Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Puasa dan Kopling Ibadah

Puasa dan Kopling Ibadah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 9 Mar 2026
  • visibility 10.139
  • comment 0 komentar

 

Oleh Hamidulloh Ibda

 

Nafsu sering kali digambarkan sebagai mesin yang mempunyai daya dorong luar biasa. Semangat. Kemrunsung. Ngaluhara. Ya, ini dalam lintasan kehidupan manusia kayaknya semuanya begitu ya. Akan tetapi, daya dorong itu sekadar akan membawa kendaraan eksistensi manusia menuju jurang kehancuran tanpa mekanisme kendali yang presisi.

 

Pada konteks ini, puasa hadir tak sebatas untuk aktivitas menahan lapar, melainkan sebagai “kopling” dalam sistem transmisi ibadah. Artinya, puasa ibarat metafora manusia dalam menyetir nafsu yang bisa belok kanan, belok kiri, lurus, bahkan tabrakan dengan siapa saja yang tidak diinginkan.

 

Mesin dan Puasa sebagai Kopling

Mesin kendaraan, secara mekanis memang menghasilkan torsi (momen gaya) yang harus disalurkan ke roda melalui sistem transmisi. Ketika mesin terus terkoneksi tanpa jeda, mobil tentunya akan meluncur tanpa kendali atau justru mati mendadak saat menghadapi hambatan. Wah bahaya tenan, Cah!

 

Dalam Al-Quran, istilah nafsu (al-nafs) berasal dari akar kata nafs – نَفْس, memiliki makna sangat luas. Secara bahasa, berarti jiwa, diri, nyawa, atau hakikat manusia. Dalam Kamus Al-Ma’any, kata Nafsu/Nafs berarti jiwa, ruh, batin, spirit, diri, pribadi, esensi, zat, alami. Nafsu dalam psikologi Islam, merupakan motor penggerak.

 

Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumuddin, pada Rubu’ ke-3 yang berjudul Rubu’ al-Muhlikat (seperempat tentang hal-hal membinasakan), tepatnya pada Bab Aja’ib al-Qalb (keajaiban hati), manusia diciptakan Allah memiliki empat jenis nafsu: (1) ‎Nafsu Hayawaniyah / Bahimiyah: nafsu hewan / binatang (lokasinya perut ke bawah: makan, minum, seks). (2) ‎Nafsu Syaithoniyah: nafsu setan, seperti membujuk orang, menipu, dan lainnya. (3) ‎Nafsu Syabuiyah: nafsu serakah, nafsu ingin memakan teman, mengambil semua milik orang lain, dan lainnya. (4) ‎Nafsu Malakiyah / Robbaniyah: Nafsu malaikat, yaitu selalu taat pada Allah Swt. Puasa sebagai kopling, wajib menyeimbangkan keempat nafsu tersebut. Kapa menginjak rem, dan kapan memegang kopling, serta menekan gas.

 

Imam Ghazali dalam Ihya juga berpandangan nafsu mempunyai kecenderungan melampaui batas jika tidak dididik. Di sini, puasa berperan sebagai kopling, yaitu sebuah alat pemutus dan penghubung daya. Ketika kita menginjak pedal kopling (berpuasa), hakikatnya kita sedang memutus sementara arus energi biologis (makan, minum, seks) agar kita dapat menjalankan “perpindahan gigi” menuju level spiritual yang lebih tinggi. Begitu!

 

Self-Regulation dan Kekuatan Kehendak

Fenomena puasa secara akademis kompatibel selaras dengan teori self-regulation atau regulasi diri perspektif Roy Baumeister dalam buku Self-Regulation and Self-Control: Selected works of Roy F. Baumeister (2018). Baumeister memiliki pandangan pertama, bahwa willpower (kemauan) bekerja laiknya sebuah otot yang perlu dilatih. Kedua, dekopling biologis, yaitu ketika berpuasa, seorang muslim menjalankan interupsi pada impuls otomatis otak. Ketiga, transmisi energi, yaitu lewat aktivitas menahan diri, energi yang biasanya usai dalam proses pencernaan dan pemuasan insting dialihkan dalam bentuk ketajaman kognitif dan empati sosial.

 

Nah, dalam konteks inilah perlu analogi kopling yang sangat kompatibel. Manusia tak bisa memindahkan gigi dari “gigi duniawi” menuju ke “gigi ukhrawi” tanpa kegiatan menginjak kopling (menahan diri). Sek-sek, iki apa to urusane karo gigi. Artinya begini, tanpa puasa, perpindahan fokus hidup terasa kasar, berisik, dan merusak mesin jiwa. Begitu!

 

Menuju Destinasi Takwa

Destinasi atau tujuan puasa adalah takwa kepada Allah Swt. Ketakwaan, sebuah substansi bertakwa karo Sing Gawe Urip. Harapannnya begini, orang berpuasa sampai tujuan dengan selamat. Secara eksplisit, dalam Al-Quran menyebut destinasi puasa atau aktivitas pemasangan kopling ini dalam Surah Al-Baqarah ayat 183, yaitu agar umat Islam bertakwa.

 

Takwa dalam konteks ini tentu bermakna sebuah kemampuan mengendalikan kemudi secara sadar (mindfulness), bukan tak sadar. Orang yang bertakwa merupakan pengemudi yang tahu kapan harus menginjak gas (beramal saleh) dan reti wayahe harus menginjak rem serta kopling (menahan maksiat) yang sangat menggoda sepanjang kehidupan manusia.

