Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

Stadium General IPMAFA, Menatap Era 4.0 dengan Nilai-nilai Pesantren

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 22 Sep 2019
  • visibility 724
  • comment 0 komentar
Dr. Tedy Kholiludin (kiri) saat memberikan kuliah umum di IPMAFA dengan didampingi moderator, M. Sofyan Alnashr

MARGOYOSO-Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati menggelar Stadium General pada Sabtu (21/9) pagi. Acara yang bertempat di Aula lantai 2 Gedung IPMAFA tersebut mengambil tema ‘Diversity in Unity; Membentuk Identitas Kolektif Mahasiswa Berdasarkan Nilai-nilai Pesantren’ dengan menghadirkan Sosiolog dan pakar Toleransi Beragama, Dr. Tedi Kholiludin, sebagai narasumber.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Rektor 1 dan 2 IPMAFA, Para Dekan dan dosen di lingkungan IPMAFA, serta mahasiswa baru angkatan 2019. Wakil Rektor 1, Dr. A. Dimyati, M.Ag menyampaikan sambutan mewakili Rektor IPMAFA, KH. Abdul Ghaffar Rozien, M.Ed yang berhalangan hadir. Dalam sambutannya, Dr. Dimyati mengawali dengan menceritakan pergerakan mahasiswa sebelum era reformasi.

“Dulu mahasiswa menjadi aktif karena memiliki common enemy atau musuh bersama, yakni tirani sistem politik, pemerintah yang otoriter. Sehingga mahasiswa memiliki semangat untuk berjuang dan berkembang”. tuturnya santai.

Ia mengingatkan kepada mahasiswa IPMAFA untuk tidak terjebak pada romantisme masa lalu, tetapi siap menatap masa depan sesuai zaman. Salah satu langkahnya adalah dengan tetap memiliki pondasi yang kuat, yakni nilai-nilai pesantren.

Selanjutnya Stadium General atau yang sering disebut dengan kuliah umum dimoderatori oleh M. Sofyan Alnashr, dosen IPMAFA dan pengurus LTN NU Pati. Setelah memperkenalkan biografi singkat narasumber, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi. Dr. Tedy Kholiludin selaku narasumber menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini.

“Perkembangan teknologi, masalah ekologi, dan rendahnya literasi merupakan kenyataan yang dihadapi Indonesia sekarang. Santri bisa mengambil peran dalam mengatasi hal tersebut”. Tegas Tedy.

Para peserta Stadium General antusias menyimak pemaparan materi dari Dr. Tedy Kholiludin

Intinya, lanjut Tedy, kontekstualitas dalam berdakwah sangat diperlukan. Santri dapat menggunakan budaya populer dari generasi Z untuk mendakwahkan nilai-nilai Islam yang moderat.

Ia menambahkan bahwa santri bisa mengembangkan identitas kolektifnya dengan 3 hal. Diantaranya adalah kolektif memori, ritual kolektif dan simbol-simbol kelektif.

“Kolektif memori, ritual kolektif, dan simbol-simbol kolektif menjadi bagian tak terpisahkan dalam membentuk sebuah identitas kolektif”. Tandasnya dengan penuh semangat.

Pria berkacamata yang juga menjabat sebagai Wakil Sekretaris PWNU Jawa Tengah ini optimis dengan tradisi dan nilai pesantren yang dimiliki IPMAFA mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Terutama dalam menyikapi pluralitas yang ada di bangsa ini.

Aktivis yang banyak melakukan advokasi terhadap minoritas ini mengingatkan mahasiswa IPMAFA memiliki tiga tanggung jawab. Tanggung jawab yang ia maksudkan bukan sekadar tanggung jawab akademis. Namun juga tanggungjawab sosial dan moral.

Menurut Teddy, tanggung jawab sosial dan moral inilah yang patut diperhatikan. Sebab selain sebagai perguruan tinggi, IPMAFA juga dibangun dengan basis nilai-nilai pesantren.

