Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ang Lee

Ang Lee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
  • visibility 441
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu.

Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah penolakan. Itu sungguh menyakitkan hati dan menyurutkan tekadnya untuk menjadi seorang sutradara. Terlebih ia sudah berkepala tiga dan berkeluarga. Melihat kenyataan itu, dia sering termenung, apakah tetap menunggu kesempatan itu datang atau menyerah dan mencari profesi lain yang menjanjikan?

Diam-diam, tanpa sepengetahuan istri, ia ikut kursus komputer. Pada masa itu menjadi teknisi komputer adalah pekerjaan yang menjanjikan, karena masih banyak dibutuhkan. Setiap kali berangkat kursus, ia bermalas-malasan. Tanpa ada gairah hidup.

Suatu malam, istrinya mendapatkan jadwal kursusnya. Istrinya kaget. Rupanya diam-diam, suaminya mengikuti kursus komputer, yang jauh dari mimpinya. Pagi harinya sang istri berbicara padanya. “Sayang, mengapa kamu melupakan mimpimu? Menjadi sineas adalah takdirmu. Mungkin saat ini kamu belum beruntung, tapi aku yakin suatu saat masa-masa suksesmu akan datang. Saya selalu percaya bahwa kamu hanya memiliki sebuah talenta. Talentamu adalah membuat film. Ada begitu banyak orang ahli komputer, jadi mereka tidak perlu tambahan dengan dirimu lagi. Jika kamu ingin membawa pulang piala Oscar, maka kamu harus berkomitmen pada impianmu.”

Amboi. Kata-kata istrinya menyentak relung hatinya. Seolah tak percaya istrinya mengatakan begitu. Kata-katanya bagaikan aliran listrik, mampu menyengat dirinya yang tertidur. Ia ingat kembali akan mimpinya yang terkubur itu. Ia kemudian bangkit. Mulai detik itu ia menahbiskan dirinya untuk all out dalam dunia film. Segala kesulitan ia hadapi. Penolakan demi penolakan menjadi bumbu penyedap mimpinya. Ia sudah terbiasa dengan hal itu. Yang terbayang adalah ketika mimpi-mimpinya telah terwujud dalam realita, sehingga segala ujian menjadi riak-riak kecil di matanya.

Tuhan memang tidak pernah menyia-nyiakan orang yang sungguh-sungguh. Suatu ketika, ia berhasil mendapatkan dana untuk membuat film sendiri dengan skenario yang dibuatnya. Gayung pun bersambut. Hasil garapannya banyak diapresiasi para penyuka film. Ia kemudian membuat film lagi. Semua orang kesengsem dengan karyanya. Dari situ, namanya makin berkibar. Setiap filmnya hampir mendapatkan penghargaan. Hingga tahun 2014, ia telah berhasil meraih tiga piala Oscar dalam kategori Sutradara Terbaik.  Luar biasa.

Siapakah orang itu? Ia bernama Ang Lee. Ia adalah orang Taiwan yang mengadu nasib di Hollywood demi mengejar mimpinya menjadi sutradara hebat. Ia butuh bertahun-tahun untuk meraihnya. Hingga akhirnya, film Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), Brokeback Mountain (2005), dan Life of Pi (2012), yang disutradarainya itu berhasil membuat dirinya meraih piala Oscar sebagai sutradara terbaik dari masing-masing film tersebut.

“Hidup saya adalah untuk terus membuat film,” ujar Ang Lee, “dan sekarang saya lebih yakin daripada sebelumnya. Ketika saya melihat sesuatu yang saya suka, itu saja yang penting. Apa yang mereka gunakan, bagaimana mereka sampai di sana, saya tidak pernah mengganggu mereka.”

Itulah buah ketekunan. Semua akan indah pada waktunya. Meski pada awalnya tidak yakin dengan usahanya, tapi karena ia tekun dan yakin atas apa yang dilakukannya, maka kesuksesan datang dengan sendirinya. Ketika kesuksesan itu hadir, maka keyakinannya semakin berlipat. Jika Anda melihat filmnya, Anda akan terpukau dengannya. Ang Lee sangat cerdas dan cerdik dalam membesut film-filmnya. Unik dan anti-mainstream. Pesan moral yang disampaikan lewat film-filmnya pun sangat dalam.

Harga ketekunan akan dibayar dengan keindahan. Jerih payahnya terbayarkan. Dalam Islam, ketekunan bisa disinonimkan dengan istiqamah. Allah SWT tentu akan memperhitungkan siapa pun yang istiqamah dalam kebaikan di jalan-Nya. Tiliklah ke belakang, banyak para tokoh besar yang sukses, karena istiqamah di jalan kebenaran.

Di antara definisi istiqamah adalah ikhlas dalam melakukan kebaikan hingga maut menjemput. Maka dalam konteks ini, istiqamah bisa diterapkan dalam pelbagai hal. Siapa pun yang setia dalam kebaikan apa pun profesinya, maka sesungguhnya ia sudah menjalankan istiqamah.  Oleh karena itu, ia tidak perlu takut lagi dengan segala yang terjadi yang akan menimpa dirinya, karena Allah sudah mencatatnya sebagai orang baik alias orang shaleh.

