Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tokoh » Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

Sang Syaikh Sufi YANG SELALU BERSEMBUNYI Kisah-Kisah di sekitar kehidupan KH.Abdullah Salam

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 9 Okt 2015
  • visibility 529
  • comment 0 komentar

C.Tawadlu’
      Tawadlu’adalah sikap mbah dullah yang juga menonjol.Konon,saat fisiknya masih kuat,setiap bulan  ramadan sesekali beliau menghidangkan santapan sahur hasil masakan sendiri dan tak mau dibantu.Ketika masih sehat,beliau memang terbiasa mengerjakan sendiri semua kebutuhan sehari-harinya : mulai menyiapkan makanan,minuman sampai dengan mencuci barang pecah belah dan pakaiannya sendiri.Bahkan bagi sebagian tamu-tamunya,sering kali beliau sendiri tak segan-segan menyiapkan makanan dan minuman.
       Sikap tawadlu’juga tercermin dari cara beliau menyikapi aktivitas sosial keagamaan yang beliau niatkan untuk memakmurkan masjid ; sehingga beliau tidak pernah keberatan yang beliau rintis bersama KH.Muhammadun tidak diikuti otang atau mudah diisi oleh orang lain,selama tujuan memamurkan masjid tercapai.
       Beliau juga tidak merasa kesal atau sakit hati terhadap kritik atau koreksi meski datang dari orang yang jauh lebih muda dan lebih ‘terbatas ilmunya’; bahkan walaupun kritik dan koreksi tersebut sebenarnya keliru atau salah alamat.Dalam pengajian hari kamis misalnya,aapkali bacaan beliau dipotong dan dikoreksi orang.Bukan Cuma sekali dua kali,bacaan bisa dipotong berkali-kali sehingga membuat para pendengar lebih kesal dan menggerutu.Tapi mbah Dullah sendiri tak menampakkan kekesalan,bahkan meneladani dan sering kali jutru mengambil sikap layaknya seorang murid yang minta bimbingan gurunya.
        Sikap tawadlu’ nampaknya sudah menjadi pembawaan beliau,setiap kali berhadapan dengan orang ,beliau hampir sekali memposisikan dirinya pada tempat yang lebih rendah ketimbang  yang dihadapi meski sangat jarang dan biasanya hanya pada orang yang dekat paling jauh beliau akan memposisikan diri pada tempat yang lebih tinggi dari orang yang di hadapi.Seperti  air,beliau selalu mencari tempat yang lebih rendah yang bisa dicapai.
         Ada Kisah menarik dari sikap mbah dullah ini,saat iitu malam jum’at,dan seperti biasanya setiap malam beliau berziarah ke makam KH.Ahmad Mutamakkin,Cuma kali ini beliau ditemani oleh KH.Muslim Rifa’i imampuro (Mbah Lim) Klaten. Setelah beberapa kali menolak,akhirnya dengan terpaksa Mbah Dullah mau memimpin tahlil.Nah,tepat pada pengucapan kalimat tahlil,perlahan-lahan kendali kepemimpnan tahlil bergeser dari mbah dullah ke mbah Lim.Ini terjadi karena mbah dullah terbiasa dengan pengucapan kalimat tahlil yang berirama tetap,dengan vokal yang relatif lembut dan temponya pun lambat ; sementara mbah Lim  bsa mengucapkan kalimat tahlil dengan irama naik turun,vokal yang keras dan tempo yang cepat.Sehingga lambat lebih suara mbah dullah tenggelam di tengah suara mbah lim.Akibatnya jamaah lebih mendengar suara mbah lim ketimbang suara mbah dullah,dan mereka pun mulai mengucapkan tahlil seirama dengan yang diucapkan mbah lim.
         Melihat hal ini,mbah dullah mengalir saja sama sekali tak mengesankan kegelisahan san kekesalan dan bahkan ikut tenggelam dalam hentakan tahlil yang dipimpin mbah Lim.Maka gema suara tahlil yang luar biasa menggetarkan itu terus mengalir sedemikian rupa,tanpa seorang pun menghentikan.Mbah Dullah yang tampak karam tak menghentikan,karena merasa bahwa kendali sudah berada di tangan mbah Lim; sementara mbah lim sendiri sempat gelisah pada berapa kesempatan tak bisa menghentikan karena berasa bahwa pada dasarnya yang memimpin adalah mbah dullah.Akibatnya : suara tahlil yang menggetar itu sampai lebih dari satu jam tanpa ada yang berani berinisatif menghentikan ,sehingga jamaah yang yang memenuhi ruangan pada malam itu banyak yang gelisah dan letih,konon bahwa ada yang sampai pingsan.Ddan memang,pembacaan tahlil itu pada akhirnya ditutup oleh mbah lim,karena tak ada tanda-tanda bahwa mbah dullah akan menutupnya.Demikianlah,bacaan dan doa setelah kalimat tahlil,seterusnya dipimpn mbah lim hingga seluruh proses berakhir ; sementara mbah dullah tetap memposisikan dirinya sebagai makmum.
