Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Misteri Sumur Tua

Misteri Sumur Tua

  • account_circle admin
  • calendar_month Ming, 1 Agu 2021
  • visibility 514
  • comment 0 komentar

 

Sumur  adalah cerita pendek karya Eka Kurniawan yang mendapatkan nomine Man Booker International Priza pada tahun 2016 dan peraih Prince claus laureate pada tahun 2018. Cerita pendek ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris di antologi Tales of Two Planetsdengan judul “The Well”, diterbitkan oleh Penguin Books pada tahun 2020.

Buku ini menceritakan tentang sosok Toyib dan Siti yang tinggal di perkampungan nan jauh dari kota.Kisah Toyib dan Siti dimulai sejak masih kecil, tepatnya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dimana sewaktu kecil, Toyib menyukai seorang gadis kecil yang rumahnya di sisi lain kampung. Di pagi hari, ia akan duduk depan rumah menunggu gadis itu muncul menuju sekolah, dan mereka akan berjalan bersama menelusuri jalan setapak yang memanjang sepanjang pinggiran sawah, sebab sekolah mereka ada di kampung lain. (hlm. 1).

Kisah Toyib dan Siti berlangsung sampai mereka memiliki pasangan suami istri. Namun, dalam perjalannya mulai dihantam badai kerengganan. Hal ini dipicuduel antara kedua orangnya Toyib dan Siti yang sama-sama tersulut akibat adanya pemetakan sawah-sawah di sekitar sumur  yang awalnya sebagai pusat sumber mata air untuk mengaliri sawah-sawah mereka. Akan tetapi sejak kemarau melanda di kampung mereka, sumur tua sudah tidak mengeluarkan air, sehingga masyarakat mudah terpancing emosi dan tersulut amarah. Hal inilah yang menyebabkan kedua orangtua Toyib dan Siti berkelahi, yang satu meninggal dan yang satu masuk bui.

Sejak kejadian perkelahian tersebut, sumur tua saban kali digali tidak mengeluarkan air. Sehingga bagi masyarakat sekitar untuk bisa mendapatkan air, harus berjalan lebih jauh dari kampung halaman mereka. Bahkan, banyak sekali dari kampung halaman mereka yang pergi untuk merantau ke kota, karena sudah tidak betah lagi bertempat tinggal di kampung halamannya. Tidak ketinggalan pula Siti yang mengadu nasib ke kota untuk mendapatkan nasib yang lebih baik.

Mendengar Siti yang sudah pergi ke kota Toyib mengajak Ayahnya yang habis keluar dalam penjara untuk mengetahui keberadaan Siti di Kota, tapi nangas buat ayah Toyib saat melakukan perjalanan menuju ke kota, jembatan yang dilewati Toyib dan ayahnya putus dan membuat ayah Toyib terjatuh. Walaupun Toyib bisa meraih tangan ayahnya, tetapi air sungai semakin membesar disertai hujan yang semakin lebat membuat Toyib tidak mampu menahan tangan ayahnya dan membuat ayah Toyib hanyut bersama banjir. Oleh karena itu, niatan awal Toyib untuk mencari Siti di kota diurungkan dan akhirnya Toyib menetap di kampung halamannya.

Toyib kini hanya tinggal dengan ibunya. Adik lelaki satu-satunya juga pergi ke kota, bekerja di bengkel yang dulu hendak dituju ayahnya. Mengenai ayahnya sendiri, mereka baru menemukan mayatnya seminggu kemudian, di desa lain, selepas hanyut di sungai.

Di sisi lain, kabar pernikahan Siti terdengar oleh Toyib, sampai hati Toyib hanjur dan remuk. Hingga ibunya melihat tidak tega untuk mengusulkan agar ia menikahi seorang gadis dari kampung sebelah, ia setuju saja tanpa benar-benar mengenalnya. (hlm. 33) 

Lima minggu selepas pernikahannya, peristiwa itu datang. Seorang perempuan membawa seorang anak lelaki lima tahunan muncul, mencari suaminya. Ketika suami Siti muncul, perempuan itu mengamuk, menampar suami Siti, dan menyeretnya pergi. Saat itulah Siti tahu ia telah menikahi lelaki beristri. Ia tidak bisa berkata apa-apa dan mencoba melanjutkan hidupnya.

Saat itu Siti semakin sering memikirkan untuk pulang ke kampung beserta suaminya. Karena kalau hidup di kampung mungkin ia bisa berkeliling ke kampung-kampung yang lebih subur, membeli pisang, kelapa, pepaya atau singkong dari petani dan menjualnya kembali ke penadah lain. (hlm 38).

Setelah sampai di kampung halamannya, Siti harus memulai kehidupan seperti sediakala yang saban harinya harus menimba air di sumur tua. Hingga terjadilah pertemuan mereka tanpa diduga-duga, Siti dan Toyib demikian canggung sampai keduanya tak mengatakan apapun. Tapi dipertemuan berikutnya, selepas mengisi air untuk ember-ember mereka, rasa canggung itu masih terasa menjadi cair ketika Toyib menanyakan kabar dan itu memberi mereka kesempatan untuk bertanya dan menjawab lebih banyak.

Akhirnya semenjak pertemuan pertama terjadi, pertemuan selanjutnya dilakukan Toyib dan Siti setiap harinya meskipun sumur tua sudah tidak lagi mengeluarkan sumber mata air, karena sering ditimba.

Pertemuan Toyib dan Siti di sumur, akhirnyaterdengar kabar oleh masing-masing suami Siti dan istri Toyib. Kalau keduanya sering melakukan pertemuan di sumur setiap harinya.

