Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

Pesantren sebagai Center of  Parenting Anak

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 15 Okt 2022
  • visibility 433
  • comment 0 komentar

Oleh : Siswanto

Dari dulu sampai sekarang pondok pesantren (ponpes) identik disebut sebagai pendidikan keagamaan. Karena dalam kegiatan sehari-hari muatan kitab kuning selalu diberikan kepada para santri. Sehingga ponpes disebut sebagai pendidikan kultural yang masih eksis dalam membina karakter santri.

Di dalam ponpes para santri pada umumnya akan mendapatkan pola asuh (parenting) yang diampu langsung oleh kiainya. Di mana kiai di dalam ponpes sebagai figur dan panutan para santri. Sehingga secara tidak langsung semua tindakan dan arahan dari sang kiai akan diterapkan dan dicontoh oleh semua santri.

Oleh karena itu, peranan sang kiai di dalam ponpes sangat urgent dalam membentuk karakter santri. Adapun karakter santri terbentuk pada umumnya mengikuti tindak laku kiai dan lingkungan ponpes. Maka dalam hal ini pola asuh atau parenting pesantren tidak lepas dari peran kiai.

Peranan kiai dalam ponpes sangat dominan, sebagaimana dijelaskan oleh Zamakhsyari Dhofier “kiai merupakan elemen yang paling esensial dari suati ponpes. Ia bahkan disebut sebagai orang yang mendirikan pesantren, memilikinya, dan menguasai pengetahuan agama. Ia secara konsisten menjalankan ajaran-ajaran agama. Maka, sudah sewajarnya kalau tumbuh dan kembangnya suatu ponpes diukur dari kiainya.”

Selain itu, sebagai lembaga pendidikan yang berumur sangat tua, ponpes dikenal sebagai center of parenting santri yang menampung seluruh jenis strata santri dari berbagai latar belakang tanpa adanya pembatas. Baik dari kalangan darah biru, ningrat, pengusaha, maupun rakyat kecil.

Karena di dalam ponpes semua dinilai sama antara satu dengan lainnya. Hal ini diterapkan untuk menghindari bentuk-bentuk kecemburuan sosial dan deskriminasi. Oleh karena itu, bentuk parenting yang diberikan oleh kiai di pesantren terhadap santri tidak lain adalah memberikan rasa nyaman santri, kebutuhan tempat tinggal, makanan, pendidikan, dan bentuk pendampingan terhadap santri.

Sebagaimana juga dijelaskan oleh Kiai Sahal Mahfud, bahwa “parenting merupakan metode atau cara kiai selanjutnya disebut (pengasuh) untuk mendidik, membimbing, mendampingi, dan mengarahkan santri dengan cara tersistematis.”

Metode yang ditawarkan oleh Kiai Sahal tidak lain adalah untuk mengarahkan santri ke ranah karakter (akhlak) santri. Di mana cermin sukses santri di ponpes dilihat dari karakter selama terjun di lingkungan masyarakat.

Karakter ini bisa terbentuk dipengaruhi banyak hal, mulai dari kiai, lingkungan ponpes, dan terjalinnya interaksi sosial. Hal ini senada dalam teori Bronfenbrenner tentang sistem perkembangan manusia secara umum digambarkan bahwa perkembangan manusia, khususnya anak (santri), dipengaruhi oleh sistem interaksi yang kompleks dalam berbagai lingkungan berdasarkan pada tempat tinggal santi.

Dengan demikian, untuk membentuk karakter santri yang berprilaku baik salah satu alternatif adalah pesantren. Hal ini sudah bisa dilihat dari banyaknya alumni yang melahirkan tokoh bangsa  antara lain adalah KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hazbullah, KH. Bisyri Syamsuri, KH. Wahid Hasyim, KH. Saifuddin Zuhri, KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudh, KH. Maimoen Zubair, KH. Mustafa Bisri dan lain sebagainya.

Hal ini menunjukkan bahwa animo masyarakat masih meyakini bahwa pesantren sebagai lembaga pendidikan atau parenting yang baik tidak hanya memberikan pelayanan dalam pendidikan relegius melainkan juga pendidikan umum. Sehingga pola pendidikan atau parenting ponpes yang membedakan pendidikan umum dengan pendidikan pesantren.