          Ada kisah lain,yang masih berhubungan dengan mbah Muslim.Kisah terjadi di akhir tahun 1999 atau awal tahun 2000.Saat itu siang hari,mbah Lim berkunjung ke rumah mbah dullah . Nah,ketika hendak pamit mbah lim meminta kepada mbah dullah untuk berdoa.Mbah Dullah menampik,dengan alasan sudah tidak bisa berdoa,’’anda saja yang berdoa,saya cukup menamini sa’’kata beliau sambil mengangkat tangan untuk mengamini do’a.Mbah Lim yang menyangka bahwa mbah dullah sudah mulai berdoa .Langsung mengangkat tangannya untuk mengamini.Demikianlah,mabah dullah mengaminkan do’a yang disangka sudah diucapkan oleh mbah dullah saling menaminkan tanpa do’a yang terucap ini berlangsung hampir empat puluh lima menit.
        ‘Ketenggelaman’ dua tokoh ini dalam celupan’saling mengaminkan ini’(sekedar mengi ngatkan;amin-aman-iman secara harfiah seakar kata,sehingga kalimat ini juga bisa dibaca’saling mengamankan ‘atau saling mengimankan’) membuat sebagian orang yang mengikuti peristiwa tersebut menjadi gelisah,karena tak ada tanda-tanda kapan berakhir.Karena kegelisahan ini,sopir yang diajak mbah lim keluar ruangan dan berinisiatif menghubungi salah satu putra mbah lim yang kebetulan berada di sana.Ia meminta agar putra lim agar memberitahukan situasi amin tanpa do’a yang sedang berlangsung;tapi anehnya , ketika diberi tahu putranya tentang peristiwa tersebut,mbah lim malah tampak senang.’’Bagus itu,bagus !’’demikian komentarnya sambil melanjutkan acara ‘saling mengaminkan’tersebut.Barulah,setelah berlangsung selama kurang lebih seperempat jam dan juga karena adzan Ashar sudah lewat,mbah Lim berinisiatif menutup do’a tersebut dengan bacaan Fatihah.
          Sikap tawadl’memang sangat mewarnai kisah kehidupan mbah Dullah ,Bahkan pada putranya ia berpesan ‘’kalau saya meninggal kelak,tak usah diumumkan kemana-mana.Jangan sampai terjadi orang bergiliran,rombongan demi rombongan melakukan sholat jenazah.Saya malu terhadap perlakuan macam  itu karena belum tentu saya termasuk golongan orang baik !’’Memang,sangat banyak hal-hal yang oleh orang lain akan diterami sebagai kemuliaan,bagi beliau justru akan dihindari.
D.Kedermawanan
        Mbah Dullah juga dikenal sebagai orang yang murah hati dan suka bersedekah tanpa menghitung nilai barang yang diberikan.Jika beliau memilki sesuatu,dan ternyata sesuatu itu diinginkan oleh orang lain; maka tanpa pikir panjang meski  nilai nominal sesuatu itu tinggi beliau akan segera memberikannya.Sikap dermawan ini sudah tampak sejak beliau muda.
         Pernah,misalnya,suatu saat beliau memakai batu akik yang mahal menurut ukuran harga umum dalam suatu walimah pernikahan; dan kebetulan salah seorang sahabat lamanya yang duduk agak jauh dari beliau tampak tertarik dengan akik beliau.Begitulah,ketika acara selesai ada beliau hendak pulang,sambil berjalan beliau menghampiri sahabatnya.’’ini untuk anda’’! katanya sambil mencopot sambil menyerahkan akik tersebut.Sang sahabat yang terkaget-kaget dan tak menyangka kejadian  semacam itu,tentu saja menolak dan berusaha mengembalikan akik yang telah diserahkan padanya,’’bukan,ini memang  jatah anda ‘’! kata mbah dullah sambil menepis pengembalian batu akik tersebut;sang sahabat tak bisa berbuat apa-apa kecuali tertegun karena kejutan yang serba mendadak itu.
          Pernah juga,saat mbah dullah berkunjung ke rumah salah satu kenalannya,tiba-tiba muncul permintaan yang tidak masuk akal dari salah seorang yang kebetulan berada disana ; yang meminta sandal  yang dikenakan mbah dullah.Tentu saja permintaan ‘gila’ini membuat geger beberapa orang kebetulan berada  disana.Mereka mencoba mencegah,dan menjelaskan bahwa mbah dullah tidak punya sandal cadangan untuk beliau pakai pulang.Tapi mbah dullah sendiri tenang saja,dan justru melerai kemarahan orang-orang yang mencoba permintaan tersebut.Sandal langsung beliau berikan,dan beliau rela bertelanjang kaki.Meski pada akhirnya beliau tidak benar-benar pulang bertelanjang kaki karena diantara yang hadir ternyata ada pemilik toko sepatu meskipun tokonya sudah tutup karena sudah pukul sepuluh lebih tak keberatan mengambil sandal pengganti untuk beliau. Namun sikap beliau yang tanpa beban bisa melepaskan sesuatu yang dibutuhkan sendiri untuk memenuhi kebutuhan orang lain,benar-benar mencerminkan kedermawanan yang nyaris sempurna.
         Perhatiannya terhadap kaum’juga besar.Melihat kenyataan bahwa  banyak biaya pemeliharaan kesehatan yang relatif tak terjangkau oleh kemampuan kemampuan ekonomi  masyarakat pedesaan,beliau  berinisiatif mendirikan balai kesehatan yang kini menjadi rumah bersalin (RB) sebagai fasilitas pelayanan kesehatan bagi orang yang kurang mampu,tentu dengan pengobatan  yang sangat ringan. Bersambung
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    Gelar Pelatihan, Fordaf Komitmen Lahirkan Daiyah Cinta NKRI

