Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Misteri Sumur Tua

Misteri Sumur Tua

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 452
  • comment 0 komentar

 

Sumur  adalah cerita pendek karya Eka Kurniawan yang mendapatkan nomine Man Booker International Priza pada tahun 2016 dan peraih Prince claus laureate pada tahun 2018. Cerita pendek ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planetsdengan judul “The Well”, diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020.

Buku ini menceritakan tentang sosok Toyib dan Siti yang tinggal di perkampungan nan jauh dari kota.Kisah Toyib dan Siti dimulai sejak masih kecil, tepatnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dimana sewaktu kecil, Toyib menyukai seorang gadis kecil yang rumahnya di sisi lain kampung. Di pagi hari, ia akan duduk depan rumah menunggu gadis itu muncul menuju sekolah, dan mereka akan berjalan bersama menelusuri jalan setapak yang memanjang sepanjang pinggiran sawah, sebab sekolah mereka ada di kampung lain. (hlm. 1).

Kisah Toyib dan Siti berlangsung sampai mereka memiliki pasangan suami istri. Namun, dalam perjalannya mulai dihantam badai kerengganan. Hal ini dipicuduel antara kedua orangnya Toyib dan Siti yang sama-sama tersulut akibat adanya pemetakan sawah-sawah di sekitar sumur  yang awalnya sebagai pusat sumber mata air untuk mengaliri sawah-sawah mereka. Akan tetapi sejak kemarau melanda di kampung mereka, sumur tua sudah tidak mengeluarkan air, sehingga masyarakat mudah terpancing emosi dan tersulut amarah. Hal inilah yang menyebabkan kedua orangtua Toyib dan Siti berkelahi, yang satu meninggal dan yang satu masuk bui.

Sejak kejadian perkelahian tersebut, sumur tua saban kali digali tidak mengeluarkan air. Sehingga bagi masyarakat sekitar untuk bisa mendapatkan air, harus berjalan lebih jauh dari kampung halaman mereka. Bahkan, banyak sekali dari kampung halaman mereka yang pergi untuk merantau ke kota, karena sudah tidak betah lagi bertempat tinggal di kampung halamannya. Tidak ketinggalan pula Siti yang mengadu nasib ke kota untuk mendapatkan nasib yang lebih baik.

Mendengar Siti yang sudah pergi ke kota Toyib mengajak Ayahnya yang habis keluar dalam penjara untuk mengetahui keberadaan Siti di Kota, tapi nangas buat ayah Toyib saat melakukan perjalanan menuju ke kota, jembatan yang dilewati Toyib dan ayahnya putus dan membuat ayah Toyib terjatuh. Walaupun Toyib bisa meraih tangan ayahnya, tetapi air sungai semakin membesar disertai hujan yang semakin lebat membuat Toyib tidak mampu menahan tangan ayahnya dan membuat ayah Toyib hanyut bersama banjir. Oleh karena itu, niatan awal Toyib untuk mencari Siti di kota diurungkan dan akhirnya Toyib menetap di kampung halamannya.

Toyib kini hanya tinggal dengan ibunya. Adik lelaki satu-satunya juga pergi ke kota, bekerja di bengkel yang dulu hendak dituju ayahnya. Mengenai ayahnya sendiri, mereka baru menemukan mayatnya seminggu kemudian, di desa lain, selepas hanyut di sungai.

Di sisi lain, kabar pernikahan Siti terdengar oleh Toyib, sampai hati Toyib hanjur dan remuk. Hingga ibunya melihat tidak tega untuk mengusulkan agar ia menikahi seorang gadis dari kampung sebelah, ia setuju saja tanpa benar-benar mengenalnya. (hlm. 33) 

Lima minggu selepas pernikahannya, peristiwa itu datang. Seorang perempuan membawa seorang anak lelaki lima tahunan muncul, mencari suaminya. Ketika suami Siti muncul, perempuan itu mengamuk, menampar suami Siti, dan menyeretnya pergi. Saat itulah Siti tahu ia telah menikahi lelaki beristri. Ia tidak bisa berkata apa-apa dan mencoba melanjutkan hidupnya.

Saat itu Siti semakin sering memikirkan untuk pulang ke kampung beserta suaminya. Karena kalau hidup di kampung mungkin ia bisa berkeliling ke kampung-kampung yang lebih subur, membeli pisang, kelapa, pepaya atau singkong dari petani dan menjualnya kembali ke penadah lain. (hlm 38).

Setelah sampai di kampung halamannya, Siti harus memulai kehidupan seperti sediakala yang saban harinya harus menimba air di sumur tua. Hingga terjadilah pertemuan mereka tanpa diduga-duga, Siti dan Toyib demikian canggung sampai keduanya tak mengatakan apapun. Tapi dipertemuan berikutnya, selepas mengisi air untuk ember-ember mereka, rasa canggung itu masih terasa menjadi cair ketika Toyib menanyakan kabar dan itu memberi mereka kesempatan untuk bertanya dan menjawab lebih banyak.

Akhirnya semenjak pertemuan pertama terjadi, pertemuan selanjutnya dilakukan Toyib dan Siti setiap harinya meskipun sumur tua sudah tidak lagi mengeluarkan sumber mata air, karena sering ditimba.

