Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Kopling Ibadah

Puasa dan Kopling Ibadah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
  • visibility 9.975
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda

 

Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.

 

Pada konteks ini, puasa hadir tak sebatas untuk aktivitas menahan lapar, melainkan sebagai “kopling” dalam sistem transmisi ibadah. Artinya, puasa ibarat metafora manusia dalam menyetir nafsu yang bisa belok kanan, belok kiri, lurus, bahkan tabrakan dengan siapa saja yang tidak diinginkan.

 

Mesin dan Puasa sebagai Kopling

Mesin kendaraan, secara mekanis memang menghasilkan torsi (momen gaya) yang harus disalurkan ke roda melalui sistem transmisi. Ketika mesin terus terkoneksi tanpa jeda, mobil tentunya akan meluncur tanpa kendali atau justru mati mendadak saat menghadapi hambatan. Wah bahaya tenan, Cah!

 

Dalam Al-Quran, istilah nafsu (al-nafs) berasal dari akar kata nafs – نَفْس, memiliki makna sangat luas. Secara bahasa, berarti jiwa, diri, nyawa, atau hakikat manusia. Dalam Kamus Al-Ma’any, kata Nafsu/Nafs berarti jiwa, ruh, batin, spirit, diri, pribadi, esensi, zat, alami. Nafsu dalam psikologi Islam, merupakan motor penggerak.

 

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, pada Rubu’ ke-3 yang berjudul Rubu’ al-Muhlikat (seperempat tentang hal-hal membinasakan), tepatnya pada Bab Aja’ib al-Qalb (keajaiban hati), manusia diciptakan Allah memiliki empat jenis nafsu: (1) ‎Nafsu Hayawaniyah / Bahimiyah: nafsu hewan / binatang (lokasinya perut ke bawah: makan, minum, seks). (2) ‎Nafsu Syaithoniyah: nafsu setan, seperti membujuk orang, menipu, dan lainnya. (3) ‎Nafsu Syabuiyah: nafsu serakah, nafsu ingin memakan teman, mengambil semua milik orang lain, dan lainnya. (4) ‎Nafsu Malakiyah / Robbaniyah: Nafsu malaikat, yaitu selalu taat pada Allah Swt. Puasa sebagai kopling, wajib menyeimbangkan keempat nafsu tersebut. Kapa menginjak rem, dan kapan memegang kopling, serta menekan gas.

 

Imam Ghazali dalam Ihya juga berpandangan nafsu mempunyai kecenderungan melampaui batas jika tidak dididik. Di sini, puasa berperan sebagai kopling, yaitu sebuah alat pemutus dan penghubung daya. Ketika kita menginjak pedal kopling (berpuasa), hakikatnya kita sedang memutus sementara arus energi biologis (makan, minum, seks) agar kita dapat menjalankan “perpindahan gigi” menuju level spiritual yang lebih tinggi. Begitu!

 

Self-Regulation dan Kekuatan Kehendak

Fenomena puasa secara akademis kompatibel selaras dengan teori self-regulation atau regulasi diri perspektif Roy Baumeister dalam buku Self-Regulation and Self-Control: Selected works of Roy F. Baumeister (2018). Baumeister memiliki pandangan pertama, bahwa willpower (kemauan) bekerja laiknya sebuah otot yang perlu dilatih. Kedua, dekopling biologis, yaitu ketika berpuasa, seorang muslim menjalankan interupsi pada impuls otomatis otak. Ketiga, transmisi energi, yaitu lewat aktivitas menahan diri, energi yang biasanya usai dalam proses pencernaan dan pemuasan insting dialihkan dalam bentuk ketajaman kognitif dan empati sosial.

 

Nah, dalam konteks inilah perlu analogi kopling yang sangat kompatibel. Manusia tak bisa memindahkan gigi dari “gigi duniawi” menuju ke “gigi ukhrawi” tanpa kegiatan menginjak kopling (menahan diri). Sek-sek, iki apa to urusane karo gigi. Artinya begini, tanpa puasa, perpindahan fokus hidup terasa kasar, berisik, dan merusak mesin jiwa. Begitu!

 

Menuju Destinasi Takwa

Destinasi atau tujuan puasa adalah takwa kepada Allah Swt. Ketakwaan, sebuah substansi bertakwa karo Sing Gawe Urip. Harapannnya begini, orang berpuasa sampai tujuan dengan selamat. Secara eksplisit, dalam Al-Quran menyebut destinasi puasa atau aktivitas pemasangan kopling ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu agar umat Islam bertakwa.

 

Takwa dalam konteks ini tentu bermakna sebuah kemampuan mengendalikan kemudi secara sadar (mindfulness), bukan tak sadar. Orang yang bertakwa merupakan pengemudi yang tahu kapan harus menginjak gas (beramal saleh) dan reti wayahe harus menginjak rem serta kopling (menahan maksiat) yang sangat menggoda sepanjang kehidupan manusia.

 

Untuk menuju destinasi takwa tersebut, tentu mesin sebuah kendaraan, ibaratnya, harus sehat ora rewel terus. Sebuah mobil/sepeda motor yang dipaksa melaju kencang (gas pol dan rem pol) tanpa pernah menginjak kopling untuk pindah gigi akan mengalami overheat. Isa-isa mbledos mesine. Begitu pula manusia yang terus menerus memanjakan nafsunya akan mengalami spiritual burnout alias kelelahan spiritual.