    • calendar_month Ming, 1 Des 2019
    • account_circle admin
    • visibility 757
    • 0Komentar

    PATI-Strategi dakwa selalu berubah sesuai dengan konteks zaman. Walisongo merupakan salah satu pionir dakwah kontekstual pada zamannya. Strategi ini yang kemudian diadopsi oleh dai masa kini. Dengan beragam media yang ada, para penceramah tersebut mulai menyebarkan pencerahan. Para peserta pelatihan daiyah yang diselenggarakan oleh Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) Usai mengikuti pelatihan di aula PC NU […]

  • Pelantikan IPNU IPPNU dengan Tema Budaya Berlangsung Gahar

    Pelantikan IPNU IPPNU dengan Tema Budaya Berlangsung Gahar

    • calendar_month Sen, 11 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 424
    • 0Komentar

      Para pengurus IPPNU Ranting Desa Gabus GABUS – PR IPNU IPPNU Desa Gabus sukses menggelar pelantikan di Gedung Serbaguna Kecamatan Gabus, Minggu (10/10). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Gabus, tokoh masyarakat, tanfidziah, pembina, fatayat, muslimat, dan perwakilan dari PAC IPNU IPPNU Gabus. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan beberapa penampilan bakat seni musik dari anggota […]

  • PCNU-PATI

    NU Banyak Berkontribusi untuk NKRI

    • calendar_month Kam, 2 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 474
    • 0Komentar

    Pcnupati.ori.id- Temanggung – Momentum upacara apel peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Temanggung dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Selasa (31/1/2023). Apel sendiri diikuti sekira sebanyak 15 ribu Nahdliyin, ynag memenuhi Alun-alun Kota Tembakau itu. Dalam sambutannya Ganjar Pranowo menyampaikan tentang peran penting NU terhadap bangsa. “Kontribusi NU sangat banyak, baik […]

  • Khutbah Jum’at : PESAN UNTUK PARA CALON KADES

    Khutbah Jum’at : PESAN UNTUK PARA CALON KADES

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2015
    • account_circle admin
    • visibility 506
    • 0Komentar

      الحمد لله, الذي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصالحاتُ, الصلاة والسلام على نبينا وحبيبنا محمد, الذي أَنْزَلَ الله عليه الأياتِ البَيِّنَاتِ, وعلى آله وصحبه ومَنِ اتَّبَعَهُ إلى آخر الساعات, امّا بعد, فيا أيها الناس, اتقوا الله وأطيعوه. واعلموا ان كلا منكم راع مسؤول عن رعيته. وأن الرعاية امانة الله لكم , فلا تغفلوا عن تلك الأمانة. فإنكم […]

  • Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    Peringati Harlah ke 43, KMPP Semarang Gelar Serangkaian Kegiatan di Mangunrekso

    • calendar_month Sen, 14 Agu 2023
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Peringati Hari Lahir (Harlah) ke-43, Keluarga Mahasiswa Pelajar Pati (KMPP) Semarang adakan serangkaian kegiatan di Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni mulai tanggal 11 hingga 13 Agustus 2023.  Ketua Umum KMPP Semarang, Yunus Dwi Yulianto mengatakan, pada Harlah KMPP ke 43 ini, pihaknya mengangkat tema “Aksi […]

  • PCNU-PATI

    Ngaji Posonan di PAC Gunungwungkal

    • calendar_month Sen, 27 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- GUNUNGWUNGKAL – PAC Fatayat NU Gunungwungkal mengadakan kegiatan ngaji posonan yang dilaksanakan setiap hari Jumat, Ahad, dan Selasa selama bulan Ramadhan. “Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Fatayat NU kecamatan Gunungwungkal, baik pengurus maupun anggota ranting. Ngaji posonan tersebut bertempat di masjid Daarul Muttaqin Desa Ngetuk” jelas Hariati Ketua PAC Fatayat Gunungwungkal Kegiatan ini […]

expand_less