Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Ang Lee

Ang Lee

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 16 Okt 2023
  • visibility 464
  • comment 0 komentar

Oleh : M. Iqbal Dawami

Enam tahun dia dalam ketidakpastian. Perjuangannya belum menghasilkan apa-apa, kecuali rasa lelah dan dihantui putus asa. Mimpinya tidak akan terwujud, batin lelaki itu.

Selama enam tahun ia menjadi asisten editor, alias tukang angkat alat-alat per-film-an. Selama itu pula ia mengirim skenario film  ke puluhan rumah produksi, dan yang diterima adalah penolakan. Itu sungguh menyakitkan hati dan menyurutkan tekadnya untuk menjadi seorang sutradara. Terlebih ia sudah berkepala tiga dan berkeluarga. Melihat kenyataan itu, dia sering termenung, apakah tetap menunggu kesempatan itu datang atau menyerah dan mencari profesi lain yang menjanjikan?

Diam-diam, tanpa sepengetahuan istri, ia ikut kursus komputer. Pada masa itu menjadi teknisi komputer adalah pekerjaan yang menjanjikan, karena masih banyak dibutuhkan. Setiap kali berangkat kursus, ia bermalas-malasan. Tanpa ada gairah hidup.

Suatu malam, istrinya mendapatkan jadwal kursusnya. Istrinya kaget. Rupanya diam-diam, suaminya mengikuti kursus komputer, yang jauh dari mimpinya. Pagi harinya sang istri berbicara padanya. “Sayang, mengapa kamu melupakan mimpimu? Menjadi sineas adalah takdirmu. Mungkin saat ini kamu belum beruntung, tapi aku yakin suatu saat masa-masa suksesmu akan datang. Saya selalu percaya bahwa kamu hanya memiliki sebuah talenta. Talentamu adalah membuat film. Ada begitu banyak orang ahli komputer, jadi mereka tidak perlu tambahan dengan dirimu lagi. Jika kamu ingin membawa pulang piala Oscar, maka kamu harus berkomitmen pada impianmu.”

Amboi. Kata-kata istrinya menyentak relung hatinya. Seolah tak percaya istrinya mengatakan begitu. Kata-katanya bagaikan aliran listrik, mampu menyengat dirinya yang tertidur. Ia ingat kembali akan mimpinya yang terkubur itu. Ia kemudian bangkit. Mulai detik itu ia menahbiskan dirinya untuk all out dalam dunia film. Segala kesulitan ia hadapi. Penolakan demi penolakan menjadi bumbu penyedap mimpinya. Ia sudah terbiasa dengan hal itu. Yang terbayang adalah ketika mimpi-mimpinya telah terwujud dalam realita, sehingga segala ujian menjadi riak-riak kecil di matanya.

Tuhan memang tidak pernah menyia-nyiakan orang yang sungguh-sungguh. Suatu ketika, ia berhasil mendapatkan dana untuk membuat film sendiri dengan skenario yang dibuatnya. Gayung pun bersambut. Hasil garapannya banyak diapresiasi para penyuka film. Ia kemudian membuat film lagi. Semua orang kesengsem dengan karyanya. Dari situ, namanya makin berkibar. Setiap filmnya hampir mendapatkan penghargaan. Hingga tahun 2014, ia telah berhasil meraih tiga piala Oscar dalam kategori Sutradara Terbaik.  Luar biasa.

Siapakah orang itu? Ia bernama Ang Lee. Ia adalah orang Taiwan yang mengadu nasib di Hollywood demi mengejar mimpinya menjadi sutradara hebat. Ia butuh bertahun-tahun untuk meraihnya. Hingga akhirnya, film Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), Brokeback Mountain (2005), dan Life of Pi (2012), yang disutradarainya itu berhasil membuat dirinya meraih piala Oscar sebagai sutradara terbaik dari masing-masing film tersebut.

“Hidup saya adalah untuk terus membuat film,” ujar Ang Lee, “dan sekarang saya lebih yakin daripada sebelumnya. Ketika saya melihat sesuatu yang saya suka, itu saja yang penting. Apa yang mereka gunakan, bagaimana mereka sampai di sana, saya tidak pernah mengganggu mereka.”

Itulah buah ketekunan. Semua akan indah pada waktunya. Meski pada awalnya tidak yakin dengan usahanya, tapi karena ia tekun dan yakin atas apa yang dilakukannya, maka kesuksesan datang dengan sendirinya. Ketika kesuksesan itu hadir, maka keyakinannya semakin berlipat. Jika Anda melihat filmnya, Anda akan terpukau dengannya. Ang Lee sangat cerdas dan cerdik dalam membesut film-filmnya. Unik dan anti-mainstream. Pesan moral yang disampaikan lewat film-filmnya pun sangat dalam.

Harga ketekunan akan dibayar dengan keindahan. Jerih payahnya terbayarkan. Dalam Islam, ketekunan bisa disinonimkan dengan istiqamah. Allah SWT tentu akan memperhitungkan siapa pun yang istiqamah dalam kebaikan di jalan-Nya. Tiliklah ke belakang, banyak para tokoh besar yang sukses, karena istiqamah di jalan kebenaran.

