dengan sabda Nabi Muhammad (Shalawat dan Salam selalu tercurah untuknya), “Khairunnas ‘anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).”[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Afif: Almadina Semakin Dicintai Masyarakat dan Layak Menjadi Kebanggaan Wonosobo

    Bupati Afif: Almadina Semakin Dicintai Masyarakat dan Layak Menjadi Kebanggaan Wonosobo

    • calendar_month Sab, 20 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.956
    • 0Komentar

    WONOSOBO – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Yayasan Almadina berlangsung meriah di Alun-Alun Wonosobo, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Almadina On The Road tersebut diikuti ribuan peserta dari keluarga besar Almadina, mulai dari pengurus yayasan, guru, tenaga kependidikan, wali murid, hingga siswa dari berbagai satuan pendidikan. Momentum harlah tahun ini juga bertepatan dengan […]

  • PCNU - PATI

    Nur Khoiriyah, Terpilih Menjadi Ketua KOPRI

    • calendar_month Rab, 6 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 409
    • 0Komentar

    Pati. Nur Khoiriyah, terpilih sebagai Ketua KOPRI PC PMII Pati masa khidmah 2022-2023 pada Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PMII Pati di aula bertempat di SMA Muria, 2/7 beberapa waktu lalu. Konfercab merupakan forum tertinggi di level kepengurusan cabang PMII yang meliputi penyampaian LPJ kepengurusan sebelumnya, merumuskan organisasi yang nantinya akan dibawa pemilihan ketua yang baru. […]

  • PCNU-PATI

    Asosiasi P2MI Selenggarakan Diskusi Rutinan di UIN Mataram Secara Luring-Daring

    • calendar_month Jum, 3 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 662
    • 0Komentar

    Pati-Dalam membangun persepsi dan menambah wawasan keilmuan tentang Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Asosiasi Perkumpulan Pengembangan Masyarakat Islam (P2MI) yang diselenggarakan di Civitas Akademik UIN Mataram Lombok berjalan dengan lancar. Senin, 30/10/23. Kegiatan diskusi P2MI yang mengangkat tema tentang “Curriculum and Employability: Standar Kompetensi PMI” bertujuan untuk menguatkan persepsi dan kesamaan dalam perkuliahan maupun kerjasama […]

  • Follow Up Makesta, IPNU IPPNU Jetak Ziarahi Makam Tokoh Desa

    Follow Up Makesta, IPNU IPPNU Jetak Ziarahi Makam Tokoh Desa

    • calendar_month Sab, 2 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 563
    • 0Komentar

      Para kader IPNU IPPNU Jetak berpose usai berziarah di salah satu makam tokoh desa  WEDARIJAKSA – Dalam rangka follow up Makesta ke 3, PR IPNU IPPNU Desa Jetak menggelar ziarah ke sejumlah makam tokoh desa, Jum’at (1/10). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh peserta Makesta IPNU IPPNU Desa Jetak. Selain itu Ketua PAC IPNU IPPNU […]

  • Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    Viral, Warga Palestina Sholat Ghaib untuk Mbah Moen

    • calendar_month Sab, 10 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 726
    • 0Komentar

    GAZA-Bukan hanya warga NU dan Indonesia, sosok Mbah Maimun Zubair ternyata juga sangat digandrungi oleh bangsa lain. Sebut saja orang-orang arab yang sangat terlihat penghormatannya saat Mbah Moen berpulang (6/8) lalu. Salah satu potongan video yang memperlihatkan proses sholat ghaib yang diadakan oleh Warga Palestina untuk almarhum Mbah Moen Akhir-akhir ini beredar video yang merekam […]

  • Puisi-Puisi Juita Intifada

    Puisi-Puisi Juita Intifada

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

      Sabtu Malam Sabtu Malam Minggu kabarmu yang lama ku tunggu tiba bertamu “bagaimana kau tahu?” sedang indomini membisu tersisa aku memeluk rindu   Sore di Tepian Rindu sore di hari minggu satu satu bergegas melaju menyusur tepian rindu dua dua menunggu aku merayu   “kemari, sama-sama mencebur” mereka tersenyum sedang rasaku makin larut dimana […]

expand_less