Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Seekor Burung dengan Sayap Patah

Seekor Burung dengan Sayap Patah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Jan 2023
  • visibility 414
  • comment 0 komentar

Oleh : M Iqbal Dawami

Masih ingat di hari kedua di tahun baru (2011) saya terbangun pada pukul tiga dini hari. Maklum, saya tertidur pukul 21.00, sehingga belum sempat shalat Isya. Selepas shalat saya iseng menyalakan televisi. Di TV One saya melihat pengajian yang diisi oleh KH Jalaluddin Rakhmat, atau biasa dipanggil Kang Jalal. Tentu saya sangat antusias ingin mendengar ceramahnya. Jarang-jarang saya melihat Kang Jalal ceramah di televisi. Selama ini saya hanya tahu ceramahnya lewat buku-bukunya saja.

Dalam ceramahnya dia bercerita tentang Ibrahim bin Adham dan muridnya, Al-Balkhi. Ibrahim terkenal dengan kezuhudannya. Suatu hari, Al-Balkhi ditanya oleh Ibrahim, “Apa yang menyebabkanmu ingin mendalami sufi?”

Al-Balkhi pun mengisahkannya. Suatu ketika, dalam perjalanan bisnis, dirinya melihat seekor burung yang salah satu sayapnya patah, sehingga tidak bisa terbang. Melihat itu, ia bergumam dan bertanya-tanya dalam hati, bagaimanakah kiranya burung ini bisa bertahan hidup sementara ia berada di tempat yang begitu jauh dari teman-temannya?

Tak lama kemudian ada seekor burung lain yang bersusah payah menghampirinya sambil membawa perbekalan makanan untuk burung yang cacat itu. Seharian penuh Al-Balkhi terus memerhatikan burung itu, ternyata burung itu tak pernah kekurangan makanan karena berulang kali dikirim makanan oleh burung lain yang sehat.

Al-Balkhi pun menarik sebuah kesimpulan bahwa Sang Pemberi rezeki telah memberi karunia seekor burung yang patah salah satu sayapnya dan jauh dari teman-temannya. Dan dengan kemurahan-Nya, Dia telah mencukupkan rezeki baginya. Dalam keyakinan Al-Balkhi, Allah tentu akan mencukupi rezekinya sekalipun ia tidak bekerja. Untuk itu, Al-Balkhi memutuskan akan fokus beribadah saja. 

Mendengar penuturan Al-Balkhi, Ibrahim bin Adham menanggapi, “Wahai Al-Balkhi, mengapa engkau tidak mencontoh burung yang satunya lagi, yang memberi pertolongan sahabatnya yang sayapnya patah?”

Dari kisah atas, Kang Jalal menggarisbawahi bahwa apa yang dilakukan burung pemberi makan itu sebenarnya sedang melakukan ibadah sosial. Dia menolong burung lain yang tidak mampu dengan membagi makanannya. Tentu kisah kebaikan burung tersebut harus ditiru oleh manusia.  Ibadah sosial berarti ibadah yang berimplikasi pada masyarakat, di mana apa yang dilakukannya terbukti membantu seseorang dalam hidupnya. 

Menjadi sufi bukan berarti meninggalkan soal keduniawian. Menjadi zuhud bukan berarti tidak berdagang, tidak mencari rezeki Tuhan. Bukan. Hidup zuhud bisa dilakukan dalam kehidupan keseharian kita. Sembari bekerja, bisnis, mengajar, kuliah, dan lain-lain, kita juga bisa melakukan hidup zuhud. Zuhud itu soal sikap. Salah satunya sikap kita terhadap harta dan benda-benda yang kita miliki. 

Saya bersyukur di awal tahun tersebut melihat ceramah Kang Jalal yang tidak disengaja itu. Boleh dikata, itu barangkali sudah setting-an Tuhan untuk saya. Tinggal bagaimana saya mau tidak mendatangi undangan Tuhan itu. Rasanya Tuhan hendak memberi pesan bahwa ke depannya saya harus banyak berbagi dengan siapa saja. Berbagi apa saja, sesuai kemampuan saya.

Berbagi sendiri bagi saya adalah kata lain dari ibadah sosial. Artinya, berbagi juga bisa dimasukkan dalam kategori ibadah. Dan ibadah ini mempunyai implikasi kepada masyarakat, sehingga bisa dinamakan sebagai ibadah sosial. Barangkali di tahun-tahun sebelumnya saya kurang berbagi dengan orang lain. Saya masih terlalu egois. Saya masih mementingkan diri saya sendiri. Kepentingan diri sendiri membuat lupa kepentingan orang lain.