Pertemuan Toyib dan Siti di sumur, akhirnyaterdengar kabar oleh masing-masing suami Siti dan istri Toyib. Kalau keduanya sering melakukan pertemuan di sumur setiap harinya.

Lalu satu malam Toyib terbangun dan tak menemukan istrinya. Ia bertanya ke tetangga terdekat, dan mereka sama tidak tahu. Kabar itu dengan cepat sampai ke rumah satu dan lainnya. Mereka mencari ke sana-kemari, sebelum menyadari ada suara kentongan yang sama dari sisi kampung lain. Suami Siti juga telah hilang.

Menjelang Maghrib, mereka berhasil menemukan keduanya. Tertelungkup bersama di dasar sumur kering. Tanpa nyawa dan tanpa catatan.

Tentu saja Toyib dan Siti tak pernah pergi ke sumur itu lagi. Lebih dari itu, didera rasa perih tak berkesudahan, Toyib akhirnya pergi mengikuti adiknya ke kota, dan tak pernah kembali ke kampung itu lagi. (hlm. 48).

 Judul               :Sumur

Penulis             : Eka Kurniawan

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit    : 2021

Tebal Halaman: 51

ISBN               : 978-602-06-5324-2

Peresensi         : Siswanto, Pecinta Buku Tinggal di Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    103 Guru Banjarnegara Lulus Pelatihan Koding dan AI, Dindikpora Minta Implementasi Segera

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 545
    • 0Komentar

    BANJARNEGARA – Sebanyak 103 guru di Kabupaten Banjarnegara dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah menuntaskan Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Tahap 1. Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Banjarnegara mendesak para pengajar segera mengimplementasikan materi tersebut di sekolah masing-masing. Penutupan pelatihan yang berlangsung selama tiga bulan, sejak 13 Juli hingga 12 Oktober 2025, digelar […]

  • Santri Mathali'ul Falah Kajen Raih Juara 1 Debat Bahasa Inggris MQK Nasional

    Santri Mathali’ul Falah Kajen Raih Juara 1 Debat Bahasa Inggris MQK Nasional

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 525
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id – Santri Perguruan Islam Mathali’ul Falah (PIM) Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Nasional Ke-8 yang berlangsung di Pondok Pesantren As’adiyah, Wajo, Sulawesi Selatan, pada 30 September–5 Oktober 2025. Tim yang terdiri atas Hilya Hilma, Viki Elok Sofyani, dan Najmah Ahlami Arwani ini mewakili […]

  • Night Gathering Warnai Peringatan Hari Santri IPNU-IPPNU Grogolan

    Night Gathering Warnai Peringatan Hari Santri IPNU-IPPNU Grogolan

    • calendar_month Jum, 22 Okt 2021
    • account_circle admin
    • visibility 363
    • 0Komentar

      Night Gathering ala IPNU dan IPPNU Grogolan dalam menyambut Hari Santri 2021 DUKUHSETI – Peringati Hari Santri Nasional 2021, IPNU IPPNU Grogolan Utara gelar Gathering Night, Kamis (21/10). Lebih lanjut, Kegiatan Gathering Night ini diisi dengan ziaroh makam, sholawatan, talk show, pensi dan diakhiri dengan game dengan mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Santri Indonesia dengan […]

  • Puisi-Puisi Juita Intifada

    Puisi-Puisi Juita Intifada

    • calendar_month Sab, 7 Agu 2021
    • account_circle admin
    • visibility 377
    • 0Komentar

      Sabtu Malam Sabtu Malam Minggu kabarmu yang lama ku tunggu tiba bertamu “bagaimana kau tahu?” sedang indomini membisu tersisa aku memeluk rindu   Sore di Tepian Rindu sore di hari minggu satu satu bergegas melaju menyusur tepian rindu dua dua menunggu aku merayu   “kemari, sama-sama mencebur” mereka tersenyum sedang rasaku makin larut dimana […]

  • PCNU-PATI Photo by Kevin Yudhistira Alloni

    Ziarah Ke Yerusalem

    • calendar_month Sen, 2 Jan 2023
    • account_circle admin
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Oleh : M. Iqbal Dawami Muslim yang mampu di setiap negara berbondong-bondong pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji, sebagai pelaksanaan rukun Islam yang kelima. Tentu, banyak kalangan muslim bercita-cita bisa berhaji ke tanah suci itu. Tak terkecuali kedua orangtua saya. Pada suatu ketika saat pulang kampung, saya bincang-bincang dengan mereka. Dari pembicaraannya, saya tahu […]

  • Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    Wejangan Rois Syuriyah dalam Rapat Pleno PCNU Pati

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 566
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id – PCNU Pati menggelar Rapat Pleno I pada Ahad (13/7) pagi. Kegiatan wajib ini dilaksanakan di Gedung SMK NU Pati, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. KH. Minanurrahman, Rois Syuriyah PCNU Pati, dalam pengangarahannya menegaskan bahwa, konsen NU Pati adalah menjaga ukhuwah. Kalaupun terjun ke politik, lanjut dia, yang musti dipegang oleh pengurus NU adalah […]

expand_less