Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kolom » Pendidikan Politik Ala Gus Dur

Pendidikan Politik Ala Gus Dur

  • account_circle admin
  • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
  • visibility 578
  • comment 0 komentar

 Oleh: Siswanto*


KH Abdurrohman Wahid yang sering kita kenal dengan panggilan akrabnya Gus Dur merupakan sosok guru besar bangsa, nasionalis, humoris, dan merakyat. Gus Dur juga terkenal sebagai sosok budayawan dan cendekiawan rakyat yang pemekiran dan sikapnya menunjukkan kepada kepedulian terhadap nasib rakyat di tengah dinamika pembangunan nasional.

Selain itu juga Gus Dur terkenal dengan sepak terjangnya dalam dunia politik. Tak ayal pada tahun 1999-2021 Gus Dur menjabat sebagai Presiden Indonesia. Hal ini membuktikan, bahwa Gus Dur dalam ranah politik sudah tidak diragukan lagi. Walaupun saat Gus Dur jadi presiden melalui “dengkulnya Amin Rais” begitulah candaan khas Gus Dur di salah satu acara Televisi nasional. Karena menurut Gus Dur dengan humor maka semua akan cair dan tidak kaku.

Sedangkan bagi umat Nahdlatul Ulama (NU), sosok Gus Dur merupakan “Sang pamomong”. Yakni, figur yang memiliki watak mengayomi, membimbing, serta memperteguh kasih sayang atas sesama, tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

Oleh karena itu, sikap yang diperlihatkan Gus Dur kepada para pejabat, bahkan kepada presiden sekalipun, tidak beda dengan sikap yang diberikannya kepada wong cilik. Hal inilah yang membedakan Gus Dur dengan pemimpin lain dalam memberlakukan tamunya, sehingga masyarakat (wong cilik) menilai Gus Dur adalah sosok yang mengayomi semua orang.

Sepak terjang Gus Dur, dalam memberikan kontribusi terhadap bangsa sudah tidak diragukan lagi. Seabrek penghargaan sudah beliau dapatkan, baik itu dalam bidang penegakan HAM dan toleransi antarumat beragama, bapak pluralisme, Doctor Honoris causa bidang hukum dari konkuk University, seoul korea selatan, 21 Maret 2003, Doktor Honoris Causa dari Universitas Sokka, Jepang 2002, penghargaan kepemimpinan global (the global leadership award) dari Columbia University,dan penghargaan-penghargaan lainnya. Dikutip dari Republika.co.id.

Dari penjelasan di atas sangat jelas, bahwa seabrek penghargaan dan daya jelajah wawasan keilmuan Gus Dur sudah tak terbantahkan lagi. Sehingga ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden sangat wajar. Karena menjadi seorang pemimpin selain memiliki wawasan yang luas, juga bisa mengayomi warganya.

Maka dalam hal ini untuk mengetahui sepak terjang Gus Dur dalam bidang politik, sekurang-kurangnya terdapat tiga  jawaban yang bisa kita petik dan ambil hikmahnya.

Pertama, Gus Dur mengajarkan kepada kita bahwa memasuki dunia politik memerlukan kesabaran dan kesediaan untuk menjadikannya sebagai proses perjuangan jangka panjang. Dalam proses demikian, kekuasaan harus dibangun dengan investasi sosial dan kultural yang cukup.

Maka, kalau saat ini banyak orang yang begitu berambisi masuk dalam ranah politik untuk mengejar sebuah jabatan tertinggi. Maka, berbeda dengan Gus Dur yang memilih lebih membumi dan tidak berambisi untuk mengejar jabatan.

Kedua, Gus Dur membangun jalur politiknya sebagai cendekiawan rakyat. Karena sebagai seorang cedekiawan selain luas wawasannya juga paham peta manuver lawan politik yang harus dihadapi. Tetapi peta kekuatan politik yang usung Gus Dur adalah bukan semata-mata pada kepiawaian manuver politik yang diperagakan, tetapi lebih pada kekuatan struktur pengetahuan yang dibangun untuk menjelaskan yang terjadi dan bagaimana proyeksi masa depannya.

Karena itu, pemikiran dan politik Gus Dur menjadi perentas jalan hubungan masyarakat, bangsa, dan agama. Hal ini ditandai di berbagai kasus yang berhasil ditengahi oleh Gus Dur. Misalnya kasus Ahmadiyah serta gerakan Papua merdeka yang mampu didamaikan oleh Gus Dur melalui konsep pribumisasi Islam dan konsep islam sebagai etika social.

