Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
  • visibility 325
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri.

Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung oleh kiainya. Di mana kiai di dalam ponpes sebagai figur dan panutan para santri. Sehingga secara tidak langsung semua tindakan dan arahan dari sang kiai akan diterapkan dan dicontoh oleh semua santri.

Oleh karena itu, peranan sang kiai di dalam ponpes sangat urgent dalam membentuk karakter santri. Adapun karakter santri terbentuk pada umumnya mengikuti tindak laku kiai dan lingkungan ponpes. Maka dalam hal ini pola asuh atau parenting pesantren tidak lepas dari peran kiai.

Peranan kiai dalam ponpes sangat dominan, sebagaimana dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofier “kiai merupakan elemen yang paling esensial dari suati ponpes. Ia bahkan disebut sebagai orang yang mendirikan pesantren, memilikinya, dan menguasai pengetahuan agama. Ia secara konsisten menjalankan ajaran-ajaran agama. Maka, sudah sewajarnya kalau tumbuh dan kembangnya suatu ponpes diukur dari kiainya.”

Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang berumur sangat tua, ponpes dikenal sebagai center of parenting santri yang menampung seluruh jenis strata santri dari berbagai latar belakang tanpa adanya pembatas. Baik dari kalangan darah biru, ningrat, pengusaha, maupun rakyat kecil.

Karena di dalam ponpes semua dinilai sama antara satu dengan lainnya. Hal ini diterapkan untuk menghindari bentuk-bentuk kecemburuan sosial dan deskriminasi. Oleh karena itu, bentuk parenting yang diberikan oleh kiai di pesantren terhadap santri tidak lain adalah memberikan rasa nyaman santri, kebutuhan tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan bentuk pendampingan terhadap santri.

Sebagaimana juga dijelaskan oleh Kiai Sahal Mahfud, bahwa “parenting merupakan metode atau cara kiai selanjutnya disebut (pengasuh) untuk mendidik, membimbing, mendampingi, dan mengarahkan santri dengan cara tersistematis.”

Metode yang ditawarkan oleh Kiai Sahal tidak lain adalah untuk mengarahkan santri ke ranah karakter (akhlak) santri. Di mana cermin sukses santri di ponpes dilihat dari karakter selama terjun di lingkungan masyarakat.

Karakter ini bisa terbentuk dipengaruhi banyak hal, mulai dari kiai, lingkungan ponpes, dan terjalinnya interaksi sosial. Hal ini senada dalam teori Bronfenbrenner tentang sistem perkembangan manusia secara umum digambarkan bahwa perkembangan manusia, khususnya anak (santri), dipengaruhi oleh sistem interaksi yang kompleks dalam berbagai lingkungan berdasarkan pada tempat tinggal santi.

Dengan demikian, untuk membentuk karakter santri yang berprilaku baik salah satu alternatif adalah pesantren. Hal ini sudah bisa dilihat dari banyaknya alumni yang melahirkan tokoh bangsa  antara lain adalah KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hazbullah, KH. Bisyri Syamsuri, KH. Wahid Hasyim, KH. Saifuddin Zuhri, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudh, KH. Maimoen Zubair, KH. Mustafa Bisri dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat masih meyakini bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan atau parenting yang baik tidak hanya memberikan pelayanan dalam pendidikan relegius melainkan juga pendidikan umum. Sehingga pola pendidikan atau parenting ponpes yang membedakan pendidikan umum dengan pendidikan pesantren.

Oleh karena itu, pesantren bisa tetap bertahan di tengah-tengah arus globalisasi yang begitu pesat perkembangannya, tidak lain karena ponpes mampu beradaptasi dan peka akan arus globalisasi tersebut. Hal ini tidak lepas dari adanya kaidah “Al-Muhafadhatu alal qasimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” yang artinya konsisten mempertahankan budaya lama yang masih relevan dan aktif mengadopsi budaya baru yang lebih baik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK NU Al-Ma’arif Gembong Membuka Jurusan Akutansi

