Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

PCNU Pati Ajak Warga Jaga Stabilitas Jelang Pelantikan Presiden RI

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 19 Okt 2019
  • visibility 479
  • comment 0 komentar

PATI-Bangsa Indonesia bersiap menyambut pemimpin barunya Minggu (20/10) esok. Pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin akan dilantik di gedung DPR/MPR setelah memenangkan pemilu 17 April 2019 silam.

Saalah satu cuplikan video dengan judul “Ketua PCNU Kab.Pati Mendukung plntkn Bp.Jokowi Sebagai Presiden RI,menolak Radikalisme, tindakan Anarkhis”

Hiruk pikuk masyarakat dalam menyongsong acara ini telah mewarnai layar televisi dan berbagai surat kabar. Mulai dari yang menyambut dengan bahagia hingga beberapa oknum yang disinyalir dengan sengaja menciptakan keributan untuk menggagalkan agenda agung tersebut. Meskipun belum diketahui adanya oknum-oknum ini, namun masyarakat diminta tetap wasapada dan menjaga stabilitas bangsa.

Imbauan ini juga disampaikan oleh sebagian tokoh masyarakat. Ketua PCNU Pati, K. Yusuf Hasyim misaalnya. Melalui saluran youtube, ia berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga perdamaian jelang pelantikan presiden dan wakil presiden RI periode 2019-2024.

Bukan hanya mengajak, lewat video yang diunggah oleh akun Dian Rahayu pada 17 Oktober 2019, K. Yusuf bahkan menyatakan dukungan terhadap pelantikan presiden dan wakilnya ini. Ia juga mengecam aksi radikalisme yang mengatasanamakan agama untuk membuat keributan di negara ini.

“Kami (PCNU Pati) berharap jangan sampai ada aksi-aksi yang mengarah pada radikalisme dan mengorbankan negara besar Rebuplik Indonesia ini. Kami menolak aksi tersebut dengan alasan apapun” ungkapnya dalam video berdurasi satu menit sebelas detik tersebut.

Unggahan ini diharapkan dapat meredam aksi massa yang mengarah pada anarkhisme yang bersumber dari pemikiran yang radikal. Maulana, salah satu warga NU asal Gembong merasa sangat senang dengan adanya unggahan ini. Sebelumnya ia khawatir dengan kondisi bangsa yang kian mudah tersulut dengan isyu-isyu yang belum tentu kebenarannya. Namun dengan arahan yang dinyatakan langsung oleh PCNU, ia merasa memiliki tendensi untuk mengajak masyarakat dalam menyongsong pelantikan presiden secara damai.

“Minimal saya punya dasar dari Yai Yusuf untuk mengajak kawan-kawan saya agar turut menjaga satabilitas sebelum dan setelah pelantikan besok. Saya berterimakasih kepada pengurus PCNU Pati” ungkapnya.(karim/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kiai Karismatik Dari Kajen

    Kiai Karismatik Dari Kajen

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2015
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Tokoh Ulama; Orang pertama yang disowani Gus Dur segera setelah dia jadi presiden adalah Almarhum Kiai Abdullah Salam di Kajen, Pati, yang lebih akrab dipanggil Mbah Dullah. Saat mendengar Gus Dur hendak bertandang ke rumahnya, awalnya Mbah Dullah keberatan, sebab saat itu Gus Dur sudah jadi umara (penguasa). Tetapi pada akhirnya Mbah Dullah bilang: “Kalau […]

  • Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    Islam Manusia di Zaman Kegalauan

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Zaman kita adalah zaman berkelimpahan. Tapi, pada saat yang sama, inilah zaman kegalauan. Kata pujangga kita, Ranggawarsita, inilah zaman kalabendu. Jangankan bagi orang yang hidupnya susah secara ekonomi, bahkan bagi orang-orang yang hidupnya berkecukupan, tekanan hidup makin keras: tuntutan kebutuhan artificial yang terus muncul, beban pekerjaan yang overwhelming, lingkungan hidup yang kurang bersahabat dan cenderung […]

  • Peluncuran Koin Muktamar NU

    Peluncuran Koin Muktamar NU

    • calendar_month Ming, 2 Feb 2020
    • account_circle admin
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati menegaskan dukungannya atas pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).   Itu ditandai dengan peluncuran Koin Muktamar saat acara Tasyakuran Harlah ke-94 Nahdlatul Ulama di gedung PCNU Pati, Minggu (2/2/2020).   “Kemandirian NU menjadi harapan semua nahdliyin. Koin Mukmatar menjadi bagian gerakan kemandirian itu,” ujar Ketua Tanfidziyah PCNU Pati Kiai […]

  • LAZISNU Pati Salurkan Donasi Tahap I Sebesar Rp 121.322.000 ke NUCARE LAZISNU PWNU Jateng untuk Korban Bencana Sumatera

    LAZISNU Pati Salurkan Donasi Tahap I Sebesar Rp 121.322.000 ke NUCARE LAZISNU PWNU Jateng untuk Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 6.570
    • 0Komentar

      SEMARANG – Sebagai wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan, NUCARE-LAZISNU PCNU Kabupaten Pati secara resmi menyerahkan donasi kemanusiaan tahap I untuk membantu saudara-saudara yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Penyerahan donasi ini dilakukan di sela-sela acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LAZISNU PWNU Jawa Tengah yang berlangsung di Hotel Candi Indah, […]

  • Fatayat NU Pati Turun Tangan Bantu Korban Puting Beliung

    Fatayat NU Pati Turun Tangan Bantu Korban Puting Beliung

    • calendar_month Sab, 26 Feb 2022
    • account_circle admin
    • visibility 508
    • 0Komentar

    Penyerahan bantuan secara simbolik oleh pengurus PC Fatayat NU Pati kepada salah seorang korban bencana puting beliung di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati TAYU – Bencana puting beliung yang terjadi di Kecamatan Tayu beberapa waktu lalu telah mengakibatkan beberapa pohon tumbang, infrastruktur terhambat dan berbagai kekacauan lainnya.  Tak hanya itu, rumah-rumah warga juga benyak mengalami kerusakan […]

  • Bersua di Dalam Tanah

    Bersua di Dalam Tanah

    • calendar_month Sen, 8 Agu 2022
    • account_circle admin
    • visibility 483
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Seorang sufi ternama, Maulana Jalaluddin Rumi, dalam satu syairnya berkata, “Jauh melebihi apa yang benar dan apa yang salah, tersebutlah sebentang tanah. Kita akan bersua di sana.” Syair yang pendek namun menghunjam ke dalam relung hati. Sebuah kritikan yang tajam dari seorang sufi tatkala menyaksikan hiruk-pikuk manusia yang diributkan oleh […]

expand_less