Bahkan dalam ayat lain disebutkan bahwa mereka yang istiqamah akan menempati surga di akhirat kelak. Jadi mereka tidak perlu sedih dan khawatir dengan hidupnya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al-Ahqaf: 13-14).

Ayat di atas memberi keyakinan kepada kita untuk senantiasa istiqamah dengan apa yang kita lakukan. Apa pun pekerjaan kita, apa pun usaha kita, istiqamahkanlah, niscaya, Allah akan memberikan buah-buah kebaikan kepada kita. Kebaikan itu tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Maka alangkah indahnya apabila kita mengamalkan juga doa yang dipanjatkan Hasan Al-Bashri:

“Allahumma Anta robbuna, farzuqnal istiqomah. Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami. Berikanlah keistiqamahan kepada kami.” Amin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    Cerita Ishaq, Santri yang Dapat Hadiah Peci dari Wagub

    • calendar_month Kam, 23 Sep 2021
    • account_circle admin
    • visibility 539
    • 0Komentar

    Ishaq, santri Kajen yang mendapatkan hadiah peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Gus Taj Yasin Maemun. MARGOYOSO –  Salah satu santri di pondok pesantren Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Pati, yakni Ishaq Junaidi, tak menyangka akan mendapatkan peci dari Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.  Saat itu, ia tengah menunggu antrean vaksinasi di Madrasah Alhikmah, […]

  • PCNU-PATI Photo by Allec Gomes

    Puisi-Puisi Eska Mariska

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Rasa Tak Pernah Tumbuh malam mengurung perasaan yang sudah layu membelenggunya hingga sekarat tidak membiarkannya tumbuh, hanya mendesaknya untuk tetap utuh 15 September 2022 Bayangmu Menghilang terlunta-lunta aku mengejar bayangmu di bawah guyuran hujan dalam cengkaraman pagi yang menggigil tapi kamu terus berlari, meninggalkan jejak dan terhapus akannya 15 Oktober 2022  Lupakan Aku berhenti mengeja […]

  • Fix, 9 Agustus Konferancab IPNU/IPPNU Gembong

    Fix, 9 Agustus Konferancab IPNU/IPPNU Gembong

    • calendar_month Rab, 24 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 526
    • 0Komentar

    GEMBONG-Paska bersilaturrahom ke rumah MWC-NU Gembong, Selasa (23/7) rombongan PC IPNU/IPPNU segera melaksanakan rapat pembentukan panitia konferensi PAC bersama dengan kader-kader IPNU/IPPNU Gembong dan Kader Penggerak NU. Suasana santai rapat pembentukan panitia Konferancab IPNU/IPPNU Gembong “Kita harus gerak cepat, kalau bisa kita susun panitia malam ini” kata Salman, Selasa (23/7) malam. Akhirnya, rapat singkat diadakan […]

  • SMK NU Al-Ma’arif Gembong Membuka Jurusan Akutansi

    SMK NU Al-Ma’arif Gembong Membuka Jurusan Akutansi

    • calendar_month Jum, 17 Jun 2016
    • account_circle admin
    • visibility 561
    • 0Komentar

    SMK NU Al-Ma’arif Gembong membuka jurusan baru Akuntansi, jurusan ini telah dibuka mulai tahun lalu, sehingga tahun ini menjadi tahun kedua jurusan Akuntansi dibuka. Sebelumnya SMK NU Al-Ma’arif sudah memiliki jurusan TSM (Teknik Sepeda Motor) dan jurusan TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) yang telah meluluskan lima angkatan. Dibukanya jurusan Akuntansi supaya nantinya muncul generasi-generasi akuntan […]

  • KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    KH. Ali Mahmudan Dahlan: Muballigh NU yang Istiqamah

    • calendar_month Ming, 1 Sep 2019
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Sabtu, 31 Agustus 2019/ 30 Dzulhijjah 1440, warga Pati, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kehilangan salah satu ulama yang dekat dengan umatnya. Beliau adalah KH. Ali Mahmudan Dahlan asal Wedarijaksa, Pati. Santri ndalem KH. Maimun Zubair yang lama thalabul ilmi di Sarang ini meninggalkan banyak kenangan. Baca: Innalillah, KH. Ali Mahmudan Wafat, Pemakaman Dilangsungkan Malam Ini […]

  • PCNU-PATI

    Mustasyar PCNU Pati KH Abdul Mujib Sholeh Tutup Usia

    • calendar_month Jum, 26 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 463
    • 0Komentar

     Pcnupati,or.id- PATI – Mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Abdul Mujib Sholeh, tutup usia, Kamis (25/1/2024) malam. Almarhum dimakamkan di kompleks pemakaman Madrasah Miftahul Huda (MMH) Tayu, Jumat (26/1/2024). Ribuan pelayat pun berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pati ini. Sejumlah tokoh tampak hadir dalam pemakaman KH […]

expand_less