Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

Hari Santri 2025, NU Ranting Ngagel beserta Banom Gelar Selawatan

  • account_circle admin
  • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
  • visibility 3.654
  • comment 0 komentar

 

Pcnupati.or.id – Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Pati, beserta badan otonom (banom) menggelar pengajian umum dan gema selawat, Jumat (24/10/2025) malam.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW serta Hari Santri 2025. Meski sempat hujan deras, namun jemaah tetap antusias hadiri kegiatan yang digelar di sebelah barat gapura Desa Ngagel itu.

Sebagai acara pembuka, tahlil dan doa bersama dipimpin oleh KH. Ahmad Solkhan Nasuha. Sedangkan selawat dipandu oleh Habib Muhammad bin Salim bin Yahya dari kota ukir Jepar dan KH Ismail Masyhudi Bangkol, Tayu, sebagai penceramah.

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Dukuhseti KH Fuad Abdilah, mengungkapkan syukur, meskipun cuaca sempat hujan namun jemaah tetap ramai untuk menghadiri. Ia pun menjelaskan bahwa sesungguhnya hujan merupakan berkah bagi semua manusia yang ada di bumi.

Tak hanya itu, KH. Fuad juga mengkisahkan secara singkat tentang perjuangan santri sejak dulu hingga kini, yang turut membangun bangsa Indonesia.

“Sehingga itulah pemerintah menganugerahkan kepada para ulama, para santri arek-arek Suroboyo kemudian ditetapkan 22 Oktober sebagai hari santri, atas perjuangannya melawan penjajah,” jelasnya.

Sementara KH Ismail Masyhudi dalam ceramahnya mengajak kepada jemaah untuk memperbanyak membaca selawat. Ia menjelaskan beberapa keutamaan selawat, di antaranya adalah akan mempermudah urusan sehari-hari.

Tak hanya itu, menurutnya berkat selawat kita semua juga akan dimudahkan di dalam urusan akhirat.

“Kok sedino sewengi kita sedaya gelem maos selawat sitik’e ping 10, insyaallah mbesok pas nguwot nek sirotol mustakim bakal dituntun malaikat Jibril,” ucapnya.

Sementara Kepala Desa Ngagel, Suwardi, pada kesempatan itu mengungkapkan soal pelayanan kependudukan. Ia menjelaskan bahwa pelayanan di balai Desa Ngagel gratis tanpa ada pungli, bilan nantinya ditemukan ada oknum yang meminta-minta, pihaknya memohon agar segera melaporkan kepada Kepala Desa.

Selain itu, Kades Ngagel juga berpesan agar masyarakat selalu bijak dalam bermedia sosial. Mengingat saat ini banyak berseliweran berita-berita yang belum tentu kebenarannya.

“Gunakanlah (medsos) secara bijak, karena sekali ada informasi yang bersifat positif ataupun negatif, respon sifat dasar wong Indonesia ini luar biasa. Maka dari itu kita harus bijak menyaring semua informasi,” pesannya.

Hingga gema selawat mulai dilantunkan, cuaca di wilayah Kecamatan Dukuhseti cenderung cerah. Jemaah yang didominiasi oleh kaum hawa ini sangat khidmat dalam mengikuti selawatan yang dipandu oleh Habib Muhamamd bin Salim bin Yahya dadi Jepara malam ini. (Dimas/LTN).

  • Penulis: admin
Tags

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MA Abadiyah Gabus Raih Juara

    MA Abadiyah Gabus Raih Juara

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2017
    • account_circle admin
    • visibility 293
    • 0Komentar

    Pati. Madrasah Aliyah Abadiyah Gabus  menyabet Medali Perunggu dalam ajang Kompetisi Matematika Nalaria Realistik (KMNR) Se Indonesia Ke 12 Di Bogor di wakili oleh Septiana Rohmawati siswi Kelas X.             Madrasah tentu bisa bersaing dengan sekolah-sekolah umum, tinggal kita sebagai guru pendidik mampu mengenali potensi dan bakat terhadap anak didik kita.             “Saya sebagai guru […]

  • white and red love print box

    Tanggal Merah, Tanggal Kehidupan Hakiki

    • calendar_month Kam, 30 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 336
    • 0Komentar

      Oleh : Maulana Karim Sholikhin* Agama Konghuchu diakui secara formal oleh Negara Indonesia melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Pada saat itu, Gus Dur lah yang membidani lahirnya Perpres tersebut sebagai wujud pluralitas Bangsa Indonesia. Tentunya dawuh Presiden ini membawa efek domino di beragam aspek. Seperti dalam ranah sosial, pengakuan Agama baru ini […]

  • Tarekat vs Syariat. Photo by Fereshteh Ghazisaeedi on Unsplash.

    Tarekat vs Syariat

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Oleh: Maulana Karim Sholikhin* Sering kita temukan, perdebatan sengit antara pengikut tarekat versus pengikut fikih sentris. Forum apapun bisa jadi medan laga siapa yang terbaik di antara mereka berdua. Follower tarekat terbiasa kultus akan amalan-amalan wirid yang mereka lakukan, tanpa mau didikte oleh syariat atau fikih (dalam batas tertentu). Sementara kubu sebelah bangga dengan fikih […]

  • Gus Taqim Sebut Penulisan Berita Jadi Branding Efektif di Media Online

    Gus Taqim Sebut Penulisan Berita Jadi Branding Efektif di Media Online

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle admin
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Pcnupati.or.id- Magelang – Bertempat di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ma’arif Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Ahad (23/3/2025), program Gerakan Literasi Ma’arif (GLM) Ramadan Zona 8 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah terlaksana sebagai putaran terakhir dari sebelumnya di Blora, Pati, Pemalang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Sukoharjo. Kegiatan GLM Ramadan tersebut mengusung tema Gerakan Murid Ma’arif […]

  • Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    Ribuan Emak-Emak Serbu Banyutowo

    • calendar_month Ming, 20 Mar 2022
    • account_circle admin
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Antusiasme 1500 emak dari Muslimat NU dan  Fatayat NU Dukuhseti dalam mengikuti Istighotsah dan gema sholawat   DUKUHSETI – Ribuan kaum emak memadati Desa Banyutowo. Mereka berbondong-bondong untuk menghadiri acara istighotsah dan sholawat bareng pada Sabtu (19/3) kemarin.  Ibu-ibu tersebut merupakan anggota Fatayat NU dan Muslimat NU se-Kecamatan Dukuhseti. Sedikitnya, 1500 orang yang mengikuti agenda […]

  • PCNU-PATI

    Moderasi Beragama

    • calendar_month Sab, 26 Nov 2022
    • account_circle admin
    • visibility 227
    • 0Komentar

    Dalam bahasa Inggris, kata moderation sering digunakan dalam pengertian average (rata-rata), core (inti), standard (baku), atau non-aligned (tidak berpihak). Secara umum, moderat berarti mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak, baik ketika memperlakukan orang lain sebagai individu, maupun ketika berhadapan dengan institusi negara. Sedangkan dalam bahasa Arab, moderasi dikenal dengan kata wasath atau wasathiyah, yang memiliki padananmakna dengan kata tawassuth (tengah-tengah), i’tidal (adil), dan tawazun (berimbang). Orang yang menerapkan prinsip wasathiyah bisa disebut wasith.

expand_less