Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ang Lee

Ang Lee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
  • visibility 371
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu.

Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah penolakan. Itu sungguh menyakitkan hati dan menyurutkan tekadnya untuk menjadi seorang sutradara. Terlebih ia sudah berkepala tiga dan berkeluarga. Melihat kenyataan itu, dia sering termenung, apakah tetap menunggu kesempatan itu datang atau menyerah dan mencari profesi lain yang menjanjikan?

Diam-diam, tanpa sepengetahuan istri, ia ikut kursus komputer. Pada masa itu menjadi teknisi komputer adalah pekerjaan yang menjanjikan, karena masih banyak dibutuhkan. Setiap kali berangkat kursus, ia bermalas-malasan. Tanpa ada gairah hidup.

Suatu malam, istrinya mendapatkan jadwal kursusnya. Istrinya kaget. Rupanya diam-diam, suaminya mengikuti kursus komputer, yang jauh dari mimpinya. Pagi harinya sang istri berbicara padanya. “Sayang, mengapa kamu melupakan mimpimu? Menjadi sineas adalah takdirmu. Mungkin saat ini kamu belum beruntung, tapi aku yakin suatu saat masa-masa suksesmu akan datang. Saya selalu percaya bahwa kamu hanya memiliki sebuah talenta. Talentamu adalah membuat film. Ada begitu banyak orang ahli komputer, jadi mereka tidak perlu tambahan dengan dirimu lagi. Jika kamu ingin membawa pulang piala Oscar, maka kamu harus berkomitmen pada impianmu.”

Amboi. Kata-kata istrinya menyentak relung hatinya. Seolah tak percaya istrinya mengatakan begitu. Kata-katanya bagaikan aliran listrik, mampu menyengat dirinya yang tertidur. Ia ingat kembali akan mimpinya yang terkubur itu. Ia kemudian bangkit. Mulai detik itu ia menahbiskan dirinya untuk all out dalam dunia film. Segala kesulitan ia hadapi. Penolakan demi penolakan menjadi bumbu penyedap mimpinya. Ia sudah terbiasa dengan hal itu. Yang terbayang adalah ketika mimpi-mimpinya telah terwujud dalam realita, sehingga segala ujian menjadi riak-riak kecil di matanya.

Tuhan memang tidak pernah menyia-nyiakan orang yang sungguh-sungguh. Suatu ketika, ia berhasil mendapatkan dana untuk membuat film sendiri dengan skenario yang dibuatnya. Gayung pun bersambut. Hasil garapannya banyak diapresiasi para penyuka film. Ia kemudian membuat film lagi. Semua orang kesengsem dengan karyanya. Dari situ, namanya makin berkibar. Setiap filmnya hampir mendapatkan penghargaan. Hingga tahun 2014, ia telah berhasil meraih tiga piala Oscar dalam kategori Sutradara Terbaik.  Luar biasa.

Siapakah orang itu? Ia bernama Ang Lee. Ia adalah orang Taiwan yang mengadu nasib di Hollywood demi mengejar mimpinya menjadi sutradara hebat. Ia butuh bertahun-tahun untuk meraihnya. Hingga akhirnya, film Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), Brokeback Mountain (2005), dan Life of Pi (2012), yang disutradarainya itu berhasil membuat dirinya meraih piala Oscar sebagai sutradara terbaik dari masing-masing film tersebut.

“Hidup saya adalah untuk terus membuat film,” ujar Ang Lee, “dan sekarang saya lebih yakin daripada sebelumnya. Ketika saya melihat sesuatu yang saya suka, itu saja yang penting. Apa yang mereka gunakan, bagaimana mereka sampai di sana, saya tidak pernah mengganggu mereka.”

Itulah buah ketekunan. Semua akan indah pada waktunya. Meski pada awalnya tidak yakin dengan usahanya, tapi karena ia tekun dan yakin atas apa yang dilakukannya, maka kesuksesan datang dengan sendirinya. Ketika kesuksesan itu hadir, maka keyakinannya semakin berlipat. Jika Anda melihat filmnya, Anda akan terpukau dengannya. Ang Lee sangat cerdas dan cerdik dalam membesut film-filmnya. Unik dan anti-mainstream. Pesan moral yang disampaikan lewat film-filmnya pun sangat dalam.

Harga ketekunan akan dibayar dengan keindahan. Jerih payahnya terbayarkan. Dalam Islam, ketekunan bisa disinonimkan dengan istiqamah. Allah SWT tentu akan memperhitungkan siapa pun yang istiqamah dalam kebaikan di jalan-Nya. Tiliklah ke belakang, banyak para tokoh besar yang sukses, karena istiqamah di jalan kebenaran.

Di antara definisi istiqamah adalah ikhlas dalam melakukan kebaikan hingga maut menjemput. Maka dalam konteks ini, istiqamah bisa diterapkan dalam pelbagai hal. Siapa pun yang setia dalam kebaikan apa pun profesinya, maka sesungguhnya ia sudah menjalankan istiqamah.  Oleh karena itu, ia tidak perlu takut lagi dengan segala yang terjadi yang akan menimpa dirinya, karena Allah sudah mencatatnya sebagai orang baik alias orang shaleh.