Untuk itu saya harus segera memperbaiki diri dengan cara berbagi kepada orang lain. Saya bisa membagikan waktu untuk orang lain di masyarakat. Misalnya, ikut gotong royong, tahlilan, barzanzian, manakiban, kepanitiaan, pengajian, atau sekadar cakap-cakap dengan seseorang, dan mendengarkan curhat, keluh kesah, dan lain sebagainya.

Saya juga bisa membagikan pengetahuan kepada siapa saja dan lewat apa saja. Bisa lewat ceramah di masjid dan pengajian, mengajar di bangku akademik, menulis resensi di media cetak (koran dan majalah), maupun elektronik (blog, fesbuk, dan media online), bahkan menulis buku.

Saya harus selalu ingat dengan sabda Nabi Muhammad (Shalawat dan Salam selalu tercurah untuknya), “Khairunnas ‘anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya).”[]

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Istighotsah Satu Abad NU

    Istighotsah Satu Abad NU

    • calendar_month Jum, 29 Jul 2022
    • account_circle admin
    • visibility 302
    • 0Komentar
  • NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    NU Temanggung Tegaskan Komitmen NKRI Harga Mati dalam Apel 10.000 Kader

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 8.116
    • 0Komentar

    Temanggung – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Temanggung memadati Alun-alun Kabupaten dalam Apel dan Parade 10.000 Kader memperingati Harlah NU ke-100 Masehi. Momentum bersejarah ini menjadi ajang penegasan komitmen NU sebagai pilar utama Islam rahmatan lil alamin sekaligus penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bupati Temanggung Agus Setiawan dalam sambutannya pada hari Sabtu Pagi […]

  • ​Ketua PCNU Pati: Istighotsah Itu Semacam 'Demo' kepada Allah

    ​Ketua PCNU Pati: Istighotsah Itu Semacam ‘Demo’ kepada Allah

    • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
    • account_circle admin
    • visibility 15.503
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – PLT Bupati Pati, Risma Ardhi Candra bersama dengan Ormas yang ada di Kabupaten Pati menggelar Istighotsah dan doa bersama di Pendopo Kabupaten Pati. Agenda ini dilaksanakan pada Jumat (5/6) malam. Dalam agenda itu, Risma menyebut anggaran yang tepat sasaran adalah tanggung jawab besar. Maka, dalam beberapa pengerjaan proyek infrastruktur yang telah dimulai sejak […]

  • Genjot Mutu, Ma'arif NU Jateng Siap Gelar Diklat Pengawas Penggerak

    Genjot Mutu, Ma’arif NU Jateng Siap Gelar Diklat Pengawas Penggerak

    • calendar_month Sab, 10 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Semarang – Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi TIM Pengawas Penggerak pada Sabtu (10/6/2023). Kegiatan yang berlokasi di lantai 2 kantor LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah ini diikuti oleh Sekretaris PWNU Jawa Tengah KH. Hudalloh Ridwan, Ketua LP. Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan dan jajaran pengurus, […]

  • Anggota Lesbumi Pati Luncurkan Buku Kumpulan Naskah Drama

    Anggota Lesbumi Pati Luncurkan Buku Kumpulan Naskah Drama

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle admin
    • visibility 345
    • 0Komentar

      Pati – Anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pati, Miftahur Rohim (34), menerbitkan buku kumpulan naskah drama yang sarat dengan nuansa religi, klenik, dan isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat tani di wilayah Pati Selatan. Buku ini menawarkan perspektif unik tentang kehidupan sehari-hari dan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat setempat melalui sudut pandang […]

  • Selamat Menghadapi Hal Baru

    Selamat Menghadapi Hal Baru

    • calendar_month Jum, 3 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Oleh: Inayatun Najikah Euforia pergantian tahun telah usai. Kini saya dan anda kembali menjalankan rutinitas seperti biasanya. Bangun pagi lalu berangkat bekerja lalu pulang untuk istirahat dimalam hari. Sebetulnya tak ada hal yang baru dan istimewa, bukan. Namun mengapa momentum dan euforia tahun baru tampaknya selalu dipandang sebagai hal yang sakral dalam menyongsong pencapaian-pencapaian yang […]

expand_less