 

Untuk menuju destinasi takwa tersebut, tentu mesin sebuah kendaraan, ibaratnya, harus sehat ora rewel terus. Sebuah mobil/sepeda motor yang dipaksa melaju kencang (gas pol dan rem pol) tanpa pernah menginjak kopling untuk pindah gigi akan mengalami overheat. Isa-isa mbledos mesine. Begitu pula manusia yang terus menerus memanjakan nafsunya akan mengalami spiritual burnout alias kelelahan spiritual.

 

Dalam konteks ini, puasa memberikan jeda atau waktu bagi “mesin” tubuh menusia untuk mengalami proses detoksifikasi biologis dan “mesin” rohani menjalani sebuah proses sinkronisasi ulang. Buku Man’s Search for Meaning (1985) oleh Viktor Frankl memeparkan kebebasan manusia terletak pada celah antara stimulus atau lapar/nafsu dan respon alias tindakan. Di sini, puasa Ramadan tentunya memperlebar celah itu, yaitu memberi kita ruang untuk memilih respon yang paling mulia.

 

Dalam bahasa saya, puasa sebagai kopling ibadah berarti sebuah teknologi langit yang diberikan Allah Swt kepada manusia untuk memastikan bahwa nafsu tak mengendalikan pengemudi, mengendalikan manusia, namun harusnya pengemudilah yang mengendalikan nafsu tersebut.

 

Ketika manusia (umat Islam) bisa menguasai teknik bermain kopling lewat ibadah puasa Ramadan, maka seorang hamba bisa berpindah dari kecepatan rendah yang sekadar memikirkan perut, menuju kecepatan tinggi dalam pengabdian kepada Allah Swt. Begitu!

 

Ada pandangan lain?

 

Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., adalah Rektor Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung 2025-2029, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah 2024-2029, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah 2025-2027, Ketua Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV 2024-2028, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Temanggung 2025-2029.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    3 September Habib Syech Hadir di Alun-Alun Pati

    • calendar_month Jum, 23 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    PATI – Selasa, 3 September 2019 mendatang, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf akan hadir di alun-alun Pati untuk memimpin acara Pati Bersholawat 1441 H. Kepastian kehadiran Habib kondang asal Surakarta ini disampaikan oleh Bupati Pati, H. Haryanto, SH, MM, M.Si, saat memberikan sambutan dalam acara Istighosah Ulama dan Umara se-Kabupaten Pati, Kamis (22/08) malam di Pendopo […]

  • PCNU-PATI

    Banjir di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Sen, 18 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Bulan Ramadhan selalu disambut dengan sukacita oleh umat Islam di seluruh dunia. Bulan penuh berkah ini menjadi momen untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melalui ibadah puasa, shalat tarawih, dan berbagai amalan baik lainnya. Namun, tak jarang ujian dan cobaan datang di saat-saat seperti ini, seperti musibah banjir yang kerap […]

  • Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    Twib Bikinan Sekretaris NU Jakenan Trending

    • calendar_month Sel, 7 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Twib ‘Siap PTM’ karya Ali Munir menempati posisi trending #6 dan #8 di portal twibbon terkemuka, twibbonize.com. sementara twib PMII Kece menempati posisi trending #2 di portal yang sama PATI – Usia bukan ukuran untuk berkreasi. Banyak orang dengan usia yang tak lagi muda, namun masih bisa memproduksi beragam ide. Bahkan tidak jarang, ide-ide itupun […]

  • Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    Branding Tak Sekadar Promosi, Tapi Ideologisasi

    • calendar_month Sab, 11 Nov 2023
    • account_circle admin
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Magelang – Bertempat di Kantor PCNU Kabupaten Magelang, Koordinator Gerakan Literasi Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah Hamidulloh Ibda mengatakan bahwa branding yang dilakukan oleh madrasah dan sekolah Ma’arif bukan sekadar untuk promosi namun lebih pada ideologisasi. “Kalau promosi bisa lewat iklan, advertorial, testimoni, tapi branding itu satu kesatuan gerakan untuk ideologisasi Aswaja melalui media massa, […]

  • PCNU-PATI

    Agama Versus Agama

    • calendar_month Ming, 6 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    Dr. Ali Syariati adalah seorang Sosiolog dan Martir yang terbunuh atas perjuangannya menyalakan api revolusi di Kerajaan Syah Pahlevi di Tanah Persia. Api revolusi yang dikobarkannya menyala terang dan berhasil meruntuhkan tembok kerajaan Syah yang sudah berumur ribuan tahun. Namun beliau tidak sempat menyaksikan hasil perjuangannya tersebut dikarenakan kesyahidannya tepat 3 tahun sebelum revolusi. Meskipun […]

  • LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    LP Maarif NU Jateng Gelar Temu Penulis dan Sastrawan

    • calendar_month Sab, 9 Sep 2023
    • account_circle admin
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Pimpinan Wilayah (PW) Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama Jawa Tengah, adakan temu penulis dan sastrawan terpilih, serta memberikan penghargaan kepada sejumlah media massa. Kegiatan bertema “Bahagia dalam berliterasi” itu digelar selama dua hari, yakni pada 9 dan 10 September 2023 di Hotel Muria, Kota Semarang. Panitia kegiatan, Hamidulloh Ibda, mengatakan, terdapat empat […]

expand_less