Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Air Doa

Air Doa

  • account_circle admin
  • calendar_month Kam, 8 Jun 2023
  • visibility 459
  • comment 0 komentar

Oleh: Maulana Karim Sholikhin*

Masaru Emoto, profesor air asal Jepang pada tahun 1990-an mealukan uji coba memukau. Pak Prof ini memasukkan air ke dalam beberapa botol dan melabelinya dengan pesan positif dan negatif, lalu ia memasukkannya ke dalam lemari pendingin.

Botol air yang ditempel dengan pesan positif (terimakasih, cinta, wa akhowatiha) kristalnya menjadi lebih indah dibanding dengan botol berlabel kata-kata negatif (aku benci, jahat, dan lain-lain). 

Ternyata birahi intelektual Emoto belum klimaks. Ia meneruskan risetnya dengan menaruh air dalam gelas dan membunyikan musik heavy metal. Di ruang dan waktu yang berbeda, Emoto melakukan hal yang sama, hanya saja, kali ini, air teraebut diperdengarkan dengan doa-doa dan ‘kalimat thayyibah’.

Hasilnya, air dengan ‘kalimat thayyibah’ memiliki kristal yang jauh lebih indah daripada heavy metal. 

Akrab dengan Air

Di Indonesia, menggunakan air dalam segala aktifitas telah menjadi keseharian pribumi. Mulai pengairan hingga pengobatan, baik sakit mental maupun badan semua menggunakan air. 

Para ulama sering menggunakan media air untuk kepentingan ke dua itu. Air yang telah didoakan diminumkan ke yang bersangkutan, atau dibuat cuci muka, dicampur di bak mandi, disiram-siramkan mengelilingi rumah dan tempat usaha serta masih banyak lagi metodenya. 

Tujuannya pun beragam: biar kalis penyakit, suami yang digondol pelakor bisa balik pulang ingat anak-istri, warung yang sepi bisa laris manis, aura muka bisa berkharisma, scurity system anti tuyul dan masih banyak lagi. 

Bukan secara kebetulan, hasil riset Emoto ini linier dengan kebiasaan ulama Nusantara. Para romo yai sebenarnya telah faham betul konsep ‘air doa’. Hanya saja media untuk melakukan riset, atau kesadaran untuk itu memang masih minim. 

Air Doa

Baru-baru ini, beredar video seorang aktivis berjas biru menyiram air ke muka pejabat yang ia nilai kontradiksi dengan kepentingan rakyat. Ia mengklaim, bahwa air itu adalah air doa. 

Barangkali ini adalah terobosan baru untuk mendoakan sesama. Bukan cuma dengan amin-amin – al faatihah, namun juga dengan metode Masaru Emoto, air doa. 

Penilaian pro dan kontra pun sudah menjadi keniscayaan setiap ada sesuatu yang unik lagi kontroversial. Penulis sendiri menilai, langkah ini kurang etis. Hanya saja, penulis bisa merasakan sakitnya dijanji-janjikan.

Demo yang menguras keringat, orasi yang bikin serak hingga amin-amin al faatihah bahkan tidak bisa membuka pintu hati pejabat yang lalim, lantas dengan cara apa suara rakyat sampai ke dinding-dinding parlemen dan eksekutif. Mungkin itu juga yang dirasakan mahasiswa tadi. Mungkin pula, langkah menyiram air doa ini cukup berdampak. 

Dengan ‘mandi air doa’, barangkali kristal-kristalnya bisa mengaliri tubuh pejabat, memasuki pori-porinya dan nyatru aura negatif yang ada. 

Lalu penulis mulai berangan-angan, dengan metode ini, semua pejabat di Indonesia yang judes jadi ramah, yang korup jadi sembuh, yang tidak kompeten–dengan lilaning manah–segera mundur. 

Berkah air doa, cita-cita Pak Sudharnoto segera lunas, ‘rakyat adil makmur sentosa pribadi bangsaku. Maju maju maju ayo maju, ayo maju maju’. Amiin. 