Bahkan dalam ayat lain disebutkan bahwa mereka yang istiqamah akan menempati surga di akhirat kelak. Jadi mereka tidak perlu sedih dan khawatir dengan hidupnya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al-Ahqaf: 13-14).

Ayat di atas memberi keyakinan kepada kita untuk senantiasa istiqamah dengan apa yang kita lakukan. Apa pun pekerjaan kita, apa pun usaha kita, istiqamahkanlah, niscaya, Allah akan memberikan buah-buah kebaikan kepada kita. Kebaikan itu tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Maka alangkah indahnya apabila kita mengamalkan juga doa yang dipanjatkan Hasan Al-Bashri:

“Allahumma Anta robbuna, farzuqnal istiqomah. Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami. Berikanlah keistiqamahan kepada kami.” Amin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

    Indikator Sempurnanya Seorang Mukmin

    • calendar_month Kam, 18 Nov 2021
    • account_circle admin
    • visibility 348
    • 0Komentar

     Hadist dari Abu Huroiroh RA berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sempurnanya iman seseorang yaitu dengan akhlaknya yang paling baik. Dan yang terpilih diantara kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya dalam memperlakukan seorang perempuan.” Jadi berdasarkan hadist ini hierarki (tingkatan) orang beriman itu indikatornya adalah akhlaknya. Paling baik diantara yang baik ialah baik dalam bagaimana ia […]

  • Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking

    Tak Hanya Ngaji, Santri PPQ Safiinatunnaja Wonosobo Isi Ramadan dengan Pelatihan Public Speaking

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • account_circle admin
    • visibility 9.685
    • 0Komentar

      WONOSOBO – Ramadan di Pondok Pesantren Al-Qur’an (PPQ) Safiinatunnaja Kalibeber Wonosobo tahun ini terasa lebih berwarna. Selain diisi dengan ibadah mahdhah dan ngaji pasanan (ngaji kitab kuning), sebanyak 40 santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) bersama para pengurus pesantren mengikuti Safiinatunnaja Training Public Speaking pada Rabu (4/3/2026) di Pendopo pesantren. Kegiatan yang mengusung tema “Menguatkan […]

  • Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I

    Lolos Seleksi Ketat hingga Dilirik Perusahaan Jepang, LP Ma’arif NU Jateng Resmi Tutup Pelatihan Pemagangan Tahap I

    • calendar_month Sel, 21 Jul 2026
    • account_circle admin
    • visibility 16.789
    • 0Komentar

    *PEKALONGAN* – Suasana haru bercampur bangga mewarnai acara Penutupan Pelatihan Tahap I Daerah Program Magang ke Jepang, program kerjasma Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah dengan Kemnaker RI dan IM Japan Indonesia. Bertempat di SMK Syafi’i Akrom Kota Pekalongan pada Selasa (21/07/2026), acara ini menjadi momentum penting bagi puluhan pemuda pilihan yang siap […]

  • Pemimpin Tegas Pemberani

    Pemimpin Tegas Pemberani

    • calendar_month Jum, 21 Apr 2023
    • account_circle admin
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Jamal Makmur Salah satu kader terbaik NU Pati telah berpulang ke rahmatullah, yaitu KH. Imam Shofwan. Beliau pernah menduduki posisi puncak sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pati periode 2009-2013. Beliau terpilih bersama KH. Asmui Syadzali dalam konferensi NU di Pondok Ar-Roudloh At-Thohiriyyah asuhan KH. A. Mu’adz Thohir Kajen Margoyoso Pati. Beliau menggantikan KH. […]

  • PCNU-PATI

    Ai

    • calendar_month Sab, 20 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 464
    • 0Komentar

    Cinta seperti sesuatu yang mengendap-endap di belakangmu. Suatu saat, tiba-tiba kau baru sadar, cinta menyergapmu tanpa peringatan. SEIAku mencintai Ai. Tidak tahu sejak kapan–mungkin sejak pertama kali dia menggenggam tanganku–aku tidak tahu mengapa, dan aku tidak tahu bagaimana. Aku hanya mencintainya, dengan caraku sendiri. AIAku bersahabat dengan Sei sejak kami masih sangat kecil. Saat mulai […]

  • MA Manahijul Huda Luncurkan Buku

    MA Manahijul Huda Luncurkan Buku

    • calendar_month Sel, 19 Des 2017
    • account_circle admin
    • visibility 489
    • 0Komentar

    Pati,  MA Manahijul Huda Luncurkan buku perdana yang bertajuk kumpulan puisi dengan judul  “Negeri Puisi”  yang kemarin  dilauncing dan dibedah di Aula  sekolah setempat dengan mendatangkan  Niam At-Majha dan Sahrozi (12/12/ kemarin Buku antalogi puisi yang berisi karya pelajar, alumni dan guru MA Manahijul Huda Ngagel itu adalah buku perdana yang terbit dari penerbit Pilar […]

expand_less