Oleh karena itu, pesantren bisa tetap bertahan di tengah-tengah arus globalisasi yang begitu pesat perkembangannya, tidak lain karena ponpes mampu beradaptasi dan peka akan arus globalisasi tersebut. Hal ini tidak lepas dari adanya kaidah “Al-Muhafadhatu alal qasimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah” yang artinya konsisten mempertahankan budaya lama yang masih relevan dan aktif mengadopsi budaya baru yang lebih baik.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Sekretaris PC GP Ansor Singgung Prinsip Menolong Kaum Anshor Yatsrib

    • calendar_month Jum, 30 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 390
    • 0Komentar

    GEMBONG – Konferensi Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gembong dilaksanakan pada Jumat (30/9) siang. Pelaksanaannya dilakukan di Gedung MWC NU Kecamatan Gembong.  Dalam proses sakral tersebut, Sekretaris PC GP Ansor  Kabupaten Pati, Gus Muammar, memberikan sambutan singkat dan mendalam. Ia menyamakan GP Ansor dengan Kaum Anshor Yatsrib (Madinah).  “Prinsip utamanya adalah menolong,” tegas dia.  […]

  • PCNU-PATI

    Irmas Baitul Mukminin Hadirkan Gus Muwwafiq

    • calendar_month Sab, 11 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- IRMAS (Ikatan Remaja Masjid) Baitul Mukminin Desa Margomulyo adakan pengajian akbar, 16 Maret yang akan datang. Pengajian tersebut diselenggarakan dalam rangka nisfu sya’ban sekaligus sebagai peringatan satu abad Nahdlatul Ulama dan haul para masyayikh.  Dwi Prasetyo selaku ketua Irmas mengatakan bahwa kegiatan ini telah rutin diadakan setiap tahunnya. “Pengajian seperti ini biasanya rutin satu […]

  • Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    Cek Fakta! Video Viral Jemaah Salat Disodok Tongkat Bukan di Pati

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.356
    • 0Komentar

      PATI – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menanggapi beredarnya video viral yang menunjukkan aksi tidak terpuji sekelompok anak-anak dan remaja saat pelaksanaan ibadah salat di masjid. ​Dalam video tersebut, tampak sejumlah remaja menyodok jemaah yang sedang bersujud menggunakan tongkat. Mirisnya, imam salat pun tak luput dari aksi jahil tersebut. ​Video […]

  • Mengevaluasi Lembaga dan Banom untuk Sebuah Kemajuan

    Mengevaluasi Lembaga dan Banom untuk Sebuah Kemajuan

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 497
    • 0Komentar

        Pati. Jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama mengadakan kordinasi dan evaluasi Lembaga dan Banom-banomnya pada hari ini, Rabu, 12 Agustus 2020 di Gedung PCNU Pati.   “Pertemuan ini kami laksanakan tetap menerapkan protokol kesehatan, hal ini untuk mencegah penyebaran Covid 19,” jelas Sekretaris PCNU Kab Pati Maskan, Rabu (12/8/2020).   Sedangkan Ketua PCNU Pati […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan: antara Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan Jogja

    • calendar_month Ming, 24 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 492
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Setiap tempat menyimpan enigma, rasa, karsa, budaya, dan juga kata-kata. Terutama saat Ramadan seperti ini. Ramadan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat, merupakan salah satu momen yang paling dinantikan oleh umat muslim di seluruh dunia. Jika mengingat tempat-tempat tertentu saat Ramadan, yang paling saya ingat tentu Pati, Semarang, Blora, Temanggung, dan […]

  • KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

    KH. Abdul Kholiq : Ulama Tasawuf, Pendiri Madrasah Abadiyah Gabus

    • calendar_month Rab, 21 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 1.258
    • 0Komentar

    Oleh : Agus Salim* Potret KH. Abdul Kholiq Mojolawaran KH. Abdul Kholiq merupakan ulama yang  lahir di Pati Jawa Tengah. Sejarah panjang yang menceritakan tentang gigihnya ulama yang satu ini dalam mendampingi masyarakat pedesaan, untuk memperkenalkan agama Islam. Telah termaktub dalam buku yang ditulis oleh Agus Salim yang berjudul “Berkhidmat Mengarungi dan Menyemai Jejak-Jejak Zaman […]

expand_less