Lalu satu malam Toyib terbangun dan tak menemukan istrinya. Ia bertanya ke tetangga terdekat, dan mereka sama tidak tahu. Kabar itu dengan cepat sampai ke rumah satu dan lainnya. Mereka mencari ke sana-kemari, sebelum menyadari ada suara kentongan yang sama dari sisi kampung lain. Suami Siti juga telah hilang.

Menjelang Maghrib, mereka berhasil menemukan keduanya. Tertelungkup bersama di dasar sumur kering. Tanpa nyawa dan tanpa catatan.

Tentu saja Toyib dan Siti tak pernah pergi ke sumur itu lagi. Lebih dari itu, didera rasa perih tak berkesudahan, Toyib akhirnya pergi mengikuti adiknya ke kota, dan tak pernah kembali ke kampung itu lagi. (hlm. 48).

 Judul               :Sumur

Penulis             : Eka Kurniawan

Penerbit           : PT Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit    : 2021

Tebal Halaman: 51

ISBN               : 978-602-06-5324-2

Peresensi         : Siswanto, Pecinta Buku Tinggal di Pati

  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    Afif Imam Anshary Pimpin Ansor Juwana

    • calendar_month Ming, 4 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Afif Imam Anshary terpilih menjadi ketua PAC GP Ansor Kec, Juwana. Pemilihan ketua baru ini dilaksanakan melalui Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) yang berlangsung sejak Ahad (4/8) pagi. Afif Imam Anshary menggantikan pemimpin lama, H. Muhammad Sutomo. Sebagaimana diberitakan NU Pati sebelumnya, PAC GP Ansor Kecamatan Juwana menggelar Konferensi Anak Cabang Ansor (Konferancab) pada Ahad […]

  • NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    NU Pati Gelar Rapat Pleno, Tekankan Kinerja Lembaga

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle admin
    • visibility 518
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati menggelar Rapat Pleno I dengan tema “Meneguhkan Khidmat Jam’iyyah untuk Ummat”. Kegiatan itu bertempat di Aula SMKNU Pati, Ahad (13/7/2025). Rapat pleno ini dihadiri oleh pengurus PCNU Pati, ketua dan sekretaris Lembaga serta Badan Otonom (Banom), hingga para ketua Majelis Wakil Cabang (MWC). Ketua Tanfidziyah PCNU […]

  • Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    Santri sekaligus Anggota Banser Panggungroyom Wedarijaksa Menjadi Korban Pengeroyokan

    • calendar_month Sel, 29 Okt 2024
    • account_circle admin
    • visibility 622
    • 0Komentar

    Pcnupari.or.id. – Seorang santri asal Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, yakni Muhammad Aufal Maromi (23) menjadi korban pengeroyokan oleh segerombolan orang di Prawirotaman, Mergangsan, Yogyakarta, Rabu (23/10/2024) malam. Aufal merupakan seorang santri Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, Jogja. Kejadian pengeroyokan itu bermula saat Aufal bersama dengan seorang temannya yakni Shafiq Faskha (19), warga Rembang, tengah membeli sate sekira […]

  • Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    Rohis SMAN 1 Tayu Jalin Kerja Sama dengan IPNU-IPPNU

    • calendar_month Ming, 25 Agu 2019
    • account_circle admin
    • visibility 490
    • 0Komentar

    TAYU-Rohani Islam (Rohis) SMA Negeri 1 Tayu menyelenggarakan LDK (Latihan Dasar Kepemimpinan). Agenda tersebut trlah menjadi program tahunan yang selalu diadakan oleh Rohis SMAN 1 Tayu. Pengurus IPNU-IPPNU Cabang Pati foto bersama Pengurus Rohis SMAN 1 Tayu usai kegiatan Latihan Dadar Kepemimpinan (LDK), Sabtu, (24/8) Dalam LDK tahun ini, Rohis menggandeng Pengurus Cabang IPNU/IPPNU Kabupatan […]

  • Pelajar NU Pelajar NU Gelar Sholawatan, Jamaah Terharu

    Pelajar NU Pelajar NU Gelar Sholawatan, Jamaah Terharu

    • calendar_month Kam, 20 Agu 2020
    • account_circle admin
    • visibility 402
    • 0Komentar

    Habib Hilmy Basyuroh (bersorban) diapit Gus Faiz Aminuddin, M.A. (rida’hijau) dan K. Ro’fat Hilmy, M.Si., Pimpinan Majelis Pembina PAC IPNU-IPPNU Gembong. GEMBONG-Semarak Peringatan tahun baru islam ditambah dengan HUT-RI le-75 diwarnai dengan beragam kegiatan. Salah satunya, dilakukan oleh PAC IPNU-IPPNU Gembong.  Para pelajar NU ini menggelar gema sholawat dengan menghadirkan Habib Hilmy Basyuroh beserta grup […]

  • Kiai Mujib Sholeh, Mustasyar PCNU Pati Wafat

    Kiai Mujib Sholeh, Mustasyar PCNU Pati Wafat

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

      pcnupati.or.id. – Kabar duka menyelimuti keluarga PCNU Pati di penghunjung Januari 2024. Pasalnya, salah satu Mustasyar PCNU Pati, KH. Abdul Mujib Sholeh berpulang pada Kamis (25/1) malam. Kepulangan Kiai Mujib ini telah dikonfirmasi oleh PCNU Pati melalui salah satu anggota keluarga. KH. Yusuf Hasyim, Ketua NU Kabupaten Pati yang pertama kali meng-post kabar duka […]

expand_less