Tanggung jawab tersebut juga diemban oleh IPMAFA sebagai kampus pesantren. Kehadiran IPMAFA diharapkan mampu memberikan solusi atas permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Juga menjadi benteng dalam menjaga dan mengajarkan akhlak mulia utamanya bagi generasi muda.(nashr/ltn)

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PCNU-PATI

    Filantropi Ramadan

    • calendar_month Sen, 25 Mar 2024
    • account_circle admin
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Oleh Hamidulloh Ibda*  Ramadan, bulan suci bagi umat Islam di seluruh dunia, bukan hanya tentang ibadah dan puasa semata. Ramadan menjadi momentum untuk introspeksi, berbagi, dan berbuat kebaikan sebanyak mungkin. Salah satu bentuk kebaikan yang sangat dianjurkan selama Ramadan adalah filantropi, kedermawanan, cinta kasih, atau amal kebajikan kepada sesama. Mengapa? Ya, karena manusia tidak sekadar […]

  • Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    Serba-serbi Festival Ramadhan IPNU-IPPNU Wedarijaksa Ke 13

    • calendar_month Jum, 29 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 472
    • 0Komentar

    WEDARIJAKSA – Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Wedarijaksa mengadakan Festival Ramadhan yang ke-13 bertempat di Madrasah Diniyah Tibyanul Falah, Desa Sidoharjo Kecamatan Wedarijaksa. Pagelaran ini dibuka dan dihadiri oleh Ketua Tanfidziyah, Kiai Nabhan Ulinnuha MWC NU Wedarijaksa, Majelis IPNU-IPPNU Wedarijaksa, juga tampak hadir Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Pati. Acara yang berlangsung 26-28 April 2022, […]

  • PCNU-PATI Photo by Pawan Thapa

    Bagai Pungguk Menjerat Bulan Part 3

    • calendar_month Ming, 16 Jul 2023
    • account_circle admin
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Oleh : Elin Khanin Akhirnya, setelah insiden itu, Salman menemukan alasan untuk bertahan hidup di pesantren. Apalagi kalau bukan karena Bu Nyai Maryam—perempuan pemilik kecantikan di atas rata-rata. Bahkan mungkin setiap inchi darinya adalah dambaan setiap wanita. Body S-line, wajah V-line, kulit seputih kapas, mata bulat dengan dua lipatan kelopak mata, hidung tinggi tapi kecil, […]

  • Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    Pati Berduka, Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (KH Ali Fatah Ya’qub telah di panggil yang Esa)

    • calendar_month Sab, 19 Sep 2015
    • account_circle admin
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Kabar NU, Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Jumat 18 September 2015, pukul 09.30. Wib Ketua Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama  KH Ali Fatah Ya’qub (Waturoyo) telah pulang kerahmatullah di RSI Pati. Dan di makamkan hari itu juga pada pukul 14.00. Wib.  Yi Fatah para santri biasa memanggilnya. Beliau adalah sosok yang sederhana, sosok yang penuh […]

  • Buka Raker Ma’arif NU Rembang, Fakhrudin Karmani Ajak Bangun Kekuatan dengan Branding

    Buka Raker Ma’arif NU Rembang, Fakhrudin Karmani Ajak Bangun Kekuatan dengan Branding

    • calendar_month Kam, 9 Jan 2025
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

      Rembang – Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, Fakhruddin Karmani membuka acara Rapat Kerja Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PCNU Kabupaten Rembang yang diselenggarakan di Aula PLHUT Ķemenag Kabupaten Rembang pada hari Kamis (09/01/2025). Dalam pengarahannya, Fakhruddin Karmani menyampaikan tentang ideologisasi ke-NU-an melalui Kurikulum Ke-NU-an, kemandirian organisasi dan penguatan ideologi melalui batik Ma’arif, […]

  • Menimbun Minyak Tanah

    Menimbun Minyak Tanah

    • calendar_month Sel, 21 Jun 2022
    • account_circle admin
    • visibility 430
    • 0Komentar

    Pada zaman sekarang, kita tahu bahwa seluruh dunia mengalami krisis globalisasi ( termasuk negara kita Indonesia ), sehingga berdampak pada kelangkaan minyak tanah. Pertanyaan : Bagaimana hukumnya, jika ada seorang yang kaya raya memborong minyak tanah di kota itu dengan harga yang sangat murah, lalu orang kaya tersebut menjual minyak tanah kepada orang lain dengan […]

expand_less