Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pustaka » Menebar Dakwah Lewat Kisah

Menebar Dakwah Lewat Kisah

  • account_circle admin
  • calendar_month Sen, 20 Nov 2017
  • visibility 489
  • comment 0 komentar

Berdakwah paling efektif, mengena disukai kebanyakan masyarakat umum adalah dengan menggunakan metode bercerita, sebab pada dasarnya  setiap orang suka bercerita dan suka mendengarkan cerita. Oleh sebab itu, di dalam kitab suci, cerita menjadi unsur yang menonjol, kalau tidak dikatakan dominan. Tidaklah mengherankan jika cerita menjadi gaya penyampaian ajaran agama yang barangkali paling menarik, bahkan mungkin paling efektif bagi semua kalangan.
Hikayat-Hikayat Sufi di dalam buku ini merekam kisah-kisah sufi yang mengajarkan nilai-nilai dan ajaran-ajaran agama. Setiap cerita dapat dimaknai secara berbeda oleh satu orang dengan orang lain, bahkan dari cara maupun tingkat penafsirannya.
Salah satu hikayat tentang cinta, diceritakan bebera orang mengunjungi Asy-Syibli.
“Siapakah kalian,?” tanya Asy-Syibli dari halaman rumah.
“Kami orang-orang yang ingin mencintaimu, maka terimalah,”jawab mereka.
As-Syibli melempari mereka dengan batu. Orang orang itu pun berlari menjauhinya.
Mengapa kalian berlari dariku? Kalau betul-betul mencintaiku, tentu kalian tidak akan lari dari cobaanku.” Orang yang memiliki cinta kepada Allah akan minum dari gelas kecintaan. Menjadi sempitlah bagi mereka bumi dan negeri. Mereka tenggelam dalam lautan rindu kepada-Nya dan merasa nikmat munajat kepada-Nya. (hal 57)
 Hikayat di atas menggambarkan apabila cerita itu mampu memberikan pemahaman kepada oranga lain, jika memberikan nasihat dengan penuh kelembutan, tidak terlihat menggurui; memang demikianlah watak sebuah cerita: memberi ruang bagi pembacanya untuk mengambil hikmah dan pelajaran sesuai dengan tingkat pemahaman dan pengalamannya sendiri. Bukan hanya itu, pembaca yang sama mungkin akan menemukan keping-keping makna yang bernuansa berbeda ketika membacanya hari ini dan sebulan atau setahun kemudian-seiring dengan perkembangan pemahaman dan pengalamannya tadi.


            Penulis memahami jika masyarakat kita, tipikalnya sangat menyukai cerita, kisah dan hikayat, baik berupa tutur ataupun dalam bentuk tulisan. Buku yang merangkum kurang lebih 76 kisah melalui bermacam-macam cara menjelaskan isi yang terkandung dalam hikayatnya.
            Maka dari itu, buku ini sangat cocok untuk bahan tambahan ketika mengajar disekolah atau pun sebagai cerita pengantar tidur bagi anak-anak kita. Selamat membaca.
 
Judul                            : Hikayat Hikayat Sufi
Penulis                          : Hermawan Aksan
Penerbit                       : Mizania
Tahun Terbit                : Pertama, November 2014
Tebal                            : 151 halaman
ISBN                           :  978-602-1337-29-5
Peresensi                     : Pujianto, Penjual Kopi         
  • Penulis: admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ujian Kenaikan Tingkatan Pagar Nusa Gabus

    Ujian Kenaikan Tingkatan Pagar Nusa Gabus

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2017
    • account_circle admin
    • visibility 362
    • 0Komentar

    Pati. Jajaran Pengurus Pagar Nusa Kec Gabus mengadakan ujian Kenaikan Tingkatanb bertempat di Madrasah Abadiyah  Gabus. Pada Selasa- Rabu (28-29/3) hal tersebut dilakukan agar bisa mengetahui kemampuan para siswa dalam menyerap ilmu selama pelatihan.             Pada kesempatan itu, Ketua PAC  Pagar Nusa Ust. Ahmad Qusyairi membuka secara resmi dan sedikit menjelaskan perihal apa itu Pagar […]

  • PCNU-PATI

    NU dan Kesadaran Kebangsaan dalam Pluralitas Bernegara

    • calendar_month Sab, 24 Jun 2023
    • account_circle admin
    • visibility 317
    • 0Komentar

    Oleh : Siswanto, MA Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan pada 31 Januari 1926 lahir dari gagasan sejumlah kiai pesantren yang tersebar di Pulai Jawa-Madura. Paling tidak, ada dua sosok kunci yang berjasa dalam tumbuh-kembangnya NU, yakni Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah. Jika KH. Wahab sebagai penggerak organisatornya, maka Hadhratu Syaikh Hasyim Asy’ari  […]

  • BNPT RI Monitoring FKPT Jateng, Dorong Inovasi dan Kemitraan

    BNPT RI Monitoring FKPT Jateng, Dorong Inovasi dan Kemitraan

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle admin
    • visibility 446
    • 0Komentar

      Pcnupati.or.id Semarang – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melaksanakan rangkaian kegiatan Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme di Jawa Tengah. Poin penting dalam Monitoring tersebut salah satunya adalah wacana pendirian FKPT mandiri di kabupaten/kota di Jawa Tengah. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Letkol (Sus) Dr. Harianto, […]

  • PCNU-PATI

    LKNU bekerjasama dengan Optik Mitra Aulia Puncel, adakan Pemeriksaan Mata Gratis

    • calendar_month Sen, 24 Okt 2022
    • account_circle admin
    • visibility 364
    • 0Komentar

    pcnupati.or.id. Dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2022 beberapa waktu lalu, Lembaga Kesehatan Nahdaltul Ulama Kabupaten Pati bekerjsama dengan Optik Mitra Aulia mengadakan kegiatan kegiatan  pemeriksaan mata secara gratis serta pemberian kaca mata secara  gratis, 14/10 kemarin. “ Kegiatan ini di sponsori oleh NFG dan Essilor Group merupakan produksen kaca mata yang […]

  • PCNU PATI - Ilustrasi Menikah Tepat dan Akurat. Photo by Jeremy Wong Weddings on Unsplash.

    Menikah Tepat dan Akurat

    • calendar_month Jum, 22 Apr 2022
    • account_circle admin
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Menikah muda, bahagia di saat malam pertama, setelahnya dilema. Menikah di usia dini saat ini telah menyebar masif dikalangan masyarakat. Dalihnya supaya tak menimbulkan fitnah dan uh ah, selanjutnya terjadilah penambahan populasi manusia, tanpa harus sah. Namun sepertinya menikah di usia belia bisa jadi hanya untuk topeng semata, atau memang secara sengaja dilakukan untuk segera […]

  • Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

    Membangun Nasionalisme Lewat Suwuk Aswaja

    • calendar_month Sen, 22 Jul 2019
    • account_circle admin
    • visibility 505
    • 0Komentar

    Temanggung – Bertempat di STAINU Temanggung, JRA Temanggung menggelar seminar bertajuk “Epistimologi Nalar Sehat Suwuk Aswaja Terhadap Fenomena Ruqyah Syar’iyyah di Indonesia” pada Ahad 21 juli 2019.  Dalam kesempatan itu, ditegaskan para pemateri bahwa suwuk merupakan bagian dari membangun nasionalisme. Suasana Seminar yang digelar oleh JRA Temanggung di STAINU Temanggung Dalam kesempatan itu, Ketua PCNU […]

expand_less