Di antara definisi istiqamah adalah ikhlas dalam melakukan kebaikan hingga maut menjemput. Maka dalam konteks ini, istiqamah bisa diterapkan dalam pelbagai hal. Siapa pun yang setia dalam kebaikan apa pun profesinya, maka sesungguhnya ia sudah menjalankan istiqamah.  Oleh karena itu, ia tidak perlu takut lagi dengan segala yang terjadi yang akan menimpa dirinya, karena Allah sudah mencatatnya sebagai orang baik alias orang shaleh.

Bahkan dalam ayat lain disebutkan bahwa mereka yang istiqamah akan menempati surga di akhirat kelak. Jadi mereka tidak perlu sedih dan khawatir dengan hidupnya. “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan” (QS Al-Ahqaf: 13-14).

Ayat di atas memberi keyakinan kepada kita untuk senantiasa istiqamah dengan apa yang kita lakukan. Apa pun pekerjaan kita, apa pun usaha kita, istiqamahkanlah, niscaya, Allah akan memberikan buah-buah kebaikan kepada kita. Kebaikan itu tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat. Maka alangkah indahnya apabila kita mengamalkan juga doa yang dipanjatkan Hasan Al-Bashri:

“Allahumma Anta robbuna, farzuqnal istiqomah. Ya Allah, Engkau adalah Rabb kami. Berikanlah keistiqamahan kepada kami.” Amin.

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    Strategi Menulis Opini dan Esai Bisa Pakai Dua Gaya Ini

    • calendar_month Sel, 5 Nov 2024
    • account_circle admin
    • visibility 442
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam menulis artikel populer (opini/esai), penulis bisa menggunakan dua gaya yaitu gaya teknokratis dan gaya sosiologis. Hal itu diungkapkan Kepala Sekolah SMP Tahfidz Al Furqon Karangawen Demak Junaidi Abdul Munif saat menjadi narasumber Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Plus Part 2 Gerakan Literasi Karya Tulis Jurnalistik bertema “Strategi Penulisan Artikel Populer (Opini/Esai) bertema Pendidikan” […]

  • Peserta Lomba Pidato Terjebak Khotbah

    Peserta Lomba Pidato Terjebak Khotbah

    • calendar_month Sab, 11 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 410
    • 0Komentar

    Semarang – Dalam perlombaan Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif (Porsema) XII Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah di Kabupaten Semarang, juri berkomentar peserta masih terjebak ke dalam khotbah daripada pidato. Hal itu diungkapkan Dr. S. Prasetyo Utomo juri Lomba Pidato Bahasa Indonesia MI/SD dan MTs/SMP di sela-sela lomba. […]

  • Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    Usung Tema Keraton Mawaskan, OSIM MA Walisongo Kayen Gelar Pesta Demokrasi

    • calendar_month Kam, 27 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id. – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Walisongo Kayen mengadakan pemilihan ketua, Kamis (27/10/2022). Kegiatan yang dilangsungkan di halaman Madrasah Aliyah Walisongo Kayen ini mengusung tema “Keraton Mawaska”. Acara dimulai dengan apel pembukaan yang dipimpin oleh Kepala MA Walisongo Kayen, Sunoto, M. Ag. Dalam kesempatan itu, Kepala Madrasah Sunoto menyampaikan bahwa selalu ada suka […]

  • PCNU-PATI

    PC LAZISNU Laporkan Semester Ke PCNU Pati

    • calendar_month Kam, 1 Sep 2022
    • account_circle admin
    • visibility 543
    • 0Komentar

    PC Lazisnu Pati menyerahkan Laporan Keuangan Semester I tahun 2022 kepada PCNU Pati pada Rabu (31/8) di Gedung NU, Pati.  Laporan diserahkan secara langsung oleh Ketua Lazisnu Pati, Muhammad Niam Sutaman dan diterima oleh Ketua PCNU Pati, Kyai Yusuf Hasyim.  “Laporan Keuangan Semester 1 (Januari-Juni) tahun 2022  baru saja kami serahkan kepada PCNU sebagai wujud […]

  • PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Pati, PCNU Berikan Apresiasi

    PT Sukun Santuni 1.000 Anak Yatim di Pati, PCNU Berikan Apresiasi

    • calendar_month Sel, 26 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 435
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Seribu anak yatim di Kabupaten Pati memadati Gedung Haji Pati, Selasa (26/3/2024). Mereka berbondong-bondong mengikuti santunan yang dibalut dengan buka bersama. Kegiatan ini dalam rangka Santunan 11 Ribu Anak Yatim oleh PT Sukun. Yang mana, di Kabupaten Pati ini PT Sukun bekerja sama dengan Lazismu dan Lazisnu untuk menyukseskan acara ini. Santunan ini […]

  • Hukum Mengubur Ari-Ari

    Hukum Mengubur Ari-Ari

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2017
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Assalamu ‘alaikum Wr Wb Saya mau tanya Sudah menjadi tradisi di indonesia khususnya di pulau jawa, bahwa setiapada orang melahirkan, maka mereka [keluarganya] mengubur ari-ari si bayi, di samping atau didepan rumahnya, apa sebenarnya hukum mengubur ari-ari tersebut, mohon penjelasannya. Terima kasih. Wa’alaikum salam Wr Wb Ari-ari yang dalam bahasa arab disebut al-masyimahterdapat dua macam, […]

expand_less