Ketiga, Gus Dur adalah tokoh yang selalu menjaga hubungan baik dengan semua kalangan. bagi Gus Dur politik adalah bentuk silaturahim dengan lawan politiknya. Meski dalam prakteknyasering diperlakukan secara tidak adil oleh lawan politiknya, tetapi Gus Dur tetap menjaga silaturahim. Karena menurut Gus Dur “tidak ada jabatan di dunia ini yang perlu diperhatikan mati-matian”. 

Itulah Gus Dur sosok santri yang menjelma menjadi cendekiawan rakyat dan pemimpin politik yang sangat berpengaruh. Karena, pengaruh itu bisa diraih apabila memiliki pengatuan yang luas dan kemampuan dalam meramu strategi dalam memecahkan persoalan yang ada di lingkungan masyarakat. Itu bisa dicapai oleh Gus Dur karena, ia memiliki kemampuan dan luasnya samudra keilmuan yang tinggi untuk menapaki jalur politik sebagai proses investasi sosial jangka panjang.

 

 *Aktivis Literasi Santri

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Photo by Abdullah Arif on Unsplash.

    Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

    • calendar_month Rab, 22 Mar 2023
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

    Oleh : Niam At Majha Kamis besok saya dan Anda akan melakukan rutinitas yang tak seperti biasa. Jika saban pagi saya bisa sarapan, dan siang bisa minum jus alpukat dan sore minum kopi dengan teman. Rutinitas harian tersebut akan berubah selama satu bulan penuh. Bisa jadi saya dan Anda akan kaget dengan pergantian tersebut akan […]

  • PCNU_PATI Photo by Mufid Majnun

    Menjaga Marwah Corak Politik Kebangsaan NU

    • calendar_month Sab, 25 Feb 2023
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto Dalam menyongsong pesta demokrasi yang tiap lima tahun sekali diadakan, Nahdlatul Ulama (NU) memiliki sumbangsih besar terhadap negara dalam menyumbangkan suaranya melalui umatnya untuk menentukan hak pilihnya sebagai warga negara Indonesia. NU sendiri sebagai ormas terbesar di Indonesia,bahkan terbesar di dunia, tentunya para pengurus paham bentul akan situasi setiap pesta demokrasi telah […]

  • PCNU-PATI Photo by Fadhila Nurhakim

    Malam yang Aneh

    • calendar_month Sen, 15 Mei 2023
    • account_circle admin
    • visibility 576
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Pukul sembilan malam aku keluar dari kamar hotel. Aku bergegas menuju kafe Sunny Story yang tak jauh dari alun-alun. Sesampainya di kafe, kucari tempat duduk di pojok yang agak sepi di halaman kafe. Hanya beberapa orang saja yang ada di situ, berpasang-pasangan, di mejanya masing-masing. Hanya aku yang sendirian. Jika […]

  • PCNU-PATI

    Ramadan bersama NU Online Pati

    • calendar_month Kam, 21 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda Waktu saya membagikan tulisan berjudul “Puasa dari Media Sosial” yang tayang di https://pcnupati.or.id/ pada 15 Maret 2024 yang saya bagikan di beranda Facebook, Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Pekalongan Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag., mengomentari status itu dengan tulisan “Jihad Fikriyah”. Begitu. Saya tidak menginterpretasi apa yang disampaikan beliau, tapi […]

  • SDN Petompon 02 Gelar IHT Penyusunan Perangkat Ajar Pembelajaran Mendalam: Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Kurikulum

    SDN Petompon 02 Gelar IHT Penyusunan Perangkat Ajar Pembelajaran Mendalam: Perkuat Kompetensi Guru Hadapi Tantangan Kurikulum

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 475
    • 0Komentar

      Semarang – SD Negeri Petompon 02 Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Penyusunan RPP Pembelajaran Mendalam” pada Selasa (23/9/2025). Acara yang berlangsung di Ruang Kelas 6 C ini menghadirkan akademisi sekaligus pakar pendidikan dasar, Dr. Hamidulloh Ibda, M.Pd., sebagai narasumber utama. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini […]

  • PCNU-PATI

    Sejumlah Tokoh Nasional Iringi Pemakaman Nyai Hj Nafisah

    • calendar_month Jum, 11 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 567
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id – Ribuan petakziyah, mengiringi pengistirahatan terakhir sosok ulama perempuan karismatik, Nyai Nafisah Sahal, Jumat (11/11/2022) pagi. Sebagaimana diketahui, Hj Nafisah wafat di Rumah Sakit Islam (RSI) Pati, Kamis (10/11/2022) pukul 18.00 WIB.  Puluhan karangan bunga tanda bela sungkawa dari sejumlah tokoh nasional juga menghiasi kompleks Pondok Pesantren Maslakul Huda, Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.  […]

expand_less