 

Dalam konteks ini, puasa memberikan jeda atau waktu bagi “mesin” tubuh menusia untuk mengalami proses detoksifikasi biologis dan “mesin” rohani menjalani sebuah proses sinkronisasi ulang. Buku Man’s Search for Meaning (1985) oleh Viktor Frankl memeparkan kebebasan manusia terletak pada celah antara stimulus atau lapar/nafsu dan respon alias tindakan. Di sini, puasa Ramadan tentunya memperlebar celah itu, yaitu memberi kita ruang untuk memilih respon yang paling mulia.

 

Dalam bahasa saya, puasa sebagai kopling ibadah berarti sebuah teknologi langit yang diberikan Allah Swt kepada manusia untuk memastikan bahwa nafsu tak mengendalikan pengemudi, mengendalikan manusia, namun harusnya pengemudilah yang mengendalikan nafsu tersebut.

 

Ketika manusia (umat Islam) bisa menguasai teknik bermain kopling lewat ibadah puasa Ramadan, maka seorang hamba bisa berpindah dari kecepatan rendah yang sekadar memikirkan perut, menuju kecepatan tinggi dalam pengabdian kepada Allah Swt. Begitu!

 

Ada pandangan lain?

 

Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong Dihadiri Gus Muwaffiq

    Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong Dihadiri Gus Muwaffiq

    • calendar_month Rab, 25 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 246
    • 0Komentar

    GEMBONG-Pelantikan Ranting NU se-Kecamatan Gembong berlangsung hari ini, Rabu (25/9) siang di Lapangan Joko Tingkir, Sentul. Dalam agenda tersebut, dihadiri langsung oleh Gus Muwaffiq untuk mengisi mauidloh hadanah. Sebanyak 39 orang yang terdiri dari ro’is syuriyah, ketua dan sekretaris dari 13 ranting bersumpah setia kepada NU dan NKRI. Baiat ini dipimpin langsung oleh ketua PCNU […]

  • 7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    7 PAC Dilantik, Pergunu Pati Terus Bergerak

    • calendar_month Ming, 19 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 320
    • 0Komentar

      Prosesi pelantikan tujuh PAC Pergunu di Pendopo Yayasan Jabalnur, Tlogowungu. PATI – Tujuh kepengurusan Pimpinan Anak Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu)  di Kabupaten Pati  masa khidmat 2021-2026  resmi dilantik oleh PW Pergunu Jawa Tengah, Sabtu (18/9/2021) kemarin. Tujuh PAC yang dilantik pada tahap pertama ini ialah PAC Pergunu Kecamtan Cluwak, Gembong, Gunungwungkal, Pucakwangi, […]

  • Pengurus PGSI Kabupaten Pati Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

    Pengurus PGSI Kabupaten Pati Periode 2025-2030 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sen, 8 Des 2025
    • account_circle admin
    • visibility 5.933
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Pengurus Daerah Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PD PGSI) Kabupaten Pati periode 2025-2030, resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di aula kantor Muslimat Nahdlatul Ulama Pati, Sabtu (6/12/2025). Ketua PGSI Kabupaten Pati, Sunoto mengatakan, usai pelantikan ini, pihaknya bakal melalukan penguatan kader. Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar perjuangan para guru terus berlanjut. “Pengurus daerah […]

  • Jelang Ramadhan, Lazisnu dan Poroz Gelontorkan 4,5 M untuk Warga Palestina

    Jelang Ramadhan, Lazisnu dan Poroz Gelontorkan 4,5 M untuk Warga Palestina

    • calendar_month Ming, 23 Feb 2025
    • account_circle admin
    • visibility 248
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – Lazisnu PBNU bersama dengan Perkumpulan Organisasi Zakat (Poroz) berencana bakal menyumbangkan Rp 4,5 M. ke Palestina. Bantuan ini ditujukan guna memenuhi kebutuhan ramadhan warga di negeri tersebut. Pelepasan pengiriman bantuan ini dilaksanakan di kantor Kementerian Agama RI Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Jumat (21/2) dan dipimpin langsung oleh Prof Waryono, Direktur Pemberdayaan […]

  • Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    Peran Enterprenuer Bagi Stabilitas Roda Organisasi

    • calendar_month Sel, 26 Jan 2016
    • account_circle admin
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Jika melihat berdirinya NU dari segi sisi ekonomi yaitu bisa dilihat dari lahirnya Nahdatut tujjar (Kebangkitan Para Pedagang) pada tahun 1918. Gagasan ini berawal dari kecerdasan seorang KH. Wahab Chasbulah karena melihat NU akan bisa maju dan mempunyai kemandirian Embrio berdirinya NU berasal dari tiga organisasi. Masing-masing bergerak dalam bidang yang berbeda, Nahdlatut Tujjar pada […]

  • NU Salurkan 1000 Paket Sembako Gratis Via Lazisnu

    NU Salurkan 1000 Paket Sembako Gratis Via Lazisnu

    • calendar_month Kam, 9 Apr 2020
    • account_circle admin
    • visibility 242
    • 0Komentar

    Ribuan beras kemasan siap distribusi dikumpulkan dari para aghniya untuk diberikan kepada kaum dhuafa melalui Lazisnu Kabupaten Pati  PATI-Lembaga Amil Zakat dan Sedekah kepunyaan Nahdlatul Ulama atau Lazisnu Pati, membagikan 1000 paket sembako, Kam8s (9/4). Hal ini ditujukan kepada kaum dhuafa ditengah wabah covid 19. Adapun isi masing-masing paket adalah berupa beras 1,5 kg dan […]

expand_less