*Penulis adalah Pendidik di Ponpes Shofa Az Zahro’ dan MI Hidayatul Islam

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Ketika Cinta Bertasbih 2

    • calendar_month Kam, 10 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

    Setiap kali fajar itu merekah ia rasakan nuansanya takpernah sama. Setiap kali merekah selalu ada semburat yangbaru. Ada keindahan baru. Keindahan yang berbeda darifajar hari-hari yang telah lalu. Rasanya tak ada sastrawanyang mampu mendetilkan keindahan panorama itu denganbahasa pena. Tak ada pelukis yang mampu melukiskankeindahan itu dalam kanvasnya. Tak ada! Keindahan itu bisadirasakan, dinikmati dan […]

  • Penasihat Pergunu Jateng Minta Hak Pendidikan Anak Tidak Dibatasi

    Penasihat Pergunu Jateng Minta Hak Pendidikan Anak Tidak Dibatasi

    • calendar_month Jum, 23 Jul 2021
    • account_circle admin
    • visibility 418
    • 0Komentar

    Muh Zen, Adv., Dewan Penasihat Pergunu Jawa Tengah saat memaparkan gagasannya dihadapan wartawan. Ia berharap kepada pemerintah untuk tidak membatasi hak pendidikan anak. PATI-Pada tahun ajaran baru 2021-2022 ini dunia pendidikan masih diselimuti kekhawatiran dan ketidakpastian di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai.  Hal itu diungkap oleh Dewan Penasihat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) […]

  • Pelantikan PAC Fatayat  NU Kec Winong

    Pelantikan PAC Fatayat NU Kec Winong

    • calendar_month Sel, 18 Jul 2017
    • account_circle admin
    • visibility 578
    • 0Komentar

    Pati. Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Pati secara resmi melantik Pengurus Anak Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Winong, bertempat di Aula sekolah Tarbiyatul Banin 12/07 kemarin. Pelantikan tersebut dilakukan agar kordinasi dari tingkat Ranting hingga Cabang akan terus terjalin. “Maka sejak tahun ini pengurus cabang akan datang ke PAC Fatayat NU untuk memperbarui para pengurusnya,”ujar  Nugraini […]

  • PCNU PATI - Eratkan Silaturahmi, PAC IPNU IPPNU Cluwak Gelar Pertemuan Triwulan

    Eratkan Silaturahmi, PAC IPNU IPPNU Cluwak Gelar Pertemuan Triwulan

    • calendar_month Rab, 20 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    CLUWAK – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cluwak melaksanakan pertemuan Triwulan di Gedung Muslimat Payak Tengah pada Ahad (17/4/2022). Ketua PAC IPNU Kecamatan Cluwak, Abdul Majid mengatakan forum triwulan digelar untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota IPNU-IPPNU se-Kecamatan Cluwak, baik dari tingkat Pimpinan […]

  • Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    Sambutan Ketua PCNU: Dari Tali Tambang Sampai Klinik Pratama

    • calendar_month Sab, 19 Apr 2025
    • account_circle admin
    • visibility 423
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – KH. Yusuf Hasyim memberikan beberapa wejangan dalam acara Halal bi Halal MWCNU Gembong di Dukuh Mijen, Desa Wonosekar, Kecamatan Gembong. Acara ini berlangsung pada Sabtu (19/4) siang. Dalam sambutannya, Kiai Yusuf sempat menyinggung beberapa hal terkait ke-NU-an. Di antaranya, dirinya memaparkan makna tali tambang yang melingkari bumi. “Ini berarti warga NU harus […]

  • PCNU Pati Sambut Kapolres Baru, Ini Hasil Perbincangannya

    PCNU Pati Sambut Kapolres Baru, Ini Hasil Perbincangannya

    • calendar_month Kam, 2 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 397
    • 0Komentar

    PATI-Polres Pati Datangi Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati, Rabu (1/4) kemarin. Kedatangan Kapolres baru beserta beberapa anggotanya tersebut masih berkaitan dengan penanganan covid 19 di Kabupaten Pati. Para Pemgurus NU dan Polres Pati menyepakati kerjasama untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di Kabupaten Pati. Dalam hal ini, mereka fokus pada tindakan lanjutan penyebaran virus […]

expand_less