    SMK NU Al-Ma’arif Gembong Membuka Jurusan Akutansi

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 468
    • 0Komentar

    SMK NU Al-Ma’arif Gembong membuka jurusan baru Akuntansi, jurusan ini telah dibuka mulai tahun lalu, sehingga tahun ini menjadi tahun kedua jurusan Akuntansi dibuka. Sebelumnya SMK NU Al-Ma’arif sudah memiliki jurusan TSM (Teknik Sepeda Motor) dan jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) yang telah meluluskan lima angkatan. Dibukanya jurusan Akuntansi supaya nantinya muncul generasi-generasi akuntan […]

  • LBM NU Menyelenggarakan Bahtsul Masail se-Jawa Tengah

    LBM NU Menyelenggarakan Bahtsul Masail se-Jawa Tengah

    • calendar_month Jum, 30 Okt 2015
    • account_circle admin
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Bahtsul Masail sebagai (diskusi agama) salah satu rutinitas Nahdliyin untuk mengupas masalah-masalah agama yang terus berkembang di tengah masyarakat  harus terus di jaga untuk menjembatani dan menjadi wadah masalah yang muncul di masyarakat. sehingga mereka mendapatkan jawaban yang benar dan maksimal. Jawaban yang benar– benar dapat di pertanggungjawabkan secara syar’i. Kali Ini Lembaga Bahtsul Masail […]

  • Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Apresiasi   Darul Hadlanah

    Yayasan Kesejahteraan Muslimat (YKM) NU Jateng Apresiasi Darul Hadlanah

    • calendar_month Sab, 21 Nov 2015
    • account_circle admin
    • visibility 589
    • 0Komentar

    Bertepatan dengan tahun baru Hijriyah Panti Asuhan Darul Hadlanah yang berada di desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati, kedatangan tim monitoring dan evaluasi dari pimpinan Muslimat NU Jawa tengah, Sabtu, (17/10). Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui program kerja dan kegiatan yang ada di Panti Asuhan Darul Hadlanah, mulai dari aspek pendidikan, ketrampilan, sistem pembelajaran, administrasi […]

  • Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    Nilai-Nilai Islam Nusantara Satukan Keberagaman dalam Bingkai Pendidikan

    • calendar_month Kam, 26 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.169
    • 0Komentar

      Semarang – Disertasi Fakhruddin Karmani menegaskan bahwa Islam Nusantara merupakan model keberagamaan yang relevan bagi Indonesia sebagai bangsa multikultural. Dalam pendahuluannya dijelaskan bahwa Islam Nusantara menekankan toleransi, komunikasi terbuka, serta penghormatan terhadap perbedaan sebagai kekuatan penyatu dalam bingkai NKRI. Nilai-nilai utama seperti tasāmuh (toleransi), musāwah (egaliter), insāniyyah (humanis), dimūqrāṭiyyah (demokratis), dan waṭaniyyah (nasionalis) menjadi […]

  • LP Ma`arif NU Jateng – Kemenaker RI Gelar Seleksi Magang Kerja Ke Jepang

    LP Ma`arif NU Jateng – Kemenaker RI Gelar Seleksi Magang Kerja Ke Jepang

    • calendar_month Rab, 13 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 398
    • 0Komentar

    Kudus. Senin, 11 Nopember 2024 Lembaga Pendidikan Ma`arif NU Jawa Tengah bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja RI – IM Japan menggelar seleksi Nasional Pemagangan Jepang di SMK Ma`arif NU Kudus. Kegiatan diikuti oleh 243 Peserta didik Ma`arif dari Jawa Tengah dan juga beberapa peserta dari luar Jawa yang diikutkan dalam seleksi oleh Kemanaker RI. Tim […]

  • PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    PERJUSA di SMA Negeri 1 Tayu

    • calendar_month Kam, 19 Des 2024
    • account_circle admin
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Tayu.Gudep 08.09 – 08.10 SMA Negeri 1 Tayu mengadakan kegiatan yang lebih di kenal dengan PERJUSA ( Pelantikan Jumat Sabtu) Kegiatan tersebut dalam rangka Pelantikan Penegak Bantara Pangeran Diponegoro & RA Kartini Jumat – Sabtu, 13-14 Desember 2024 kemarin Rangkaian jenis kegiatan PERJUSA meliputi, Apel Pembukaan, Hiking, Materi bela negara dan PBB, Outbound, Apel sore, […]

expand_less